The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 87 - Awal Perubahan



“Er ge…


cinta pertamaku… hiks…” Sang Putri Arogan menangis kecil. Ketiga pria itu


mengerutkan kening, kemudian tertawa “hahaha… Heng er, mana bisa perasaan


sesaatmu itu disebut cinta ? kau bahkan tidak mengenalnya, hanya sekilas


melihat wajahnya…” Pangeran Kedua mengejek “dari mata turun ke hati, apa er ge


tidak pernah mendengarnya ?” Sang Putri Arogan diejek oleh kakaknya “sudah…


sudah… jangan bertengkar lagi…” Xi Hai Shui Jun memperingati.


“Heng


er, walau tidak bisa mencintainya sebagai pasangan, tapi kalau kau dapat


mengenal dan mendapat pengajarannya, itu sudah merupakan keberuntungan buatmu”


Pangeran Pertama berguman. Wajah Sang Putri Arogan masih saja cemberut “Heng


er… Shen Zun memiliki hati termurni… jika tidak, tidak mungkin seluruh


lumba-lumba itu masih bergitu menghormati dan mengaguminya setelah sekian lama…


kau harus belajar banyak darinya…” Pangeran Pertama menasehati Sang Putri


Arogan.


“Heng


er, apa saja yang pernah dialami Shen Zun selama ini, kita juga sedikit


mendengarnya. Beliau tidak pernah terkungkung dalam kesedihan maupun


kebahagiaan, hingga saat ini masih tetap mempertahankan hatinya, hingga layak


mendapat kesetiaan lumba-lumba…” Pangeran Pertama menatap Sang Putri Arogan


dengan senyum lembut. Sang Putri Arogan berusaha memahami kata-kata Pangeran


Pertama, berbalik melihat Xue Ling yang sedang bersenang-senang di lautan.


“wah


Xue, kau dulu bersenang-senang seperti ini juga tidak mengajakku…” Cheng Mei


protes pada Xue Ling “hahaha… Cheng, saat itu kau dimana ? kau masih gadis


kecil pendiam yang menyeramkan hahaha…” Xue Ling mengejek Cheng Mei. “Xiao Xua,


sudah cukup… jangan sampai sakit !” Han Ling merangkul Xue Ling. “Apa mau


kembali kesana ?” Wei Jiang memberi kode ke tepi pantai. Xue Ling menatap ngeri


sendiri “iuh… lihat pandangan mereka, seperti ingin memakanmu saja iuh…


selesaikan mereka, bukankah mau berlomba ?” Xue Ling memainkan alisnya ke arah


Wei Jiang.


Wei


Jiang mengerutkan kening “kau tidak istirahat ?” Xue Ling memiringkan bibirnya


“kau lihat disana !” menunjuk tepi pantai “apa menurutmu, aku bisa beristirahat


jika kesana saat ini ? lagipula kita bisa beristirahat setelah selesai


berlomba… bisa menghindari mereka dan bisa beristirahat, bukankah hal yang


baik” menatap Wei Jiang dengan serius “hmm… benar juga… saat ini kesana, mereka


akan menyantap kita hidup-hidup…” Shui Ling berguman, mendapat anggukan


persetujuan Xue Ling.


Han


Ling menghela nafas “baiklah, jangan memaksakan diri !” menatap dalam Xue Ling.


Xue Ling mengangguk “Zi Zuan, pimpin mereka kembali… selesaikan para penontonmu


terlebih dahulu…” Lumba-Lumba Ungu berubah kembali menjadi Zi Zuan “baik Zhu


Ren… Zhu Ren, berhati-hatilah… Zi Zuan menunggu panggilan anda kapan saja !”


Xue Ling membelai kepala Zi Zuan dan mengangguk “kau harus belajar dengan baik


!” Zi Zuan tersenyum manis “mendengar ajaran Zhu Ren…” “baik, semua terima


kasih… sampai jumpa…” Xue Ling melambai-lambaikan tangannya kearah kumpulan


lumba-lumba yang menghormat padanya.


Zi


Zuan ke tepi pantai “Xi Hai Shui Jun, Zhu Ren akan melanjutkan perjalanannya,


anda sekalian tidak perlu menunggu disini. Hari ini sampai disini, terima kasih


atas kedatangan kalian. Putri ketiga, jangan terus menyalahkan yang lain… bisa


terlena dengan kasih sayang, tapi jangan melupakan diri anda sendiri…” Zi Zuan


memberi hormat pada Sang Putri Arogan dan Pangeran Pertama, berubah kembali


menjadi Lumba-Lumba Ungu dan berenang menghampiri kawanannya yang masih setia


menunggunya.


            Xue Ling merenggangkan otot-ototnya “huh… apa kalian


sudah siap ?” “Jie, kita akan kemana ?” Shui Ling bertanya, Xue Ling menunjuk


lautan “tembus sampai dasar !” Wei Jiang berkata dengan sombong “bersiaplah


menyerahkan hartamu ikan tua hahaha…” Xue Ling menertawai Wei Jiang. Han Ling


tersenyum menggeleng “jangan dipaksakan ! setelah ini, kau harus beristirahat


dengan baik !” Xue Ling menyatukan kedua jarinya “siap Han Ling Shen Jun,


“aku mencintaimu !” “aku juga mencintaimu Han ge…” mereka menyatakan perasaan


sebelum mengambil tempat sendiri-sendiri.


Xue


Ling melambaikan tangan pada semua lumba-lumba dan Zi Zuan yang melambaikan


sirip mereka sebagai balasan. Sesaat kemudian, Xue Ling bersama kelima lainnya,


melayang tinggi dan langsung menukik, terjun bebas, masuk ke dalam lautan. Xi


Hai Shui Jun dan lainnya kecewa mendengar kata-kata Zi Zuan, tapi tidak dapat


berbuat apapun. Setelah tidak dapat melihat keberadaan keenam pemuda, Xi Hai


Shui Jun bersama lainnya, kembali ke Xi Hai Gong, melanjutkan perayaan.


Xue


Ling meluncur dengan cepat, menembus lautan. Setiap dari mereka memiliki cahaya


sendiri. Jika dilihat oleh mata lainnya, hanya menemukan enam cahaya bak peluru


rudal, yang dengan cepat meluncur terus turun, menembus setiap pertahanan dalam


lautan tanpa merusaknya. Keenam cahaya bersaing dalam kecepatan, tidak ada yang


mau melambat ataupun mengalah satu dengan yang lainnya.


Di Xi


Hai Gong, semua pembicaraan adalah mengenai kejadian yang mereka lihat


sebelumnya di lautan. Semua sangat ingin bertemu dengan para Zun Wang,


menyesali karena tidak dapat mengenali keenamnya sebelumnya. “Fu Wang, apa


mungkin Shen Zun kemari untuk memantau kinerja kita ?” Pangeran Kedua bertanya,


Xi Hai Shui Jun mengangguk “coba diingat-ingat, apa kita ada melakukan


kesalahan beberapa saat ini ?”


Setelah


berfikir sejenak, semua melihat kearah Sang Putri Arogan “ke… kenapa kalian


semua melihatku seperti itu ?” bergidik dengan pandangan ayah dan kedua


kakaknya “Shen Zun tidak akan mempermasalahkan masalah kecil kan ?” Pangeran


Kedua kembali bertanya, membuat keempatnya berfikir “haih Heng er, kau sudah


harus merubah sifatmu itu !” Xi Hai Shui Jun memperingati dengan tegas “aku


sudah tahu salah Fu Wang…” Sang Putri Arogan menunduk dengan cemberut.


“harusnya


Zun Wang tidak mempermasalahkannya… jika tidak, mereka juga tidak akan langsung


pergi setelah ketahuan…” Pangeran Pertama berguman “haih… Fu Wang masih


berharap mereka akan kembali…” Xi Hai Shui Jun berguman. Sang Putri Arogan


cemberut “apa kita tidak mempunyai kesempatan bertemu Shen Zun ?” bertanya


dengan nada memelas.


Ketiganya


mengarahkan perhatian mereka ke Sang Putri Arogan “Heng er, kau…” Pangeran


Kedua bingung ingin mengatakan apa. Mata Sang Putri Arogan berkaca-kaca “aku


tahu tidak bisa mencintainya karena dia juga adalah wanita… mengaguminya bisa


kan ! bagaimanapun aku ingin bertemu dengan Shen Zun ! melihatnya dari jauh pun


tak masalah !” dengan nada sedih “Heng er, kau…” berganti Pangeran Pertama yang


bingung dan cemas mendengar kata-kata adik perempuan satu-satunya ini.


Sang


Putri Arogan mengangkat kepala, melihat ketiga pria paling menyayanginya “Fu


Wang, Da Ge, Er Ge, melihat Shen Zun, aku seperti melihat cahaya… Seakan hanya


dengan melihatnya, aku tidak perlu takut akan apapun lagi… aku…” Pangeran


Pertama merangkulnya “Heng er… Shen Zun memiliki langkahnya sendiri… kau bisa


menjadikan sebagai panutan… kau bisa belajar, Da Ge akan mengajarimu… kau harus


bisa menjaga dirimu sendiri… suatu saat, kalau keberuntungan memihak kita,


dapat bertemu kembali dengan Shen Zun…” menasehati Sang Putri Arogan.


Sang


Putri Arogan memeluk Pangeran Pertama “Da Ge, aku hanya ingin melihatnya… aku


akan berubah, tidak menyombongkan diri dan berbuat seenaknya lagi… asal bisa


melihatnya, aku akan melakukan apapun !” ketiga pria itu saling melihat “Heng


er… begini saja, kita akan memantau perkembangan di Jiu Zhong Tian… jika ada


pertemuan, Fu Wang akan membawamu menghadirinya… bisa atau tidak bertemu Shen


Zun, tergantung jodoh kalian. Tapi kau harus menjalankan perkataanmu, merubah


diri dan berlatih dengan giat” Xi Hai Shui Jun memberikan harapan pada Sang


Putri Arogan. Sang Putri Arogan memikirkan kata-kata Xi Hai Shui Jun dan


menganggukkan kepala, tanda menyetujui kata-kata Xi Hai Shui Jun.