
Mereka bercengkrama sambil menunggu kue arak “maaf lama
menunggu, silahkan !” Tao Shan dan Fen Yu membawa beberapa piring kue arak yang
baru selesai dibuat. “wah jie, ini memang lebih enak, araknya lebih terasa !”
Ling Siang memuji “Xue Ling, masih ada percobaan lain kah ? ini enak membuatku
mengharap lainnya lagi !” Cheng Mei berguman. “Shen Zun, jika masih ada, aku
akan segera membuatkannya !” Fen Yu menawarkan. Xue Ling menggeleng “sudah
menyusahkanmu !” Fen Yu menggeleng “anda mau datang dan memberi pengetahuan
baru bagi kami saja sudah merupakan keberuntungan kami, mana ada menyusahkan !”
Xue Ling tersenyum.
“Xiao Xue menyukai yang mana ?” Han Ling bertanya. Xue
Ling menunjuk 5 macam kue, 2 yang original buatan Fen Yu dan 3 yang atas
permintaan Xue Ling. “silahkan mencicipi araknya !” Tao Shan mempersila. Xue
Ling menggoda Han Ling “bagaimana kalau aku mabuk hari ini ?” “Shen Zun, anda
bisa beristirahat disini !” Fen Yu menawarkan “nah Xiao Xue bisa mabuk dalam
pelukanku ditemani bau arak sepanjang hari” Han Ling mempersila, Xue Ling
cekikikan.
Alhasil semua gadis dan wanita kecil ini mabuk, bahkan
Huo Ling dan Han Ling pun sudah agak mabuk “ketahanan mereka lumayan, tapi Han
Ling, Shen Zun…” diantara semua, Xue Ling yang paling cepat mabuk “tubuhnya
hanya berusia 5.000 tahun, belum memiliki ketahanan terhadap arak” Han Ling
menjelaskan sambil memeluk Xue Ling yang sudah hampir menutup matanya. Tao Shan
teringat “5.000 tahun ? apa…” Han Ling mengangguk “dia gadis itu !” Tao Shan
tersenyum “akhirnya kau menghadapi perasaanmu sendiri !” Han Ling tersenyum,
mengecup kening Xue Ling, membuat Xue Ling menengadahkan kepalanya melihat Han
Ling dengan mata sayup “sangat mencintainya !” Han Ling tersenyum memanjakan.
Xue Ling tersenyum “aku juga mencintaimu” menutup mata, tertidur.
Tao Shan berguman “bagus sekali ! seharusnya sudah dari
dulu kalian bersama, kau terlalu banyak pemikiran.” Han Ling membelai kepala
Xue Ling “beruntung aku bisa mengejarnya kembali !” Tao Shan penasaran “apa
jadinya jika dia tidak berbalik ? jika dia benar pergi setelah kau mengusirnya
?” Han Ling menatap Tao Shan “aku tidak akan berada disini saat ini !” “hmmm
bukankah beberapa bulan itu sudah kau lalui ?” “hmm mengatakan soal itu,
arak-arakmu tidak dapat membantuku sama sekali, hanya membuat kepalaku semakin
sakit tapi bayangannya semakin jelas” “jadi…”
Han Ling menggeleng “aku selalu minum arak menghadap
gerbang, berharap dia akan melangkah masuk seperti biasanya. Sebagaimana
mabuknya, aku tetap mengingatnya, penyesalan, kehilangan, aku tidak tahu
bagaimana hidupku beberapa bulan itu.” Tao Shan melihat Xue Ling “hmmm kau
harus berterima kasih padanya, karena tidak meninggalkanmu ! kurasa kau juga
akan menyusulnya jika dia tidak kembali !” Han Ling mengangguk “Xiao Xue adalah
Si Hai Ba Huang-ku. Tidak ada Xiao Xue, aku tidak memiliki arti hidup di dunia
ini” Tao Shan mengangguk “baik-baiklah padanya, jangan melakukan hal bodoh lagi
!” Han Ling mengangguk.
“Han Ling, kamar kalian sudah siap ! lainnya sudah
beristirahat. Masuklah, aku sudah menyiapkan ramuan penghilang mabuk di kamar
kalian” Fen Yu menghampiri “terima kasih !” Han Ling menggendong Xue Ling ke
kamar. Fen Yu tersenyum “akhirnya dia membuka diri !” Tao Shan merangkul
istrinya “huh setidaknya mengurangi dia setiap kali ke sini menghabiskan
arak-arakku !” Fen Yu protes “aku malah senang mereka sering datang !” “aiya
membuat kue arak ?” Tao Shan merengek.
