The Power Of Love

The Power Of Love
Tingkah Bumil



Kini Naura dan Azka tengah diperjalanan menuju rumah sakit , sedari tadi Azka terlihat sangat senang dan ia terus mengelus lembut perut rata Naura .


Ternyata sebahagia ini ketika ia tahu Naura sedang mengandung , dan itu tandanya ia akan menjadi seorang ayah .


Sama hal nya dengan Naura , berkali-kali ia terus mengucapkan syukur dan ia masih tak percaya jika dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan suami .


Mobil Azka sampai dirumah sakit , Azka segera turun dan membukakan pintu untuk istrinya , keduanya lantas langsung masuk ke rumah sakit dengan Azka terus merangkul tubuh istrinya .


Azka dan Naur hanya menunggu antrian sebentar lalu ia sudah dipanggil untuk masuk .


Naura langsung disarankan untuk berbaring dan sang dokter langsung memeriksa nya melakukan USG .


" Selamat kini usia kandungannya memasuki Minggu ke 4 ..." , Ujar sang dokter dan terus menerangkan hasil USG nya .


Naura dan Azka berkaca-kaca karna masih tak percaya jika Naura benar-benar tengah hamil .


Setelah melakukan USG , dokterpun memberi resep obat dan vitamin ia pun menganjurkan Naura untuk banyak istirahat dan menjaga pola makannya .


" Terimakasih dok " , Naura dan Azka pamit dengan wajah sumringah .


Naura dan Azka lalu mengantri untuk menebus obat yang sudah dituliskan resepnya oleh dokter .


" Assalamu'alaikum " , Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan suara Zeela yang baru datang diantar oleh suaminya .


" Wa'alaikum salam kak Zeela " , jawab Naura dan langsung berdiri lalu memeluk kak Zeela dan mencium tangan Dimas .


" Kalian sedang apa ? " , tanya Zeela menatap Naura dan Azka bergantian .


" Kami sedang mengantri obat kak " , jawab Naura tersenyum .


" Iya kakak tahu maksudnya siapa yang sakit ? " , tanya Zeela lagi sambil terkekeh .


" Gak ada yang sakit kok " , jawab Naura dan dianggukan Azka .


" Lalu ? " , tanya Zeela dan Dimas berbarengan .


Naura tersenyum seraya meraba perutnya yang masih rata , Zeela langsung tersenyum mengerti .


" Alhamdulillah selamat ya Ra , Azka " , Zeela kembali memeluk Naura .


" Maksudnya Naura hamil ? " , tanya Dimas yang masih belum paham .


Zeela dan Naura mengangguk dengan kompak .


" Selamat bro , mantap " , Dimas langsung bersalaman dengan Azka dan menepuk pundaknya pelan .


" Sehat-sehat ya dek " , ucap Dimas tersenyum dan langsung dianggukan oleh Naura .


Naura dipanggil namanya dan setelah mendapat obat dan vitamin keduanya langsung pamit pada Zeela dan Dimas .


Iya mereka melakukan pemeriksaan dirumah sakit keluarga nya namun mereka tak ingin mendapat perlakuan khusus , mereka ingin sama seperti pasien pada umumnya , Zeela dan Dimas mereka sudah tahu akan hal itu .


Setelah kepergian sepasang suami istri itu , Dimas pun langsung pamit undur diri ketika sudah mengantar istri nya sampai ke depan ruangan kerjanya .


*****


" Sayang apa kamu mau beli sesuatu ? " , tanya Azka lembut seraya melirik Naura .


" Mmm ngga bee " , tanya Naura melirik suami nya sekilas lalu ia kembali melihat ke samping jendela dimana diluar banyak sekali pedang dipinggir jalan dengan berbagai makanan dan Naura bingung mau beli apa .


" Yakin ? " , tanya Azka merhatikan Naura yang sedari tadi asik melihat ke luar jendela .


" Naura bingung bee , Naura gak tahu mau beli apa ? " , jawab Naura seraya menatap wajah Azka .


" Ya sudah kalau begitu kita beli semuanya " , jawab Azka dan langsung mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya .


" Bee jangan nanti mubazir makanan jika gak ke makan semua " , tolak Naura menahan tangan suaminya yang sudah mau keluar .


