The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 21 - Hal yang terlewatkan



            “ehm… jadi masalah apa jie ? apa dalam cinta kalian juga


ada pihak ketiga ?” Shui Ling santai bertanya. Xue Ling melamun “Xian Zun,


bukan hanya pihak ketiga bahkan keempat kelima juga ada. Tapi Han Ling Shen Jun


ini termasuk dewa yang tidak mengumbar cinta. Beliau tidak pernah dekat dengan


siapapun kecuali Hua Ling – Rou Rou ini !” Xin Lan menjelaskan. Shui Ling


memegang bahu Xue Ling “Jie, anda juga memiliki banyak penggemar, bukankah sama


saja ! selama Han Ling Shen Jun hanya menyukaimu, bukankah hal ini sudah tidak


akan menjadi hambatan kalian !”


            Xue Ling menatap Shui Ling “cinta ! hmm… kenapa aku tidak


memikirkannya sebelumnya !” “apa ? apa yang kau temukan ?” Cheng Mei menyadari


ada sesuatu yang berbeda “Ro Tan Mo itu adalah seorang betina !” Xue Ling


langsung menjawab “apa ? maksudmu Ro Tan Mo itu jatuh cinta pada Han Ling Shen


Jun ?” Shui Ling bereaksi. “jatuh cinta kepalamu !” Xue Ling kembali mengetuk


kepala Shui Ling “jie, tidak lama kepalaku akan membesar seperti satu telur !”


Shui Ling menggerutu.


            Xue Ling memegang dagunya, tidak menggubris Shui Ling


“hmm… tampaknya permainan akan semakin menarik !” “Shen Zun…” Xin Lan


menyadarkan Xue Ling “Xin Lan, apa ada yang kalian tutupi dariku ?” menyipitkan


mata. Xin Lan terkejut dan menghela nafas “huh tidak dapat menutupinya dari


anda… sebenarnya bukan kami sengaja menutupinya, tapi kami juga tidak jelas.


Bukan hanya kehidupan anda tertutupi, semua Zun Wang juga memiliki kendala itu,


termasuk Han Ling Shen Jun.”


            Xue Ling berguman “bagaimana dengan para tahanan ?” Cheng


Mei menjawab “Xue Ling, bukan salah mereka. Sama seperti semua kehidupanmu,


kehidupan Rou Rou pun terlepas dari jangkauan. Ini juga penyebabnya tidak ada


yang mengetahui kau masih bisa kembali. Sementara para tahanan yang kabur itu,


yang terdeteksi hanya 2, lainnya adalah serpihan jiwa mereka. Selama ini,


keduanya berdiam di tempat inangnya.”


Xue


Ling menggosok-gosokkan tangannya “hmm tampaknya kita akan berburu selepas ini


!” dengan wajah nakalnya. Shui Ling melihatnya “e.. e… e… kita bicarakan dahulu


ya ! anda mau berburu, boleh-boleh saja… jangan meminta kolam bunga tiap


kalinya !” memperingati. Xin Lan cekikikan, menyihir sesuatu di tangannya “ini


bawalah ! dengan ini, anda tidak perlu bingung saat bau itu menempel. Jiang ge


memintaku menyiapkannya untuk kalian.” Xue Ling tersenyum manis menerimanya


“hmm… ternyata kalian juga bisa berfikiran maju hihihi…”


Xin Lan


tersenyum manis “Shen Zun, kami ini Ren Yu, hal seperti ini, anda dapat


mengandalkan kami !” Xue Ling tertawa. Cheng Mei berdehem “hmm… tapi kalau Han


Ling Shen Jun juga ikut, kau tidak perlu pusing memikirkan kolam bunga !” Xue


Ling melirik sinis “iya jie, Han Ling Shen Jun tampak terus mengamatimu !


bukankah tadi juga menawarkan permandian bunga untukmu !” Shui Ling menggoda.


Xue Ling mengangkat tangannya, Shui Ling segera menutupi keningnya, cekikikan.


Xue


Ling meminum teh dengan santainya, menatap hamparan kawah salju “Shen Zun, anda


disini !” Wei Jiang menyusulnya “Wei Jiang, aku akan segera pergi !” Wei Jiang


mengangguk “hmm… Shen Zun, pergilah melakukan apa yang anda inginkan !” Xue


Ling tersenyum “Wei Jiang, kau tidak perlu terus berada di bawah !” Wei Jiang


menunduk “Shen Zun, aku tahu yang anda maksud, aku hanya masih merasa ragu


dengan diriku sendiri !”


