
“lihatlah mereka… mereka berkumpul disini juga karena
anda ! anda memiliki arti bagi kami semua disini ! anda tidak akan pernah
sendiri, kami semua ada bersama anda. Kapanpun, dimanapun, apapun itu, kami
akan selalu berdiri di sisi anda. Xue Ling, bagi kita yang terlahir dari aura,
memang memiliki tanggung jawab lebih. Sama seperti anda yang menyatukan ketujuh
permata itu. Kitapun sebenarnya adalah 1 kristal yang sekarang terbagi dalam
beberapa raga. Andalah yang menyatukan kami semua. Jika ketujuh permata akan
menopang Pohon Bodhi, maka kami semua akan menopang anda.” Wei Jiang terus
berbicara, mengamati reaksi Xue Ling.
Xue Ling tersenyum “Wei Jiang, terima kasih !” memegang
tangan Wei Jiang diatas pegelangan tangannya. Wei Jiang terkejut, kemudian
tersenyum sendu “aku akan membantu anda mencari dua permata lainnya ! kita akan
menghadapi semua bersama-sama !” Xue Ling tersenyum mengangguk. Wei Jiang
berdiri “Shen Jun, tolong jaga Shen Zun, kami permisi !” membawa Xin Lan pergi.
Han Ling masih terdiam “Xue Ling, benar kata Wei Jiang,
kau memiliki arti khusus di hati kami semua. Kau tidak menyadarinya, tapi kami
menyadarinya ! ayo, kita kembali ! saatnya kau beristirahat !” Cheng Mei
menarik dan memapah Xue Ling kembali ke Xue Zuan Shi Gong. Cheng Mei membaringkan
dan menunggu Xue Ling tidur.
Cheng Mei menghampiri Han Ling “Shen Jun, jangan terkejut
dengan yang anda dengar hari ini. Diantara kami semua, Xue Ling lah yang
berjuang paling keras. Dikarenakan asal usulnya, dulu beliau tidak dianggap
bahkan oleh Tian Zun Tian Hou terdahulu. Xue Ling berjuang sendiri hingga
diakui lainnya. Disaat tidak memiliki pilihan, Tian Zun terdahulu secara
sepihak langsung mengangkatnya menjadi Shen Zun dan memberinya tanggung jawab
berat. Bukanlah hal yang mengejutkan Xue Ling merasa kebingungan dengan jati
dirinya. Di saat yang berdekatan menerima tanggung jawab berat, dia juga
mengetahui bahwa dirinya setengah dewa setengah iblis. Jika hal itu terjadi
pada anda, apa yang akan anda lakukan ?” Cheng Mei berusaha membela Xue Ling.
Melihat tidak ada reaksi Han Ling, Cheng Mei menghela
nafas “Han Ling Shen Jun, jika anda tidak dapat menerima Xue Ling yang seperti
ini, anda bisa mundur saat ini. Aku hanya minta jangan menyusahkan Xue Ling,
hidupnya sudah cukup susah” Han Ling mengangkat kepala, menatap tajam Cheng Mei
“aku tidak akan meninggalkan Xiao Xue ! aku tidak peduli apapun yang
dikatakannya atau ingin dilakukannya, aku akan selalu bersamanya ! dia tidak
akan dapat menyingkirkanku !” berjalan masuk ke kamar.
Shui Ling menghampiri Cheng Mei “ada apa dengan jiefu ?”
bingung dengan kemarahan Han Ling. “dia marah karena jiejie menunjukkan sikap
akan meninggalkannya !” Huo Ling menjawab sambil menunduk “Huo ge, aku tidak
akan meninggalkanmu… walau harus mati, kita mati bersama…” Ling Siang memeluk
Huo Ling yang tertunduk “Siang er, aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku
selangkahpun” Huo Ling membalas pelukan Ling Siang “Siang er, aku akan
mengambil tanggung jawab itu. Jika jiejie berubah, akulah yang akan
membebaskannya !” menitikkan air mata.
“ge, kita akan bersama… aku tidak akan membiarkan apapun
merusak usaha jiejie” Shui Ling bertekad. Cheng Mei mengelus punggung Shui Ling
“sudah, tidak apa. Setidaknya sekarang kita tahu misi Xue Ling. Huo Ling,
masalah Xue Ling tidak terburu-buru, tapi jangan lengah. Kau masih memiliki
masalah lainnya, jangan biarkan emosimu mempengaruhimu” menasehati Huo Ling.
