The Power Of Love

The Power Of Love
Berpura-pura



Sesampai nya diruangan khusus untuk Azka , Naura langsung dipersilahkan duduk di sofa dan Azka baru melepaskan pegangan tangannya , iya sedari tadi Azka terus menggenggam tangan Naura , padahal Nuara sudah mencoba buat lepas dari genggaman tangan kekar Azka namun Azka malah memberi isyarat agar Naura diam , akhirnya Naura menurut dan ia harus menahan malu didepan David dan semua anak buah Azka .


" Duduk vid " instruksi Azka dingin , seraya ia ikut mendudukan badannya disamping Naura .


David mengangguk , dan ia langsung duduk berhadapan dengan Azka dan Naura .


" Vid tadi lu bilang ditelpon sipencopet sialan itu melarikan diri dari rumah sakit , kenapa bisa ? , Lu kemana aja ? , kenapa dia bisa kabur ? " Tanya Azka panjang lebar dengan nada dingin .


" Maaf boss , tadi gue ke kantin sebentar buat ngisi perut " Jawab David ragu-ragu .


" Ck " Decak Azka .


" Tapi pas gue tinggal sipencopet tadi sedang ditangin oleh dokter bos makanya gue pergi ke kantin " ucap David mencoba membela diri .


" Ah tahu lah , yang terpenting pencopet sialan itu sudah ketemu lagi . Dimana dompet gue ? " Timpal Azka seraya menanyakan keberadaan dompetnya .


" Ada bos , sebentar " jawab David lalu ia pergi ke ruangannya untuk mengambil dompet Azka yang ia simpan di lemari .


Sekepergian David , Azka melirik Naura yang sedari tadi hanya diam , Azka yakin Naura saat ini tengah marah pada diri nya .


" Ra " panggil Azka pelan .


" Iya " jawab Naura singkat seraya melirik ke arah Azka .


" Kamu - " Timpal Azka namun perkataannya kepotong dengan suara ketukan pintu dari luar yang ia yakini itu David .


" Masuk " Ujar Azka dingin .


" Maaf bos , ini dompetnya " ujar David seraya memberikan dompet milik Azka .


Azka langsung mengambilnya dan mengecek semua isi dompetnya dan ternyata semuanya masih aman .


" Bagaimana bos , apa semua aman ?'' tanya David ketika melihat Azka mengecek isi dompet .


" Aman " jawab Azka singkat .


" Syukurlah " ucap David lega seraya mengusap dadanya . David takut isi dompet bos nya itu tidak lengkap dan bisa jadi ia yang akan disalahkan .


" Vid beli makanan buat semuanya termasuk buat gue dan istri gue " Instruksi Azka seraya mengeluarkan uang berwarna merah muda sepuluh lembar .


" Istri " Gumam David kaget pasalnya ia tidak mengetahui soal pernikahan Azka .


" Vid " panggil Azka karna David malah melamun .


" Eh iya iya baik bos " jawab David seraya mengambil uang yang disodorkan Azka , lalu ia pamit untuk undur diri .


David langsung pergi ke tempat teman-temannya berkumpul dan ia langsung memberitahu jika bos nya itu sudah menikah .


" Gila si bos nikah gak ngundang-ngundang gue " ujar salah satu dari mereka .


" Tapi ngomong-ngomong istri si bos cantik amat ya udah gitu kelihatan nya Sholehah lagi " timpal yang lainnya .


" Woy itu istri orang , kalau sibos denger bisa marah dia " Balas David mengingatkan .


" Udah-udah beli makanan sana dan jangan lupa buat sibos sama istri nya " titah David pada 2 temennya .


Sementar itu diruangan yang hanya ada Azka dan Naura , mereka malah asik dengan kesunyian yang ada .


Azka ia tak tahu harus menjelaskan dari mana , sedangkan Naura ia hanya berdiam diri sambil menahan tawa nya dalam hati , Naura tahu pasti Azka beranggapan kalau Naura tengah marah pada dirinya .


Melihat gerak gerik Azka , Naura menjadi punya ide untuk berpura-pura marah pada Azka , maka dari itu ia setia dengan berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .


" Ay " panggil Azka ragu-ragu .


