The Power Of Love

The Power Of Love
Hari Bahagia Alya dan Aditya



Kehamilan Naura disambut senang oleh semua keluarga besar dan juga para sahabatnya .


Bahkan mereka memperlakukan Naura sangat istimewa , tiap hari Naura selalu ditanya ingin makan apa ? , karena mereka dengan senang hati akan membuatnya atau membelikannya .


Kadang Azka dan Naura dibuat terharu akan perlakuan semuanya , mereka yakin ketika anaknya nanti lahir ia tak akan pernah merasa kekurangan sedikit kasih sayang karena banyak orang yang akan selalu menyayanginya .


Pagi ini setelah melewati morning sickness , Naura dan Azka berpamitan untuk berangkat kuliah .


Iya Naura mengalami morning sickness seperti ibu hamil pada umumnya , ia akan mual muntah dipagi hati terkadang dimalam hari ketika akan tidur .


" Assalamu'alaikum " , salam Azka dan Naura bersamaan .


Walau tengah hamil Naura tetap bersemangat untuk menuntut ilmu , ia tetap seperti biasa mengikuti kelasnya , bahkan semangatnya semakin bertambah dan Naura sudah bertekad akan berusaha untuk bisa lulus secepatnya demi anaknya yang pasti sangat membutuhkan dirinya .


Naura tidak mau merepotkan lagi kedua orang tuanya jika harus menitipkan kembali anak mereka .


Selepas pulang kuliah Azka langsung mengantarkan Naura untuk pulang , Azka melarang Naura untuk melakukan banyak kegiatan apalagi usia kandungannya masih muda , Naura harus banyak beristirahat .


Sementara Naura sudah diantarkan sampai rumah Azka langsung pamit untuk berangkat ke kantor .


Sudah hampir sebulan ini Azka diberi kepercayaan oleh Ayahnya untuk memegang sendiri kantor cabang dan pasti kerjaannya semakin sibuk begitu pun dengan tanggung jawabnya yang bertambah .


Disela kesibukannya dikantor Azka pun harus siap siaga untuk istrinya yang tengah hamil , Azka harus pintar membagi waktu maka dari itu ia berkeingin ingin menyelesaikan kuliahnya dengan cepat agar bisa fokus dikantor .


" Pak anda sudah ditunggu diruangan rapat ", Ujar asisten Azka yang sudah pasti seorang laki-laki karena Azka tidak mau menimbulkan masalah jika ia memperkerjakan seorang perempuan untuk menjadi asistennga dikantor .


" Baik " , jawab Azka dan ia langsung berjalan ke ruang rapat diikuti asistennya .


Hari ini Azka sangat sibuk , selain mengikuti rapat , Azka pun ada beberapa pertemuan dengan client .


Tak terasa waktu menunjukan jam pulang kantor , Azka menyudahi pekerjaan nya dan segera pulang untuk menemui istrinya yang sangat menggemaskan semenjak hamil .


Azka melangkahkan kakinya ke arah lift diikuti oleh asistennya yang juga mau pulang , keduanya berpisah diparkiran dan mulai menaiki mobil masing-masing .


Sesampainya Azka dirumah , ia langsung disambut oleh istrinya dan juga Aira yang sudah semakin pintar .


Azka memangku Aira seraya satu tangannya merangkul sang istri , lalu mereka segera masuk ke dalam rumah .


" Ayah kapan dede bayi yang ada diperut bunda bisa main bareng Aira ? " , tanya Aira seraya menatap Azka .


Naura dan Azka langsung tersenyum .


" Sabar ya sayang nanti kalau Dede bayinya sudah lahir , Aira baru bisa main dengan Dede bayi " , jawab Azka lembut dan Aira langsung mengangguk seolah mengerti .


" Bunda dedek bayi lahirnya masih lama ya ? " , tanya Aira lagi seraya melirik Naura .


Lagi-lagi Naura dan Azka tersenyum .


" Iya sayang masih lama , Aira harus sabar ya dan selalu doain dedek bayinya sehat " , jawab Naura seraya mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit .


" Iya bunda , Aira akan selalu berdoa buat Dedek bayi biar selalu sehat " , Jawab Aira seraya menadahkan kedua tangannya .


" Anak pintar tapi Aira juga berdoa untuk Bunda dan Ayah ya " , balas Naura dan dianggukan oleh Aira .


Aira minta diturunkan karena ia ingin kembali bermain dengan sikembar .


