The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 51 - Mnecari Jati Diri



            “sejak kapan ? sejak kapan anda memulainya ?” Wei Jiang


bertanya, mendapat lirikan Xue Ling “jika aku mengatakannya, apa sekarang kau


mendukungku ?” Wei Jiang mengangkat kepala, menatap Xue Ling. Han Ling


mengarahkan wajah Xue Ling padanya “katakan ! katakan semuanya !” Xue Ling


mengangguk “baik, Han ge, kau ingin tahu, aku akan memberitahumu !”


            Semuanya menghilang dan muncul di sekitar Pohon Bodhi.


Beberapa bagian Pohon Bodhi tampak layu, keseluruhannya nampak sakit. Xue Ling


mengeluarkan permata hijau dan permata ungu, memasukkannya ke Pohon Bodhi.


Pohon Bodhi terbuka, sudah ada 3 permata jingga, biru, dan kuning disana.


Setelah 5 permata bersatu, terasa lonjakan energi pada Pohon Bodhi. Xue Ling


mengerahkan energinya ke dalam Pohon Bodhi hingga muntah darah “Shen Zun, anda


datang lagi ! anda tidak akan dapat menahannya, hentikan ini !” seorang dewa


tua menghampiri “Shen Wang…” semua memberi hormat.


            Han Ling segera memapah Xue Ling, mengalirkan energi ke


tubuhnya “Xiao Xue…” Xue Ling menggeleng “Shen Zun, jangan memaksakan diri anda


!” Shen Wang menasehati “Shen Wang, ada apa sebenarnya ini ?” Huo Ling bertanya


“Shen Zun membawa kalian semua bersama kemari, tampaknya sudah siap membiarkan


kalian mengetahuinya !” Shen Wang melihat semua dewa dewi di hadapannya.


            “Han Ge, papah aku duduk…” Xue Ling meminta pertolongan


Han Ling. Semua mengambil posisi “aku adalah setengah dewa dan setengah iblis.


Mungkin ini juga alasannya, aku bisa menumbuhkan Pohon Bodhi ini. Ratusan ribu


tahun yang lalu, Pohon Bodhi hancur karena tidak dapat menahan kekuatan Tian


Mo, menyebabkan kekacauan di Si Hai Ba Huang. Pohon Bodhi dapat menahan


keseimbangan semua aura yang ada di Si Hai Ba Huang. Keberadaannya sudah


merupakan satu pilar pelindung untuk menopang kedamaian Si Hai Ba Huang.” Xue


Ling menjelaskan.


            “jika seperti itu, untuk apa kau mencari 7 permata itu ?”


Cheng Mei bertanya “Yue Shen, Pohon Bodhi ini bertumbuh dengan aura Shen Zun.


Saat Shen Zun yuhua yang lalu, Pohon Bodhi menunjukkan tanda-tanda akan hancur.


Untungnya saat itu, ada 3 permata yang masih bisa menopang Pohon Bodhi tapi


sama saja Pohon Bodhi kehilangan fungsinya. Terutama saat benih bunga terlepas


dari Pohon Bodhi. Saat kembali, Shen Zun mengalirkan energinya selama sebulan


penuh baru bisa ada Pohon Bodhi yang sekarang ini” Shen Wang menjelaskan.


            “demi sebuah pohon, kau juga tidak bisa mengorbankan


dirimu sendiri…” Wei Jiang menatap Xue Ling. Xue Ling tersenyum “Wei Jiang,


berbeda dengan kalian, aku hanya embun yang tidak diinginkan siapapun. Dengan


melakukan ini, aku merasa hidupku memiliki sedikit arti di Si Hai Ba Huang.


Hanya dengan energiku, Pohon Bodhi tidak akan menunjukkan fungsi sebenarnya,


apalagi aku tidak murni !” tersenyum sedih “bisa mempertahankannya saja, aku


sudah termasuk beruntung…”


            “jadi kau mencari ketujuh permata untuk mengembalikan


fungsi Pohon Bodhi ?” Han Ling menginginkan kejelasan, Xue Ling mengangguk “Han


Ling, apa anda pikir semudah itu ! Shen Zun ini hanya demi alasan konyolnya


itu, sedang bersiap mengorbankan diri menjadi pondasi Pohon ini” Wei Jiang


berkata dengan emosi, membuat semua melihatnya “Pohon Bodhi bertumbuh dengan


aura Shen Zun, sehingga akan selalu terikat dengan Shen Zun. Demi membuat Pohon


Bodhi sebenarnya, Shen Zun akan memberikan dirinya menjadi bagian energi Pohon


Bodhi. Shen Zun akan menghilang dan Pohon Bodhi akan kembali berdiri kokoh


dengan dasar ketujuh aura murni” Xin Lan menjelaskan dengan menitikkan air


mata.


