
Xue Ling menghela nafas “baiklah Han ge, aku mau menikah
denganmu !” Xue Ling tidak dapat melihat kesedihan Han Ling. Xue Ling sudah
mencintainya 5.000 tahun, baru saja bersama. Xue Ling sendiri masih menyimpan
keraguan akan perasaan Han Ling padanya, karena perubahannya terlalu besar.
Tapi kata-kata Han Ling, meminta pertolongan padanya tidak dapat ditolaknya.
Selama 5.000 tahun, berusaha menjaga Han Ling, mana sanggup melihatnya
bersedih.
Han Ling tersenyum manis “terima kasih Xiao Xue, aku
janji kau tidak akan menyesalkan keputusanmu saat ini. Xiao Xue, aku
mencintaimu !” Xue Ling ikut tersenyum manis “Han ge, aku juga mencintaimu !”
berpelukan sesaat. Xue Ling melihat hal yang terjadi di luar jiejue, sambil
menenangkan Han Ling. Han Ling melerai pelukan, mencium kening dan bibir Xue
Ling singkat, tersenyum lembut “aku sangat mencintaimu Xue Ling Shen Zun !” Xue
Ling tersenyum manis.
Shui Ling menghampiri “jie…” keduanya menoleh “kurasa
kita awasi saja dari sini beberapa saat !” Xue Ling mengangguk “aku ingin
memeriksa mereka !” Lin Yang memegang dagunya “Shen Zun, apa mereka berhubungan
dengan Hu Lu ? bukankah harusnya mereka menyadari jiejue Hu Lu yang sudah
hilang ?” Han Ling merangkul Xue Ling “amati saja ! tunggu sudah tidak seramai
ini, kita keluar !” Xue Ling menatap Han Ling yang tersenyum padanya “kau ingin
memeriksa gunung merapi itu kan ?” Xue Ling mengangguk.
“Zhu Ren… Zhu Ren…” terdengar suara dari tubuh Xue Ling.
Xue Ling mengeluarkan berlian merahnya “Ren er…” “Zhu Ren, anda sedang di Re Shui
Gu ?” “ya, apa yang kalian temukan ?” berkomunikasi dengan Ren er dan Cheng Mei
melalui berlian birunya “Zhu Ren, Li Ming Shen Jun itu mengincar anda.
Bayangannya sudah mengikuti anda selama 20.000 tahun, mulai dari saat anda
meninggalkan Bei Hai Ren Yu” “jadi dia mengetahui pembicaraanku dengan Wei
Jiang ?” “tidak, jaraknya cukup jauh, hingga anda tidak merasakan
keberadaannya, tapi dia melihat pertemuan kalian” “hmm… apa yang terjadi
setelah perang ? apa Li Ming mengetahui keberadaan Jin Lan dan Hong Lan ?”
Berganti suara Cheng Mei “Xue Ling, setelah dari perang,
bayangan itu kembali ke tubuhnya. Li Ming sempat berusaha menangkap jiwamu yang
menghilang tapi tidak berhasil. Setelahnya, dia mengirim bayangannya ke Bei Hai
dan mengetahui keberadaan Jin Lan dan hubungannya dengan wanita itu.” “apa yang
diinginkannya ?” “Bei Hai Ren Yu dan cara membuka pusat lava. Dia menginginkan
unsur kekuatan itu !” “hmm…” “dengan ketidakmunculan Bei Hai Ren Yu, dia
mengalami kesulitan. Dia mendengar desas desus itu dan tahu bahwa Ang Ngo yang
menyebarnya, hingga mendekati Ang Ngo. Mereka sudah memiliki komunikasi
sebelumnya sebelum menikah. Mereka memiliki janji pernikahan dan Ang Ngo akan
menyerahkan Jin Lan padanya”
“Wei Jiang mengetahuinya ?” “aku baru saja berkomunikasi
dengannya ! jika tidak ditelusuri, sangat susah mengetahui kehidupan bayangan,
karena selalu akan berpindah ke raga aslinya !” “ada berita lainnya ?” “tidak,
sementara hanya itu. Apa ada yang kau ingin kutelusuri ?” “hmm apa kau bisa
melihat Ro Tan Mo ?” “hmm… baik akan kucoba, berkomunikasi lagi nanti…”
komunikasi diantara merekapun terputus.