Han Ling membaringkan dan meminumkan ramuan penghilang
mabuk pada Xue Ling “Xiao Xue, bajumu terkena tumpahan ramuan, aku
menggantikannya !” Xue Ling hanya mengangguk. Han Ling menggantikan baju Xue
Ling, memberi beberapa kecupan sebelum berbaring di sisinya. Han Ling tersenyum
lembut menatap wajah tidur Xue Ling ‘Xiao Xue, kau terlambat kembali sesaat
lagi, mungkin kita sudah tidak dapat bertemu. Xiao Xue, aku mencintaimu hingga
ke sanubari terdalamku. Jika kau meninggalkanku saat itu, aku hanya bisa
diam-diam melindungimu. Tapi jika kau dekat dengan pria lain, aku tidak akan
sanggup melihatnya. Bagaimana aku membuatmu mengerti ketakutanku akan
kehilangan dirimu ? bagaimana membuktikan padamu rasa cintaku yang sangat dalam
untukmu ? Xiao Xue, aku sangat mencintaimu, cinta pertama, cinta suci, cinta
gila, cinta sejati, semuanya untukmu’. Han Ling memeluk erat Xue Ling “Xiao
Xue, aku sangat mencintaimu !” tertidur di sisi Xue Ling.
Mendapat bekal kue arak untuk menemani perjalanan mereka,
sesuai dengan kesukaan masing-masing “hmm… pemuda-pemuda tampan… jika kalian
berjalan seperti ini di alam fana, akan mengundang banyak lebah hihihi…” Fen Yu
menggoda. “ah kalian bisa coba ke Liang Yuan Gu, disana sangat ramai… tempat
berkumpulnya para dewa dewi yang suka bergosip, mencari pemandangan indah dan
kesenangan duniawi hihihi…” Tao Shan memberi tahu. “Liang Yuan Gu ?” Xue Ling
penasaran “jie, setelah perangmu, awalnya tempat itu menjadi tempat untuk
melepas penat karena sumber dayanya yang indah… lama kelamaan menjadi seperti
itu… Lao Jun mengatakan tempat untuk melupakan beban dan menikmati hidup…” Shui
Ling menjelaskan “ooo… ada tempat seperti itu… ayo kita lihat…” Xue Ling
antusias, berpamitan dengan Tao Shan dan Fen Yu, melanjutkan perjalanan.
“Xue Ling, kau jangan menghilang di Liang Yuan Gu !”
Cheng Mei memperingati “aaa… apa ini salah satu dari tujuanmu ?” Xue Ling
berguman, Cheng Mei mengangguk “ini salah satunya, aku juga penasaran dengan
Liang Yuan Gu ini ! ingat, jangan berpisah dari kami !” memperingati Xue Ling
“aku akan selalu bersamanya” Han Ling menggandeng tangan Xue Ling “Han Ling,
genggam wanita mungil ini dengan baik, jangan membuatnya berlari sembarangan”
Cheng Mei memperingati, Han Ling mengangguk.
“apa-apaan ? apa semenakutkan itu ? aku hanya
bersenang-senang” Xue Ling protes. Cheng Mei mencibir “bersenang-senang !
jangan kira aku melupakan tingkahmu !” Xue Ling cemberut, memajukan bibirnya
“jika aku seorang pemuda, akan kucium bibirmu itu !” goda Cheng Mei. Han Ling
melihat dan mendengarnya, segera memeluk Xue Ling dan mencium bibir majunya
“manis sekali !” Han Ling menggoda, Cheng Mei cekikikan, Xue Ling kesal “ah
kalian hanya tahu menindasku !” meronta. Han Ling cekikikan “kesayanganku,
sangat menggemaskan… bersenang-senanglah tapi harus selalu berada di sisiku…
jangan membuatku tidak dapat melihatmu !” Xue Ling melirik kesal “baiklah !”
“ish kenapa harus bertemu dengannya, merusak pemandangan
saja !” Ling Siang menggerutu “ini hiruplah !” Han Ling memberi kantong
wewangian dari Fen Yu ke Xue Ling “Huo, kau hadapi ! kami ke sebelah sana,
jangan biarkan dia mendekatiku ! dia semakin bau !” Xue Ling berkata dengan
kesal. Han Ling membawa lainnya ke arah berlainan “Xiao Xue, kalau tak nyaman,
kita pindah tempat saja !” Xue Ling menggeleng “sudah tiba, tidak perlu karena
masalah kecil merusak kesenangan”