The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 104 - Hidup Bebas



Xue


Ling menggeleng “tidak masalah, hanya nama saja !” tersenyum manis “nah


bagaimana aku memanggilmu ?” menatap Han Ling dengan mata besarnya “Han ge,


Xiao Xue panggil aku Han ge…” Han Ling segera menjawab “Han ge ! baik, aku


sudah tahu Han ge” Xue Ling memberikan senyum cerianya pada Han Ling.


Xue


Ling menatap lainnya “Han ge, siapa mereka ?” masing-masing memperkenalkan diri


mereka sendiri-sendiri “sudah, kau sudah mengetahui semuanya… sekarang,


istirahatlah ! baru saja menjelma, harus istirahat dengan baik !” Han Ling


membaringkan Xue Ling kembali ke ranjang, membelai kepalanya “tidurlah !” Xue


Ling tersenyum manis dan segera tertidur.


“Jiefu,


kenapa anda menambah nama jiejie ?” Shui Ling bertanya “tidak apa, seharusnya


nama jiejie menandakan dirinya yang bebas dan murni” Huo Ling mencerahkan. Han


Ling mengangguk “Xiao Xue bisa kembali, aku sudah sangat bersyukur… dalam hidup


barunya ini, aku ingin mengikuti keinginannya yang menyukai hidup bebas dan


melakukan segalanya sesuai kemauannya sendiri, tanpa beban apapun.” tersenyum


melihat Xue Ling yang tertidur nyenyak.


“hmm…


semua sudah baik-baik saja ! sebelumnya juga sudah menguras energi… semua


memerlukan istirahat… kami permisi !” Wei Jiang dan Xin Lan pamit undur diri.


Zi Zuan dan Ren er sudah dari Pohon Bodhi kembali ke tempat masing-masing. Shui


Ling dan lainnya pun kembali untuk beristirahat, membawa hati yang lega dan


damai. Han Ling membaringkan tubuhnya di samping Xue Ling, setelah semua pergi.


Han Ling membawa Xue Ling kedalam pelukannya, mengecup kening gadis kecilnya


dan tidur dengan hati yang bersuka cita.


Xue


Ling membuka mata, Han Ling ada di sampingnya, tersenyum melihatnya “sudah


bangun !” “em… Han ge, kenapa kau bisa berada di sini ?” Xue Ling bertanya


dengan polosnya “Xiao Xue, kita adalah pasangan, tentu saja harus bersama…”


“ooo…” Xue Ling berooo ria dengan perkataan Han Ling “laparkah ?” Han Ling


bertanya dengan membelai kepala kecil Xue Ling. Xue Ling mengangguk “sangat


lapar !” Han Ling tersenyum, bangun dan menarik Xue Ling “ayo, kita isi perut


kecilmu…”


Han


Ling memangku Xue Ling, makan bersama “Xiao Xue, cobalah ini, baik untukmu…”


memberikan semangkuk ramuan pemulih “terima kasih Han ge…” Xue Ling menerima


dengan senyuman “ehm… Han ge, bagaimana menemukanku ?” bertanya sambil


mengunyah kue di mulut kecilnya. Han Ling tersenyum “hmm… aku sangat yakin Xiao


Xue-ku tidak akan meninggalkanku… mendengar kata-kata Zi Zuan dan Ren er, aku


mendapat pencerahan… mencari ke inti Pohon Bodhi dan menemukanmu kembali…”


Xue


Ling menatap Han Ling dengan mata polosnya “ooo… benarkah kita adalah pasangan


?” Han Ling mengangguk “kenapa ? Xiao Xue tidak menyukaiku ?” ada getar getir


cemas dalam hatinya. Xue Ling menggeleng “suka… hanya aku masih begini kecil…”


Han Ling tersenyum manis “tubuhmu mengecil karena sebelumnya terluka… setelah


pulih, aku yakin tubuhmu akan berkembang dan kembali seperti semula…”


Xue


Ling semakin penasaran “jika tidak kembali bagaimana ?” “aku akan menunggumu…”


Han Ling menjawab spontan “hmm… Han ge, sebelum aku terluka, usia berapa aku ?”


Xue Ling menatap intens Han Ling “sebelumnya kau juga masih kecil, baru berusia


5.321 tahun…” Han Ling menjawab dan mendapat anggukan kepala dari Xue Ling


“ooo… hoam…” menguap kembali.


Han


Ling tersenyum melihat Xue Ling yang menguap “sudah lelah ?” Xue Ling


mengangguk “tapi aku baru saja makan !” memegang perutnya yang kekenyangan. Han


Ling memberdirikan Xue Ling “kita jalan-jalan, menurunkan makanan… jika lelah,


katakan padaku, aku akan menggendongmu…” Xue Ling mengangguk, berjalan sambil


menggandeng tangan Han Ling.