“jie, tidak kusangka kegilaan Li Ming sampai seperti itu
!” Shui Ling kesal. Han Ling “sejak kapan kau mengetahui dia mengikutimu ?” Xue
Ling “2.000 tahun setelah keluar dari Bei Hai Ren Yu, tepatnya setelah
Saat aku keluar dari Bei Hai, energiku banyak terkuras jadi aku biguang. Saat
itu dihadapkan dengan perang, aku hanya mengira mata-mata dari Yu Kui Mo. Saat
di medan perang itulah, bayangan Li Ming mendekat jadi aku dapat merasakan aura
yang akrab”
“tidak akan lagi ! aku akan selalu bersamamu ! aku akan
melindungimu !” Han Ling memeluk Xue Ling, hatinya sangat cemas ‘ada dewa gila
yang mengincar pujaan hatinya !’ Xue Ling menenangkan Han Ling “tenanglah,
sudah tidak apa-apa. Dia sekarang tidak bisa melakukannya lagi !” Shui Ling
meneruskan “jiejie pasti dapat mencium baunya walau itu hanya bayangan !” Xue
Ling mengangguk.
Lin Yang berguman “apa yang sebenarnya diinginkannya ?”
Shui Ling tersenyum mengerikan “apa anda tidak bisa memikirkannya ?” Lin Yang
menatap Shui Ling dengan rasa ingin tahu “Li Ming dan Huo Ling ge berguru pada
Mei Hua Shi Fu bersama. Keduanya adalah murid paling berbakat. Ambisi Li Ming
ge sejak dulu sangat besar. Awalnya mereka berteman, tapi setelah beberapa saat
Huo Ling ge tahu sifat Li Ming ge yang munafik, mulai menjauhinya. Saat Fu Wang
Mu Hou tiada, dengan menggunakan alasan belajar pada jiejie, menolaknya
berkali-kali. Sudah dari sebagai murid Mei Hua Shen Nu, Li Ming ge terobsesi
pada jiejie. Saat pertemanan itu masih berlangsung, sebagai murid yang
berbakat, Li Ming ge beberapa kali masuk ke Mu Ning dian. Bahkan Fu Wang Mu Hou
pun dapat melihat sesuatu yang aneh padanya. Untungnya, tidak berselang lama
dari Fu Wang Mu Hou tiada, Li Ming ge kembali ke Lan Hua dan Huo Ling ge sudah
menjadi Tian Zun. Sebagai Tian Zun, Huo Ling ge tidak bisa ditemui sembarangan,
menjadi satu alasan untuk menolak Li Ming ge”
Han Ling menunduk bertanya “bagaimana obsesinya pada Xiao
Xue ?” Shui Ling cekikikan “jiejie ini ya, tidak pernah memandangnya, hanya
berkali-kali mempermainkannya seperti yang terjadi di Bei Hai Gong. Hmm… jika
difikirkan kembali, dari awal dia sudah merencanakannya ! jie, terhadap orang
ini…” Xue Ling tersenyum nakal “sudah kukatakan, bukan aku yang akan menjadi
panglima !” Shui Ling menyipitkan mata “jie, kau bukan menggali lubang untuk
gege kan ?” Xue Ling tertawa terbahak-bahak “dia sudah menggali lubangnya
sendiri, aku hanya membuat lubang lebih besar sedikit hahaha…”
Han Ling dan Lin Yang terbelalak “Tian Zun ?” Xue Ling
acuh tak acuh “haih semua orang memiliki rintangannya sendiri, karena dia yang
memulai maka dia juga yang harus mengakhirinya. Aku hanya akan bermain dan
bersenang-senang hahaha…” Shui Ling melirik malas “jie…” Xue Ling mengetuk
kening Shui Ling “untuk apa melihatku seperti itu ? adikku yang bodoh, dari
dulu aku sudah mengajarkan pada kalian untuk menghadapi setiap persoalan,
bukannya melarikan diri. Kesalahan Huo Ling yang terus menghindar hingga
mengakibatkan seperti saat ini.”
Shui Ling menggosok keningnya “kalau begitu, bukankah
anda harusnya memberitahunya !” cemberut. Xue Ling mengangkat bahunya “tidak
perlu aku memberitahunya, dia sudah mengetahuinya !” Shui Ling mengerutkan
keningnya “haih dasar adik bodoh, apa kau kira kakak iparmu itu pajangan ?” Xue
Ling menghardik kesal. Mulut Shui Ling terbuka “aaa… Ling Siang sausau… aih
kenapa aku melupakannya ! hihihi, maaf jiejie !” Xue Ling menghela nafas kasar
dan menggeleng-gelengkan kepala.