The Power Of Love

The Power Of Love
Bedrest



Sementara itu sepulang dari acara pernikahan Yuma dan Hans , Naura beberapa kali meringis merasakan perutnya yang sedikit ngilu dan merasa sangat kenceng .


Naura langsung ke kamarnya untuk berbaring dan istirahat namun lagi-lagi rasa ngilu itu kerap datang .


" Sayang anak bunda , maafin bunda ya jika bunda terlalu memaksakan diri , kalian harus baik-baik ya didalam " , gumam Naura seraya mengelus perut buncitnya perlahan dengan menahan rasa ngilu .


Azka datang dengan membawa segelas air hangat .


" Apa masih sakit ay ? " , tanya Azka yang langsung menghampiri Naura .


Naura hanya tersenyum dan mengangguk pelan , ia sebisa mungkin tak ingin membuat suami atau orang rumah khawatir .


" Diminum dulu ay air hangat nya " , Azka membantu Naura untuk minum .


" Itu yang bee takutkan jika kamu keluar rumah , bee takut kamu kenapa-kenapa ay " , Ucap Azka seraya menunduk .


" Maaf bee , jika Naura selalu keras kepala dan terlalu memaksakan diri " , timpal Naura yang merasa bersalah .


Iya Naura merasa dirinya kuat dan bisa namun dengan keadaannya mengandung seperti ini ternyata berbeda .


" Sssshhh " , Naura meringis seraya menutup kedua matanya .


" Ay , ayang " , panggil Azka khawatir .


" Naura tidak apa-apa bee , mungkin dedenya lagi demo sama bunda karna bunda terlalu memaksakan diri " , jawab Naura seraya mencoba tersenyum .


" Kita ke dokter ya " , Ajak Azka yang takut kenapa-kenapa dengan istri dan calon anak-anaknya .


" Ga usah bee , Naura yakin Naura hanya kecapean aja kok , besok juga pasti udah sembuh " , jawab Naura setenang mungkin .


" Yakin ? " , tanya Azka dan Naura mengangguk dengan cepat .


" Vitaminnya udah diminum kan ? " , tanya Azka perhatian .


" Udah bee " , jawab Naura tersenyum .


" Ya udah ay berbaring ya , istirahat tapi jangan tidur karena ini udah sore " , pinta Azka seraya membantu Naura untuk berbaring .


Naura tersenyum dan menuruti apa yang dikatakan suaminya .


Azka dengan lembut terus mengusap perut buncit Naura seraya bersolawat atau sesekali ia berdoa lalu mencium perut buncit Naura beberapa kali .


*****


Sebelum adzan subuh Naura sudah terbangun dan ia dengan perlahan langsung turun dari atas tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi , Azka langsung siaga membantu memapah istrinya ke kamar mandi . ia sudah bangun lebih dulu dan tadi tengah membaca Al-Qur'an seraya menunggu waktu subuh .


" Udah bee sampai sini aja , bee bisa keluar " , usir Naura secara halus ketika Azka mengantarkannya sampai ke dalam kamar mandi .


" Ya udah ay hati-hati ya kalau ada apa-apa segera panggil bee ! " , balas Azka seraya tersenyum .


Naura menganggukan kepalanya pelan , lalu Azka segera keluar dari kamar mandi namun sebelum itu ia menyempatkan mencium kening Naura lembut .


Naura baru saja menuntaskan hajatnya membuang air kecil namun ketika akan memakai celananya kembali ia dikagetkan dengan noda darah yang ada dicelana dalamnya .


Naura sudah panik tapi ia ingin memastikan dengan pasti noda apa yang ada dicelana nya .


" Darah ? Iya ini darah " , gumam Naura pelan .


" Bee bee " , Panggil Naura dengan panik .


Azka tergelonjak kaget dan ia langsung menghampiri sang istri .


" Kenapa ? ada apa sayang ? " , tanya Azka yang sudah khawatir .


Ditambah Azka langsung melihat Naura yang sudah menitikan air matanya .


" Sayang ada apa ? , kenapa kamu nangis ? " , tanya Azka lembut seraya membawa Naura ke dalam pelukannya .


