
Setelah perdebatan-perdebatan kecil antara Xue Ling dan
Wei Jiang, mereka pun mendengar ada yang mengumumkan dimulainya perayaan.
Perayaan dimulai dengan kata-kata penyambutan dari Xi Hai Da Wang Zi.
Setelahnya, semua diarahkan untuk melihat penyatuan kedua jenis Lumba-Lumba. Di
tempat terdepan, disiapkan beberapa tempat untuk Shen Zun dan lainnya, yang
kosong sepanjang perayaan berlangsung.
Xue Ling dan lainnya mengikuti keramaian, melihat
perayaan. Mereka tetap mendapat tempat terbaik walau tidak duduk di tempat yang
disediakan. Terlihat sang Putri Arogan yang berdiri tidak jauh dari pinggir
pantai. Sang Putri Arogan, memberi hormat dan masuk ke dalam lautan.
Terlihat Lumba-Lumba Biru dan Merah yang berenang,
melompat-lompat berdatangan dari arah yang berlainan. Sang Putri Arogan, menari
dan bernyanyi dengan merdu, memanggil kedua jenis Lumba-Lumba. “Heng er,
terlihat sangat cantik dan polos pada saat ini !” Pangeran Pertama berguman,
menatap lembut sang putri yang sedang beraksi. Pangeran Kedua pun tersenyum
“Heng er memang sangat cantik dan baik… kitalah yang merubahnya ! semoga belum
terlambat menyadarkannya !” “shu… kedua jenis Lumba-Lumba memenuhi panggilan
Heng er, sudah membuktikan hatinya yang suci !” sang ayah ikut dalam gumaman
anggota Xi Hai Gong itu.
Dari masing-masing jenis Lumba-Lumba, terlihat seekor
Lumba-Lumba masing-masing warna yang masih kecil. Kedua Lumba-Lumba berada di
tengah, mengikuti kawalan kawanannya dan mengikuti semua pergerakan mereka.
Kedua Lumba-Lumba kecil bergerak dengan lincah, menari mengikuti tarian kawanan
masing-masing. Sang Putri Arogan menarik di tengah, diikuti tarian kedua jenis
Lumba-Lumba tidak jauh di setiap sisinya.
Kedua Lumba-Lumba yang kecil, menjauhi kawanannya, menari
sendiri-sendiri. Semakin lama semakin menjauh dari kawanannya dan Sang Putri
Arogan, tapi semakin dekat antara satu dengan yang lain. Kedua Lumba-Lumba
menari bersamaan, melakukan lompatan-lompatan bersama di atas lautan.
Dewa dewi lumayan ramai, bercengkrama satu dengan yang
lain, melihat keindahan pertunjukan di hadapan mereka. Semua sangat menantikan
puncak acara, dimana kedua jenis Lumba-Lumba akan bersatu menghasilkan
Lumba-Lumba ungu. Sekaligus menebak dewa yang akan beruntung, terpilih mendapat
kesetiaan dari Lumba-Lumba ungu baru nantinya.
Banyak
dewa dewi yang ingin mendapatkan tempat lebih di depan, agar dapat dipilih oleh
Sang Lumba-Lumba. Lainnya ada yang menebak Sang Putri yang membawakan tarian
indah dan nyanyian merdu itulah dewi pilihan Lumba-Lumba nantinya. Bagaimanapun
di antara mereka, ada yang bukan berasal dari kaum berbagai wilayah di Da Hai.
Dalam
tarian dan lompatan, terlihat kedua Lumba-Lumba kecil dari jenis yang
berlainan, perlahan menyatu dan menimbulkan cahaya ungu yang terang dan lembut.
Sepanjang penyatuan terjadi, suara nyanyian merdu dari Sang Putri Arogan terus
terdengar. Setelah terjadi penyatuan, semua kawanan dari dua jenis Lumba-Lumba,
meninggalkan Sang Putri Arogan dan mendekati Lumba-Lumba ungu yang baru
bersatu.
Suara
nyanyian Sang Putri Arogan digantikan suara nyanyian dari kawanan Lumba-Lumba
sambil menari. Sang Putri Arogan keluar dari lautan, berkumpul dengan ayah dan
kakaknya. Semua melihat kawanan Lumba-Lumba yang masih menari dan mengelilingi
Lumba-Lumba ungu. Terlihat Lumba-Lumba ungu yang melompat paling tinggi dengan
tubuh paling kecil.
Sesaat
kemudian, kawanan Lumba-Lumba berenang berkeliling dipimpin oleh Lumba-Lumba
Ungu, membentuk pusaran air, yang semakin lama semakin besar. Sang Putri
Arogan, maju, masuk ke dalam pusaran dan mulai bernyanyi kembali. Tapi sesaat
kemudian, Putri Arogan terhempas dari pusaran “apa yang terjadi ?” Pangeran
Kedua memapah Sang Putri.