Naura disuruh menunggu didalam mobil sementara Azka akan membeli semua makanan yang ada ditempat itu bahkan ia harus rela mengantri dengan pembeli lain .


Hampir satu jam Naura menunggu didalam mobil tapi Azka belum terlihat akan kembali sampai rasa kantuk pun datang dan Naura memilih tertidur namun sebelum nya ia sudah mengubah posisi kursinya seperti berbaring .


Dengan bercucuran keringat Azka mulai melangkahkan kakinya untuk kembali ke mobil dengan 2 kantong kresek berukuran sedang di kedua tangannya .


Azka mengetuk kaca mobil pelan dan tak lama Naura membukakannya .


" Bee kenapa lama sekali ? " , tanya Naura dengan cemberut .


" Maaf sayang tadi bee harus ikut mengantri dengan pembeli lain " , jawab Azka jujur seraya menyimpan 2 kantung keresek dikursi belakang .


Naura mengambil beberapa lembar tisu untuk mengelap keringat suaminya .


" Makasih bee " , Ujar Naura seraya langsung memeluk Azka menghirup bau keringat tubuh Azka yang menurut nya sangat wangi dan segar .


" Ay " , Azka heran dan ingin segera melepaskan pelukan istrinya tapi Naura malah semakin erat memeluknya .


" Sebentar saja bee " , ucap Naura seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Azka .


" Naura suka sekali bau keringat bee " , Ucap Naura lagi dan langsung membuat Azka tercengang kaget .


" Memang tingkah bumil ada-ada aja ya " , gumam Azka terkekeh seraya mencium kepala Naura .


Setelah Naura melepaskan pelukannya , Azka mulai kembali menjalankan mobilnya untuk langsung pulang .


Naura terus memeluk tangan kekar suaminya , ia benar-benar menikmati aroma tubuh suaminya hingga Azka harus menyetir dengan satu tangannya .


" Bee nanti bajunya jangan langsung disimpan ditempat cucian ya , ataw kalau bisa jangan dicuci Naura suka bau keringat bee " , Ucap Naura dan Azka hanya bisa menggelengkan kepala mendengar tingkah aneh istrinya .


" Bee kok kamu diam saja ? " , tanya Naura yang langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam pada Azka .


" Eh ", kaget Azka yang melihat perubahan sikap istrinya .


" Bee gak suka ya atau ngga bee jijik karna Naura suka dengan bau keringat bee ? " , tanya Naura lagi dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca .


" Eh ngga sayang bee suka kok dan bee akan mendengarkan apa saja yang kamu minta " , Ujar Azka seraya membawa Naura ke dalam pelukannya .


" Beneran bee ? " , Naura mendongkrak menatap Azka dengan tersenyum senang dan langsung dianggukan cepat oleh Azka .


" Ya Alllah ay kamu bikin bee jantungan dengan semua tingkah kamu yang cepet berubah-ubah " batin Azka seraya mengingat kejadian pagi tadi yang Naura menangis karena muntah dibaju Azka dan ia menyangka Azka marah karena jijik padahal sama sekali tidak .


Sesampainya dirumah Azka dan Naura langsung disambut bahagia oleh Ayah Alex , bunda Shalwa dan mamah Sandra tak tertinggal juga Aira yang terlihat begitu senang ketika Ayah Alex memberi tahu jika sebentar lagi Aira akan mempunyai adik dedek bayi .


" Gimana sayang ? " , tanya Bunda Shalwa seraya mengajak anak dan menantunya untuk duduk di sofa .


" Alhamdulillah Bun , kini usia kandungannya baru mau memasuki Minggu ke 4 " , jawab Naura tersenyum .


" Alhamdulillah " , jawab semuanya .


" Kalau begitu Ayah harus segera memberitahu berita bahagia ini kepada besan kita " , Semangat Ayah Alex yang langsung pamit untuk menghubi besannya .


Azka membuka hasil belanjaannya tadi , lalu semuanya mulai menikmati makanan itu sama-sama .


Walau mereka dari keluarga yang berada tapi mereka tak segan-segan untuk memakan makanan pedang kaki lima yang terpenting asalkan bersih dan sehat .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .