The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 28 - Bayangan yang terobsesi



            Xue Ling menghela nafas “baiklah Han ge, aku mau menikah


denganmu !” Xue Ling tidak dapat melihat kesedihan Han Ling. Xue Ling sudah


mencintainya 5.000 tahun, baru saja bersama. Xue Ling sendiri masih menyimpan


keraguan akan perasaan Han Ling padanya, karena perubahannya terlalu besar.


Tapi kata-kata Han Ling, meminta pertolongan padanya tidak dapat ditolaknya.


Selama 5.000 tahun, berusaha menjaga Han Ling, mana sanggup melihatnya


bersedih.


            Han Ling tersenyum manis “terima kasih Xiao Xue, aku


janji kau tidak akan menyesalkan keputusanmu saat ini. Xiao Xue, aku


mencintaimu !” Xue Ling ikut tersenyum manis “Han ge, aku juga mencintaimu !”


berpelukan sesaat. Xue Ling melihat hal yang terjadi di luar jiejue, sambil


menenangkan Han Ling. Han Ling melerai pelukan, mencium kening dan bibir Xue


Ling singkat, tersenyum lembut “aku sangat mencintaimu Xue Ling Shen Zun !” Xue


Ling tersenyum manis.


            Shui Ling menghampiri “jie…” keduanya menoleh “kurasa


kita awasi saja dari sini beberapa saat !” Xue Ling mengangguk “aku ingin


memeriksa mereka !” Lin Yang memegang dagunya “Shen Zun, apa mereka berhubungan


dengan Hu Lu ? bukankah harusnya mereka menyadari jiejue Hu Lu yang sudah


hilang ?” Han Ling merangkul Xue Ling “amati saja ! tunggu sudah tidak seramai


ini, kita keluar !” Xue Ling menatap Han Ling yang tersenyum padanya “kau ingin


memeriksa gunung merapi itu kan ?” Xue Ling mengangguk.


            “Zhu Ren… Zhu Ren…” terdengar suara dari tubuh Xue Ling.


Xue Ling mengeluarkan berlian merahnya “Ren er…” “Zhu Ren, anda sedang di Re Shui


Gu ?” “ya, apa yang kalian temukan ?” berkomunikasi dengan Ren er dan Cheng Mei


melalui berlian birunya “Zhu Ren, Li Ming Shen Jun itu mengincar anda.


Bayangannya sudah mengikuti anda selama 20.000 tahun, mulai dari saat anda


meninggalkan Bei Hai Ren Yu” “jadi dia mengetahui pembicaraanku dengan Wei


Jiang ?” “tidak, jaraknya cukup jauh, hingga anda tidak merasakan


keberadaannya, tapi dia melihat pertemuan kalian” “hmm… apa yang terjadi


setelah perang ? apa Li Ming mengetahui keberadaan Jin Lan dan Hong Lan ?”


            Berganti suara Cheng Mei “Xue Ling, setelah dari perang,


bayangan itu kembali ke tubuhnya. Li Ming sempat berusaha menangkap jiwamu yang


menghilang tapi tidak berhasil. Setelahnya, dia mengirim bayangannya ke Bei Hai


dan mengetahui keberadaan Jin Lan dan hubungannya dengan wanita itu.” “apa yang


diinginkannya ?” “Bei Hai Ren Yu dan cara membuka pusat lava. Dia menginginkan


unsur kekuatan itu !” “hmm…” “dengan ketidakmunculan Bei Hai Ren Yu, dia


mengalami kesulitan. Dia mendengar desas desus itu dan tahu bahwa Ang Ngo yang


menyebarnya, hingga mendekati Ang Ngo. Mereka sudah memiliki komunikasi


sebelumnya sebelum menikah. Mereka memiliki janji pernikahan dan Ang Ngo akan


menyerahkan Jin Lan padanya”


            “Wei Jiang mengetahuinya ?” “aku baru saja berkomunikasi


dengannya ! jika tidak ditelusuri, sangat susah mengetahui kehidupan bayangan,


karena selalu akan berpindah ke raga aslinya !” “ada berita lainnya ?” “tidak,


sementara hanya itu. Apa ada yang kau ingin kutelusuri ?” “hmm apa kau bisa


melihat Ro Tan Mo ?” “hmm… baik akan kucoba, berkomunikasi lagi nanti…”


komunikasi diantara merekapun terputus.