Huo
Ling nyengir “Cheng Mei, anda juga terlalu memandang rendah diriku kan !
bagaimanapun aku sekarang adalah Tian Zun, hanya Lan Hua Gu, bukanlah hal sulit
untukku !” Ling Siang memukul tangan suaminya “Huo ge, walaupun kau cemas
masalah jiejie, masalah itu juga harus diselesaikan dengan baik. Tergesa-gesa
! apa jadinya jika Xue Ling jie melihatmu yang asal-asalan menyelesaikan
masalah !” memperingati Huo Ling yang langsung cemberut “sudah tahu salah Fu
Ren…”.
Shui
Ling dan Cheng Mei cekikikan “untung saja ada sau-sau disisimu ! sifat
tergesa-gesamu itu sudah saatnya dihilangkan !” Shui Ling mengingatkan. Ling
Siang menghela nafas “haih dia ini, segalanya baik… tapi begitu menyangkut
jiejie seperti cacing kepanasan. Lihatlah, belum apa-apa dia sudah seperti anak
ayam kehilangan induknya” melirik sinis ke Huo Ling, sementara Shui Ling dan
Cheng Mei tertawa mendengar gerutuan Ling Siang.
Han
Ling terduduk di tepi ranjang, melihat wajah tidur Xue Ling “sangat ingin
memukulmu !” mengetatkan rahang dengan tangan gemetar membelai wajah Xue Ling
“kenapa kau begitu nakal ? jika bukan karena kau sedang luka dalam, ingin
sekali menghukummu !” menghela nafas. Han Ling berbaring di samping Xue Ling
“Shen Zun, kau terlalu meremehkanku ! yang mulia bukan pengecut, yang akan lari
saat masalah datang menerpa. Dengan beberapa kata gertakan, ingin menyingkirkan
yang mulia, anda tidak akan pernah berhasil.”
Han
Ling menarik Xue Ling ke pelukannya “Xiao Xue, aku sudah mengatakan ‘kita
sehidup semati’. Xiao Xue, kau ingin aku mencegahmu merusak hal yang kau
perjuangkan, aku akan melakukannya. Setelahnya aku akan menemanimu.” “Han ge…”
Han Ling menutup mulut Xue Ling menggunakan tangannya “Xiao Xue, sejak kau
masuk dalam sini, kau sudah tidak bisa keluar” mengambil salah satu tangan Xue
Ling dan menaruhnya di dadanya.
“Xiao
Xue, sebelumnya, tidak mengetahui misimu, aku merasa gelisah setiap saat.
Setelah mengetahui misimu, hatiku lebih lega. Aku sudah tahu apa yang kau
perjuangkan, aku akan selalu mendukungmu. Kita adalah suami istri, akan melalui
segala suka duka bersama. Permintaanmu itu akan kukabulkan” Han Ling mengangkat
wajah Xue Ling, saling menatap, sebuah kecupan turun ke bibir Xue Ling.
“Xiao
Xue, aku juga hidup sendiri sebelumnya. Setelah bersamamu, aku merasa menemukan
rumahku sendiri. Xiao Xue, aku mencintaimu, menerima apapun asal itu adalah
dirimu. Xiao Xue, dimanapun kau berada, itu adalah rumahku. Jadi Xiao Xue,
apakah aku bisa menjadi rumahmu ?” Han Ling menatap Xue Ling dengan lembut.
“Xiao
Xue, rumahku adalah rumahmu. Sebelumnya kita tidak mempunyai tempat yang di
sebut rumah. Mulai dari saat ini, kita akan membangun satu rumah milik kita
sendiri, bagaimana ? akan ada kau, aku dan anak-anak kita” “anak ?” Xue Ling
bertanya. Han Ling mengangguk, menyentuh perut rata Xue Ling “weifu akan
berusaha, menghadirkan banyak Xue Ling dan Han Ling kecil disini. Selanjutnya,
kami semua akan menemani, terus mengoceh dan membuat permintaan padamu. Kami
akan membuatmu melupakan semua kesedihanmu, hanya ada kebahagiaan” Han Ling
tersenyum sambil menerawang.
Xue
Ling tersenyum “Han ge, aku mencintaimu ! terkadang aku merasa sudah
mendapatkanmu, terkadang terasa semua ini tidak nyata !” Han Ling mendengar
kata-kata Xue Ling, tersenyum sedih “Xiao Xue, kau masih tidak melupakan
perbuatanku sebelumnya padamu ! Xiao Xue, dengarlah ! kau sudah mendapatkanku,
ini nyata ! Xiao Xue, saat kau menjadi Rou Rou pun, aku tidak pernah melepasmu.
Sebelumnya, aku sudah berencana mengaku padamu setelah menyelesaikan Ro Tan Mo.
Aku tersiksa berjauhan denganmu, tapi demi kebaikanmu, aku harus melakukannya”.