The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 101 - Batu Bening



            Han Ling memanfaatkan kesempatan, menusukkan pedangnya ke


dada Xue Ling “Xiao Xue…” Xue Ling menatap Han Ling tanpa ekspresi, memukul


mundur Han Ling. Pedang Han Ling msih menancap di dada Xue Ling tapi Xue Ling


tidak menurunkan serangan. Terlihat satu titik di kening Xue Ling yang


mengeluarkan asap hitam. Han Ling yang terus mendapat serangan dari Xue Ling,


sudah terluka.


            “Shen Jun, keningnya…” Xin Lan menginfokan. “Shen Jun,


sekali lagi, pusat aura di keningnya…” Wei Jiang melanjutkan kata-kata Xin Lan.


Mendengar Wei Jiang dan Xin Lan, Han Ling tidak ada keraguan, menerobos


serangan Xue Ling. Han Ling mengerahkan kekuatan besar di telapak tangannya,


menghantam kening Xue Ling hingga terdengar suara retakan. Serangan Xue Ling terhenti,


mencengkeram tangan Han Ling.


            Asap hitam keluar semakin banyak dari kening titik dan


luka di kening Xue Ling. Disaat ini, keenam Permata dan Pohon Bodhi


mengeluarkan cahaya “Shen Jun, mundur…” Han Ling memegang pedangnya di dada Xue


Ling “Xiao Xue, sudah berakhir…” mencabut pedangnya. Hentakan pedang, mendorong


Han Ling dan membuat jarak di antara mereka.


            Tangan Xue Ling terbuka lebar, dari luka di kening dan


dadanya, keluar asap hitam yang sangat banyak, semakin lama semakin menipis.


Disaat asap tidak lagi keluar di gantikan darah merah yang terus mengalir.


Keenam Permata yang bercahaya, menyerang dan menembus tubuh Xue Ling. Keenam


Permata terlihat mencabik-cabik tubuh Xue Ling.


            “ada apa ini ?” Ling Siang bertanya. “Xue sudah tiada…


auranya sudah hilang…” Cheng Mei menginfokan dengan mata berkaca-kaca. Semua


juga menyadari kematian Xue Ling. Semenjak asap hitam sudah menghilang dari


tubuh Xue Ling, aura kehidupannya juga menghilang. “tapi kenapa permata-permata


itu masih menyerang ?” Shui Ling sedih melihat jasad Xue Ling yang hancur


lebur.


            “Permata Merah…” Wei Jiang berguman, menunjuk ke arah Xue


Ling. Terlihat cahaya merah di dada Xue Ling “Permata Merah… Permata Merah


terbentuk dalam raga jiejie…” Shui Ling terbata-bata. “Keenam Permata, menunggu


kehadiran Permata Merah sehingga berdiam diri di sekitar…” Xin Lan menginfokan


“tapi jiejie mengatakan…” Shui Ling tidak faham.


            “Permata Merah terbentuk setelah Xiao Xue tiada…” Han


Ling berlinang air mata. Dengan percakapan mereka, terlihat ledakan di dada Xue


Ling, Permata Merah yang terang benderang keluar dari dada Xue Ling. Keenam


Permata mengelilingi Permata Merah. Semua tegang menunggu hal yang terjadi,


khawatir akan ada hal lain lagi. Jika ketujuh permata melakukan perlawanan,


bukan kedamaian yang akan di dapat Si Hai Ba Huang, seperti yang di perjuangkan


Xue Ling, melainkan kehancuran Si Hai Ba Huang.


            Di saat ketujuh Permata sibuk sendiri, raga Xue Ling yang


hancur lebur bercahaya merah tipis dan mulai menghilang “Xiao Xue…” Han Ling


jatuh berlutut dengan mata yang berlinang air mata “Xiao Xue, aku mencintaimu…


Xiao Xue, sekarang, apa aku sudah bisa bersedih ? Xiao Xue, wanita yang


kuinginkan sebagai pasanganku adalah dirimu… yang pantas dan menempati hatiku


hanya dirimu, Xiao Xue-ku… Xiao Xue, kau ingin kebebasan… sekarang kau sudah


bebas sayangku… tidak terkungkung lagi, kau lepas dari segalanya… Xiao Xue, kau


bukanlah ‘tanggung jawab’, kau adalah kesayanganku…” menangis tersedu-sedu.