Naura tak menjawab namun ia hanya melirik dan mentap wajah Azka sekilas .


" Ya Allah kok Naura pengen ngakak ya lihat wajah kak Azka " batin Naura menahan tawanya .


" So tahu banget " batin Naura cekikikan .


" Ra kalau kamu mau marah silahkan Azka gak akan melarang , tapi Azka mohon Naura harus menjaga semua rahasia ini dan Azka harap ini semua tidak mempengaruhi hubungan kita " ujar Azka lagi .


" Terlalu lebay kak Azka " batin Naura tertawa .


" Ra ayo ngomong , kenapa kamu diam aja dari tadi ? " ucap Azka seraya memegang kedua bahu Naura dan kini keduanya sudah berhadapan .


" Hufhh " Naura mengatur nafas nya , ia akan memulai akting nya untuk berpura-pura marah pada Azka .


" Kak Azka bisa jelaskan semuanya lebih detail tentang diri kak Azka " ujar Naura seraya menekankan kata detail .


" Apa yang ingin kamu ketahui Ra ?'' tanya Azka pelan seraya menatap wajah Naura yang kini seolah-olah memancarkan kemarahan .


" Semuanya " Jawab Naura padat dan jelas .


" Kamu udah mengetahui semua nya Ra , kamu udah lihat semuanya tadi " jawab Azka lembut .


" Jadi kak Azka adalah seorang ketua gengster ? , dan kak Azka merahasiakan ini semua dari semua orang ? " tanya Naura panjang lebar seraya kedua tangannya ia lipat didada .


Azka hanya menganggukan kepalanya pelan , kini ia tak berani lagi melihat wajah Naura yang sedang marah .


" Kenapa ? , kenapa kak Azka ikut dunia seperti ini ? , kak Azka merasa jagoan ? '' tanya Naura beruntun .


Percayalah Naura sudah ingin melepaskan tawanya melihat Azka yang hanya menunduk .


" Ngga Ra , kak Azka gak merasa jagoan tapi cerita nya panjang dan keadaan yang membuat Azka harus ikut ke dunia seperti ini " Jawab Azka seraya mencoba menatap wajah Naura .


" Hmmm sudahlah semua sudah terlanjur dan Naura gak ada hak buat ini semua " balas Naura sambil menghembuskan nafasnya secara kasar .


" Ra kenapa kamu berbicara seperti itu ? , kamu ada hak buat semua yang berurusan dengan Azka karna kamu itu istri Azka " Ucap Azka seraya meraih kedua tangan Naura .


" Tapi Azka mohon kamu jangan meminta Azka untuk keluar dari dunia ini , karna Azka sudah susah payah membangun dan mempertankan semua nya Ra " Ucap Azka lagi dengan wajah memohon dan percayalah kedua tangan Azka kini sudah dingin seperti es .


" Tapi ini semua cukup berbahaya kak , Naura gak mau kak Azka kenapa-kenapa " balas Naura seraya menatap dalam netra indah Azka .


" Kamu jangan khawatir Ra , Azka pasti baik-baik saja lagian gengster yang Azka pimpin bukan seperti


geng ster pada umumnya , kami hanyalah sekelompok orang yang suka memberantas kejahatan dan menolong orang yang sedang kesusahan " tutur Azka panjang lebar .


" Apa benar seperti itu ?'' tanya Naura dingin .


" Iya Ra , Azka tidak berbohong " Jawab Azka mencoba meyakinkan Naura .


" Hmmm ya sudah tapi kak Azka harus janji , kak Azka bakalan selalu baik-baik saja " balas Naura seraya menyodorkan jari kelingkingnya .


" Janji " Ucap Azka tersenyum seraya menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking Naura .


Naura tak pandai dalam berakting , ia tak bisa terus-terusan berpura-pura marah pada Azka , apalagi melihat wajah Azka , Naura selalu ingin ketawa .


" Naura udah ga marah kan sama Azka ? " tanya Azka ketika melihat Naura sudah tersenyum .


" Masih " jawab Naura berpura-pura cemberut .


" Dih kok masih marah sii " gemas Azka lalu ia langsung menarik Naura ke dalam pelukannya dan kali ini Naura pun langsung membalas pelukannya .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙, terimakasih 🤗 🤗🙏.