The Power Of Love

The Power Of Love
Mendiamkan Naura



Sesampainya dirumah , Ayah Alex langsung mengajak bunda Shalwa dan sikembar untuk masuk .


Naura langsung menyerahkan Aira pada Azka ketika pintu mobil dibukakan oleh Azka dan ia langsung menyusul Ayah Alex ke dalam rumah .


" Ayah tunggu dulu , Naura mau bicara sebentar " , Ujar Naura mencoba menghentikan langkah Ayah Alex yang ingin masuk kamar .


" Kita bicara besok saja ya kak , Ayah cape " , jawab Ayah Alex dingin , lalu ia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar .


Naura hanya bisa mengangguk dan mematung ditempatnya , rasanya sangat sakit mendapat perlakuan dingin dari Ayah Alex apalagi Ayah Alex biasanya selalu bersikap humoris .


" Bun " , Panggil Naura yang langsung melirik ke arah Bunda Shalwa .


" Bunda harus segera menyusul Ayah kak " , balas bunda Shalwa lalu ia menyusul suaminya ke kamar .


Dan sikembar pun mereka sudah masuk ke kamarnya atas perintah Ayah Alex .


Naura mematung menyaksikan sikap kedua orang tuanya , mulutnya sangat kelu untuk mengatakan sesuatu dan jangan tanya kedua matanya sudah berkaca-kaca .


" Bee " , panggil Naura ketika Azka yang berjalan melewati dirinya .


" Suut ... Aira sudah mulai mengantuk " , timpal Azka yang menggendong Aira dan memang benar Aira sepertinya sudah mengantuk .


Azka meninggalkan Naura begitu saja , dan ia membawa Aira ke dalam kamar .


" Kenapa jadi kaya gini ? , kenapa semua bersikap dingin sama Naura ? , bee juga kenapa ikut-ikutan mendiamkan Naura " Batin Naura penuh tanya seraya terus menatap punggung Azka yang perlahan menjauh .


Iya selama perjalan pulang Azka terus mendiamkan Naura bahkan ketika Naura mengajak bicara pun Azka hanya menjawabnya singkat atau hanya dengan deheman saja .


" Hufhhhh.... " , Naura menghembuskan nafasnya secara kasar lalu ia mengelap cairan bening yang sudah bersiap meleleh .


Dengan langkah gontai Naura mulai melangkahkan kakinya ke kamar dan dengan malas ia menaiki anak tangga .


Ketika sampai dikamarnya , Naura bisa langsung melihat kalau Aira yang sudah tertidur diatas ranjang dan ternyata Aira sudah berganti pakaian dengan setelah baju tidur , sudah pasti Azka yang menggantikan baju Aira .


Naura mendudukkan badannya dipinggir ranjang , dan ia bisa mendengar gemercik air dari arah kamar mandi , ia pun langsung berdiri dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya .


Tak lama Azka membuka pintu kamar mandi dan ternyata ia sudah mengenakan pakaian .


" Ayo Ra sholat isya dulu " , ajak Azka yang melihat Naura hanya mematung seraya memegang baju ganti untuk dirinya .


Iya Naura baru keluar dari ruang ganti dengan membawa baju ganti untuk Azka ditangannya namun sayang ternyata Azka sudah membawa baju gantinya sendiri .


" Eh i iya bee tunggu sebentar " , Jawab Naura sedikit gugup dan ia kembali masuk ke ruang ganti untuk mengambil baju gantinya seraya menyimpan kembali baju ganti Azka .


" Kok bee jadi ikutan marah sama Naura ? , bahkan bee manggil Naura dengan sebutan nama gak kaya biasanya " batin Naura sendu .


Naura dengan cepat mengambil baju gantinya , lalu segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan tak lupa mengambil air wudhu .


Kurang lebih 15 menit Naura menghabiskan waktu dikamar mandi dan ketika membuka pintu kamar mandi ia langsung disuguhkan dengan pemandangan Azka yang tengah melantunkan Ayat suci Al-Qur'an diatas sajadah , tak lupa Azka pun sudah menggelarkan sajadah untuk Naura .


