The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 36 - Ketahanan terhadap arak



            Mereka bercengkrama sambil menunggu kue arak “maaf lama


menunggu, silahkan !” Tao Shan dan Fen Yu membawa beberapa piring kue arak yang


baru selesai dibuat. “wah jie, ini memang lebih enak, araknya lebih terasa !”


Ling Siang memuji “Xue Ling, masih ada percobaan lain kah ? ini enak membuatku


mengharap lainnya lagi !” Cheng Mei berguman. “Shen Zun, jika masih ada, aku


akan segera membuatkannya !” Fen Yu menawarkan. Xue Ling menggeleng “sudah


menyusahkanmu !” Fen Yu menggeleng “anda mau datang dan memberi pengetahuan


baru bagi kami saja sudah merupakan keberuntungan kami, mana ada menyusahkan !”


Xue Ling tersenyum.


            “Xiao Xue menyukai yang mana ?” Han Ling bertanya. Xue


Ling menunjuk 5 macam kue, 2 yang original buatan Fen Yu dan 3 yang atas


permintaan Xue Ling. “silahkan mencicipi araknya !” Tao Shan mempersila. Xue


Ling menggoda Han Ling “bagaimana kalau aku mabuk hari ini ?” “Shen Zun, anda


bisa beristirahat disini !” Fen Yu menawarkan “nah Xiao Xue bisa mabuk dalam


pelukanku ditemani bau arak sepanjang hari” Han Ling mempersila, Xue Ling


cekikikan.


            Alhasil semua gadis dan wanita kecil ini mabuk, bahkan


Huo Ling dan Han Ling pun sudah agak mabuk “ketahanan mereka lumayan, tapi Han


Ling, Shen Zun…” diantara semua, Xue Ling yang paling cepat mabuk “tubuhnya


hanya berusia 5.000 tahun, belum memiliki ketahanan terhadap arak” Han Ling


menjelaskan sambil memeluk Xue Ling yang sudah hampir menutup matanya. Tao Shan


teringat “5.000 tahun ? apa…” Han Ling mengangguk “dia gadis itu !” Tao Shan


tersenyum “akhirnya kau menghadapi perasaanmu sendiri !” Han Ling tersenyum,


mengecup kening Xue Ling, membuat Xue Ling menengadahkan kepalanya melihat Han


Ling dengan mata sayup “sangat mencintainya !” Han Ling tersenyum memanjakan.


Xue Ling tersenyum “aku juga mencintaimu” menutup mata, tertidur.


            Tao Shan berguman “bagus sekali ! seharusnya sudah dari


dulu kalian bersama, kau terlalu banyak pemikiran.” Han Ling membelai kepala


Xue Ling “beruntung aku bisa mengejarnya kembali !” Tao Shan penasaran “apa


jadinya jika dia tidak berbalik ? jika dia benar pergi setelah kau mengusirnya


?” Han Ling menatap Tao Shan “aku tidak akan berada disini saat ini !” “hmmm


bukankah beberapa bulan itu sudah kau lalui ?” “hmm mengatakan soal itu,


arak-arakmu tidak dapat membantuku sama sekali, hanya membuat kepalaku semakin


sakit tapi bayangannya semakin jelas” “jadi…”


            Han Ling menggeleng “aku selalu minum arak menghadap


gerbang, berharap dia akan melangkah masuk seperti biasanya. Sebagaimana


mabuknya, aku tetap mengingatnya, penyesalan, kehilangan, aku tidak tahu


bagaimana hidupku beberapa bulan itu.” Tao Shan melihat Xue Ling “hmmm kau


harus berterima kasih padanya, karena tidak meninggalkanmu ! kurasa kau juga


akan menyusulnya jika dia tidak kembali !” Han Ling mengangguk “Xiao Xue adalah


Si Hai Ba Huang-ku. Tidak ada Xiao Xue, aku tidak memiliki arti hidup di dunia


ini” Tao Shan mengangguk “baik-baiklah padanya, jangan melakukan hal bodoh lagi


!” Han Ling mengangguk.


            “Han Ling, kamar kalian sudah siap ! lainnya sudah


beristirahat. Masuklah, aku sudah menyiapkan ramuan penghilang mabuk di kamar


kalian” Fen Yu menghampiri “terima kasih !” Han Ling menggendong Xue Ling ke


kamar. Fen Yu tersenyum “akhirnya dia membuka diri !” Tao Shan merangkul


istrinya “huh setidaknya mengurangi dia setiap kali ke sini menghabiskan


arak-arakku !” Fen Yu protes “aku malah senang mereka sering datang !” “aiya


membuat kue arak ?” Tao Shan merengek.


            Han Ling membaringkan dan meminumkan ramuan penghilang


mabuk pada Xue Ling “Xiao Xue, bajumu terkena tumpahan ramuan, aku


menggantikannya !” Xue Ling hanya mengangguk. Han Ling menggantikan baju Xue


Ling, memberi beberapa kecupan sebelum berbaring di sisinya. Han Ling tersenyum


lembut menatap wajah tidur Xue Ling ‘Xiao Xue, kau terlambat kembali sesaat


lagi, mungkin kita sudah tidak dapat bertemu. Xiao Xue, aku mencintaimu hingga


ke sanubari terdalamku. Jika kau meninggalkanku saat itu, aku hanya bisa


diam-diam melindungimu. Tapi jika kau dekat dengan pria lain, aku tidak akan


sanggup melihatnya. Bagaimana aku membuatmu mengerti ketakutanku akan


kehilangan dirimu ? bagaimana membuktikan padamu rasa cintaku yang sangat dalam


untukmu ? Xiao Xue, aku sangat mencintaimu, cinta pertama, cinta suci, cinta


gila, cinta sejati, semuanya untukmu’. Han Ling memeluk erat Xue Ling “Xiao


Xue, aku sangat mencintaimu !” tertidur di sisi Xue Ling.


            Mendapat bekal kue arak untuk menemani perjalanan mereka,


sesuai dengan kesukaan masing-masing “hmm… pemuda-pemuda tampan… jika kalian


berjalan seperti ini di alam fana, akan mengundang banyak lebah hihihi…” Fen Yu


menggoda. “ah kalian bisa coba ke Liang Yuan Gu, disana sangat ramai… tempat


berkumpulnya para dewa dewi yang suka bergosip, mencari pemandangan indah dan


kesenangan duniawi hihihi…” Tao Shan memberi tahu. “Liang Yuan Gu ?” Xue Ling


penasaran “jie, setelah perangmu, awalnya tempat itu menjadi tempat untuk


melepas penat karena sumber dayanya yang indah… lama kelamaan menjadi seperti


itu… Lao Jun mengatakan tempat untuk melupakan beban dan menikmati hidup…” Shui


Ling menjelaskan “ooo… ada tempat seperti itu… ayo kita lihat…” Xue Ling


antusias, berpamitan dengan Tao Shan dan Fen Yu, melanjutkan perjalanan.


            “Xue Ling, kau jangan menghilang di Liang Yuan Gu !”


Cheng Mei memperingati “aaa… apa ini salah satu dari tujuanmu ?” Xue Ling


berguman, Cheng Mei mengangguk “ini salah satunya, aku juga penasaran dengan


Liang Yuan Gu ini ! ingat, jangan berpisah dari kami !” memperingati Xue Ling


“aku akan selalu bersamanya” Han Ling menggandeng tangan Xue Ling “Han Ling,


genggam wanita mungil ini dengan baik, jangan membuatnya berlari sembarangan”


Cheng Mei memperingati, Han Ling mengangguk.


            “apa-apaan ? apa semenakutkan itu ? aku hanya


bersenang-senang” Xue Ling protes. Cheng Mei mencibir “bersenang-senang !


jangan kira aku melupakan tingkahmu !” Xue Ling cemberut, memajukan bibirnya


“jika aku seorang pemuda, akan kucium bibirmu itu !” goda Cheng Mei. Han Ling


melihat dan mendengarnya, segera memeluk Xue Ling dan mencium bibir majunya


“manis sekali !” Han Ling menggoda, Cheng Mei cekikikan, Xue Ling kesal “ah


kalian hanya tahu menindasku !” meronta. Han Ling cekikikan “kesayanganku,


sangat menggemaskan… bersenang-senanglah tapi harus selalu berada di sisiku…


jangan membuatku tidak dapat melihatmu !” Xue Ling melirik kesal “baiklah !”


            “ish kenapa harus bertemu dengannya, merusak pemandangan


saja !” Ling Siang menggerutu “ini hiruplah !” Han Ling memberi kantong


wewangian dari Fen Yu ke Xue Ling “Huo, kau hadapi ! kami ke sebelah sana,


jangan biarkan dia mendekatiku ! dia semakin bau !” Xue Ling berkata dengan


kesal. Han Ling membawa lainnya ke arah berlainan “Xiao Xue, kalau tak nyaman,


kita pindah tempat saja !” Xue Ling menggeleng “sudah tiba, tidak perlu karena


masalah kecil merusak kesenangan”