
Xue
Ling menggeleng “tidak masalah, hanya nama saja !” tersenyum manis “nah
bagaimana aku memanggilmu ?” menatap Han Ling dengan mata besarnya “Han ge,
Xiao Xue panggil aku Han ge…” Han Ling segera menjawab “Han ge ! baik, aku
sudah tahu Han ge” Xue Ling memberikan senyum cerianya pada Han Ling.
Xue
Ling menatap lainnya “Han ge, siapa mereka ?” masing-masing memperkenalkan diri
mereka sendiri-sendiri “sudah, kau sudah mengetahui semuanya… sekarang,
istirahatlah ! baru saja menjelma, harus istirahat dengan baik !” Han Ling
membaringkan Xue Ling kembali ke ranjang, membelai kepalanya “tidurlah !” Xue
Ling tersenyum manis dan segera tertidur.
“Jiefu,
kenapa anda menambah nama jiejie ?” Shui Ling bertanya “tidak apa, seharusnya
nama jiejie menandakan dirinya yang bebas dan murni” Huo Ling mencerahkan. Han
Ling mengangguk “Xiao Xue bisa kembali, aku sudah sangat bersyukur… dalam hidup
barunya ini, aku ingin mengikuti keinginannya yang menyukai hidup bebas dan
melakukan segalanya sesuai kemauannya sendiri, tanpa beban apapun.” tersenyum
melihat Xue Ling yang tertidur nyenyak.
“hmm…
semua sudah baik-baik saja ! sebelumnya juga sudah menguras energi… semua
memerlukan istirahat… kami permisi !” Wei Jiang dan Xin Lan pamit undur diri.
Zi Zuan dan Ren er sudah dari Pohon Bodhi kembali ke tempat masing-masing. Shui
Ling dan lainnya pun kembali untuk beristirahat, membawa hati yang lega dan
damai. Han Ling membaringkan tubuhnya di samping Xue Ling, setelah semua pergi.
Han Ling membawa Xue Ling kedalam pelukannya, mengecup kening gadis kecilnya
dan tidur dengan hati yang bersuka cita.
Xue
Ling membuka mata, Han Ling ada di sampingnya, tersenyum melihatnya “sudah
bangun !” “em… Han ge, kenapa kau bisa berada di sini ?” Xue Ling bertanya
dengan polosnya “Xiao Xue, kita adalah pasangan, tentu saja harus bersama…”
“ooo…” Xue Ling berooo ria dengan perkataan Han Ling “laparkah ?” Han Ling
bertanya dengan membelai kepala kecil Xue Ling. Xue Ling mengangguk “sangat
lapar !” Han Ling tersenyum, bangun dan menarik Xue Ling “ayo, kita isi perut
kecilmu…”
Han
Ling memangku Xue Ling, makan bersama “Xiao Xue, cobalah ini, baik untukmu…”
memberikan semangkuk ramuan pemulih “terima kasih Han ge…” Xue Ling menerima
dengan senyuman “ehm… Han ge, bagaimana menemukanku ?” bertanya sambil
mengunyah kue di mulut kecilnya. Han Ling tersenyum “hmm… aku sangat yakin Xiao
Xue-ku tidak akan meninggalkanku… mendengar kata-kata Zi Zuan dan Ren er, aku
mendapat pencerahan… mencari ke inti Pohon Bodhi dan menemukanmu kembali…”
Xue
Ling menatap Han Ling dengan mata polosnya “ooo… benarkah kita adalah pasangan
?” Han Ling mengangguk “kenapa ? Xiao Xue tidak menyukaiku ?” ada getar getir
cemas dalam hatinya. Xue Ling menggeleng “suka… hanya aku masih begini kecil…”
Han Ling tersenyum manis “tubuhmu mengecil karena sebelumnya terluka… setelah
pulih, aku yakin tubuhmu akan berkembang dan kembali seperti semula…”
Xue
Ling semakin penasaran “jika tidak kembali bagaimana ?” “aku akan menunggumu…”
Han Ling menjawab spontan “hmm… Han ge, sebelum aku terluka, usia berapa aku ?”
Xue Ling menatap intens Han Ling “sebelumnya kau juga masih kecil, baru berusia
5.321 tahun…” Han Ling menjawab dan mendapat anggukan kepala dari Xue Ling
“ooo… hoam…” menguap kembali.
Han
Ling tersenyum melihat Xue Ling yang menguap “sudah lelah ?” Xue Ling
mengangguk “tapi aku baru saja makan !” memegang perutnya yang kekenyangan. Han
Ling memberdirikan Xue Ling “kita jalan-jalan, menurunkan makanan… jika lelah,
katakan padaku, aku akan menggendongmu…” Xue Ling mengangguk, berjalan sambil
menggandeng tangan Han Ling.
