
Han Ling semakin masuk ke dalam daun rimbun Pohon Bodhi
hingga yang di bawah, tidak dapat melihatnya bahkan bayangannya “apa yang
dilakukannya ? dia tidak mungkin berfikiran tertutup kan !” Cheng Mei berguman.
Tidak ada yang menjawab “Zhu Ren…” “Zhu Ren…” kedua bocah berguman dengan air
mata yang menetes satu persatu dari mata kecil mereka.
“Xiao Xue… Xiao Xue…” terdengar suara Han Ling Shen Jun
dari balik daun rimbun Pohon Bodhi. Yang dibawah menunggunya, semua mengerutkan
kening, berusaha mengartikan kata-kata Han Ling Shen Jun. “Zhu Ren… Zhu Ren…”
kedua bocah bersemangat, segera melompat naik ke atas Pohon Bodhi “jangan…
jangan kemari…” terdengar suara Han Ling Shen Jun “jangan merusak Pohon Bodhi…”
kata-katanya membuat kedua bocah kembali turun.
Terlihat gerakan lembut pada Pohon Bodhi, memunculkan
kepala punuk punggung Han Ling yang melengkung. Satu tangan Han Ling muncul,
membuka jalan pada daun-daun Pohon Bodhi dengan sangat perlahan. Semua antusias
menunggu Han Ling keluar dari Pohon Bodhi, tapi tidak berani menghampiri,
terutama setelah mendengar kata-kata Han Ling dari balik daun.
Perlahan, Han Ling keluar dari tempatnya menghilang,
melompat turun dengan tangan yang memeluk sesuatu. “Jiefu, apa yang kau bawa ?
bunga apa itu ?” Shui Ling mengamati kuncup bunga kecil dalam pelukan Han Ling.
Han Ling tersenyum “Zi Zuan – Ren er… air…” menaruh bunga kecil di atas batu
“Jiefu, kau ingin air untuk apa ? apa kau mau menumbuhkan bunga ini ?” Shui
Ling bertanya.
“pakai ini…” Wei Jiang memberikan sebuah botol. Han Ling
mengerutkan kening “ini adalah tetesan inti segel salju, mengandung air mata
duyung dan menyerap hawa Pusat Lava…” Wei Jiang menjelaskan. “Shen Jun, tunggu
sebentar…” Zi Zuan mengambil botol dan membukanya, mengerahkan sihir, beberapa
tetes air dari keningnya masuk ke dalam botol “Shen Jun, aku sudah menambahkan
esensi murni lumba-lumba” memberikannya kembali ke Han Ling.
Han Ling menerima dan meneteskan setetes air dalam botol
ke atas pucuk bunga. Tidak ada reaksi pada pucuk bunga “emm… jiefu, apa kau
mengambil bunga yang salah…” Huo Ling mengamati bunga. Han Ling mengamati
bunga, berbalik melihat Pohon Bodhi, membawa bunga ke Pohon Bodhi. Han Ling
mengamati Pohon Bodhi, ada senyum miring pada wajahnya.
Han Ling menaruh bunga di bawah Pohon Bodhi “menjauh…”
semua mengikuti kata-kata Han Ling, menjauh dari Pohon Bodhi. Han Ling
memercikkan air di botol ke pohon Bodhi. Terlihat air yang mengalir pada daun,
bunga, batang, sekaligus akar Pohon Bodhi. Perlahan tercipta embun-embun yang
bercahaya 7 warna, perlahan menetes ke kuncup bunga.
Pohon Bodhi bercahaya keemasan terang benderang. Setiap
embun ikut bercahaya keemasan, didalamnya membawa cahaya 7 warna, menetes ke
kuncup bunga. Kuncup bunga perlahan membesar “Xiao Xue…” Han Ling tersenyum
manis. Kelopak-kelopak bunga perlahan membuka, hingga menyisakan kelopak bunga
terdalam. Embun yang mengenai kelopak bunga terdalam, memberi warna pada
kelopak bunga. Terlihat tiap kelopak memiliki warna yang berbeda, 7 warna
kelopak.
Yang membedakan dengan yang sebelumnya, ketujuh kelopak
bunga yang sudah mendapat warna itu, menipis dan menjadi bening, seperti 7 kaca
berwarna berbeda. “ini bunga teratai tujuh warna… teratai suci kehidupan !”
Cheng Mei berguman. Tidak ada yang meladeni gumaman Cheng Mei, semua fokus
melihat apa yang terjadi pada kuncup bunga di hadapan mereka.
Perlahan 7 kelopak bunga membuka. Semenjak ada celah pada
bunga, terpancar cahaya keemasan yang terang benderang, seperti warna Pohon
Bodhi yang terkena pantulan cahaya matahari. Semakin melebar celah yang
terbuka, semakin besar cahaya yang keluar “Zhu Ren… Zhu Ren…” kedua bocah
memanggil dengan antusias.
