The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 53 - Melangkah Bersama



            Han Ling mencium kening Xue Ling “Xiao Xue, maaf aku


terlambat mengaku padamu. Aku terlalu takut kehilanganmu, hanya bisa diam-diam


melindungimu dari jauh. Xiao Xue, kau adalah milikku, dari kau hanya sebagai


Rou Rou Hua Ling hingga saat ini sebagai Shen Zun. Aku tidak akan melepaskanmu,


walaupun aku mati juga akan membawamu bersama”.


Xue


Ling menitikkan air mata “Han ge… kukira cintaku hanya bertepuk sebelah


tangan…” Han Ling tersenyum “pao pei, kau terlalu banyak berfikir !” memeluk


erat Xue Ling “Xiao Xue, aku mencintaimu, sangat mencintaimu… Xiao Xue,


bersandarlah padaku, bagaimana ? berikan aku kesempatan untuk menjadi


pendampingmu, bagaimana ? Kita akan melalui segalanya bersama. Apapun


keinginanmu, aku akan berusaha membantumu mewujudkannya”


Xue


Ling mengangguk “Han ge, aku mempercayaimu ! kita akan melangkah bersama” Han


Ling tersenyum manis, mengecup bibir Xue Ling “Han ge, maaf…” Han Ling


menggeleng “jangan mengatakan kata ‘maaf’…” Xue Ling menggeleng “Han ge,


kehidupan bersama selamanya, mungkin aku tidak bisa memberikannya padamu, maaf


!” Han Ling tersenyum “Xiao Xue, asalkan bersama denganmu, walaupun hanya


sehari, aku sudah merasakan kebahagiaan. Kebahagiaanku adalah bersamamu, entah


itu hidup atau mati, asal bersama denganmu !” Xue Ling tersenyum manis.


 Han Ling melihat senyuman Xue Ling, tidak


dapat menahan diri lagi, memulai percintaan panas mereka. Xue Ling perlahan


melepas benteng pertahanannya. Selama ini, merasa seorang diri, segala


sesuatunya hanya mengalir begitu saja. Setelah mencintai Han Ling, tidak


sedikit kesedihan dan kesusahan yang di deritanya, semua dilalui tanpa


mengeluh. Saat akan kembali menjadi dirinya yang kesepian berjalan di jalannya


sendiri, Han Ling masuk ke dalam kehidupannya. Dari Han Ling, Xue Ling menyadari


tidak sendiri lagi. Ada Han Ling yang diam-diam menjaganya, mencintainya tanpa


pamrih. Sekarang mereka adalah suami istri, walaupun pada akhirnya mungkin


tidak bisa bersama, tapi Xue Ling akan berusaha semampunya menjadi istri yang


baik untuk Han Ling. Xue Ling tidak mau menyimpan penyesalan pada saatnya dia


harus menutup mata untuk selamanya.


Han


Ling tertidur dengan tenang, yakin akan berjalan bersama Xue Ling, wanita yang


sangat di cintainya. Wanita yang dengan kepolosan, keberanian, kelembutan, dan


keceriaannya, telah berhasil masuk dan menempati seluruh hatinya. Han Ling


sudah bertekad akan mendukung semua keinginan Xue Ling. Saat di Pohon Bodhi,


Han Ling terkejut tapi mendengar semua percakapan.


Han


Ling tidak senang mendengar kata-kata Wei Jiang. Dia adalah suaminya, rumah Xue


Ling ada bersamanya, tidak akan mengijinkan siapapun mengambil tempatnya,


sahabatpun tidak boleh. Dari kata Wei Jiang juga, Han Ling dapat melihat


ketertarikan Wei Jiang pada Xue Ling. Keberuntungannya, Xue Ling memilihnya dan


hanya menganggap Wei Jiang sebagai sahabat.


Han


Ling menjaga Xue Ling, membantunya memulihkan luka dalam. Setiap hari, Han Ling


akan menyalurkan energinya untuk pemulihan Xue Ling walaupun sudah di tolak.


“Han ge, aku baik-baik saja, jangan menyia-nyiakan energimu !” Han Ling


mengerutkan kening “apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan ? Fu Ren, kau


adalah nyawaku… aku mengobati nyawaku sendiri, apa yang salah dengan itu ?” Xue


Ling cemberut “Han ge…” Han Ling cekikikan, memeluk Xue Ling “Xiao Xue, tidak


perlu berfikir terlalu banyak. Kita adalah dua raga dalam satu jiwa. Huh Xiao


Xue, bersamamu melewati hari-hari seperti ini sungguh sangat membahagiakan” Xue


Ling tersenyum manis.