" Sayang , udah jangan nangis terus nanti Dede bayi yang ada dalam perut kamu ikut sedih " , Ucap Azka menenangkan Naura .


Dan perkataan Azka berhasil membuat Naura menghentikan tangisnya .


Azka membantu Naura untuk minum agar ia lebih tenang .


" Sekarang udah lebih tenang ? " , tanya Azka lembut dan dianggukan oleh Naura .


" Ay cerita sama bee , Ay kenapa ? , kenapa ay sampai nangis seperti ini ? " , tanya Azka beruntun dan ia sudah penasaran apa yang membuat istrinya nangis dipagi-pagi seperti ini .


Naura perlahan mulai menceritakan apa penyebab yang membuatnya panik dan menangis dengan kedua mata yang kembali berkaca-kaca .


" Suuut , sayang tenang ya jangan nangis lagi " , Azka langsung membawa Naura kembali ke pelukannya .


Adzan subuh berkumandang , Azka mengajak Naura untuk segera mengambil air wudhu dan hari ini mereka memutuskan sholat berjama'ah didalam kamar .


Tak lupa setelah sholat , Azka memimpin berdzikir dan berdoa , ia meminta perlindungan dan pertolongan kepada sang pencipta .


" Ya Allah hanya kepada MU-lah hamba memohon dan meminta pertolongan , Ya Robb sehatkan janin yang ada didalam perut istri hamba dan panjangkan umur kami agar kami bisa membesarkan putra-putri kami menjadi anak-anak yang Sholeh dan Sholehah " ,


" Aamiin " ,


" Bee apa kita sebaiknya periksa ke dokter aja ? " , tanya Naura ketika ia sudah mencium punggung Azka dengan takdzim yang dibalas oleh kecupan disetiap inci wajah Naura .


" Sebaiknya memang begitu ay " , jawab Azka dan Naura langsung mengangguk mengerti .


Mereka langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit dan setelah semua dirasa cukup mereka segera keluar kamar dan berpamitan kepada bunda Shalwa .


Bunda Shalwa cukup kaget melihat Azka dan Naura yang sudah rapi , ditambah subuh tadi mereka tidak mengikuti sholat subuh berjama'ah .


Azka dengan perlahan menceritakan kondisi Naura , dan sama halnya bunda Shalwa langsung panik dan khawatir .


" Ya udah kalian segera ke rumah sakit jika ada apa-apa segera hubungi kami " , Ujar Bunda Shalwa , lalu dianggukan oleh Azka dan Naura .


****


" Jadi bagaimana dok dengan kondisi anak saya didalam ? " , tanya Naura yang sudah tidak sabar .


" Seperti nya untuk sementara ibu harus dirawat dulu dirumah sakit , ibu membutuhkan istirahat yang cukup atau istilah kata sekarang bedrest total " , Tutur sang dokter ramah .


" Tapi keadaan bayi dan istri saya baik-baik aja kan dok ? " , tanya Azka .


" Insha Allah kita berdoa sama Allah ya " , jawab sang dokter .


Naura hanya bisa menuruti saran dokter , ia bersedia untuk dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari kedepan demi kebaikan calon anak-anaknya .


" Bee , maaf " , ujar Naura sedih .


Dan kini Naura sudah dipindahkan ke ruang rawat .


" Hey kenapa meminta maaf , ini bukan kesalahan kamu ay , kamu harus kuat ya dan tetap semangat kamu dan calon anak kita pasti baik-baik aja " , jawab Azka dengan menggenggam tangan Naura .


Iya Naura masih menyalahkan dirinya karna terlalu memaksakan diri ingin ikut terlibat diacara bahagia sahabatnya sampai ia melupakan keadaanya yang tengah mengandung .


Naura hanya berbaring dan Azka selalu setia disampingnya untuk menemani dan membantu hal yang dibutuhkan sang istri .


Tak lupa Azka memberi kabar pada bunda Shalwa , Mamih Kamila dan para sahabatnya , ia pun meminta doa untuk istri dan calon anak-anaknya .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏🙏 .