Saat kelopak bunga membuka dan bunga mekar sempurna,
terdapat bulatan cahaya keemasan di dalamnya. Bulatan cahaya melindungi sebuah
Bulatan cahaya keemasan melayang, berbagai titik cahaya entah datang dari mana,
masuk ke dalam bulatan cahaya keemasan.
Bulatan cahaya keemasan menghilang, terlihat bola kaca
bening dengan kerlap kerlip cahaya di dalamnya. Di dalam bola bening, terdapat
sesosok gadis kecil yang sedang tertidur dengan manisnya. “jiejie…” “Shen Zun…”
“Zhu Ren…” “Xiao Xue…” semua memanggil dengan suka cita. Bola bening menyusut,
berubah bentuk menyesuaikan dengan tubuh
gadis kecil. Bola bening seperti menjadi lapisan luar kulit sang gadis kecil.
Gadis kecil yang manis sedang tertidur di atas bunga
teratai 7 warna dengan tenang. Han Ling mendekati, hingga dapat menyentuh sang
gadis kecil “Xiao Xue…” melihat dan mengamati kondisi gadis kecil. Han Ling
tersenyum lembut melihat gadis kecil itu, memegang tangannya “Xiao Xue…”
terlihat adanya gerakan dari gadis kecil dengan mata masih tertutup. Han Ling
tersenyum melihat gadis kecil yang masih tertidur lelap.
“Jiefu, tidak bisakah menggendong jiejie ?” Shui Ling
juga ingin menyentuh, tapi ragu-ragu. Han Ling memposisikan dirinya,
menyelipkan tangan ke bawah gadis kecil, perlahan menariknya ke pelukan.
Perlahan Han Ling mengubah posisi gadis kecil dan menggendongnya. Disaat gadis
kecil terpisah dari bunga teratai suci, bunga teratai bercahaya 7 warna, menyelimuti
gadis kecil dan menghilang.
Semua terpana melihatnya “ini…” Xin Lan berguman, tapi
tidak meneruskan kata-katanya. Cheng Mei menghampiri dan memeriksa “bagaimana
Xiao Xue ?” Han Ling cemas “hmm… tidak ada apapun… saat ini, dia seperti baru
saja menjelma… tidak membawa apapun…” “kenapa jiejie tidak terbangun…” Shui
Ling menyentuh wajah gadis kecil.
Cheng Mei memeriksa dengan seksama “hmm… sepertinya hal
sebelumnya telah membersihkan segala unsur dari tubuhnya… baru saja menjelma,
tubuhnya masih lemah… tapi walaupun baru menjelma, Xue Ling terlindungi oleh
energi besar…” “7 Permata Aura itu ?” Xin Lan menebak. “mungkin ! mungkin saja
ramalan itu sudah terbukti…” Huo Ling berguman.
Han Ling mengeratkan gendongannya “Xiao Xue tampak masih
sangat kecil…” “Zhu Ren sama sepertiku !” Zi Zuan menoel-noel tangan Xue Ling
kecil “jangan mengganggu Zhu Ren ! Zhu Ren baru menjelma, masih memerlukan
istirahat yang cukup” Ren er memperingati Zi Zuan “Shen Jun, bawalah Zhu Ren
beristirahat… jika Ren er tidak salah menebak, Zhu Ren akan mengalami perubahan
fisik cepat, seiring dengan perkembangan kesadarannya !” Han Ling langsung
membawa Xue Ling kembali ke Xue Zuan Shi Gong.
Han Ling menaruh Xue Ling di ranjang. Begitu banyak
gerakan dan goyangan, membuat Xue Ling bergerak tak nyaman. Kelopak matanya
bergetar-getar, perlahan terbuka. Xue Ling mengucek-ucek matanya, bangun dan
duduk, memendarkan pandangan dan melihat semua yang di hadapannya “ehm… siapa
kalian ? aku ada dimana ?” melihat sekeliling.
“Xiao Xue, kau tidak mengenaliku ?” Han Ling memegang
tangan Xue Ling. Xue Ling menggeleng “siapa anda ?” Han Ling terdiam sejenak
‘Xiao Xue baru saja menjelma, tidak memiliki ingatan sebelumnya’ tersenyum
lembut “aku adalah Han Ling, pasanganmu !” “pasangan ? apa itu pasangan ?” Xue
Ling bertanya dengan polosnya “pasangan adalah orang yang akan selalu bersama,
melewati dan menghadapi segalanya bersama-sama…”
Xue Ling mengerutkan keningnya, memiringkan wajahnya
menatap Han Ling dengan mata jernihnya “siapa aku ?” bertanya dengan polosnya
“Xiao Xue… namamu Xue Chun Ling…” semua terkejut dengan nama yang disebutkan
Han Ling. “Xue Chun Ling ?” Xue Ling bertanya dengan polosnya, mengulang nama
yang di sebutkan Han Ling beberapa kali “hmm… Xue Chun Ling…” “kenapa ? tidak
menyukai namamu ?” Han Ling bertanya, melihat tingkah Xue Ling yang
menggemaskan.