The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 103 - Xue Chun Ling



            Han Ling semakin masuk ke dalam daun rimbun Pohon Bodhi


hingga yang di bawah, tidak dapat melihatnya bahkan bayangannya “apa yang


dilakukannya ? dia tidak mungkin berfikiran tertutup kan !” Cheng Mei berguman.


Tidak ada yang menjawab “Zhu Ren…” “Zhu Ren…” kedua bocah berguman dengan air


mata yang menetes satu persatu dari mata kecil mereka.


            “Xiao Xue… Xiao Xue…” terdengar suara Han Ling Shen Jun


dari balik daun rimbun Pohon Bodhi. Yang dibawah menunggunya, semua mengerutkan


kening, berusaha mengartikan kata-kata Han Ling Shen Jun. “Zhu Ren… Zhu Ren…”


kedua bocah bersemangat, segera melompat naik ke atas Pohon Bodhi “jangan…


jangan kemari…” terdengar suara Han Ling Shen Jun “jangan merusak Pohon Bodhi…”


kata-katanya membuat kedua bocah kembali turun.


            Terlihat gerakan lembut pada Pohon Bodhi, memunculkan


kepala punuk punggung Han Ling yang melengkung. Satu tangan Han Ling muncul,


membuka jalan pada daun-daun Pohon Bodhi dengan sangat perlahan. Semua antusias


menunggu Han Ling keluar dari Pohon Bodhi, tapi tidak berani menghampiri,


terutama setelah mendengar kata-kata Han Ling dari balik daun.


            Perlahan, Han Ling keluar dari tempatnya menghilang,


melompat turun dengan tangan yang memeluk sesuatu. “Jiefu, apa yang kau bawa ?


bunga apa itu ?” Shui Ling mengamati kuncup bunga kecil dalam pelukan Han Ling.


Han Ling tersenyum “Zi Zuan – Ren er… air…” menaruh bunga kecil di atas batu


“Jiefu, kau ingin air untuk apa ? apa kau mau menumbuhkan bunga ini ?” Shui


Ling bertanya.


            “pakai ini…” Wei Jiang memberikan sebuah botol. Han Ling


mengerutkan kening “ini adalah tetesan inti segel salju, mengandung air mata


duyung dan menyerap hawa Pusat Lava…” Wei Jiang menjelaskan. “Shen Jun, tunggu


sebentar…” Zi Zuan mengambil botol dan membukanya, mengerahkan sihir, beberapa


tetes air dari keningnya masuk ke dalam botol “Shen Jun, aku sudah menambahkan


esensi murni lumba-lumba” memberikannya kembali ke Han Ling.


            Han Ling menerima dan meneteskan setetes air dalam botol


ke atas pucuk bunga. Tidak ada reaksi pada pucuk bunga “emm… jiefu, apa kau


mengambil bunga yang salah…” Huo Ling mengamati bunga. Han Ling mengamati


bunga, berbalik melihat Pohon Bodhi, membawa bunga ke Pohon Bodhi. Han Ling


mengamati Pohon Bodhi, ada senyum miring pada wajahnya.


            Han Ling menaruh bunga di bawah Pohon Bodhi “menjauh…”


semua mengikuti kata-kata Han Ling, menjauh dari Pohon Bodhi. Han Ling


memercikkan air di botol ke pohon Bodhi. Terlihat air yang mengalir pada daun,


bunga, batang, sekaligus akar Pohon Bodhi. Perlahan tercipta embun-embun yang


bercahaya 7 warna, perlahan menetes ke kuncup bunga.


            Pohon Bodhi bercahaya keemasan terang benderang. Setiap


embun ikut bercahaya keemasan, didalamnya membawa cahaya 7 warna, menetes ke


kuncup bunga. Kuncup bunga perlahan membesar “Xiao Xue…” Han Ling tersenyum


manis. Kelopak-kelopak bunga perlahan membuka, hingga menyisakan kelopak bunga


terdalam. Embun yang mengenai kelopak bunga terdalam, memberi warna pada


kelopak bunga. Terlihat tiap kelopak memiliki warna yang berbeda, 7 warna


kelopak.


            Yang membedakan dengan yang sebelumnya, ketujuh kelopak


bunga yang sudah mendapat warna itu, menipis dan menjadi bening, seperti 7 kaca


berwarna berbeda. “ini bunga teratai tujuh warna… teratai suci kehidupan !”


Cheng Mei berguman. Tidak ada yang meladeni gumaman Cheng Mei, semua fokus


melihat apa yang terjadi pada kuncup bunga di hadapan mereka.


            Perlahan 7 kelopak bunga membuka. Semenjak ada celah pada


bunga, terpancar cahaya keemasan yang terang benderang, seperti warna Pohon


Bodhi yang terkena pantulan cahaya matahari. Semakin melebar celah yang


terbuka, semakin besar cahaya yang keluar “Zhu Ren… Zhu Ren…” kedua bocah


memanggil dengan antusias.


