
Han Ling mencium kening Xue Ling “Xiao Xue, maaf aku
terlambat mengaku padamu. Aku terlalu takut kehilanganmu, hanya bisa diam-diam
melindungimu dari jauh. Xiao Xue, kau adalah milikku, dari kau hanya sebagai
Rou Rou Hua Ling hingga saat ini sebagai Shen Zun. Aku tidak akan melepaskanmu,
walaupun aku mati juga akan membawamu bersama”.
Xue
Ling menitikkan air mata “Han ge… kukira cintaku hanya bertepuk sebelah
tangan…” Han Ling tersenyum “pao pei, kau terlalu banyak berfikir !” memeluk
erat Xue Ling “Xiao Xue, aku mencintaimu, sangat mencintaimu… Xiao Xue,
bersandarlah padaku, bagaimana ? berikan aku kesempatan untuk menjadi
pendampingmu, bagaimana ? Kita akan melalui segalanya bersama. Apapun
keinginanmu, aku akan berusaha membantumu mewujudkannya”
Xue
Ling mengangguk “Han ge, aku mempercayaimu ! kita akan melangkah bersama” Han
Ling tersenyum manis, mengecup bibir Xue Ling “Han ge, maaf…” Han Ling
menggeleng “jangan mengatakan kata ‘maaf’…” Xue Ling menggeleng “Han ge,
kehidupan bersama selamanya, mungkin aku tidak bisa memberikannya padamu, maaf
!” Han Ling tersenyum “Xiao Xue, asalkan bersama denganmu, walaupun hanya
sehari, aku sudah merasakan kebahagiaan. Kebahagiaanku adalah bersamamu, entah
itu hidup atau mati, asal bersama denganmu !” Xue Ling tersenyum manis.
Han Ling melihat senyuman Xue Ling, tidak
dapat menahan diri lagi, memulai percintaan panas mereka. Xue Ling perlahan
melepas benteng pertahanannya. Selama ini, merasa seorang diri, segala
sesuatunya hanya mengalir begitu saja. Setelah mencintai Han Ling, tidak
sedikit kesedihan dan kesusahan yang di deritanya, semua dilalui tanpa
mengeluh. Saat akan kembali menjadi dirinya yang kesepian berjalan di jalannya
sendiri, Han Ling masuk ke dalam kehidupannya. Dari Han Ling, Xue Ling menyadari
tidak sendiri lagi. Ada Han Ling yang diam-diam menjaganya, mencintainya tanpa
pamrih. Sekarang mereka adalah suami istri, walaupun pada akhirnya mungkin
tidak bisa bersama, tapi Xue Ling akan berusaha semampunya menjadi istri yang
baik untuk Han Ling. Xue Ling tidak mau menyimpan penyesalan pada saatnya dia
harus menutup mata untuk selamanya.
Han
Ling tertidur dengan tenang, yakin akan berjalan bersama Xue Ling, wanita yang
sangat di cintainya. Wanita yang dengan kepolosan, keberanian, kelembutan, dan
keceriaannya, telah berhasil masuk dan menempati seluruh hatinya. Han Ling
sudah bertekad akan mendukung semua keinginan Xue Ling. Saat di Pohon Bodhi,
Han Ling terkejut tapi mendengar semua percakapan.
Han
Ling tidak senang mendengar kata-kata Wei Jiang. Dia adalah suaminya, rumah Xue
Ling ada bersamanya, tidak akan mengijinkan siapapun mengambil tempatnya,
sahabatpun tidak boleh. Dari kata Wei Jiang juga, Han Ling dapat melihat
ketertarikan Wei Jiang pada Xue Ling. Keberuntungannya, Xue Ling memilihnya dan
hanya menganggap Wei Jiang sebagai sahabat.
Han
Ling menjaga Xue Ling, membantunya memulihkan luka dalam. Setiap hari, Han Ling
akan menyalurkan energinya untuk pemulihan Xue Ling walaupun sudah di tolak.
“Han ge, aku baik-baik saja, jangan menyia-nyiakan energimu !” Han Ling
mengerutkan kening “apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan ? Fu Ren, kau
adalah nyawaku… aku mengobati nyawaku sendiri, apa yang salah dengan itu ?” Xue
Ling cemberut “Han ge…” Han Ling cekikikan, memeluk Xue Ling “Xiao Xue, tidak
perlu berfikir terlalu banyak. Kita adalah dua raga dalam satu jiwa. Huh Xiao
Xue, bersamamu melewati hari-hari seperti ini sungguh sangat membahagiakan” Xue
Ling tersenyum manis.
