
Han Ling menatap Xue Ling dengan senyum lembut dari
bawah. Terdengar nyanyian merdu dari seluruh lumba-lumba. Kejutan tidak
berhenti sampai disana, nyanyian kedua jenis kawanan Lumba-Lumba itu ternyata
menjadi sinyal untuk memanggil Lumba-Lumba lainnya. Segera di lautan terlihat
ribuan Lumba-Lumba yang berdatangan dan berenang dengan cepat kearah mereka.
Semua dewa dewi menyingkir, memberi jalan bagi ribuan
lumba-lumba. Xue Ling digiring Lumba-Lumba Ungu ke tengah lautan, diikuti oleh
kedua jenis kawanan Lumba-Lumba. Han Ling dan keempat lainnya juga di giring ke
lautan oleh para Lumba-Lumba Merah dan Biru.
Xue Ling yang awalnya terkejut, tubuhnya terangkat tanpa
kendali karena menurunnya kewaspadaannya langsung tersadar. Tertawa melihat
Lumba-Lumba Ungu yang mengitarinya “hihihi… apa yang kau lakukan ? tubuhku
sudah kedinginan sebelumnya, sekarang kau membuatku tertepa angin lagi !”
memprotes Lumba-Lumba Ungu di hadapannya.
Lumba-Lumba Ungu mengeluarkan suara-suara merdu,
terbentuk gelembung-gelembung yang berkumpul membungkus tubuh Xue Ling, menjadi
sebuah gelembung raksasa. Xue Ling merasakan kehangatan di dalam gelembung
raksasa, mengerahkan sihir sederhana, mengeringkan pakaiannya sendiri.
Lumba-Lumba Ungu berhenti di hadapan Xue Ling, menundukkan kepalanya
berkali-kali. Xue Ling tersenyum lembut, mengulurkan tangan, membelai kepala
Lumba-Lumba Ungu “terima kasih !”
Lumba-Lumba Ungu mengeluarkan suara-suara lembut, menyuarakan
kebahagiaannya. Siripnya menyentuh tangan Xue Ling, mengarahkannya untuk mengikuti
ke lautan “haih… baiklah… baiklah… ayo…” Lumba-Lumba Ungu yang mendapat
persetujuan Xue Ling, menjadi sangat bersemangat, mengelilingi Xue Ling dan
mendorong gelembung raksasa ke tengah lautan.
“wow… begitu banyak yang berdatangan… hmm… siapa dia ?
bisa membuat lumba-lumba begitu menghormatinya !” “hmm… aku tidak tahu siapa
dia, tapi yang jelas pemuda itu adalah dewa besar suatu saat nanti… bisa
mendapat kesetiaan dari semua lumba-lumba ini, bukanlah dewa biasa” “hmm…
mereka adalah pemuda-pemuda berbakat… tadi saja sudah mendapat hormat dari
Lumba-Lumba Ungu. Tidak menyangka, Lumba-Lumba Ungu memilih salah satu dari
mereka!” “tapi yang terpilih adalah pemuda termuda di antara mereka… sepertinya
pemuda ini yang paling cemerlang dan memiliki masa depan yang cerah…”
pembicaraan di antara dewa dewi.
“wah meimei, dari tadi kau terus tersenyum melihat pemuda
itu… bahkan pada erge pun, kau tidak pernah tersenyum secerah itu…” Pangeran
Kedua menggoda Sang Putri Arogan. Sang Putri Arogan merengek “er ge…” “hahaha…
gadis sudah besar… hmm… sepertinya setelah ini Fu Wang perlu mendekati pemuda
itu untuk Putri yang berubah menjadi pemalu ini hahaha…” Xi Hai Shui Jun ikut
menggoda putrinya.
“hmm meimei, sepertinya kali ini kau harus kecewa…”
Pangeran Pertama berguman, langsung mendapat sorotan dari saudara dan ayahnya “ge,
apa maksudnya ? kau tidak menyukai pemuda itu ?” Pangeran Kedua bertanya.
Pangeran Pertama menggeleng “jadi apa salahnya meimei menyukai pemuda itu ?”
Pangeran Kedua semakin tidak mengerti.
Pangeran Pertama memberi kode “lihatlah wajahnya…” semua
mengalihkan pandangan ke Xue Ling “sangat tampan…” Sang Putri Arogan berguman,
terpesona pada wajah Xue Ling. Pangeran Pertama yang mendengar cekikikan
“hihihi Heng er, beliau memang sangat tampan…” “jadi apa masalahnya ge ?”
Pangeran Kedua kembali bertanya. Pangeran Pertama tersenyum penuh arti pada
ketiganya “terlalu tampan untuk seorang pemuda…” ketiganya terbelalak, berbalik
mengamati Xue Ling.
“a… apa… Da Ge… mak… maksudmu… dia… dia seorang wanita ?”