            Saat kelopak bunga membuka dan bunga mekar sempurna,


terdapat bulatan cahaya keemasan di dalamnya. Bulatan cahaya melindungi sebuah


Bulatan cahaya keemasan melayang, berbagai titik cahaya entah datang dari mana,


masuk ke dalam bulatan cahaya keemasan.


            Bulatan cahaya keemasan menghilang, terlihat bola kaca


bening dengan kerlap kerlip cahaya di dalamnya. Di dalam bola bening, terdapat


sesosok gadis kecil yang sedang tertidur dengan manisnya. “jiejie…” “Shen Zun…”


“Zhu Ren…” “Xiao Xue…” semua memanggil dengan suka cita. Bola bening menyusut,


berubah  bentuk menyesuaikan dengan tubuh


gadis kecil. Bola bening seperti menjadi lapisan luar kulit sang gadis kecil.


            Gadis kecil yang manis sedang tertidur di atas bunga


teratai 7 warna dengan tenang. Han Ling mendekati, hingga dapat menyentuh sang


gadis kecil “Xiao Xue…” melihat dan mengamati kondisi gadis kecil. Han Ling


tersenyum lembut melihat gadis kecil itu, memegang tangannya “Xiao Xue…”


terlihat adanya gerakan dari gadis kecil dengan mata masih tertutup. Han Ling


tersenyum melihat gadis kecil yang masih tertidur lelap.


            “Jiefu, tidak bisakah menggendong jiejie ?” Shui Ling


juga ingin menyentuh, tapi ragu-ragu. Han Ling memposisikan dirinya,


menyelipkan tangan ke bawah gadis kecil, perlahan menariknya ke pelukan.


Perlahan Han Ling mengubah posisi gadis kecil dan menggendongnya. Disaat gadis


kecil terpisah dari bunga teratai suci, bunga teratai bercahaya 7 warna, menyelimuti


gadis kecil dan menghilang.


            Semua terpana melihatnya “ini…” Xin Lan berguman, tapi


tidak meneruskan kata-katanya. Cheng Mei menghampiri dan memeriksa “bagaimana


Xiao Xue ?” Han Ling cemas “hmm… tidak ada apapun… saat ini, dia seperti baru


saja menjelma… tidak membawa apapun…” “kenapa jiejie tidak terbangun…” Shui


Ling menyentuh wajah gadis kecil.


            Cheng Mei memeriksa dengan seksama “hmm… sepertinya hal


sebelumnya telah membersihkan segala unsur dari tubuhnya… baru saja menjelma,


tubuhnya masih lemah… tapi walaupun baru menjelma, Xue Ling terlindungi oleh


energi besar…” “7 Permata Aura itu ?” Xin Lan menebak. “mungkin ! mungkin saja


ramalan itu sudah terbukti…” Huo Ling berguman.


            Han Ling mengeratkan gendongannya “Xiao Xue tampak masih


sangat kecil…” “Zhu Ren sama sepertiku !” Zi Zuan menoel-noel tangan Xue Ling


kecil “jangan mengganggu Zhu Ren ! Zhu Ren baru menjelma, masih memerlukan


istirahat yang cukup” Ren er memperingati Zi Zuan “Shen Jun, bawalah Zhu Ren


beristirahat… jika Ren er tidak salah menebak, Zhu Ren akan mengalami perubahan


fisik cepat, seiring dengan perkembangan kesadarannya !” Han Ling langsung


membawa Xue Ling kembali ke Xue Zuan Shi Gong.


            Han Ling menaruh Xue Ling di ranjang. Begitu banyak


gerakan dan goyangan, membuat Xue Ling bergerak tak nyaman. Kelopak matanya


bergetar-getar, perlahan terbuka. Xue Ling mengucek-ucek matanya, bangun dan


duduk, memendarkan pandangan dan melihat semua yang di hadapannya “ehm… siapa


kalian ? aku ada dimana ?” melihat sekeliling.


            “Xiao Xue, kau tidak mengenaliku ?” Han Ling memegang


tangan Xue Ling. Xue Ling menggeleng “siapa anda ?” Han Ling terdiam sejenak


‘Xiao Xue baru saja menjelma, tidak memiliki ingatan sebelumnya’ tersenyum


lembut “aku adalah Han Ling, pasanganmu !” “pasangan ? apa itu pasangan ?” Xue


Ling bertanya dengan polosnya “pasangan adalah orang yang akan selalu bersama,


melewati dan menghadapi segalanya bersama-sama…”


            Xue Ling mengerutkan keningnya, memiringkan wajahnya


menatap Han Ling dengan mata jernihnya “siapa aku ?” bertanya dengan polosnya


“Xiao Xue… namamu Xue Chun Ling…” semua terkejut dengan nama yang disebutkan


Han Ling. “Xue Chun Ling ?” Xue Ling bertanya dengan polosnya, mengulang nama


yang di sebutkan Han Ling beberapa kali “hmm… Xue Chun Ling…” “kenapa ? tidak


menyukai namamu ?” Han Ling bertanya, melihat tingkah Xue Ling yang


menggemaskan.