
Hari Senin tiba , Azka dan Naura kembali melakukan aktivitas seperti biasanya setelah sarapan mereka berangkat bersama ke kampus .
Sepulang dari kampus Azka langsung mengantarkan Naura pulang , niat hati ingin mampir ke Caffe Zana namun Azka melarang dan menyuruh Naura untuk istirahat dirumah . Sedangkan Azka kembali disibukkan dengan pekerjaan dikantor .
Sore hari Naura sudah siap untuk menyambut suaminya pulang kerja , namun tiba-tiba saja ia mendapat laporan jika anak buahnya diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal bahkan anak buahnya sampai masuk rumah sakit karena terlalu cukup parah .
Merasa tak terima Naura langsung bersiap dan segera menjalankan motor matic kesayangannya yang sudah lama tak dipakai .
Naura tak berpamitan pada bunda Shalwa kebetulan bunda Shalwa sedang dikamar , ia hanya berpesan pada bi Inem ingin pergi sebentar untuk membeli buku pelajarannya .
Naura pun tak minta izin pada suaminya karena ia yakin kalau Azka pasti akan pulang terlambat , biasanya jika pekerjaan dikantor nya sudah selesai Azka akan mengabari Naura .
Naura langsung menjalankan motor matic nya dengan kecepatan tinggi dan ia langsung menuju markas bawah tanah diCaffe Zana .
Tak lama Naura sudah sampai di markas kebesaran nya dan ia langsung disambut oleh semua anak buahnya , lalu disusul oleh bang Angga yang terlihat berlari dari arah Caffe.
" Kenapa bisa terjadi hal seperti ini ? , siapa yang sudah berani mencari masalah dengan kita ? " , tanya Naura dingin dengan sorot mata mematikan .
" Abang ga tau dek " , jawab Bang Angga menunduk dan ia merasa bersalah karena Naura sudah menyerahkan kepercayaannya untuk menjaga markas dan Caffe termasuk dengan semua anak buahnya.
" Bagaimana bisa tidak tahu dengan semuanya ? " , tanya Naura lagi .
" Maaf boss tapi kami curiga itu adalah musuh Kevin sendiri , karena mereka sempat mempunyai masalah " , Timpal salah satu anak buah dengan gugup .
Iya Kevin adalah anak buah Naura yang dikeroyoki sampai terbaring lemah dirumah sakit.
" Masalah apa ? " , tanya Naura menatap anak buahnya .
" Merebutkan seorang perempuan boss " , jawab nya lagi jujur .
" Ck " , decak Naura .
Seperti tak ada lagi perempuan didunia ini sampai menjadi bahan rebutan bahkan berakibat fatal .
" Maaf boss saya hanya mengusulkan , bagaimana kalau kita kasih pelajaran pada mereka saya tahu tempat tongkrongan mereka " , Ide salah satu anak buah Naura .
Naura tampak diam memikirkan ide dari salah satu anak buahnya , jika dibiarkan begitu saja pelaku akan seenaknya dan tidak ada keadilan bagi Kevin , jika dilaporkan ke pihak berwajib mereka tak mempunyai bukti yang kuat .
" Sekarang juga kita beri pelajaran sama mereka " , Ujar Naura mantap .
Setelah dipikir-pikir tak ada cara lain selain memberi pelajaran langsung pada mereka , ditambah Naura sudah lama tidak berolahraga , ia merasa otot-otot sudah sangat pegal ingin menghabisi orang-orang yang berbuat seenaknya .
" Dek kamu yakin ? " , tanya bang Angga khawatir .
" Kenapa Abang meragukan Naura ? " , tanya balik Naura seraya menatap bang Angga .
" Mmm bukan itu maksud Abang dek " , jawab bang Angga gugup .
" Abang ga usah ikut , jaga Caffe baik-baik " , timpal Naura final .
" Mana kunci moge Abang , Naura pinjam sebentar " , Pinta Naura sebelum ia melangkahkan kaki , mengikuti semua anak buahnya yang sudah bersiap untuk pergi .
Bang Angga langsung menyerahkan kunci moge kesayangannya , dan Setelah kunci itu berpindah ke tangan Naura , Naura langsung pergi begitu saja .
