The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 83 - Penyatuan Lumba-Lumba Biru dan Merah



Setelah perdebatan-perdebatan kecil antara Xue Ling dan


Wei Jiang, mereka pun mendengar ada yang mengumumkan dimulainya perayaan.


Perayaan dimulai dengan kata-kata penyambutan dari Xi Hai Da Wang Zi.


Setelahnya, semua diarahkan untuk melihat penyatuan kedua jenis Lumba-Lumba. Di


tempat terdepan, disiapkan beberapa tempat untuk Shen Zun dan lainnya, yang


kosong sepanjang perayaan berlangsung.


Xue Ling dan lainnya mengikuti keramaian, melihat


perayaan. Mereka tetap mendapat tempat terbaik walau tidak duduk di tempat yang


disediakan. Terlihat sang Putri Arogan yang berdiri tidak jauh dari pinggir


pantai. Sang Putri Arogan, memberi hormat dan masuk ke dalam lautan.


Terlihat Lumba-Lumba Biru dan Merah yang berenang,


melompat-lompat berdatangan dari arah yang berlainan. Sang Putri Arogan, menari


dan bernyanyi dengan merdu, memanggil kedua jenis Lumba-Lumba. “Heng er,


terlihat sangat cantik dan polos pada saat ini !” Pangeran Pertama berguman,


menatap lembut sang putri yang sedang beraksi. Pangeran Kedua pun tersenyum


“Heng er memang sangat cantik dan baik… kitalah yang merubahnya ! semoga belum


terlambat menyadarkannya !” “shu… kedua jenis Lumba-Lumba memenuhi panggilan


Heng er, sudah membuktikan hatinya yang suci !” sang ayah ikut dalam gumaman


anggota Xi Hai Gong itu.


Dari masing-masing jenis Lumba-Lumba, terlihat seekor


Lumba-Lumba masing-masing warna yang masih kecil. Kedua Lumba-Lumba berada di


tengah, mengikuti kawalan kawanannya dan mengikuti semua pergerakan mereka.


Kedua Lumba-Lumba kecil bergerak dengan lincah, menari mengikuti tarian kawanan


masing-masing. Sang Putri Arogan menarik di tengah, diikuti tarian kedua jenis


Lumba-Lumba tidak jauh di setiap sisinya.


Kedua Lumba-Lumba yang kecil, menjauhi kawanannya, menari


sendiri-sendiri. Semakin lama semakin menjauh dari kawanannya dan Sang Putri


Arogan, tapi semakin dekat antara satu dengan yang lain. Kedua Lumba-Lumba


menari bersamaan, melakukan lompatan-lompatan bersama di atas lautan.


Dewa dewi lumayan ramai, bercengkrama satu dengan yang


lain, melihat keindahan pertunjukan di hadapan mereka. Semua sangat menantikan


puncak acara, dimana kedua jenis Lumba-Lumba akan bersatu menghasilkan


Lumba-Lumba ungu. Sekaligus menebak dewa yang akan beruntung, terpilih mendapat


kesetiaan dari Lumba-Lumba ungu baru nantinya.


Banyak


dewa dewi yang ingin mendapatkan tempat lebih di depan, agar dapat dipilih oleh


Sang Lumba-Lumba. Lainnya ada yang menebak Sang Putri yang membawakan tarian


indah dan nyanyian merdu itulah dewi pilihan Lumba-Lumba nantinya. Bagaimanapun


di antara mereka, ada yang bukan berasal dari kaum berbagai wilayah di Da Hai.


Dalam


tarian dan lompatan, terlihat kedua Lumba-Lumba kecil dari jenis yang


berlainan, perlahan menyatu dan menimbulkan cahaya ungu yang terang dan lembut.


Sepanjang penyatuan terjadi, suara nyanyian merdu dari Sang Putri Arogan terus


terdengar. Setelah terjadi penyatuan, semua kawanan dari dua jenis Lumba-Lumba,


meninggalkan Sang Putri Arogan dan mendekati Lumba-Lumba ungu yang baru


bersatu.


Suara


nyanyian Sang Putri Arogan digantikan suara nyanyian dari kawanan Lumba-Lumba


sambil menari. Sang Putri Arogan keluar dari lautan, berkumpul dengan ayah dan


kakaknya. Semua melihat kawanan Lumba-Lumba yang masih menari dan mengelilingi


Lumba-Lumba ungu. Terlihat Lumba-Lumba ungu yang melompat paling tinggi dengan


tubuh paling kecil.


Sesaat


kemudian, kawanan Lumba-Lumba berenang berkeliling dipimpin oleh Lumba-Lumba


Ungu, membentuk pusaran air, yang semakin lama semakin besar. Sang Putri


Arogan, maju, masuk ke dalam pusaran dan mulai bernyanyi kembali. Tapi sesaat


kemudian, Putri Arogan terhempas dari pusaran “apa yang terjadi ?” Pangeran


Kedua memapah Sang Putri.


“Sepertinya


Lumba-Lumba Ungu memiliki pilihan yang lain !” Pangeran Pertama berguman


“Tidak, aku akan mencoba sekali lagi !” Sang Putri Arogan tidak terima, segera


melompat masuk ke pusaran. Sama seperti sebelumnya, Sang Putri Arogan terhempas


Kawanan


lumba-lumba, bergerak semakin cepat, pusaran air semakin besar dan melayang


naik dari lautan. Semua dewa dewi mulai memundurkan dirinya sendiri, was was


akan hal-hal yang akan terjadi kemudian. “Fu Wang, ada apa ini ? tidak pernah


terjadi hal seperti ini sebelumnya !” Pangeran Pertama bertanya pada ayahanda


mereka. Xi Hai Shui Jun pun menggeleng “Fu Wang juga tidak tahu… mereka seperti


sedang marah akan sesuatu ! Heng er, apa kau ada menyinggung mereka ?” Sang


Putri Arogan yang juga tidak mengerti akan hal yang terjadi, hanya mengelak “Fu


Wang, anda melihat sendiri, apa yang kulakukan ! aku tidak melakukan sesuatu yang


salah !”


“Fu


Wang, apa perlu membawa mereka…” Pangeran kedua belum sempat menyelesaikan


kalimatnya, air bah sudah mengguyur pantai, tempat mereka berdiri menonton


penyatuan. Air Bah menyapu semua dewa dewi yang sebelumnya menonton mereka. Ada


dewa dewi yang ikut terhempas, ada yang selamat tidak terhempas jauh, ada yang


mengerahkan sihirnya tepat pada saatnya, melindungi diri mereka.


Air


bah naik ke daratan dan menarik banyak dewa dewi turun ke lautan. Dengan


tarikan pusaran yang sekuat itu, hanya beberapa yang berhasil tidak terkena


dampaknya. Walaupun tidak sampai tertarik turun ke lautan, tapi tubuh mereka


pun terbenam di dalam air hingga menyisakan kepala mereka saja di permukaan.


Disaat


air bah menyapu permukaan, Wei Jiang mengerahkan sihir tepat waktu, melindungi


mereka berenam. “haih Lumba-Lumba ini menjadi sangat nakal sekarang !” Xue Ling


berguman dengan melihat kondisinya yang basah “Xiao Xue, apa kau baik-baik saja


?” Han Ling bertanya sambil memeriksa kondisi Xue Ling. Xue Ling menggeleng-gelengkan


kepalanya sambil menjawab “aku baik-baik saja Han ge…” memberi senyuman lembut.


“apa


yang ingin mereka lakukan ?” Shui Ling bertanya, di tertawakan Cheng Mei “Shui,


Lumba-Lumba memiliki hati yang bersih… walaupun kalian mengatakan hati Putri


Arogan itu masih bersih, tapi kearoganannya selama ini pun masuk dalam


pertimbangan. Lumba-Lumba hanya akan memilih seseorang yang memiliki hati


bersih untuk memberikan kesetiaannya. Dari sini saja, Putri Arogan itu tidak


akan cocok bahkan masuk sebagai pertimbangan pun tidak memiliki kemungkinan.”


“Jiang


Ge, menurutmu, apa yang dilakukan Lumba-Lumba itu ?” Xin Lan bertanya “siapa


yang akan mereka pilih ?’ “lebih besar kemungkinan kaum yang berasal dari


lautan juga. Tapi juga tidak menutup kemungkinan bagi penghuni daratan” Wei


Jiang menjawab sambil mengamati hal yang terjadi.


“Dengar


dari rumor, mungkin saja salah satu dari para Pangeran. Besar kemungkinan


adalah Xi Hai Da Wang Zi… Kebijaksanaannya sudah lama terdengar…” Cheng Mei


berguman. “ck… melihat seperti ini, mana ada memilih ! adanya mengajak dewa


dewi bermain bersama mereka” Xue Ling berdecak, mengamati hal yang terjadi.


“Xue,


jangan lupa kau dulu bisa bermain dengan para Lumba-Lumba, mungkin saja pilihan


mereka adalah dirimu…” Cheng Mei berguman dengan nada mengejek dan nada


menginfokan. “haih kalau kau diam, tidak ada yang mengatakan kau bisu…” Xue


Ling menghardik Cheng Mei yang nyengir padanya.


“Kita


pergi dari sini !” Han Ling menggandeng tangan Xue Ling “Han Ge, tunggu sesaat


lagi…” Xue Ling menarik tangannya dari genggaman Han Ling. Terlihat para


Lumba-Lumba yang menyelam, menyelamatkan para dewa dewi yang terbawa pusaran


air dan kembalinya air bah ke lautan. Tersisa Lumba-Lumba ungu yang belum


berhenti menari, bernyanyi, dan melompat-lompat.


Tidak


ada gerakan membahayakan lagi dari Lumba-Lumba. Hanya saja air bah yang


menenggelamkan mereka hingga leher belum juga surut ke lautan. Setelah


menyelamatkan semua dewa dewi dari lautan, para Lumba-Lumba kembali berkumpul


bersama Lumba-Lumba ungu.