
“sejak kapan ? sejak kapan anda memulainya ?” Wei Jiang
bertanya, mendapat lirikan Xue Ling “jika aku mengatakannya, apa sekarang kau
mendukungku ?” Wei Jiang mengangkat kepala, menatap Xue Ling. Han Ling
mengarahkan wajah Xue Ling padanya “katakan ! katakan semuanya !” Xue Ling
mengangguk “baik, Han ge, kau ingin tahu, aku akan memberitahumu !”
Semuanya menghilang dan muncul di sekitar Pohon Bodhi.
Beberapa bagian Pohon Bodhi tampak layu, keseluruhannya nampak sakit. Xue Ling
mengeluarkan permata hijau dan permata ungu, memasukkannya ke Pohon Bodhi.
Pohon Bodhi terbuka, sudah ada 3 permata jingga, biru, dan kuning disana.
Setelah 5 permata bersatu, terasa lonjakan energi pada Pohon Bodhi. Xue Ling
mengerahkan energinya ke dalam Pohon Bodhi hingga muntah darah “Shen Zun, anda
datang lagi ! anda tidak akan dapat menahannya, hentikan ini !” seorang dewa
tua menghampiri “Shen Wang…” semua memberi hormat.
Han Ling segera memapah Xue Ling, mengalirkan energi ke
tubuhnya “Xiao Xue…” Xue Ling menggeleng “Shen Zun, jangan memaksakan diri anda
!” Shen Wang menasehati “Shen Wang, ada apa sebenarnya ini ?” Huo Ling bertanya
“Shen Zun membawa kalian semua bersama kemari, tampaknya sudah siap membiarkan
kalian mengetahuinya !” Shen Wang melihat semua dewa dewi di hadapannya.
“Han Ge, papah aku duduk…” Xue Ling meminta pertolongan
Han Ling. Semua mengambil posisi “aku adalah setengah dewa dan setengah iblis.
Mungkin ini juga alasannya, aku bisa menumbuhkan Pohon Bodhi ini. Ratusan ribu
tahun yang lalu, Pohon Bodhi hancur karena tidak dapat menahan kekuatan Tian
Mo, menyebabkan kekacauan di Si Hai Ba Huang. Pohon Bodhi dapat menahan
keseimbangan semua aura yang ada di Si Hai Ba Huang. Keberadaannya sudah
merupakan satu pilar pelindung untuk menopang kedamaian Si Hai Ba Huang.” Xue
Ling menjelaskan.
“jika seperti itu, untuk apa kau mencari 7 permata itu ?”
Cheng Mei bertanya “Yue Shen, Pohon Bodhi ini bertumbuh dengan aura Shen Zun.
Saat Shen Zun yuhua yang lalu, Pohon Bodhi menunjukkan tanda-tanda akan hancur.
Untungnya saat itu, ada 3 permata yang masih bisa menopang Pohon Bodhi tapi
sama saja Pohon Bodhi kehilangan fungsinya. Terutama saat benih bunga terlepas
dari Pohon Bodhi. Saat kembali, Shen Zun mengalirkan energinya selama sebulan
penuh baru bisa ada Pohon Bodhi yang sekarang ini” Shen Wang menjelaskan.
“demi sebuah pohon, kau juga tidak bisa mengorbankan
dirimu sendiri…” Wei Jiang menatap Xue Ling. Xue Ling tersenyum “Wei Jiang,
berbeda dengan kalian, aku hanya embun yang tidak diinginkan siapapun. Dengan
melakukan ini, aku merasa hidupku memiliki sedikit arti di Si Hai Ba Huang.
Hanya dengan energiku, Pohon Bodhi tidak akan menunjukkan fungsi sebenarnya,
apalagi aku tidak murni !” tersenyum sedih “bisa mempertahankannya saja, aku
sudah termasuk beruntung…”
“jadi kau mencari ketujuh permata untuk mengembalikan
fungsi Pohon Bodhi ?” Han Ling menginginkan kejelasan, Xue Ling mengangguk “Han
Ling, apa anda pikir semudah itu ! Shen Zun ini hanya demi alasan konyolnya
itu, sedang bersiap mengorbankan diri menjadi pondasi Pohon ini” Wei Jiang
berkata dengan emosi, membuat semua melihatnya “Pohon Bodhi bertumbuh dengan
aura Shen Zun, sehingga akan selalu terikat dengan Shen Zun. Demi membuat Pohon
Bodhi sebenarnya, Shen Zun akan memberikan dirinya menjadi bagian energi Pohon
Bodhi. Shen Zun akan menghilang dan Pohon Bodhi akan kembali berdiri kokoh
dengan dasar ketujuh aura murni” Xin Lan menjelaskan dengan menitikkan air
mata.