Xue
menjelaskan “ini adalah Xue Zuan Shi Gong adalah istana Xue Ling Shen Zun,
tempatmu !” Xue Ling membuka besar matanya “tempatku ?” Han Ling mengangguk
“Xue Zuan Shi Gong ! Xue Ling Shen Zun ? bukankah Han ge mengatakan namaku Xue
Chun Ling ?” Xue Ling berkata sambil melihat-lihat Xue Zuan Shi Gong.
Han
Ling tersenyum melihat Xue Ling “Xiao Xue, aku menambah namamu, apa kau marah
padaku ? awalnya aku ingin kau sendiri yang memberi nama baru untukmu. Ini
adalah kehidupan barumu, bukankah harus mempunyai nama baru ? aku menambahkan ‘Chun’
pada nama Xue Ling, untuk menandakan kemurnian-mu” Xue Chun Ling menggeleng
“hanya nama saja ! tidak masalah ! hoam… entah kenapa aku terus merasa
mengantuk !” mengucek-ngucek matanya.
Han
Ling mengangkat dan menggendong Xue Chun Ling “karena tubuhmu masih lemah, efek
baru saja menjelma ! tidurlah !” menempatkan kepala kecil Xue Chun Ling ke
pundaknya. Xue Chun Ling menurut, menutup mata “aku masih ingin berkeliling !”
berguman sebelum tidur “tunggu kau bangun, aku akan menemanimu berkeliling lagi
! kita mempunyai banyak waktu, tidak terburu-buru !” Han Ling menenangkan, Xue
Chun Ling mengangguk dan terlelap.
Han
Ling tetap berjalan-jalan sambil menggendong Xue Chun Ling “Xiao Xue, kita akan
hidup bahagia selamanya… segala beban dan tanggung jawab, sudah kau selesaikan
di kehidupan sebelumnya… kehidupan ini, kau tidak berhutang pada siapapun… dari
saat kelahiranmu, kau sudah menyebarkan berkah untuk menjaga kedamaian dan
ketentraman Si Hai Ba Huang. Si Hai Ba Huang-lah yang berhutang padamu.
Kesayanganku ini hanya perlu menikmati hidupmu… kau adalah kemurnian, hiduplah
dengan bebas sesuai dengan keinginanmu… tapi harus bersama denganku… aku akan
selalu merangkulmu !”
Han
Ling cekikikan “hihihi haih… tidak pernah berfikir sebelumnya, hidupku akan
bergantung pada seorang gadis kecil… sekarang, aku bahkan menyesal tidak lebih
awal mengenalmu… jika dari awal mengenalmu, aku akan merangkulmu, tidak akan
pernah melepaskanmu… Xiao Xue-ku… ada dirimu, segalanya menjadi indah… Xiao
Xue-ku, cintaku, aku mencintaimu sayangku…” mengecup-ngecup pipi pada wajah
kecil di pundaknya.
Sesuai
dengan prediksi Cheng Mei, tubuh Xue Chun Ling bertumbuh sesuai dengan
pemulihannya. Dalam 500 tahun, tubuhnya sudah kembali seperti saat sebelum
menyatukan Permata Nila. Tapi pertumbuhannya tidak diikuti oleh ingatan masa
lalu, segalanya sudah bersih dari ingatannya. Dibersihkan oleh ketujuh Permata
Aura. Saat ini Xue Chun Ling hidup dengan identitasnya yang sebenarnya, sebagai
inti kemurnian dari kehidupan itu sendiri.
Pengenalan
Xue Chun Ling untuk kehidupan masa lalunya hanya sebatas informasi dari Han
Ling dan lainnya. Xue Chun Ling pun tidak mengejar ingatan masa lalunya, hidup
baru di kehidupan barunya. Yang menjadi masalah adalah Han Ling yang terus
meracaunya dan menempel padanya. Pada awalnya Xue Chun Ling merasa risih dengan
sikap Han Ling. Seiring berjalannya waktu, Xue Chun Ling bisa menghargai dan
menerima sikap Han Ling.
Cinta
Han Ling dan pemikirannya yang menemukan Xue Ling kembali. Jika saat itu, Han
Ling tidak mencurigai apapun, Xue Ling tidak akan secepat ini menjelma kembali.
Xue Ling hanya akan tetap menjadi batu bening inti kehidupan yang menunggu
embun-embun menyirami kuncup bunganya. Semua essensi murni yang terkumpul dalam
botol, dicampur dengan aura murni 7 Permata yang mengalir pada Pohon Bodhi,
mempercepat kelahiran Xue Chun Ling. Cinta yang mencari jalan sendiri untuk
tetap bersama dengan pasangannya.