The Power Of Love

The Power Of Love
Mengadopsi Aira



Acara berjalan sampai sore semua silih berganti ingin menyumbangkan suara emasnya , begitu pun dengan Ocha dan Yumna mereka ikut serta menyumbangkan suara yang cukup lumayan untuk dinikmati .


Hanya Alya , Naura dan para bumil yang menjadi penonton setia seraya menikmati suara dari teman-teman dan keluarganya .


Terlihat jelas raut bahagia dari semua terutama Alex dan Shalwa , tak henti-hentinya mereka bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada mereka .


Ketika mendengar suara adzan asar berkumandang , semua mulai menghentikan aktivitasnya dan langsung membubarkan diri , lalu masuk ke kamar masing-masing yang berada dikediaman Ayah Alex , semua membersihkan diri dan segera melaksanakan kewajibannya untuk menunaikan sholat berjama'ah dimushola keluarga .


Setelah selesai sholat dan berdoa , Ayah Alex berkali-kali mengucapkan terimakasih pada semuanya karna telah ikut memeriahkan dan mensukseskan acara syukuran kali ini .


Semua kini berada diruang keluarga yang beralasan karpet berbulu tebal , seraya menikmati berbagai cemilan dan minuman .


" Oh ya kak jadi benar ya kalau panti Asuhan pelita itu kamu yang dirikan ? " , tanya opa Abi memastikan dan ia cukup kaget mendengar hal itu dari Alex tadi .


Dengan ragu-ragu Naura mengangguk .


" Ko bisa sii kak ? , terus kenapa gak pernah cerita-cerita ? " , tanya Manda ikut menimpali .


" Mmm Maaf " jawab Naura seraya menampilkan barisan gigi rapi , putih , dan bersihnya.


" Tapi yang jelas kita semua bangga banget sama pencapaian kamu kak , kakek saja gak pernah kepikiran buat mendirikan panti asuhan " balas Kakek Andi . Dan dianggukan semuanya .


Semua hanyut dalam obrolan santai seraya saling melempar candaan satu sama lain , Aira ia sudah sangat akrab dengan Zani , dan Kiya bahkan sepertinya mereka sangat menyayangi Aira karna Aira paling kecil diantara mereka .


Sampai pada akhirnya ketika sudah melaksanakan acara makan malam semua mulai pamit untuk pulang kerumahnya masing-masing , terkecuali bi Tuti dan keluarga kecil Dara , mereka memutuskan untuk pulang besok hari .


Setelah puas bermain , Aira langsung mengajak sang bunda untuk menemani nya tidur , dan Naura pun langsung menurutinya .


Aira hari ini tak sekali pun ia menangis bahkan yang ada ia terlihat sangat senang bisa bermain bareng sikembar , Fawwaz , Zani dan Kiya .


" Mungkin memang seharusnya Naura mengadopsi Aira , kasian Aira " , gumam Naura pelan seraya mengusap sayang kepala Aira yang sudah mulai tertidur .


*****


Setelah sarapan , Naura dan Azka langsung pamit untuk pergi ke kampus karna masih ada tugas yang harus segera dikumpulkan , sekaligus mereka akan mengurus berkas-berkas untuk mengadopsi Aira. Iya Azka dan Naura sudah memutuskan bahwa mereka sudah yakin akan mengadopsi Aira .


Sebelum pamit pada kedua orang tuanya , Naura lebih dulu pamit pada Aira lebih tepatnya ingin memberi sedikit pengertian pada Aira .


Ada rasa khawatir dalam diri Naura , ia khawatir Aira gak mau ditinggal dan malah nangis kejer seperti kemarin .


" Aira sayang dengerin bunda ya " , ucap Naura seraya mengelus lembut rambut Aira .


Oh ya Aira sudah sangat cantik dan sebelum sarapan Naura sudah membantu memandikan serta mengurus semua kebutuhannya .


Aira hanya mengangguk seraya menatap Naura .


" Aira gapapa kan bunda tinggal dulu , Aira disini main bareng sama abang Azzam dan Abang Azim ya " , Tutur Naura pelan .


" Iya bunda gapapa " Jawab Aira , Naura langsung bernafas lega dan melirik ke ara Azka .


" Disini juga ada ummah sama Aba jadi kalau Aira mau apa-apa , Aira bisa panggil ummah atau Aba saja ya " , Timpal Alex seraya tersenyum dan memberi anggukan , Iya Alex dan Shalwa sudah sepakat mereka ingin dipanggil ummah dan Aba oleh cucu-cucu mereka nanti termasuk oleh Aira , padahal arti yang sebenarnya ummah dan Aba adalah ibu dan Ayah , namun mereka tak memperdulikan hal itu lagian mereka masih muda , pikir Alex .


" Iya Aba " ,jawab Aira seraya mengangguk dan tersenyum.


" Bunda , Ayah maaf jadi merepotkan " ,ucap Naura tak enak .


" Jangan terlalu dipikirkan kak , bunda ga ngerasa direpotkan ko , kamu santai saja ya " Jawab Shalwa seraya mengelus bahu Naura lembut , dan Alex pun menyetujui perkataan istrinya .


" Makasih bunda " , timpal Naura seraya memeluk sang bunda .


" Aira , Ayah sama bunda pergi dulu ya , Aira baik-baik ya nak dan jangan bikin repot ummah sama Aba " , pamit Azka yang langsung dianggukan Aira.


" Anak pintar " , balas Azka seraya mengecup kepala Aira .


Azka dan Naura tak lupa mereka berpamitan pada bi Tuti dan keluarga kecil Farhan .


Lalu keduanya sama-sama melangkahkan kaki ke luar , dan benar saja Aira ia malah anteng dengan sikembar dan Fawwaz , kini tak ada lagi drama Aira yang menangis kejer karna ingin ikut dengan Naura dan Azka .


Mungkin ini salah satu tanda kalau Aira memang harus diadopsi oleh Naura dan Azka , Aira disini terlihat lebih senang dan tidak rewel .


Naura langsung masuk mobil ketika Azka sudah membukakan pintu untuk dirinya , lalu Azka segera berputar dan masuk kedalam mobil dan bersiap untuk mengemudi .


" Bee seperti keputusan kita untuk mengadopsi Aira itu keputusan yang sudah tepat " , Ujar Naura , ketika mobil Azka sudah melaju membelah jalanan yang lumayan ramai.


Azka melirik sekilas ke arah Naura , lalu kembali fokus ke arah depan .


" Memangnya kenapa Ay ? '' tanya Azka bingung .


" Bee ngerasa gak ? , sejak kemarin Aira ikut kita , dia keliatan bahagia banget terus sekarang Aira juga jadi tidak rewel bahkan kita tinggal pun dia tidak apa-apa " , jawab Naura panjang lebar .


Azka diam sejenak memikirkan perkataan Naura .


" Iya juga ya Ay , berarti itu salah satu tanda kalau kita memang harus mengadopsi Aira , biar Aira bisa ketemu kita terus dan jadi tidak rewel " Ujar Azka membenarkan perkataan Naura .


" Iya Bee , mudah-mudahan saja kita bisa menjadi orang tua yang baik buat Aira " Timpal Naura .


" Aamiin " Balas Azka seraya mengelus lembut kepala Naura yang terbalut hijab.


Jika mengingat umur Azka dan Naura mungkin mereka masih bocah ingusan tapi karna kepintaran dan keduanya juga mampu tak ada salahnya mereka menjadi orang tua diusia mudanya , toh diluar sana banyak yang masih muda bahkan lebih muda dari umur Azka dan Naura namun mereka sudah menjadi orang tua .


" Bismillah ya mudah-mudahan semuanya diberi kemudahan oleh Allah SWT " ujar Azka lagi seraya memberi semangat kepada dirinya dan Naura .


" Aamiin " Jawab Naura tersenyum ke arah Azka .


Keduanya terus mengobrol sepanjang perjalanan , tak jarang Azka pun melempar candaan pada Naura sampai akhirnya mereka tertawa bersama , dan tanpa disadari kini hubungan keduanya semakin dekat bahkan sudah tidak terlalu canggung lagi .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 . terimakasih 🤗🤗🤗🙏.