“Sepertinya
Lumba-Lumba Ungu memiliki pilihan yang lain !” Pangeran Pertama berguman
“Tidak, aku akan mencoba sekali lagi !” Sang Putri Arogan tidak terima, segera
melompat masuk ke pusaran. Sama seperti sebelumnya, Sang Putri Arogan terhempas
Kawanan
lumba-lumba, bergerak semakin cepat, pusaran air semakin besar dan melayang
naik dari lautan. Semua dewa dewi mulai memundurkan dirinya sendiri, was was
akan hal-hal yang akan terjadi kemudian. “Fu Wang, ada apa ini ? tidak pernah
terjadi hal seperti ini sebelumnya !” Pangeran Pertama bertanya pada ayahanda
mereka. Xi Hai Shui Jun pun menggeleng “Fu Wang juga tidak tahu… mereka seperti
sedang marah akan sesuatu ! Heng er, apa kau ada menyinggung mereka ?” Sang
Putri Arogan yang juga tidak mengerti akan hal yang terjadi, hanya mengelak “Fu
Wang, anda melihat sendiri, apa yang kulakukan ! aku tidak melakukan sesuatu yang
salah !”
“Fu
Wang, apa perlu membawa mereka…” Pangeran kedua belum sempat menyelesaikan
kalimatnya, air bah sudah mengguyur pantai, tempat mereka berdiri menonton
penyatuan. Air Bah menyapu semua dewa dewi yang sebelumnya menonton mereka. Ada
dewa dewi yang ikut terhempas, ada yang selamat tidak terhempas jauh, ada yang
mengerahkan sihirnya tepat pada saatnya, melindungi diri mereka.
Air
bah naik ke daratan dan menarik banyak dewa dewi turun ke lautan. Dengan
tarikan pusaran yang sekuat itu, hanya beberapa yang berhasil tidak terkena
dampaknya. Walaupun tidak sampai tertarik turun ke lautan, tapi tubuh mereka
pun terbenam di dalam air hingga menyisakan kepala mereka saja di permukaan.
Disaat
air bah menyapu permukaan, Wei Jiang mengerahkan sihir tepat waktu, melindungi
mereka berenam. “haih Lumba-Lumba ini menjadi sangat nakal sekarang !” Xue Ling
berguman dengan melihat kondisinya yang basah “Xiao Xue, apa kau baik-baik saja
?” Han Ling bertanya sambil memeriksa kondisi Xue Ling. Xue Ling menggeleng-gelengkan
kepalanya sambil menjawab “aku baik-baik saja Han ge…” memberi senyuman lembut.
“apa
yang ingin mereka lakukan ?” Shui Ling bertanya, di tertawakan Cheng Mei “Shui,
Lumba-Lumba memiliki hati yang bersih… walaupun kalian mengatakan hati Putri
Arogan itu masih bersih, tapi kearoganannya selama ini pun masuk dalam
pertimbangan. Lumba-Lumba hanya akan memilih seseorang yang memiliki hati
bersih untuk memberikan kesetiaannya. Dari sini saja, Putri Arogan itu tidak
akan cocok bahkan masuk sebagai pertimbangan pun tidak memiliki kemungkinan.”
“Jiang
Ge, menurutmu, apa yang dilakukan Lumba-Lumba itu ?” Xin Lan bertanya “siapa
yang akan mereka pilih ?’ “lebih besar kemungkinan kaum yang berasal dari
lautan juga. Tapi juga tidak menutup kemungkinan bagi penghuni daratan” Wei
Jiang menjawab sambil mengamati hal yang terjadi.
“Dengar
dari rumor, mungkin saja salah satu dari para Pangeran. Besar kemungkinan
adalah Xi Hai Da Wang Zi… Kebijaksanaannya sudah lama terdengar…” Cheng Mei
berguman. “ck… melihat seperti ini, mana ada memilih ! adanya mengajak dewa
dewi bermain bersama mereka” Xue Ling berdecak, mengamati hal yang terjadi.
“Xue,
jangan lupa kau dulu bisa bermain dengan para Lumba-Lumba, mungkin saja pilihan
mereka adalah dirimu…” Cheng Mei berguman dengan nada mengejek dan nada
menginfokan. “haih kalau kau diam, tidak ada yang mengatakan kau bisu…” Xue
Ling menghardik Cheng Mei yang nyengir padanya.
“Kita
pergi dari sini !” Han Ling menggandeng tangan Xue Ling “Han Ge, tunggu sesaat
lagi…” Xue Ling menarik tangannya dari genggaman Han Ling. Terlihat para
Lumba-Lumba yang menyelam, menyelamatkan para dewa dewi yang terbawa pusaran
air dan kembalinya air bah ke lautan. Tersisa Lumba-Lumba ungu yang belum
berhenti menari, bernyanyi, dan melompat-lompat.
Tidak
ada gerakan membahayakan lagi dari Lumba-Lumba. Hanya saja air bah yang
menenggelamkan mereka hingga leher belum juga surut ke lautan. Setelah
menyelamatkan semua dewa dewi dari lautan, para Lumba-Lumba kembali berkumpul
bersama Lumba-Lumba ungu.