“Shen
ruangan Xue Ling “sudah tahu !” Xua Ling menjawab dingin. Han Ling menggenggam
tangan Xue Ling “ayo…” bersama-sama menemui Huo Ling. “Huo, ada apa ?” Xue Ling
duduk santai. Huo Ling sedang membaca laporan. Disampingnya ada Ling Siang dan
Shui Ling menempati posisi di depannya, berhadapan dengan Xue Ling.
Huo
Ling mengangkat kepala melihat Xue Ling “Jie, sebelum anda mengumpulkan 7 permata,
apa sudah tahu masalah Li Ming ?” Xue Ling menggeleng “tidak ada hubungan.”
“ada apa ge ?” Shui Ling bertanya. Huo Ling menatap Xue Ling “Jie, anda
mendapatkan permata merah dari pusat lava ?” Xue Ling mengangguk “Huo, kau
tidak perlu berputar-putar, apa yang ingin kau tanyakan ?”
Huo
Ling membuka sebuah perkamen di hadapan mereka “aku sudah merampungkan
tempat-tempat yang dilaporkan dan beberapa tempat yang sudah kita kunjungi.”
Han Ling, Xue Ling, dan Shui Ling menghampiri dan melihat perkamen yang seperti
sebuah peta. “Jie, aku curiga, 2 permata yang belum anda dapatkan itu sudah ada
di pihak sana dan semua percobaan yang kita temui selama ini juga berhubungan
dengan masalah ini !”
Xue
Ling memegang dagunya, menyelami peta yang diperlihatkan Huo Ling “mereka
memang berhubungan ! sedangkan permata itu, tidak semudah itu untuk di
manfaatkan ! yang dikatakan jiwa murni ini sangat langka, bahkan sampai saat
ini, aku belum menemukan satu jiwa yang betul-betul murni” Han Ling menambahkan
“dikarenakan jiwa murni tidak terdapat pada raga mortal” Huo Ling menyetujui.
Shui
Ling berdehem “tidak ge, jiefu… walau sampai saat ini, tidak tahu yang
bagaimana yang disebut jiwa murni, tapi aku yakin jiwa murni juga ada di raga
mortal” Xue Ling menghela nafas “yang dimaksud jiwa murni adalah jiwa yang
tidak terpengaruhi oleh hal lain, bisa apa saja. Tidak pernah terlihat di raga
mortal, karena biasanya semua akan berlomba-lomba meningkatkan aura kekuatannya
sehingga terpengaruhi unsur lain. Inilah juga sebabnya ketujuh permata tidak di
pegang oleh mortal, tapi pada benda-benda yang tidak terpengaruh. Seperti Bunga
Aster di Dong Hua Gu sebelumnya, Pusat Lava yang tidak pernah tersentuh, Gunung
salju yang tidak bisa retak, dan lain sebagainya”
Xue
Ling masih mengamati peta “hmm… tampaknya jangkauan mereka lebih luas…” Han
Ling juga mengamati “mungkin mereka sudah mempunyai salah satu, tapi tidak
mungkin keduanya !” Xue Ling mengangguk “mungkin permata nila ! mereka sudah
mencoba ke permata ungu sebelumnya. Yang memiliki unsur mirip adalah permata
nila ! aku ragu mereka bisa mendapatkan permata merah”.
Han
Ling merangkul Xue Ling, tersenyum menenangkan “tidak masalah… semua akan
berjalan sesuai keinginanmu !” Huo Ling “aku bukan memikirkan permata itu !
Jie, aku sudah mencari di perpustakaan… aku yakin pihak sana juga sudah
berusaha mencari sumber… walaupun yang kita temui hanya masalah biasa, tapi…”
Xue Ling tersenyum “mereka tidak akan berhasil !” berbicara pasti “Jie, apa kau
sudah melakukan sesuatu ?” Shui Ling bertanya penasaran. Xue Ling menggeleng
“bukan aku !”
Semua
mengerutkan kening “sebenarnya aku sendiri tidak jelas hal yang terjadi ! tapi
ambisi Zheng Zhu terdahulu sangat besar. Saat aku menyegel pusat lava dengan
salju, ada aura terik menarik yang terjadi. Disitulah, aku mengetahui
keterlibatan Zheng Zhu itu… Jin Lan dan Hong Lan yang terlepas itu adalah dua
asap yang diciptakan Zheng Zhu itu dan pengikutnya. Walau aku tidak tahu apa
yang sudah dilakukannya, tapi…”