
“Er ge…
cinta pertamaku… hiks…” Sang Putri Arogan menangis kecil. Ketiga pria itu
mengerutkan kening, kemudian tertawa “hahaha… Heng er, mana bisa perasaan
sesaatmu itu disebut cinta ? kau bahkan tidak mengenalnya, hanya sekilas
melihat wajahnya…” Pangeran Kedua mengejek “dari mata turun ke hati, apa er ge
tidak pernah mendengarnya ?” Sang Putri Arogan diejek oleh kakaknya “sudah…
sudah… jangan bertengkar lagi…” Xi Hai Shui Jun memperingati.
“Heng
er, walau tidak bisa mencintainya sebagai pasangan, tapi kalau kau dapat
mengenal dan mendapat pengajarannya, itu sudah merupakan keberuntungan buatmu”
Pangeran Pertama berguman. Wajah Sang Putri Arogan masih saja cemberut “Heng
er… Shen Zun memiliki hati termurni… jika tidak, tidak mungkin seluruh
lumba-lumba itu masih bergitu menghormati dan mengaguminya setelah sekian lama…
kau harus belajar banyak darinya…” Pangeran Pertama menasehati Sang Putri
Arogan.
“Heng
er, apa saja yang pernah dialami Shen Zun selama ini, kita juga sedikit
mendengarnya. Beliau tidak pernah terkungkung dalam kesedihan maupun
kebahagiaan, hingga saat ini masih tetap mempertahankan hatinya, hingga layak
mendapat kesetiaan lumba-lumba…” Pangeran Pertama menatap Sang Putri Arogan
dengan senyum lembut. Sang Putri Arogan berusaha memahami kata-kata Pangeran
Pertama, berbalik melihat Xue Ling yang sedang bersenang-senang di lautan.
“wah
Xue, kau dulu bersenang-senang seperti ini juga tidak mengajakku…” Cheng Mei
protes pada Xue Ling “hahaha… Cheng, saat itu kau dimana ? kau masih gadis
kecil pendiam yang menyeramkan hahaha…” Xue Ling mengejek Cheng Mei. “Xiao Xua,
sudah cukup… jangan sampai sakit !” Han Ling merangkul Xue Ling. “Apa mau
kembali kesana ?” Wei Jiang memberi kode ke tepi pantai. Xue Ling menatap ngeri
sendiri “iuh… lihat pandangan mereka, seperti ingin memakanmu saja iuh…
selesaikan mereka, bukankah mau berlomba ?” Xue Ling memainkan alisnya ke arah
Wei Jiang.
Wei
Jiang mengerutkan kening “kau tidak istirahat ?” Xue Ling memiringkan bibirnya
“kau lihat disana !” menunjuk tepi pantai “apa menurutmu, aku bisa beristirahat
jika kesana saat ini ? lagipula kita bisa beristirahat setelah selesai
berlomba… bisa menghindari mereka dan bisa beristirahat, bukankah hal yang
baik” menatap Wei Jiang dengan serius “hmm… benar juga… saat ini kesana, mereka
akan menyantap kita hidup-hidup…” Shui Ling berguman, mendapat anggukan
persetujuan Xue Ling.
Han
Ling menghela nafas “baiklah, jangan memaksakan diri !” menatap dalam Xue Ling.
Xue Ling mengangguk “Zi Zuan, pimpin mereka kembali… selesaikan para penontonmu
terlebih dahulu…” Lumba-Lumba Ungu berubah kembali menjadi Zi Zuan “baik Zhu
Ren… Zhu Ren, berhati-hatilah… Zi Zuan menunggu panggilan anda kapan saja !”
Xue Ling membelai kepala Zi Zuan dan mengangguk “kau harus belajar dengan baik
!” Zi Zuan tersenyum manis “mendengar ajaran Zhu Ren…” “baik, semua terima
kasih… sampai jumpa…” Xue Ling melambai-lambaikan tangannya kearah kumpulan
lumba-lumba yang menghormat padanya.
Zi
Zuan ke tepi pantai “Xi Hai Shui Jun, Zhu Ren akan melanjutkan perjalanannya,
anda sekalian tidak perlu menunggu disini. Hari ini sampai disini, terima kasih
atas kedatangan kalian. Putri ketiga, jangan terus menyalahkan yang lain… bisa
terlena dengan kasih sayang, tapi jangan melupakan diri anda sendiri…” Zi Zuan
memberi hormat pada Sang Putri Arogan dan Pangeran Pertama, berubah kembali
menjadi Lumba-Lumba Ungu dan berenang menghampiri kawanannya yang masih setia
menunggunya.
Xue Ling merenggangkan otot-ototnya “huh… apa kalian
sudah siap ?” “Jie, kita akan kemana ?” Shui Ling bertanya, Xue Ling menunjuk
lautan “tembus sampai dasar !” Wei Jiang berkata dengan sombong “bersiaplah
menyerahkan hartamu ikan tua hahaha…” Xue Ling menertawai Wei Jiang. Han Ling
tersenyum menggeleng “jangan dipaksakan ! setelah ini, kau harus beristirahat
dengan baik !” Xue Ling menyatukan kedua jarinya “siap Han Ling Shen Jun,
“aku mencintaimu !” “aku juga mencintaimu Han ge…” mereka menyatakan perasaan
sebelum mengambil tempat sendiri-sendiri.
Xue
Ling melambaikan tangan pada semua lumba-lumba dan Zi Zuan yang melambaikan
sirip mereka sebagai balasan. Sesaat kemudian, Xue Ling bersama kelima lainnya,
melayang tinggi dan langsung menukik, terjun bebas, masuk ke dalam lautan. Xi
Hai Shui Jun dan lainnya kecewa mendengar kata-kata Zi Zuan, tapi tidak dapat
berbuat apapun. Setelah tidak dapat melihat keberadaan keenam pemuda, Xi Hai
Shui Jun bersama lainnya, kembali ke Xi Hai Gong, melanjutkan perayaan.
Xue
Ling meluncur dengan cepat, menembus lautan. Setiap dari mereka memiliki cahaya
sendiri. Jika dilihat oleh mata lainnya, hanya menemukan enam cahaya bak peluru
rudal, yang dengan cepat meluncur terus turun, menembus setiap pertahanan dalam
lautan tanpa merusaknya. Keenam cahaya bersaing dalam kecepatan, tidak ada yang
mau melambat ataupun mengalah satu dengan yang lainnya.
Di Xi
Hai Gong, semua pembicaraan adalah mengenai kejadian yang mereka lihat
sebelumnya di lautan. Semua sangat ingin bertemu dengan para Zun Wang,
menyesali karena tidak dapat mengenali keenamnya sebelumnya. “Fu Wang, apa
mungkin Shen Zun kemari untuk memantau kinerja kita ?” Pangeran Kedua bertanya,
Xi Hai Shui Jun mengangguk “coba diingat-ingat, apa kita ada melakukan
kesalahan beberapa saat ini ?”
Setelah
berfikir sejenak, semua melihat kearah Sang Putri Arogan “ke… kenapa kalian
semua melihatku seperti itu ?” bergidik dengan pandangan ayah dan kedua
kakaknya “Shen Zun tidak akan mempermasalahkan masalah kecil kan ?” Pangeran
Kedua kembali bertanya, membuat keempatnya berfikir “haih Heng er, kau sudah
harus merubah sifatmu itu !” Xi Hai Shui Jun memperingati dengan tegas “aku
sudah tahu salah Fu Wang…” Sang Putri Arogan menunduk dengan cemberut.
“harusnya
Zun Wang tidak mempermasalahkannya… jika tidak, mereka juga tidak akan langsung
pergi setelah ketahuan…” Pangeran Pertama berguman “haih… Fu Wang masih
berharap mereka akan kembali…” Xi Hai Shui Jun berguman. Sang Putri Arogan
cemberut “apa kita tidak mempunyai kesempatan bertemu Shen Zun ?” bertanya
dengan nada memelas.
Ketiganya
mengarahkan perhatian mereka ke Sang Putri Arogan “Heng er, kau…” Pangeran
Kedua bingung ingin mengatakan apa. Mata Sang Putri Arogan berkaca-kaca “aku
tahu tidak bisa mencintainya karena dia juga adalah wanita… mengaguminya bisa
kan ! bagaimanapun aku ingin bertemu dengan Shen Zun ! melihatnya dari jauh pun
tak masalah !” dengan nada sedih “Heng er, kau…” berganti Pangeran Pertama yang
bingung dan cemas mendengar kata-kata adik perempuan satu-satunya ini.
Sang
Putri Arogan mengangkat kepala, melihat ketiga pria paling menyayanginya “Fu
Wang, Da Ge, Er Ge, melihat Shen Zun, aku seperti melihat cahaya… Seakan hanya
dengan melihatnya, aku tidak perlu takut akan apapun lagi… aku…” Pangeran
Pertama merangkulnya “Heng er… Shen Zun memiliki langkahnya sendiri… kau bisa
menjadikan sebagai panutan… kau bisa belajar, Da Ge akan mengajarimu… kau harus
bisa menjaga dirimu sendiri… suatu saat, kalau keberuntungan memihak kita,
dapat bertemu kembali dengan Shen Zun…” menasehati Sang Putri Arogan.
Sang
Putri Arogan memeluk Pangeran Pertama “Da Ge, aku hanya ingin melihatnya… aku
akan berubah, tidak menyombongkan diri dan berbuat seenaknya lagi… asal bisa
melihatnya, aku akan melakukan apapun !” ketiga pria itu saling melihat “Heng
er… begini saja, kita akan memantau perkembangan di Jiu Zhong Tian… jika ada
pertemuan, Fu Wang akan membawamu menghadirinya… bisa atau tidak bertemu Shen
Zun, tergantung jodoh kalian. Tapi kau harus menjalankan perkataanmu, merubah
diri dan berlatih dengan giat” Xi Hai Shui Jun memberikan harapan pada Sang
Putri Arogan. Sang Putri Arogan memikirkan kata-kata Xi Hai Shui Jun dan
menganggukkan kepala, tanda menyetujui kata-kata Xi Hai Shui Jun.