“Shen


ruangan Xue Ling “sudah tahu !” Xua Ling menjawab dingin. Han Ling menggenggam


tangan Xue Ling “ayo…” bersama-sama menemui Huo Ling. “Huo, ada apa ?” Xue Ling


duduk santai. Huo Ling sedang membaca laporan. Disampingnya ada Ling Siang dan


Shui Ling menempati posisi di depannya, berhadapan dengan Xue Ling.


Huo


Ling mengangkat kepala melihat Xue Ling “Jie, sebelum anda mengumpulkan 7 permata,


apa sudah tahu masalah Li Ming ?” Xue Ling menggeleng “tidak ada hubungan.”


“ada apa ge ?” Shui Ling bertanya. Huo Ling menatap Xue Ling “Jie, anda


mendapatkan permata merah dari pusat lava ?” Xue Ling mengangguk “Huo, kau


tidak perlu berputar-putar, apa yang ingin kau tanyakan ?”


Huo


Ling membuka sebuah perkamen di hadapan mereka “aku sudah merampungkan


tempat-tempat yang dilaporkan dan beberapa tempat yang sudah kita kunjungi.”


Han Ling, Xue Ling, dan Shui Ling menghampiri dan melihat perkamen yang seperti


sebuah peta. “Jie, aku curiga, 2 permata yang belum anda dapatkan itu sudah ada


di pihak sana dan semua percobaan yang kita temui selama ini juga berhubungan


dengan masalah ini !”


Xue


Ling memegang dagunya, menyelami peta yang diperlihatkan Huo Ling “mereka


memang berhubungan ! sedangkan permata itu, tidak semudah itu untuk di


manfaatkan ! yang dikatakan jiwa murni ini sangat langka, bahkan sampai saat


ini, aku belum menemukan satu jiwa yang betul-betul murni” Han Ling menambahkan


“dikarenakan jiwa murni tidak terdapat pada raga mortal” Huo Ling menyetujui.


Shui


Ling berdehem “tidak ge, jiefu… walau sampai saat ini, tidak tahu yang


bagaimana yang disebut jiwa murni, tapi aku yakin jiwa murni juga ada di raga


mortal” Xue Ling menghela nafas “yang dimaksud jiwa murni adalah jiwa yang


tidak terpengaruhi oleh hal lain, bisa apa saja. Tidak pernah terlihat di raga


mortal, karena biasanya semua akan berlomba-lomba meningkatkan aura kekuatannya


sehingga terpengaruhi unsur lain. Inilah juga sebabnya ketujuh permata tidak di


pegang oleh mortal, tapi pada benda-benda yang tidak terpengaruh. Seperti Bunga


Aster di Dong Hua Gu sebelumnya, Pusat Lava yang tidak pernah tersentuh, Gunung


salju yang tidak bisa retak, dan lain sebagainya”


Xue


Ling masih mengamati peta “hmm… tampaknya jangkauan mereka lebih luas…” Han


Ling juga mengamati “mungkin mereka sudah mempunyai salah satu, tapi tidak


mungkin keduanya !” Xue Ling mengangguk “mungkin permata nila ! mereka sudah


mencoba ke permata ungu sebelumnya. Yang memiliki unsur mirip adalah permata


nila ! aku ragu mereka bisa mendapatkan permata merah”.


Han


Ling merangkul Xue Ling, tersenyum menenangkan “tidak masalah… semua akan


berjalan sesuai keinginanmu !” Huo Ling “aku bukan memikirkan permata itu !


Jie, aku sudah mencari di perpustakaan… aku yakin pihak sana juga sudah


berusaha mencari sumber… walaupun yang kita temui hanya masalah biasa, tapi…”


Xue Ling tersenyum “mereka tidak akan berhasil !” berbicara pasti “Jie, apa kau


sudah melakukan sesuatu ?” Shui Ling bertanya penasaran. Xue Ling menggeleng


“bukan aku !”


Semua


mengerutkan kening “sebenarnya aku sendiri tidak jelas hal yang terjadi ! tapi


ambisi Zheng Zhu terdahulu sangat besar. Saat aku menyegel pusat lava dengan


salju, ada aura terik menarik yang terjadi. Disitulah, aku mengetahui


keterlibatan Zheng Zhu itu… Jin Lan dan Hong Lan yang terlepas itu adalah dua


asap yang diciptakan Zheng Zhu itu dan pengikutnya. Walau aku tidak tahu apa


yang sudah dilakukannya, tapi…”