Xue


Ling berdehem “Wei Jiang, tidak mencobanya dari mana tahu kau tidak bisa !


apapun yang nantinya terjadi, cukup menjadi dirimu sendiri dan berusahalah


semampumu ! kendalikan emosimu ! jangan kalah oleh kekuranganmu !” Wei Jiang


tersenyum “anda berbicara begini lembut padaku, aku akan curiga anda adalah


yang dulu”


Wei


Jiang duduk di samping Xue Ling “Shen Zun, kenapa aku ? tentunya bukan karena


aku adalah putra mahkota kan ataupun  benih


unsur kan !” Xue Ling tersenyum miring “sudah berapa lama kau menyimpan


pertanyaan ini ?” Wei Jiang cemberut “120.000 tahun lalu !” Xue Ling berdehem


“hmm… bagaimana mengatakannya ? tebakan ! hahaha…” “apa yang sebenarnya anda


cari saat itu ?” Wei Jiang tersenyum lembut.


Xue


Ling menunduk “jati diri !” Wei Jiang agak terkejut mendengar jawaban Xue Ling.


Xue Ling tersenyum “hmm… apa yang akan kau fikirkan ketika mengetahui semua usahamu


akan sia-sia saja ! hasil akhirnya adalah kematianmu !” Wei Jiang membelalakkan


matanya “hmm… pertemuan pertama denganmu adalah saat terlemahku… Fu Wang Mu Hou


baru saja meninggalkan kami… aku memakai seluruh kekuatanku untuk menyimpan


serpihan kecil keduanya, untuk menopang pertumbuhan pohon Bodhi. Mereka adalah


ling chi, jika energi mereka menghilang dari Si Hai Ba Huang akan menyebabkan


kekacauan besar. Semua usaha kulakukan untuk itu, tapi berulang kali mengalami


kegagalan. Hal itu menyebabkan lukaku semakin lama semakin parah, tapi aku


tidak menyerah.”


Wei


Jiang mengerutkan kening “setiap zaman memiliki bagian masing-masing yang


menopangnya.” Xue Ling menghela nafas “Wei Jiang, satu yang tidak pernah


diketahui lainnya. Aku juga terlibat dalam perang itu dan mendapat luka yang


tidak ringan. Bagaimana aku bisa menopang semuanya sendiri, sementara Huo Ling


dan Shui Ling belum siap menghadapi apapun ! aku juga tidak bisa meminta


lainnya, yang mana pihak lawan dan kawan pun tidak jelas” Wei Jiang menebak


“jadi anda berusaha menunda waktu !”


Xue


Ling mengangguk “kematianku tidak terhindarkan ! masalah datang silih berganti,


belum lagi kegagalanku pada pohon Bodhi.” Wei Jiang meminum tehnya “jadi anda


melatihku yang adalah Bei Hai Ren Yu Tai Zi ?” Xue Ling berkilah “aku mana tahu


kau adalah Bei Hai Ren Yu Tai Zi saat itu !” “ah anda mengajari semua !” Wei


Jiang menelaah “hmm… setidaknya dengan energi salju itu bisa menunda satu


musibah terjadi ! masalah pengembangannya, tergantung dari kalian


masing-masing” Wei Jiang tersenyum “jadi energi ini adalah amanat anda pada Bei


Hai Ren Yu” “apa yang dimaksud dengan amanat, aku hanya memberikan alat untuk


kalian menjaga harga diri kalian !” Wei Jiang cekikikan.


Xue


Ling berguman “aku tidak pernah menyangka dapat kembali lagi !” Wei Jiang


tersenyum “saat anda menanam Pohon Bodhi itu, harusnya anda sudah tahu ! anda


sangat bersungguh-sungguh dalam menjaga Pohon Bodhi itu. Pohon Bodhi adalah


pohon yang memiliki kekuatan dewa paling kuat di Si Hai Ba Huang. Buahnya dapat


menghilangkan semua dampak terburuk dalam diri seorang dewa. Setiap urat


akarnya membawa aura murni yang sangat kuat.”


Xue


Ling menggerutu “mana aku ada memikirkan sejauh itu !” mengelak “awal


menanamnya hanya karena keisenganku saja. Jangankan Fu Wang Mu Hou, bahkan Shen


Wang pun tidak mendukungku !” Wei Jiang menggeleng “bukan tidak mendukung anda,


tapi menumbuhkan Pohon Bodhi harus mengorbankan hal yang tidak mudah, terutama


hati penumbuh tidak bisa terkontaminasi oleh apapun” Xue Ling memainkan matanya


“seorang anak kecil, mana memikirkan sejauh itu, hanya ada suka dan tidak suka


saja !” Wei Jiang cekikikan “ini mungkin jodoh anda juga bersama Pohon Bodhi


itu !”