Naura memakai pakaian serba hitam dan Hoodie hitam pekat . Jika dilihat dari sekilas Nuara sangat mirip seperti seorang laki-laki ditambah ia menggunakan penutup kepala dan juga masker .
Tak lama Naura dan semua anak buah nya sudah sampai ditempat tongkrongan yang dimaksud oleh anak buahnya tadi .
Terlihat beberapa orang yang tengah mengobrol seraya menikmati rokok dan kopi .
" Yakin bosd " , jawab anak buahnya.
" Kalau begitu tunggu apa lagi ! " , balas Naura dingin .
Mereka perlahan mulang melangkahkan kakinya mndekat kearah tempat tongkrongan , tak lupa semua sudah memakai penutup wajah dan memakai baju serba hitam .
" Kalian kan yang sudah berani mengeroyok Kevin sampai dia terbaring lemah dirumah sakit ? ", tanya salah satu anak buah Naura dengan sedikit berteriak .
" Kalian siapa ? , jangan ikut campur urusan kami !", tanya balik salah satu dari mereka seraya langsung bangun dari duduknya .
" Bugh " , satu tendangan berhasil mengenai perut orang tersebut sampai ia kesakitan .
" Kurang ajar , serang mereka " , timpal salah satu dari mereka .
Naura dan anak buahnya langsung bersiap melawan dan terjadilah baku hantam antara mereka .
Hanya beberapa menit semua orang yang ada ditempat tongkrongan itu sudah mulai kewalahan melawan Naura dan beberapa anak buahnya .
Namun tak berselang lama datang segerombolan orang yang berjumlah cukup banyak dari pada jumlah anak buah Naura .
Beruntung tempat tongkrongan tersebut kebioang sepi jarang sekali ada orang yang melewati jalanan tersebut dan sepertinya memang ini markas mereka , entah mereka dari Genk apa ? .
Tak ada rasa takut atau khawatir Naura dan beberapa anak buahnya kembali baku hantam dengan segerombolan orang tersebut yang diyakini mereka satau komplotan .
Ternyata beberapa dari mereka cukup jago dan kuat bahkan sudah ada anak buah Naura yang kalah dan terkapar lemah .
Naura semakin bersemangat ingin menghabisi semua nya karena mereka mempunyai pertahanan yang cukup menantang bagi Naura .
" Ahhh ... ", Naura meringis ketika pundaknya mendapat pukulan kayu secara tiba-tiba dari belakang .
Mendengar suara seorang wanita , orang yang memukul Naura langsung berteriak dan menghentikan aksi baku hantam .
" Siapa kamu ? , berani sekali datang ke markas kami ? " , Tanya seorang laki-laki tersebut dingin seraya menarik tutup kepala Naura . Sudah dipastikan ia adalah ketua dari genk tersebut .
Naura merasa seperti mengenali suara laki-laki tersebut , ia dengan perlahan membalikan badannya dan betapa kagetnya ketika mendapati suaminya yang tengah berdiri tepat dibelakang Naura .
" Apa-apaan ini ay ? ", tanya Azka marah seraya membuka masker yang menutupi sebagain wajah Naura .
Iya Azka pun tak kalah keget dengan Naura , ketika ia diam-diam memukul dari arah belakang Azka mengira Naura adalah seorang laki-laki , namun ketika mendengar ringisannya Azka merasa kaget seolah sangat mengenal suara tersebut .
maka dari itu Azka langsung membuka penutup kepala dan langsung terlihat hijab yang dikenakan Naura .
" Jawab ? , kenapa kamu lakuin ini ? " , tanya Azka lagi dengan sorot mata yang mematikan menatap Naura .
" Jangan tanya Naura kenapa bisa melakukan hal ini , tanya anak buah kamu , apa yang sudah mereka perbuat ! " , jawab Naura dengan sinis , lalu mengajak semua anak buahnya untuk kembali ke markas .
Naura tidak mengira sama sekali jika lawan mereka anak buah Azka , lagian tempat tongkrongan ini jauh dari markas Azka ditambah mereka juga tidak mengenakan jaket atau baju yang berlogo Genk mereka .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.