The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 74 - Ambisi yang menolak untuk pergi



            Xue Ling menggulung kembali cambuknya “apa yang jadi ?


apa yang perlu dengan kata ‘jadi’ ?” tidak melihat Le Le sama sekali. Le Le


menatap tajam Xue Ling “apa kau yang menghalangiku untuk mengembangkan jiwa ini


?” Xue Ling membuka mata besar melihat Le Le “hei asap tidak memiliki otak !


apa kau pernah bertemu denganku ? apa yang mulia pernah melakukan sesuatu


padamu ? kau menjalankan misimu sendiri, kapan yang mulia pernah menghalangimu


?”


            Le Le menunduk sambil berfikir “kau… kau pasti tahu


caranya ! katakan padaku bagaimana mengembangkan jiwa ini ?” Xue Ling tertawa


miring “jangankan mengatakan yang mulia mengetahui caranya pun tidak akan


memberi tahumu. Yang mulia bisa mengerti kau yang tidak memiliki otak untuk


memikirkannya ! jiwa itu sudah mati sejak lama !”


            Le Le terkejut “tidak… tidak mungkin… jiwa itu masih ada


!” Xue Ling cekikikan “asap bau… kau berasal dari Pusat Lava… apa kau tahu apa


Pusat Lava itu ?” Le Le memperhatikan setiap kata Xue Ling “Pusat Lava adalah


Pusat Api… bagaimana jiwa air bisa bertahan dalam api ? tentu saja sudah dari


awal berubah jadi uap dan fiuh… menghilang…” Xue Ling mempraktekkan meniup


kekosongan di telapak tangannya.


            Le Le menunduk “tapi… aku masih bisa melakukan semuanya…


kau pasti berbohong… kau sengaja membohongiku…” menunjuk Xue Ling. Xue Ling


mengangkat kedua bahunya “terserah percaya atau tidak, itu pilihanmu sendiri…


tidak ada hubungannya dengan yang mulia” Le Le masih menunjuk Xue Ling “jika


seperti yang kau katakan, kenapa aku masih bisa berbicara padamu seperti saat


ini ? kekuatanku juga semakin berkembang…”


            Xue Ling menggeleng “haih asap bau yang kasihan… baik,


yang mulia akan memberitahumu, biar kau pergi dengan rela… kau saat ini


hanyalah ambisi yang tersisa…” Le Le menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya


“kau pada dasarnya adalah asap dari Pusat Lava, memiliki percik-percikan api


kecil yang masih terikut…” Xue Ling melanjutkan.


            Le Le masih menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak… aku


sudah hampir berhasil… jika mereka tidak menghalangiku, aku sudah berhasil…”


Xue Ling membuka mulutnya “aaa… maksudmu yang kau lakukan selama ini ? mencoba


melahirkan jiwa-jiwa ? kau tidak akan berhasil… kau bukan melahirkan jiwa, tapi


membakar jiwa-jiwa mereka yang sudah ada… nah dia…” menunjuk Li Ming “memiliki


unsur api sepertimu dan ambisi yang sama, jadi kalian bisa cocok. Apa sekarang


kau sudah puas dengan penjelasan ini ?”


            “jadi… jadi… apapun yang kulakukan akan sia-sia saja ?”


Le Le mulai bergetar. Xue Ling mengangguk-anggukan kepalanya “asap yang


tercipta dari api akan tertiup angin dan hilang. Pada dasarnya memang tidak


memiliki jiwa. Jika kau memberikan percikanmu pada dia, kemampuannya akan


meningkat dengan bantuanmu, tapi… kau melakukan sebaliknya ! kalian berdua


ingin saling memanfaatkan, sampai akhirnya malah saling memusnahkan”


menjelaskan dengan acuh tak acuh.


            “sejak kapan kau tahu ?” Le Le bertanya kembali. Xue Ling


memainkan wajahnya “ini adalah prinsip dasar… walau kau tidak memikirkannya,


jiwa air itu seharusnya memikirkannya… kalian saja terlalu terbutakan oleh


obsesi, menutupi kenyataan yang ada di depan mata…” Le Le menatap Xue Ling


“jadi dari awal kau tidak membiarkanku kembali, sudah mengetahui hal ini akan


terjadi ?” Xue Ling menggeleng “apa aku terlihat seperti peramal buatmu ?” Le


Le mengerutkan kening, menunggu kata-kata Xue Ling selanjutnya.


            Xue Ling berdecak “ck… siapa yang pernah menghisap atau


memerangkap asap ? kalau Pusat Lava saat itu tidak terbuka, asap hanya akan


menghilang dan percikan kembali ke Pusat Lava. Tapi kau adalah asap yang sudah


keluar dari Pusat Lava, tercemar dengan hawa luar. Sudah keluar, untuk apa


            Le Le masih belum patah semangat “yang kau lakukan di


beberapa tempat itu ?” Xue Ling berooo ria “ooo… maksudmu perburuan yang


kulakukan ! Pertama tangan yang mulia gatal, jadi berburu bau busuk yang


disebarkan Li Ming si pria bau itu. Kedua, yang mulia penasaran dengan si pria


gila itu yang menikahi 5 wanita. Ketiga, yang mulia merasa kesal dengan apa


yang kau lakukan di Re Shui Gu” “maksudmu…” Le Le tidak faham. Xue Ling


memeletkan lidahnya “maaf mengecewakanmu, tapi semua itu hanya untuk kesenangan


semata” tersenyum nakal.


            Le


Le tertawa sedih “hahaha… hahaha… ternyata apa yang kulakukan selama ini hanya


sia-sia hahaha…” Xue Ling memainkan wajahnya “karena aku tidak bisa mendapatkan


yang kuinginkan, maka aku akan menarik seluruh Si Hai Ba Huang ini bersama…”


dengan nada emosi dan putus asa. Berganti Xue Ling yang tertawa “hahaha… hanya


satu ambisi gila yang menolak untuk pergi ! apa yang kau fikir dapat kau


lakukan ?” Le Le memberi satu serangan ke Xue Ling yang ditepis dengan ringan


“seperti katamu, aku masih memiliki percikan api… aku akan menggunakannya


membinasakan seluruh Si Hai Ba Huang !”


            Xue Ling menggeleng-gelengkan kepalanya “haih… susah


berbicara dengan ambisi yang tidak mempunyai kesadaran apapun… haih baiklah…


yang mulia akan memberitahumu, tidak demi apapun, hanya agar kau faham…


berjuang hidup hanya berdasar ambisi konyol, tidak akan menghasilkan apapun…”


Le Le kembali fokus ke Xue Ling.


            Xue Ling merapikan bajunya “dengarkan Wei Jin Hu Zheng


Zhu, dari pertama kau melakukan segalanya, kau sudah tidak memiliki apapun


untuk di perjuangkan !” Le Le terkejut “kau… bagaimana kau tahu ?” yang lain


pun terkejut mendengar Xue Ling yang tidak menyebut makhluk api tetapi menyebut


nama Bei Hai Ren Yu Zheng Zhu terdahulu.


            Xue Ling memainkan wajahnya “yang lain tidak tahu, yang


mulia tidak mungkin tidak tahu… bukankah yang mulia yang melepaskanmu pergi ? pertanyaan


seperti itu, apa masih perlu jawaban dari yang mulia ?” Le Le terdiam “apa yang


ada dalam fikiranmu hingga ingin memanfaatkan Pusat Lava ?” Xue Ling bertanya


yang tidak mendapat jawaban dari Le Le.


            Xue Ling menggoyang-goyangkan cambuknya “Air dan Api pada


dasarnya bertentangan, bagaimana kau yang tidak memiliki fikiran jernih bisa


menyatukannya ?” mencibir tanpa melihat Le Le “dimana ? dimana yang salah ?” Le


Le bertanya sambil menunduk “semua salah !” dua kata Xue Ling, membuat Le Le


mengangkat kepala melihatnya “kau ingin menerobos batasmu sendiri, tanpa


memiliki kemampuan dan fikiran yang memadai… menurutmu dimana yang salah ?” Le


Le “hanya karena aku salah memulainya, jadi ditakdirkan kalah pada pertarungan


ini ? aku tidak terima…”


            Xue Ling mengangkat alisnya “terima atau tidak, itu


urusanmu sendiri ! apa kau masih mau bertarung ?” Le Le menatap tajam Xue Ling


“haih tidak perlu melihatku seperti itu ! jangankan aku, bahkan melawan anak


kecil saja kau sudah tidak sanggup” Le Le mengerutkan kening melihat Xue Ling


“coba keluarkan sendiri… ah apa tadi kau mengatakannya, percikan api… atau


percikan air… atau percikan asap…” Xue Ling berlagak berfikir “ah terserahlah,


toh sama saja ! ah yang mulia sudah selesai berolahraga, tidak bermain lagi


denganmu !” menghilangkan cambuknya.


            Le Le kembali menyerang Xue Ling. Terlihat asap merah


kehitaman tidak tebal seperti sebelumnya, yang keluar. Belum mengenai Xue Ling,


asap merah kehitaman sudah hilang “bagaimana ? bagaimana bisa terjadi ?” Le Le


bertanya sambil melihat tangannya yang berasap abu-abu tipis.