Xue Ling tersenyum “Xin Lan, tidak usah mengatakannya
seburuk itu. Shen Zun yang kalian kenal itu sudah lama musnah, yang ada
bagaimana denganku ? kau tidak menginginkanku lagi ?” Xue Ling tercengang “Xiao
Xue, saat kau kembali menjadi benih Pohon Bodhi, akupun akan mengikutimu !
sudah kukatakan kau tidak akan bisa menyingkirkanku !”
“Shen Jun, anda mempunyai peranan untuk hal ini !” Shen
Wang berguman, semua kembali melihat Shen Wang “dengan terus mengalirkan aura
dewa ke Pohon Bodhi, Shen Zun bisa saja tersesat. Anda semua harus bersiap
untuknya” “apa ? kau mau aku melawanmu ?” Han Ling menghardik Xue Ling “Han ge,
ini hanya jalan terakhir !” Han Ling menggeleng “tidak…” melepas genggamannya
dan menatap tajam Xue Ling.
Xue Ling hanya tersenyum pasrah “Wei Jiang, tebakanmu
tidak salah… pusat lava itu telah memanggil sisi iblisku… disaat aku
menyetabilkan pusat lava itulah, segala pertanyaanku tentang keanehan pada
diriku terjawab…” “jadi tingkah anda selama di Bei Hai itu adalah untuk mencari
jati diri anda !” Xin Lan berguman dengan senyum sedih “maaf…” Xue Ling
menunduk.
Xin Lan memegang kedua tangan Xue Ling “Shen Zun, kami
percaya pada anda… kami sangat beruntung, bisa menemani anda melalui pencarian
jati diri anda. Shen Zun, kami tidak akan menghalangi anda, akan selalu menjadi
pendukung anda. Disaat anda kehilangan kepercayaan diri anda, kami akan berdiri
disana untuk mengingatkan anda, betapa mulianya seorang Xue Ling Shen Zun. Dewi
pembawa berkah bagi kami semua, bagi Si Hai Ba Huang.” Xue Ling tersenyum,
mengangguk “terima kasih !”
“Shen Zun, sama seperti sebelumnya ! walau aku tidak
menyetujui keputusan anda tapi aku akan tetap mendukung anda. Bei Hai Ren Yu
akan selalu menjadi pondasi anda di Si Hai Ba Huang. Janjiku pada anda tidak
akan pernah berubah. Shen Zun, sebagai teman anda, aku hanya meminta satu hal.
Di saat terakhir, jika ada satu titik balik, aku mohon kembalilah… keberadaan
anda lebih penting dari segalanya. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi kami
menyadarinya. Dibanding Pohon Bodhi ini, kami lebih menginginkan keberadaan
anda. Sama seperti sebelumnya, sekecil apapun kemungkinannya, kumohon
kembalilah !” Wei Jiang berkata dengan wajah tertunduk.
Xue Ling pun menunduk “Wei Jiang, aku tidak memiliki
tempat di Si Hai Ba Huang ini. Aku hanya membuat diriku menjadi sedikit berarti,
bukti keberadaanku di Si Hai Ba Huang” semua terkejut dengan kata-kata Xue
Ling. Han Ling menatap Xue Ling, tanpa bersuara tanpa bergerak. Dalam hatinya,
ada rasa kecewa, ada rasa takut, ada rasa marah, ada rasa sedih, ada rasa iba,
lebih besar rasa putus asa.
Wei Jiang tersenyum mengangkat kepala, menghampiri dan berlutut
di hadapan Xue Ling dan memegang kedua tangannya “Shen Zun, Xue Ling, dengarkan
! saat anda pertama menjelma, anda merasa tidak memiliki tempat. Tapi semenjak
kita saling mengenal, tempatku adalah tempat anda. Di dalam sini, anda memiliki
tempat khusus.” Wei Jiang memegang dadanya sendiri.
“Bukan
hanya aku, bisa kupastikan, di dalam hati semua Bei Hai Ren Yu, tersimpan
tempat khusus untuk anda. Saat anda merasa sendiri, tidak memiliki tempat
kembali, maka kembalilah pada kami. Di Bei Hai Ren Yu, akan selalu tersedia
tempat khusus untuk anda. Xue Ling, keberadaanmu di Si Hai Ba Huang sangat
berarti. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi dimanapun anda berpijak, berkah
anda selalu menyinari. Anda tidak mengenal diri anda, tapi kami mengenali anda.
Anda tidak akan pernah sendiri, aku akan selalu berdiri di sisi anda mendukung
anda.” Wei Jiang tersenyum lembut.