            “Jiefu…” Shui Ling pun berlinang air mata. Huo Ling


menepuk pundak Han Ling, menenangkan “Jiefu, jiejie bisa memiliki cintamu,


sudah merupakan penghiburan dalam penderitaannya…” Han Ling menggeleng “akulah


yang tidak baik, terlambat menyadari penderitaannya… terlambat menyadari


kesakitannya… jika saja aku bisa berbagi segalanya dengannya… Xiao Xue, hanya


            “Shen Zun kembali…” Xin Lan berguman, semua mengangkat


kepala melihat raga Xue Ling yang hanya tinggal sedikit titik-titik cahaya. Di


tempat raga Xue Ling sebelumnya, terdapat titik kecil embun bening. Di saat


hanya tertinggal embun tanpa titik cahaya, Pohon Bodhi bersinar keemasan


menyinari embun bening kecil. “Pohon Bodhi menjadi matahari untuk menguapkan


Xue Ling…” Cheng Mei berguman.


            “tidak…” sebuah suara mematahkan fikiran mereka “Shen


Zhu…” seorang dewa tua muncul “Shen Zhu, apa maksud anda ?” Huo Ling bertanya.


“sepertinya ramalan itu benar adanya !” Shen Zhu berguman. “Xiao Xue selamat ?”


Han Ling menatap intens Shen Zhu “Shen Jun, pria tua ini juga tidak tahu,


sebaiknya kita amati saja yang terjadi…”


            Diluar kecemasan mereka, ternyata ketujuh Permata tidak


melakukan perlawanan apapun, melayang mengelilingi embun bening yang berasap


seperti menguap setelah disinari Pohon Bodhi. “titik embun menguap !” Ling


Siang berguang “hmmm… jadi itulah yang ada dalam embun itu !” Shen Zhu


berguman. Terlihat sebuah batu bening di tempat embun sebelumnya, hampir tidak


terlihat disebabkan warnanya yang sangat bening.


            “Itu Xiao Xue ?” Han Ling bertanya. Shen Zhu berdehem


“yang mulia sangat penasaran, bagaimana embun yang tidak memiliki apapun bisa


menghidupkan teratai salju yang sudah hancur !” “Shen Zhu, apa maksud anda ?”


Huo Ling bertanya “Tian Zun, batu itu sendiri adalah sumber kehidupan… hal ini


sudah menjelaskan semuanya…” Shen Zhu menjawab singkat pertanyaan Huo Ling.


            “Xiao Xue mengatakan dia tidak mempunyai energi murni…”


Han Ling mengutarakan rasa penasarannya. Shen Zhu tersenyum “dia adalah


kemurnian itu sendiri… Shen Jun, lihatlah ketujuh permata itu…” semua melihat


kearah ketujuh permata yang melayang diam di sekitar batu bening yang masih di


sinari Pohon Bodhi “Shen Zhu, apa maksud semua ini ?” Ling Siang bertanya.


            “Pohon Bodhi adalah Pohon Suci, hanya pernah ada 1


sebelumnya. Tidak ada yang bisa menciptakan ataupun menumbuhkan Pohon Bodhi…”


Shen Zhu memberikan pemahaman “tapi jiejie berhasil menumbuhkannya !” Shui Ling


berguman. Shen Zhu mengangguk “ketujuh Permata tidak dapat disatukan,


masing-masing memiliki energi sendiri yang akan membuat perlawanan…” “tapi Xue


Ling menyatukannya !” Cheng Mei berguman dan kembali mendapat anggukan Shen


Zhu.


            “Teratai salju yang hancur adalah teratai salju suci yang


menjadi pondasi Pohon Bodhi, kesucian yang tiada tara…” Xin Lan melanjutkan.


Shen Zhu tersenyum “selama ratusan ribu tahun, tidak ada yang pernah memikirkan


penyatuan ketujuh Permata dan Pohon Bodhi. Semua memahami, ini adalah hal yang


tidak mungkin di lakukan. Tapi yang mulia melihat semua proses dari awal hingga


saat ini, Shen Zun melakukan semua hal tidak mungkin itu. Hal yang tidak


mungkin bagi yang lain !”


            “apa Xiao Xue akan selamat ?” Han Ling bertanya kembali.


“Shen Jun, jika yang mulia tidak salah memahami… batu itu adalah hidup itu


sendiri, pusat kemurnian sejati…” Wei Jiang berguman “ini bisa menjelaskan


bagaimana embun tanpa apapun bisa menguasai begitu banyak energi bahkan


setengah dewa setengah iblis… kemurnian merangkul semua di dalamnya, bahkan


ketujuh permata itu !” Cheng Mei meneruskan.


            Cahaya keemasan Pohon Bodhi, semakin terang benderang


menyinari batu bening. Perlahan terbentuk sebuah kuntum bunga yang menopang dan


menengadah batu bening itu “itu bukankah teratai salju ?” Xin Lan menunjuk.


Bunga mekar, menunjukkan 7 kelopak yang membuka sempurna, dengan batu bening


yang melayang di tengahnya.