Azka dan Naura kembali melangkahkan kakinya menuju kamar dan mereka mulai menaiki anak tangga , Azka seraya merangkul Naura ia memperhatikan langkah kaki istrinya .


***


" Bee ? " , panggil Naura setelah Azka selesai mengaji .


Iya semenjak Naura hamil , Azka akan mengaji mebaca ayat-ayat suci Al-Qur'an seraya mengelus lembut perut istrinya sebelum mereka tertidur .


" Kenapa ay ? " , tanya Azka seraya menyimpan kembali Al-Qur'an nya .


" Iya sayang bee juga sama akhirnya satu persatu sahabat kita menikah " , balas Azka dan langsung dianggukan Naura .


" Ternyata memang kak Adit jodoh yang dikirimkan Allah untuk kak Alya " , ucap Naura seraya mengingat perjuangan kisah cinta mereka .


" Iya jodoh memang tidak ada yang tahu , seperti bee dan juga kamu bahkan sebentar lagi kita akan mempunyai anak " , jawab Azka seraya menyentuh Ujung hidung Naura yang mancung .


*****


Pagi-pagi sekali Naura sudah ada dirumah Alya , ia dan Ocha serta Yumna menjadi bridesmaids diacara pernikahan sahabatnya .


Tak lama ketika Alya sudah dirias , terdengar keramaian bahwa rombongan mempelai pengantin pria sudah datang .


Alya terlihat sangat gugup sehingga ketika sahabat nya langsung menenangkan Alya .


Acara ijab Qabul dimulai dan tak lama terdengar kata SAH berbarengan dengan ibunya Alya yang menyuruh mereka keluar .


Alya dan ketiga sahabatnya langsung keluar kamar menuju tempat acara , mereka langsung disambut dengan tatapan dan senyuman dari semua orang yang hadir .


Alya terlihat sangat cantik dan anggun terbukti banyak yang memujinya , namun disaat semua memuji kecantikan Alya , Azka justru memuji kecantikan istrinya dan mengakui pesona bumil tak ada yang mengalahkan .


Alya duduk disamping Aditya yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman , lalu Alya diarahkan untuk mencium punggung tangan suaminya yang dibalas oleh Aditya mencium kening Alya .


Suara tepuk tangan dari semua orang menyaksikan pengantin baru yang masih malu-malu .


" Tinggal kita berdua Yum yang masih jomblo " , ujar Ocha sedih dan langsung dianggukan oleh Yumna .


Setelah mendatangi berkas-berkas dan mengabadikan beberapa momen , semua langsung mengucapkan selamat untuk pengantin baru tak tertinggal para sahabat mereka .


" Selamat bro , ditunggu Aditya junior atau Alya juniornya " , Ucap Bagas menepuk bahu Aditya dengan satu tangan karna satu tangannya ia gunakan untuk menggendong anaknya .


" Beres " , jawab Aditya dengan tawanya , dan membuat Alya langsung salah tingkah dengan kedua pipi memerah .


Semua silih berganti mengucapkan selamat dan menyampaikan doa untuk kedua mempelai , sampai tak terasa acara selesai dan ditutup dengan menikmati hidangan secara bersama-sama .


Aditya dan Alya mereka berjalan beriringan menuju meja para sahabatnya berniat ingin bergabung dan makan bersama .


Namun niat hati ingin makan bersama ternyata mereka malah jadi bahan candaan oleh para sahabatnya .


" Makannya saling suap dong ? , masa kalah dengan pangantin lama " , Ujar Bagas seraya menyuapi istrinya dan langsung disambut gelak tawa para sahabatnya .


Aditya dan Alya salah tingkah .


" Ciee salah tingkah " , timpal Ocha dan lagi-lagi disambut gelak tawa oleh yang lain .


" Udah-udah dihari bahagia mereka kalian malah membuat mereka salah tingkah " , lerai Dimas .


" Beri waktu buat mereka menghabiskan makannya karna mereka membutuhkan stamina dan tenaga yang kuat untuk nanti malam " , Ucap Dimas lagi sambil menahan tawanya , dan disambut gelak tawa oleh semuanya .


Kedua pipi Alya sudah memerah .


" Maksudnya buat acara resepsi nanti malam " , ucap Dimas seraya terkekeh .


" Nah itu maksudnya " , timpal Bagas yang juga ikut terkekeh .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .