
Dalam Xing Guang Jiejue, keempat iblis menatap ngeri Bai Feng
Jiu. Walaupun mereka memberi luka yang tidak sedikit pada Bai Feng Jiu, tapi
Bai Feng Jiu seperti monster yang tidak mengenal rasa sakit dan lelah. Bai Feng
Jiu seperti mesin pembunuh, tidak mengenal siapapun di hadapannya. Ji Heng yang
sudah terluka parah, mulai ketakutan “kau… jangan kemari, jangan kemari !” Bai
Feng Jiu dengan mata merahnya, berjalan mendekati Ji Heng “kau bukannya ingin
membunuhku ? aku ada di hadapanmu… apa yang kau tunggu ?” menunduk, menjalankan
jarinya di wajah Ji Heng.
Ji Heng gemetar “jangan menyentuhku… jangan menyentuhku… Mo Zun,
tolong aku… tolong aku…” memohon bantuan Miao Luo yang tidak berbeda jauh
kondisinya dengan Ji Heng. “Di Jun… Di Jun… tolong aku… Di Jun, anda sudah
berjanji pada ayahku… Di Jun…” Ji Heng berteriak mengiba-iba. Bai Feng Jiu melihat
ke luar Xing Guang Jiejue “ah kau ingin meminta bantuannya ?” menunjuk Dong Hua
diluar jiejue.
Tiba-tiba 1 bola api menghantam tubuh Bai Feng Jiu, membuatnya
berlutut muntah darah hitam. Miao Luo berusaha berdiri, menyerang Bai Feng Jiu
“hahaha… Miao Luo Mo Zun, kau ingin memakai milik yang mulia untuk menyerang
yang mulia hahaha…” Bai Feng Jiu mengangkat satu tangan menahan serangan Miao
Luo “a… apa maksudmu ?” Miao Luo yang merasa sangat kesakitan, muntah darah.
Bai Feng Jiu nyengir “gadis berjubah putih !” “kau ? kau tahu
gadis berjubah putih ?” Ji Heng menatap Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu melayangkan
tangannya, menampar Ji Heng hingga terhempas ke tepi jiejue “bukankah kau mau
meminta bantuannya… lakukanlah, sebelum yang mulia bosan bermain denganmu !” Ji
Heng berada di hadapan Dong Hua, memukul-mukul jiejue “Di Jun, tolong aku…
tolong aku… aku janji akan berubah… Di Jun, kau sudah berjanji pada ayahku
untuk menjagaku…” Ji Heng terus berusaha berteriak dan menerobos jiejue.
Dong Hua dan lainnya di luar, melihat petir dan bola api yang
terus menghantam tubuh Bai Feng Jiu “sudah 3 jam, rintangan ini belum selesai
!”. Bai Feng Jiu tanpa melihat, mengangkat ketiga iblis di hadapannya “Bai Feng
Jiu, bunuh saja kami !” Su Yang menggunakan sisa kekuatannya, berteriak pada
Bai Feng Jiu “membunuhmu ! hahaha Su Yang Mo Jun, yang mulia pasti membunuhmu
saat yang mulia puas bermain denganmu !”
“Bai
Feng Jiu, aku tidak ada dendam denganmu, kenapa kau melakukan ini padaku ?” Nie
Chu Ying berusaha meronta. Bai Feng Jiu menutup mata “Nie Chu Ying, yang mulia
masih belum melupakan kebohonganmu dulu, menipu ekor yang mulia. Belum lagi, kau
membawa pedang iblis ke alam fana dan mengincar Batu Ling Bi yang akhirnya
membuatku menahan satu tusukan. Jangan mengira aku tidak tahu campur tanganmu
dalam pengejaran selama 200 tahun di alam fana. Saat ini, kau bertanya dendam
hahaha… yang disana menyebalkan…” menunjuk luar jiejue “kau menjijikkan !” menunjuk
Nie Chu Ying.
“Bai
Feng Jiu, bagaimana kalau kita hentikan pertarungan ini ! kau dan aku bersatu,
kita menguasai Si Hai Ba Huang !” Miao Luo menawarkan “hahaha… menguasai Si Hai
Ba Huang… apa yang menarik dengan menguasai Si Hai Ba Huang ? hanya orang bodoh
yang berfikir ingin menguasai Si Hai Ba Huang” Bai Feng Jiu berkata dengan
sinis pada Miao Luo “apa tujuanmu sebenarnya ? kau sudah melukai kami seperti
ini, tapi tidak membunuh kami !” Miao Luo bertanya dengan sisa-sisa nafasnya
“tujuan ? aku akan memperlihatkan pada kalian, apa akibat dari mengganggu yang
mulia !” berkata dengan emosi.
“bagaimana
memperpanjang waktu untuk mengumpulkan kekuatan “mudah saja, karena dendamku
yang lebih besar pada kalian…” Bai Feng Jiu menatap Miao Luo dengan penuh
kebencian “jika kau sanggup, bunuh saja yang mulia !” Miao Luo menantang
“membunuhmu hanya masalah gampang. Yang mulia lebih menginginkan kau merasa
lebih baik mati daripada hidup hahaha…”.
“Bai
Feng Jiu, walaupun kau membunuh kami, kau juga tidak bisa keluar dari sini” Su
Yang berkata tegas “xiao hu li, San Du disini adalah kekuatan yang mulia.
Dengan adanya San Du Chuo Shi, yang mulia akan kembali lagi. Walaupun kau
menyiksa yang mulia, tetap tidak akan lolos dari San Du Chuo Shi” Miao Luo
menambahkan “hmm… benarkah… jangan samakan yang mulia dengan diri kalian yang
bodoh ini !” Bai Feng Jiu berdiri dengan nafas tersenggal-senggal.
“aaaa…
aaa…. aaa…..” Miao Luo berteriak kesakitan, keluar asap hitam dari tubuhnya,
bersamaan dengan tubuh Nie Chu Ying, Su Yang dan Ji Heng. Semua berteriak
kesakitan “aaa… hentikan… hentikan… sakit sekali… aaa… Di Jun, tolong aku… Di
Jun, kau tidak bisa mengingkari kata-katamu… ini adalah janjimu pada ayahku… Di
Jun…” Ji Heng memakai sisa tenaganya berteriak meminta pertolongan.
“Dong
Hua, wanita ini sangat tidak tahu malu !” Sou Wan merasa jijik melihat Ji Heng.
Sementara Dong Hua tidak memindahkan tatapannya dari Bai Feng Jiu. Semua asap
hitam yang keluar dari tubuh keempat iblis, berkumpul di tangan Bai Feng Jiu
“kau… kau… gadis berjubah putih !” Miao Luo terbata-bata. Bai Feng Jiu terjatuh
dan bangkit terus menerus disebabkan oleh bola api dan petir yang belum juga
berhenti. “yang mulia akan membuat kalian merasakan, apa yang yang mulia
rasakan 200 tahun di alam fana !” asap hitam di genggaman Bai Feng Jiu
menyebar, mencabik-cabik tubuh keempat iblis. Ji Heng terlebih dulu berlari,
berusaha menyelamatkan diri dari asap hitam yang merupakan jiwa-jiwa dari Suo
Hun Yu, diikuti ketiga lainnya.
Bai
Feng Jiu jatuh berlutut, menopang tubuhnya dengan pedang Tao Zhu “Xiao Bai…
Xiao Bai…” Dong Hua yang melihatnya, berusaha ingin masuk Xing Guang Jiejue.
Bai Feng Jiu akhirnya jatuh terlentang, menatap petir dan bola api yang masih
menghantam tubuhnya. “Xiao Jiu sudah tidak dapat menahannya…” Zhe Yan
mengkonfirmasi “Niang Qin… Niang Qin…” Gun Gun memukul-mukul jiejue sambil
berlinang air mata.
“serang
jiejue… serang jiejue… mungkin bisa membuka lubang kecil…” Sou Wan memberi ide.
Semua bersama-sama menyerang Xing Guang Jiejue, berusaha membuka celah “Xiao
Bai, bertahanlah…” bersamaan dengan itu, lubang hitam di langit mengecil dan
menghilang “sudah selesai… rintangan sudah selesai !” Yan Ci Wu berguman “9981
petir 389 bola api langit !” Lian Song berguman.
Tubuh
Bai Feng Jiu terangkat dalam kondisi menggenaskan dalam kobaran api hitam,
menatap semua tanpa ekspresi. Melihat keempat iblis yang berlari
tergopoh-gopoh, Bai Feng Jiu menggerakkan tangannya. Su Yang tertarik ke
hadapan Bai Feng Jiu dengan tangan yang mencekik leher Su Yang “lepas…
lepaskan…” bahkan tenaga untuk berbicara pun Su Yang sudah tidak sanggup
mengeluarkannya. Bai Feng Jiu menatap datar Su Yang. Sesaat kemudian Su Yang
terbakar dan yuhua di hadapan semua.