            Xue Ling tersenyum “Xin Lan, tidak usah mengatakannya


seburuk itu. Shen Zun yang kalian kenal itu sudah lama musnah, yang ada


bagaimana denganku ? kau tidak menginginkanku lagi ?” Xue Ling tercengang “Xiao


Xue, saat kau kembali menjadi benih Pohon Bodhi, akupun akan mengikutimu !


sudah kukatakan kau tidak akan bisa menyingkirkanku !”


            “Shen Jun, anda mempunyai peranan untuk hal ini !” Shen


Wang berguman, semua kembali melihat Shen Wang “dengan terus mengalirkan aura


dewa ke Pohon Bodhi, Shen Zun bisa saja tersesat. Anda semua harus bersiap


untuknya” “apa ? kau mau aku melawanmu ?” Han Ling menghardik Xue Ling “Han ge,


ini hanya jalan terakhir !” Han Ling menggeleng “tidak…” melepas genggamannya


dan menatap tajam Xue Ling.


            Xue Ling hanya tersenyum pasrah “Wei Jiang, tebakanmu


tidak salah… pusat lava itu telah memanggil sisi iblisku… disaat aku


menyetabilkan pusat lava itulah, segala pertanyaanku tentang keanehan pada


diriku terjawab…” “jadi tingkah anda selama di Bei Hai itu adalah untuk mencari


jati diri anda !” Xin Lan berguman dengan senyum sedih “maaf…” Xue Ling


menunduk.


            Xin Lan memegang kedua tangan Xue Ling “Shen Zun, kami


percaya pada anda… kami sangat beruntung, bisa menemani anda melalui pencarian


jati diri anda. Shen Zun, kami tidak akan menghalangi anda, akan selalu menjadi


pendukung anda. Disaat anda kehilangan kepercayaan diri anda, kami akan berdiri


disana untuk mengingatkan anda, betapa mulianya seorang Xue Ling Shen Zun. Dewi


pembawa berkah bagi kami semua, bagi Si Hai Ba Huang.” Xue Ling tersenyum,


mengangguk “terima kasih !”


            “Shen Zun, sama seperti sebelumnya ! walau aku tidak


menyetujui keputusan anda tapi aku akan tetap mendukung anda. Bei Hai Ren Yu


akan selalu menjadi pondasi anda di Si Hai Ba Huang. Janjiku pada anda tidak


akan pernah berubah. Shen Zun, sebagai teman anda, aku hanya meminta satu hal.


Di saat terakhir, jika ada satu titik balik, aku mohon kembalilah… keberadaan


anda lebih penting dari segalanya. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi kami


menyadarinya. Dibanding Pohon Bodhi ini, kami lebih menginginkan keberadaan


anda. Sama seperti sebelumnya, sekecil apapun kemungkinannya, kumohon


kembalilah !” Wei Jiang berkata dengan wajah tertunduk.


            Xue Ling pun menunduk “Wei Jiang, aku tidak memiliki


tempat di Si Hai Ba Huang ini. Aku hanya membuat diriku menjadi sedikit berarti,


bukti keberadaanku di Si Hai Ba Huang” semua terkejut dengan kata-kata Xue


Ling. Han Ling menatap Xue Ling, tanpa bersuara tanpa bergerak. Dalam hatinya,


ada rasa kecewa, ada rasa takut, ada rasa marah, ada rasa sedih, ada rasa iba,


lebih besar rasa putus asa.


            Wei Jiang tersenyum mengangkat kepala, menghampiri dan berlutut


di hadapan Xue Ling dan memegang kedua tangannya “Shen Zun, Xue Ling, dengarkan


! saat anda pertama menjelma, anda merasa tidak memiliki tempat. Tapi semenjak


kita saling mengenal, tempatku adalah tempat anda. Di dalam sini, anda memiliki


tempat khusus.” Wei Jiang memegang dadanya sendiri.


“Bukan


hanya aku, bisa kupastikan, di dalam hati semua Bei Hai Ren Yu, tersimpan


tempat khusus untuk anda. Saat anda merasa sendiri, tidak memiliki tempat


kembali, maka kembalilah pada kami. Di Bei Hai Ren Yu, akan selalu tersedia


tempat khusus untuk anda. Xue Ling, keberadaanmu di Si Hai Ba Huang sangat


berarti. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi dimanapun anda berpijak, berkah


anda selalu menyinari. Anda tidak mengenal diri anda, tapi kami mengenali anda.


Anda tidak akan pernah sendiri, aku akan selalu berdiri di sisi anda mendukung


anda.” Wei Jiang tersenyum lembut.