The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 61 - Lan Hua Gu



            Cheng Mei dan Shui Ling memulai perjalanan mereka dengan


penyamaran sebagai pemuda biasa. Tujuan pertama mereka adalah Lan Hua Gu.


Mereka masuk Lan Hua Gu dengan menyembunyikan aura dewinya, berbaur dengan


semua masyarakat yang sudah memiliki bau Jin Lan dan Hong Lan. “hmm… walau


semua sudah memiliki bau tapi tidak terasa mencekam disini…” Cheng Mei


mengamati masyarakat sekitar. Keduanya adalah dewi dengan kekuatan tinggi,


menyamarkan diri adalah hal yang sangat mudah untuk mereka.


            Shui Ling “Cheng, kita harus masuk istana hari ini !”


Cheng Mei mengangguk “hanya untuk memastikannya, tapi aku ragu permata itu ada


disini !” Shui Ling mengamati kegiatan masyarakat “ini seperti di Re Shui Gu.


Jika aku tidak salah, kita akan menemukan hal yang sama dengan di Re Shui Gu


dalam istana” “apa tetap masuk ?” Cheng Mei bertanya. Shui Ling mengangguk


“apapun yang terjadi, aku harus membersihkan sini ! aku tidak mau perjalanan


ini sia-sia” Cheng Mei menyetujui.


            Sesuai prediksi Shui Ling, saat mereka masuk ke Lan Hua


Gong, pemerkosaan masal lah yang menyambut mereka. Keduanya adalah gadis yang


belum menikah. Sama seperti Xue Ling, walau sudah mengetahui apa yang menunggu


mereka, tetap saja mereka terkejut saat melihatnya dengan mata kepala sendiri. Yang


membuat mereka semakin jijik adalah Li Ming yang sedang bersetubuh dengan


kelima istrinya.


            Disaat melihatnya, mereka sempat melupakan tujuan awal


mereka, hampir saja meninggalkan Lan Hua Gong. Disaat kesadaran memasuki mereka


kembali, mereka memberanikan diri, mengamati semua tontonan menjijikkan di


hadapan mereka. Mereka berada dalam sihir penyamaran yang kuat, hingga tidak


ada seorang pun yang menyadari kedatangan mereka. Li Ming yang mengalami


penurunan energi, terkena dampak dari penyerbuan Xue Ling di Re Shui Gu, Hua


Yuan Gu, dan Dong Hua Gu, juga tidak dapat menyadari keberadaan kedua dewi ini.


            “Cheng, lihat istri Li Ming !” Shui Ling menajamkan


matanya melihat kelima istri Li Ming yang sedang melayani suaminya. Cheng Mei


menunjuk salah satunya “apa wanita itu dari Re Shui Gu ?” “dia sama sekali


bukan penduduk Re Shui Gu !” Shui Ling berfikir “Cheng, apa dia Ro Tan Mo ?”


keduanya terkejut dengan pertanyaan Shui Ling, mengangkat tangan dan menutup


mulut masing-masing.


            “sebaiknya, kita keluar dari sini ! aku butuh udara segar


untuk menjernihkan fikiranku !” Cheng Mei memijat pelipisnya, kepala keduanya


berdenyut-denyut sakit. Cheng Mei dan Shui Ling segera keluar dari Lan Hua


Gong. Keduanya duduk jauh dari gerbang Lan Hua Gu “apa sudah siap masuk lagi ?”


Cheng Mei bertanya pada Shui Ling yang sudah muntah dari saat keluar. Shui Ling


menggoyang-goyangkan tangannya “tidak, beberapa hari lagi saja ! masuk lagi,


aku bisa kehilangan nyawaku ini !”


            Cheng Mei pun lemas karena muntah hebat, sama seperti


Shui Ling “ayo…” mengajak Shui Ling pergi dari Lan Hua Gu. Pada hari kedua,


mereka kembali ke Lan Hua Gu, kembali masuk ke Lan Hua Gong. Dibanding


sebelumnya, kali ini mereka tidak terpengaruh oleh kegiatan di hadapan mereka.


Perhatian mereka berpusat pada salah satu istri Li Ming yang aneh menurut


mereka.


            “hmm… jika ada jiefu disini, bisa mengkonfirmasi wanita


ini !” Shui Ling berguman. “tidak perlu berlama-lama, kita masih mempunyai


tujuan lainnya” Cheng Mei mengajak Shui Ling berlalu dari tempat pemerkosaan


masal itu. Keduanya menelusuri Lan Hua Gong, mencari petunjuk keberadaan


Permata. Dalam Lan Hua Gong, terdapat banyak kamar tapi tidak ada benda


berharga apapun.


semakin kesal melihat pemandangan di hadapan mereka. Dalam kekesalan, Cheng Mei


mengerahkan sihir, menurunkan badai di Lan Hua Gu. Tanpa mereka sangka, semua


masyarakat Lan Hua Gu serentak menghentikan kegiatan mereka, menatap ke angkasa.


Semuanya membuka tangan termasuk semua makhluk yang ada, menyambut badai yang


datang. Shui Ling dan Cheng Mei tercengang melihat hal yang terjadi di hadapan


mereka.


            Tubuh semuanya, bercahaya seperti kobaran api. Perlahan


semua kobaran api itu menyatu membentuk kobaran api merah membara di tubuh


salah satu istri Li Ming. “Rupanya benar ! istri Li Ming ini yang mencurigakan


!” Shui Ling berkomentar sambil mengamati hal yang ada di hadapannya. “Shui,


katamu ! Xue Ling menemukan pemandangan seperti ini dalam gua gunung merapi di


Re Shui Gu ?” Cheng Mei mengamati kobaran api pada tubuh istri Li Ming.


            Shui Ling mengangguk “para penduduk Re Shui Gu berkumpul


di dalam gua itu saat petang menjelang. Mereka hanya keluar pada pagi hingga


petang, menampakkan diri sebagai masyarakat Re Shui Gu. Di tubuh semuanya, kami


melihat gambar dan keberadaan benih Jin Lan” Cheng Mei berdehem “api ini tidak


memiliki inti ! sepertinya mereka sudah menyalahi jalan membentuk jiwa”.


            Shui Ling tiba-tiba terlonjak “ah bayangan itu ! bayangan


Li Ming yang mengikuti jiejie…” memegang dagunya “Cheng, menurutmu… apakah


jiejie sudah melakukan sesuatu ?” Cheng Mei mengerutkan kening menatap Shui


Ling “maksudmu, Xue Ling yang memberitahu jalan salah pada mereka ?” Shui Ling


mengangguk “jiejie bisa mengetahui keberadaan itu tapi tidak mengetahui


identitasnya. Kemungkinan jiejie sudah membuat langkah antisipasi untuk


mencegah hal buruk setelah kepergiannya” Cheng Mei berdehem “mendengar


perkataanmu, sepertinya ada kemungkinan seperti itu !”


            Cheng Mei tiba-tiba membuka mata lebar “Shui… Xue Ling


saat ini masih biguang ?” Shui Ling mengangguk “baik… kita akan menelusuri


seluruh Lan Hua Gu dan ke tempat asal kelima istri Li Ming. Ada atau tidak ada


petunjuk, kita harus kembali saat Xue Ling chuguang” Shui Ling mengerutkan


kening mendengarkan perkataan Cheng Mei “ada apa ?”


            Cheng Mei menggeleng “belum bisa dipastikan ! kita harus


mengantisipasi segala kemungkinan.” Shui Ling mengangguk “Cheng, menurutmu


bagaimana Li Ming ?” melihat Li Ming yang mematung melihat istrinya. Cheng Mei


ikut mengamati “Li Ming berambisi pada posisi Tian Zun, dia tidak akan


mendapatkannya. Bukan saja karena ambisinya yang tidak pada tempatnya, tapi


dalam prosesnya, Li Ming sudah kehilangan jati dirinya. Saat ini, Li Ming belum


merasakan dampaknya. Saat kedua makhluk itu sudah hilang, Li Ming akan sangat


menderita. Walaupun dia tidak mati, hidupnya tidak akan lebih baik dari


kematian”.


            Shui Ling menggretekkan giginya “itu adalah kesalahannya


sendiri. Mereka harus menerima dampak dari kesalahan mereka sendiri. Mereka


fikir posisi Tian Zun sangat mudah untuk diduduki. Jika bukan karena memikirkan


keamanan Si Hai Ba Huang, kami lebih memilih menjadi dewa dewi biasa, bisa


hidup dengan bebas.” Cheng Mei tersenyum “Shui… semua memiliki takdir mereka


sendiri… Jika Huo tidak menjadi Tian Zun, belum tentu juga kehidupan bebas yang


kau katakan itu akan menjadi kenyataan.”.


            Shui Ling menghela nafas “Cheng, jika bisa, aku ingin


mengulang masa kecil kami. Dimana kami bisa betul-betul menghargai hubungan


kami bertiga dan memberikan jiejie keluarga yang sebenarnya” Cheng Mei


tersenyum “Shui…” Shui Ling menunduk dengan wajah sendu.