Xue


menjelaskan “ini adalah Xue Zuan Shi Gong adalah istana Xue Ling Shen Zun,


tempatmu !” Xue Ling membuka besar matanya “tempatku ?” Han Ling mengangguk


“Xue Zuan Shi Gong ! Xue Ling Shen Zun ? bukankah Han ge mengatakan namaku Xue


Chun Ling ?” Xue Ling berkata sambil melihat-lihat Xue Zuan Shi Gong.


Han


Ling tersenyum melihat Xue Ling “Xiao Xue, aku menambah namamu, apa kau marah


padaku ? awalnya aku ingin kau sendiri yang memberi nama baru untukmu. Ini


adalah kehidupan barumu, bukankah harus mempunyai nama baru ? aku menambahkan ‘Chun’


pada nama Xue Ling, untuk menandakan kemurnian-mu” Xue Chun Ling menggeleng


“hanya nama saja ! tidak masalah ! hoam… entah kenapa aku terus merasa


mengantuk !” mengucek-ngucek matanya.


Han


Ling mengangkat dan menggendong Xue Chun Ling “karena tubuhmu masih lemah, efek


baru saja menjelma ! tidurlah !” menempatkan kepala kecil Xue Chun Ling ke


pundaknya. Xue Chun Ling menurut, menutup mata “aku masih ingin berkeliling !”


berguman sebelum tidur “tunggu kau bangun, aku akan menemanimu berkeliling lagi


! kita mempunyai banyak waktu, tidak terburu-buru !” Han Ling menenangkan, Xue


Chun Ling mengangguk dan terlelap.


Han


Ling tetap berjalan-jalan sambil menggendong Xue Chun Ling “Xiao Xue, kita akan


hidup bahagia selamanya… segala beban dan tanggung jawab, sudah kau selesaikan


di kehidupan sebelumnya… kehidupan ini, kau tidak berhutang pada siapapun… dari


saat kelahiranmu, kau sudah menyebarkan berkah untuk menjaga kedamaian dan


ketentraman Si Hai Ba Huang. Si Hai Ba Huang-lah yang berhutang padamu.


Kesayanganku ini hanya perlu menikmati hidupmu… kau adalah kemurnian, hiduplah


dengan bebas sesuai dengan keinginanmu… tapi harus bersama denganku… aku akan


selalu merangkulmu !”


Han


Ling cekikikan “hihihi haih… tidak pernah berfikir sebelumnya, hidupku akan


bergantung pada seorang gadis kecil… sekarang, aku bahkan menyesal tidak lebih


awal mengenalmu… jika dari awal mengenalmu, aku akan merangkulmu, tidak akan


pernah melepaskanmu… Xiao Xue-ku… ada dirimu, segalanya menjadi indah… Xiao


Xue-ku, cintaku, aku mencintaimu sayangku…” mengecup-ngecup pipi pada wajah


kecil di pundaknya.


Sesuai


dengan prediksi Cheng Mei, tubuh Xue Chun Ling bertumbuh sesuai dengan


pemulihannya. Dalam 500 tahun, tubuhnya sudah kembali seperti saat sebelum


menyatukan Permata Nila. Tapi pertumbuhannya tidak diikuti oleh ingatan masa


lalu, segalanya sudah bersih dari ingatannya. Dibersihkan oleh ketujuh Permata


Aura. Saat ini Xue Chun Ling hidup dengan identitasnya yang sebenarnya, sebagai


inti kemurnian dari kehidupan itu sendiri.


Pengenalan


Xue Chun Ling untuk kehidupan masa lalunya hanya sebatas informasi dari Han


Ling dan lainnya. Xue Chun Ling pun tidak mengejar ingatan masa lalunya, hidup


baru di kehidupan barunya. Yang menjadi masalah adalah Han Ling yang terus


meracaunya dan menempel padanya. Pada awalnya Xue Chun Ling merasa risih dengan


sikap Han Ling. Seiring berjalannya waktu, Xue Chun Ling bisa menghargai dan


menerima sikap Han Ling.


Cinta


Han Ling dan pemikirannya yang menemukan Xue Ling kembali. Jika saat itu, Han


Ling tidak mencurigai apapun, Xue Ling tidak akan secepat ini menjelma kembali.


Xue Ling hanya akan tetap menjadi batu bening inti kehidupan yang menunggu


embun-embun menyirami kuncup bunganya. Semua essensi murni yang terkumpul dalam


botol, dicampur dengan aura murni 7 Permata yang mengalir pada Pohon Bodhi,


mempercepat kelahiran Xue Chun Ling. Cinta yang mencari jalan sendiri untuk


tetap bersama dengan pasangannya.