Naura langsung mendekat ke arah Azka dan berbarengan dengan itu Azka menyudahi membaca Ayat suci Al-Qur'an nya , dia ternyata menyadari kedatangan Naura .


Tak lama sholat isya pun dimulai , seperti biasa Azka melantukan ayat demi ayat Al-Qur'an dengan suara merdunya sampai sholat selesai dilaksanakan . Setelah selesai berdoa dan berdzikir Naura mencium punggung tangan Azka dengan takdzim dan dibalas oleh Azka mencium kening Naura , lalu Azka segera berdiri , membereskan alat sholatnya dan langsung naik ke atas tempat tidur tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .


" Bee ? " , panggil Naura pelan takut mengganggu tidur Aira dan Naura yakin kalau Azka belum tidur ia hanya berpura-pura memejamkan matanya .


" Bee , Naura mau bicara " , ujar Naura lagi dengan menaikan sedikit volume suaranya .


Dan benar Azka langsung saja membuka kedua matanya .


" Ada apa Ra ? , udah cepat tidur nanti Aira kebangun lagi " , tanya Azka , lalu ia kembali memejamkan kedua matanya .


Naura hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar , lalu ia mulai naik ke atas ranjang dan membaringkan badannya disamping Aira .


Naura tak bisa memejamkan kedua matanya , ia terus merhatikan wajah Azka dan Aira yang sudah tertidur pulas .


" Bagaimana caranya Naura menjelaskan pada Ayah besok ? " , batin Naura penuh tanya .


" Sepertiny Ayah benar-benar marah dan kecewa pada Naura " , batinnya lagi bermonolog seraya mengubah posisi tidurnya menjadi telentang , kedua matanya melihat langit-langit kamar yang dihiasi cahaya lampu tidur .


Cukup lama Naura bergelut dengan pikirannya , memekirkan cara bagaimana menjelaskan pada semua orang terutama Ayah Alex , belum lagi Azka yang juga ikutan marah padahal ia sudah tahu lebih awal , entah apa yang membuat Azka marah .


Sebenarnya Naura juga tak ingin membohongi semua orang terutama keluarga dan para sahabatnya namun Naura lebih senang kemampuannya tak ada yang mengetahui maka dari itu ia merintis membangun Caffe secara diam-diam , Naura lebih senang dikenal seperti orang biasa apalagi umur Naura masih kanak-kanak .


Tak tahu pukul berapa Naura tertidur , yang jelas ketika ia membuka kedua matanya ketika Naura mendengar suara kumandang adzan subuh .


*****


Suasana dimeja makan pagi ini sama halnya seperti acara makan malam tadi , semua lebih banyak diam bahkan tak ada ucupan selamat pagi atau saling sapa , dan pagi ini ada yang berbeda dengan Ayah Alex , ia tidak mengenakan baju setelan kerja , lebih tepatnya ia mengenakan baju ala rumahan dengan memakai kaos oblong dan celana dibawah lutut .


Semua sudah menyelesaikan acara sarapannya , dan Naura pun dengan ragu-ragu mencoba angkat suara .


" Ayah hari ini tidak berangkat kerja ? " , tanya Naura seraya tersenyum .


" Hari ini Ayah mau istirahat dirumah " , jawab Ayah Alex dingin .


" Ayah sakit atau ada sesuatu yang arah rasakan ? " , tanya Naura khawatir .


" Hanya kecewa yang Ayah rasakan saat ini " , jawab Ayah Alex dengan menghela nafas .


" Ayah maafkan Naura , Naura sama sekali tidak bermaksud membuat Ayah kecewa " , Ujar Naura seraya menunduk .


Ayah Alex tidak menanggapi perkataan Naura , ia langsung berdiri dan masuk ke dalam kamarnya .


" Bunda , maafin Naura " , ujar Naura seraya menitikan air mata .


Namun sama hal nya bunda Shalwa tidak menanggapi perkataan Naura , ia langsung membawa piring kotor ke dapur , sedangkan Azka ia langsung membawa Aira dan mengajak sikembar ke halaman belakang .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .