The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 52 - Meyakinkan



            “lihatlah mereka… mereka berkumpul disini juga karena


anda ! anda memiliki arti bagi kami semua disini ! anda tidak akan pernah


sendiri, kami semua ada bersama anda. Kapanpun, dimanapun, apapun itu, kami


akan selalu berdiri di sisi anda. Xue Ling, bagi kita yang terlahir dari aura,


memang memiliki tanggung jawab lebih. Sama seperti anda yang menyatukan ketujuh


permata itu. Kitapun sebenarnya adalah 1 kristal yang sekarang terbagi dalam


beberapa raga. Andalah yang menyatukan kami semua. Jika ketujuh permata akan


menopang Pohon Bodhi, maka kami semua akan menopang anda.” Wei Jiang terus


berbicara, mengamati reaksi Xue Ling.


            Xue Ling tersenyum “Wei Jiang, terima kasih !” memegang


tangan Wei Jiang diatas pegelangan tangannya. Wei Jiang terkejut, kemudian


tersenyum sendu “aku akan membantu anda mencari dua permata lainnya ! kita akan


menghadapi semua bersama-sama !” Xue Ling tersenyum mengangguk. Wei Jiang


berdiri “Shen Jun, tolong jaga Shen Zun, kami permisi !” membawa Xin Lan pergi.


            Han Ling masih terdiam “Xue Ling, benar kata Wei Jiang,


kau memiliki arti khusus di hati kami semua. Kau tidak menyadarinya, tapi kami


menyadarinya ! ayo, kita kembali ! saatnya kau beristirahat !” Cheng Mei


menarik dan memapah Xue Ling kembali ke Xue Zuan Shi Gong. Cheng Mei membaringkan


dan menunggu Xue Ling tidur.


            Cheng Mei menghampiri Han Ling “Shen Jun, jangan terkejut


dengan yang anda dengar hari ini. Diantara kami semua, Xue Ling lah yang


berjuang paling keras. Dikarenakan asal usulnya, dulu beliau tidak dianggap


bahkan oleh Tian Zun Tian Hou terdahulu. Xue Ling berjuang sendiri hingga


diakui lainnya. Disaat tidak memiliki pilihan, Tian Zun terdahulu secara


sepihak langsung mengangkatnya menjadi Shen Zun dan memberinya tanggung jawab


berat. Bukanlah hal yang mengejutkan Xue Ling merasa kebingungan dengan jati


dirinya. Di saat yang berdekatan menerima tanggung jawab berat, dia juga


mengetahui bahwa dirinya setengah dewa setengah iblis. Jika hal itu terjadi


pada anda, apa yang akan anda lakukan ?” Cheng Mei berusaha membela Xue Ling.


            Melihat tidak ada reaksi Han Ling, Cheng Mei menghela


nafas “Han Ling Shen Jun, jika anda tidak dapat menerima Xue Ling yang seperti


ini, anda bisa mundur saat ini. Aku hanya minta jangan menyusahkan Xue Ling,


hidupnya sudah cukup susah” Han Ling mengangkat kepala, menatap tajam Cheng Mei


“aku tidak akan meninggalkan Xiao Xue ! aku tidak peduli apapun yang


dikatakannya atau ingin dilakukannya, aku akan selalu bersamanya ! dia tidak


akan dapat menyingkirkanku !” berjalan masuk ke kamar.


            Shui Ling menghampiri Cheng Mei “ada apa dengan jiefu ?”


bingung dengan kemarahan Han Ling. “dia marah karena jiejie menunjukkan sikap


akan meninggalkannya !” Huo Ling menjawab sambil menunduk “Huo ge, aku tidak


akan meninggalkanmu… walau harus mati, kita mati bersama…” Ling Siang memeluk


Huo Ling yang tertunduk “Siang er, aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku


selangkahpun” Huo Ling membalas pelukan Ling Siang “Siang er, aku akan


mengambil tanggung jawab itu. Jika jiejie berubah, akulah yang akan


membebaskannya !” menitikkan air mata.


            “ge, kita akan bersama… aku tidak akan membiarkan apapun


merusak usaha jiejie” Shui Ling bertekad. Cheng Mei mengelus punggung Shui Ling


“sudah, tidak apa. Setidaknya sekarang kita tahu misi Xue Ling. Huo Ling,


masalah Xue Ling tidak terburu-buru, tapi jangan lengah. Kau masih memiliki


masalah lainnya, jangan biarkan emosimu mempengaruhimu” menasehati Huo Ling.


Huo


Ling nyengir “Cheng Mei, anda juga terlalu memandang rendah diriku kan !


bagaimanapun aku sekarang adalah Tian Zun, hanya Lan Hua Gu, bukanlah hal sulit


untukku !” Ling Siang memukul tangan suaminya “Huo ge, walaupun kau cemas


masalah jiejie, masalah itu juga harus diselesaikan dengan baik. Tergesa-gesa


! apa jadinya jika Xue Ling jie melihatmu yang asal-asalan menyelesaikan


masalah !” memperingati Huo Ling yang langsung cemberut “sudah tahu salah Fu


Ren…”.


Shui


Ling dan Cheng Mei cekikikan “untung saja ada sau-sau disisimu ! sifat


tergesa-gesamu itu sudah saatnya dihilangkan !” Shui Ling mengingatkan. Ling


Siang menghela nafas “haih dia ini, segalanya baik… tapi begitu menyangkut


jiejie seperti cacing kepanasan. Lihatlah, belum apa-apa dia sudah seperti anak


ayam kehilangan induknya” melirik sinis ke Huo Ling, sementara Shui Ling dan


Cheng Mei tertawa mendengar gerutuan Ling Siang.


Han


Ling terduduk di tepi ranjang, melihat wajah tidur Xue Ling “sangat ingin


memukulmu !” mengetatkan rahang dengan tangan gemetar membelai wajah Xue Ling


“kenapa kau begitu nakal ? jika bukan karena kau sedang luka dalam, ingin


sekali menghukummu !” menghela nafas. Han Ling berbaring di samping Xue Ling


“Shen Zun, kau terlalu meremehkanku ! yang mulia bukan pengecut, yang akan lari


saat masalah datang menerpa. Dengan beberapa kata gertakan, ingin menyingkirkan


yang mulia, anda tidak akan pernah berhasil.”


Han


Ling menarik Xue Ling ke pelukannya “Xiao Xue, aku sudah mengatakan ‘kita


sehidup semati’. Xiao Xue, kau ingin aku mencegahmu merusak hal yang kau


perjuangkan, aku akan melakukannya. Setelahnya aku akan menemanimu.” “Han ge…”


Han Ling menutup mulut Xue Ling menggunakan tangannya “Xiao Xue, sejak kau


masuk dalam sini, kau sudah tidak bisa keluar” mengambil salah satu tangan Xue


Ling dan menaruhnya di dadanya.


“Xiao


Xue, sebelumnya, tidak mengetahui misimu, aku merasa gelisah setiap saat.


Setelah mengetahui misimu, hatiku lebih lega. Aku sudah tahu apa yang kau


perjuangkan, aku akan selalu mendukungmu. Kita adalah suami istri, akan melalui


segala suka duka bersama. Permintaanmu itu akan kukabulkan” Han Ling mengangkat


wajah Xue Ling, saling menatap, sebuah kecupan turun ke bibir Xue Ling.


“Xiao


Xue, aku juga hidup sendiri sebelumnya. Setelah bersamamu, aku merasa menemukan


rumahku sendiri. Xiao Xue, aku mencintaimu, menerima apapun asal itu adalah


dirimu. Xiao Xue, dimanapun kau berada, itu adalah rumahku. Jadi Xiao Xue,


apakah aku bisa menjadi rumahmu ?” Han Ling menatap Xue Ling dengan lembut.


“Xiao


Xue, rumahku adalah rumahmu. Sebelumnya kita tidak mempunyai tempat yang di


sebut rumah. Mulai dari saat ini, kita akan membangun satu rumah milik kita


sendiri, bagaimana ? akan ada kau, aku dan anak-anak kita” “anak ?” Xue Ling


bertanya. Han Ling mengangguk, menyentuh perut rata Xue Ling “weifu akan


berusaha, menghadirkan banyak Xue Ling dan Han Ling kecil disini. Selanjutnya,


kami semua akan menemani, terus mengoceh dan membuat permintaan padamu. Kami


akan membuatmu melupakan semua kesedihanmu, hanya ada kebahagiaan” Han Ling


tersenyum sambil menerawang.


Xue


Ling tersenyum “Han ge, aku mencintaimu ! terkadang aku merasa sudah


mendapatkanmu, terkadang terasa semua ini tidak nyata !” Han Ling mendengar


kata-kata Xue Ling, tersenyum sedih “Xiao Xue, kau masih tidak melupakan


perbuatanku sebelumnya padamu ! Xiao Xue, dengarlah ! kau sudah mendapatkanku,


ini nyata ! Xiao Xue, saat kau menjadi Rou Rou pun, aku tidak pernah melepasmu.


Sebelumnya, aku sudah berencana mengaku padamu setelah menyelesaikan Ro Tan Mo.


Aku tersiksa berjauhan denganmu, tapi demi kebaikanmu, aku harus melakukannya”.