            “jie, tidak kusangka kegilaan Li Ming sampai seperti itu


!” Shui Ling kesal. Han Ling “sejak kapan kau mengetahui dia mengikutimu ?” Xue


Ling “2.000 tahun setelah keluar dari Bei Hai Ren Yu, tepatnya setelah


Saat aku keluar dari Bei Hai, energiku banyak terkuras jadi aku biguang. Saat


itu dihadapkan dengan perang, aku hanya mengira mata-mata dari Yu Kui Mo. Saat


di medan perang itulah, bayangan Li Ming mendekat jadi aku dapat merasakan aura


yang akrab”


            “tidak akan lagi ! aku akan selalu bersamamu ! aku akan


melindungimu !” Han Ling memeluk Xue Ling, hatinya sangat cemas ‘ada dewa gila


yang mengincar pujaan hatinya !’ Xue Ling menenangkan Han Ling “tenanglah,


sudah tidak apa-apa. Dia sekarang tidak bisa melakukannya lagi !” Shui Ling


meneruskan “jiejie pasti dapat mencium baunya walau itu hanya bayangan !” Xue


Ling mengangguk.


            Lin Yang berguman “apa yang sebenarnya diinginkannya ?”


Shui Ling tersenyum mengerikan “apa anda tidak bisa memikirkannya ?” Lin Yang


menatap Shui Ling dengan rasa ingin tahu “Li Ming dan Huo Ling ge berguru pada


Mei Hua Shi Fu bersama. Keduanya adalah murid paling berbakat. Ambisi Li Ming


ge sejak dulu sangat besar. Awalnya mereka berteman, tapi setelah beberapa saat


Huo Ling ge tahu sifat Li Ming ge yang munafik, mulai menjauhinya. Saat Fu Wang


Mu Hou tiada, dengan menggunakan alasan belajar pada jiejie, menolaknya


berkali-kali. Sudah dari sebagai murid Mei Hua Shen Nu, Li Ming ge terobsesi


pada jiejie. Saat pertemanan itu masih berlangsung, sebagai murid yang


berbakat, Li Ming ge beberapa kali masuk ke Mu Ning dian. Bahkan Fu Wang Mu Hou


pun dapat melihat sesuatu yang aneh padanya. Untungnya, tidak berselang lama


dari Fu Wang Mu Hou tiada, Li Ming ge kembali ke Lan Hua dan Huo Ling ge sudah


menjadi Tian Zun. Sebagai Tian Zun, Huo Ling ge tidak bisa ditemui sembarangan,


menjadi satu alasan untuk menolak Li Ming ge”


            Han Ling menunduk bertanya “bagaimana obsesinya pada Xiao


Xue ?” Shui Ling cekikikan “jiejie ini ya, tidak pernah memandangnya, hanya


berkali-kali mempermainkannya seperti yang terjadi di Bei Hai Gong. Hmm… jika


difikirkan kembali, dari awal dia sudah merencanakannya ! jie, terhadap orang


ini…” Xue Ling tersenyum nakal “sudah kukatakan, bukan aku yang akan menjadi


panglima !” Shui Ling menyipitkan mata “jie, kau bukan menggali lubang untuk


gege kan ?” Xue Ling tertawa terbahak-bahak “dia sudah menggali lubangnya


sendiri, aku hanya membuat lubang lebih besar sedikit hahaha…”


            Han Ling dan Lin Yang terbelalak “Tian Zun ?” Xue Ling


acuh tak acuh “haih semua orang memiliki rintangannya sendiri, karena dia yang


memulai maka dia juga yang harus mengakhirinya. Aku hanya akan bermain dan


bersenang-senang hahaha…” Shui Ling melirik malas “jie…” Xue Ling mengetuk


kening Shui Ling “untuk apa melihatku seperti itu ? adikku yang bodoh, dari


dulu aku sudah mengajarkan pada kalian untuk menghadapi setiap persoalan,


bukannya melarikan diri. Kesalahan Huo Ling yang terus menghindar hingga


mengakibatkan seperti saat ini.”


            Shui Ling menggosok keningnya “kalau begitu, bukankah


anda harusnya memberitahunya !” cemberut. Xue Ling mengangkat bahunya “tidak


perlu aku memberitahunya, dia sudah mengetahuinya !” Shui Ling mengerutkan


keningnya “haih dasar adik bodoh, apa kau kira kakak iparmu itu pajangan ?” Xue


Ling menghardik kesal. Mulut Shui Ling terbuka “aaa… Ling Siang sausau… aih


kenapa aku melupakannya ! hihihi, maaf jiejie !” Xue Ling menghela nafas kasar


dan menggeleng-gelengkan kepala.