Sang Putri Arogan tercengang hingga sulit berkata-kata. Pangeran Pertama
memainkan wajahnya, tidak menjawab pertanyaan Sang Putri Arogan. Sang Putri
Arogan yang tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya, berbalik kembali melihat
Xue Ling, mengamati wajahnya dengan seksama “hmm… kenapa aku merasa pernah
Ketiga pria berbalik melihat Sang Putri yang sedang
mengingat-ingat pertemuannya bersama Xue Ling, tapi tidak bisa menyamakan sang
pemuda Xue Ling dengan gadis ingusan yang menghukumnya. Sang Putri Arogan yang
tidak dapat mengingat, hanya bisa menggelengkan kepala kepada ketiga pria di
hadapannya. Semuanya kembali fokus melihat yang terjadi pada Xue Ling bersama
ribuan Lumba-Lumba.
Ribuan Lumba-Lumba berenang berkelompok membuat tarian
yang harmoni dengan suara yang membentuk nada lembut menjadi nyanyian yang
terdengar nyaman di telinga setiap yang mendengarnya. Lumba-Lumba Ungu dan
kedua jenis kawanan Lumba-Lumba, berenang mengelilingi Xue Ling. Perlahan gelembung-gelembung
bercahaya naik dari lautan, membentuk sebuah mahkota dengan inti sebuah berlian
ungu di tengahnya.
Setelah mahkota terbentuk sempurna, perlahan terpasang ke
kepala Xue Ling “Zhu Ren, terimalah hormat Zi Zuan… Zi Zuan bersumpah setia
pada Zhu Ren…” terdengar suara halus yang lembut dari Lumba-Lumba Ungu berhenti
di hadapan Xue Ling dan menundukkan kepalanya, tanda memberi hormat diikuti
kedua jenis kawanan Lumba-Lumba. Xue Ling tersenyum, mengambil mahkotanya “Zi
Zuan kan ! baru saja bersatu sudah begitu nakal…” “Zhu Ren…” Lumba-Lumba
menunduk, mengeluarkan nada sedih. Xue Ling tersenyum usil “apakah kalau yang
mulia tidak menerima hormatmu, kau akan menenggelamkan Xi Hai ?”
Lumba-Lumba Ungu mengangkat kepalanya sesaat, dengan mata
berkaca-kaca menunduk kembali “Zhu Ren…” Xue Ling cekikikan “hihihi sudahlah…
melihat dari segala usaha yang kau lakukan untuk memukau yang mulia… yang mulia
menerima hormatmu…” Lumba-Lumba Ungu segera mengangkat kepala, bersalto-salto
ria menampakkan kebahagiaannya diikuti lainnya, membuat Xue Ling tertawa.
Xue Ling tertawa “tapi…” melihat-lihat mahkota di
tangannya “mahkota ini terlalu besar… tidak leluasa membawanya…” dengan mimik
wajah yang tidak senang. Dari mulut Lumba-Lumba Ungu keluar cahaya mengenai
mahkota dan merubahnya menjadi sebuah kalung dengan liontin berlian. Cahaya
memasukkan kalung liontin berlian ke leher Xue Ling. Xue Ling melihat kalung
liontin barunya “hmm… tidak buruk !” tersenyum manis pada Lumba-Lumba Ungu.
Lumba-Lumba Ungu, berubah menjadi seorang gadis kecil
yang manis, berlutut memberi hormat pada Xue Ling “Zi Zuan menghadap Zhu Ren…”
Xue Ling mengamati gadis kecil di hadapannya “berdirilah…” “terima kasih Zhu
Ren…” Zi Zuan tersenyum ceria pada Xue Ling. Xue Ling membelai kepala Zi Zuan
“Zi Zuan, yang mulia menerima hormatmu tapi kau tidak perlu selalu berada di
sisi yang mulia.” Zi Zuan langsung berkaca-kaca melihat Xue Ling “Zhu Ren tidak
menyukaiku ?”
Xue Ling tertawa “gadis kecil, belajar nakal dari mana ?
apa kau fikir dengan air mata bisa memaksa yang mulia ?” Zi Zuan menunduk
dengan wajah sedih “gadis bodoh… yang mulia menyukaimu… jika tidak menyukaimu,
apa yang mulia akan menerimamu ?” Zi Zuan mengangkat kepala kembali menatap Xue
Ling dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Xue Ling tersenyum, memegang pundak kecil Zi Zuan “Zi
Zuan, kau baru saja menyatu, tidak bisa menjelma dalam jangka waktu lama. Kau
masih harus menempa diri dan ketahananmu bersama kawananmu. Zi Zuan, yang mulia
memiliki ini, kita bisa bertemu kapan saja. Yang mulia tidak akan mengekang
kebebasanmu, kau bebas melakukan apapun dalam batasanmu sendiri. Apa kau
mengerti !” “Zi Zuan mendengarkan ajaran Zhu Ren…” Zi Zuan kembali memberi
hormat dengan senyum lembut.
“Zhu Ren…” beberapa lumba-lumba lain mendekati mereka.
Xue Ling menyipitkan matanya melihat lumba-lumba yang baru saja memanggilnya
‘Zhu Ren’ “yang mulia menerima Zi Zuan, bukan berarti menerima kalian…” dengan
nada mencibir “Zhu Ren… Zi Zuan adalah pemimpin baru kami… anda menerimanya,
berarti menerima kami semua…” ucap salah satu lumba-lumba “cih kalian bermimpi
saja…” Xue Ling mencibir “Zhu Ren…” lumba-lumba serentak berteriak, mengagetkan
semua dewa dewi disana “ih berisik sekali…” Xue Ling protes.