
Sesampai dilantai atas ternyata interior bangunannya tak kalah bagus dari lantai bawah dan suasananya pun sama ramai namun masih ada beberapa meja yang belum terisi .
" Kita duduk disana saja " , tunjuk Ayah Alex pada meja disebelah pojok kanan .
Semua setuju dan mengangguk lalu mengikuti Ayah Alex ke arah meja yang menjadi pilihan tempat duduk mereka .
Tak lama setelah mereka duduk , salah satu pelayan datang dengan membawa buku menu .
" Silahkan " , Ujar nya sopan seraya menyodorkan buku menu .
Tanpa sengaja pelayan itu bertatapan dengan Azka .
" Eh maaf pak saya tadi sempat tidak mengenali bapak , mohon maaf pak " , Ujar nya lagi seraya mengangguk hormat pada Azka .
" Iya tidak apa-apa bang " , jawab Azka seraya mengangguk dan tersenyum kikuk .
Ternyata yang mengantarkan buku menu kenal dengan Azka , dan semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada Azka dan pelayang tersebut .
Dan lagi-lagi pelayan tersebut bertatapan dengan Naura , walau hanya beberapa detik tapi ia cukup mengenali Naura .
" Bu Boss , maaf Bu saya lancang , saya kira ibu pengunjung , Mau makan apa Bu ? " , Ujarnya lagi ketika melihat Naura sekaligus langsung menawarkan makanan .
" Degh... " , Naura langsung terpaku mendengar perkataan karyawannya yang tak lain adalah bang Galih .
Iya bang Galih yang waktu itu ia tolong dan memberinya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup dengan bekerja dicaffe Zana .
" Maaf Bu boss siapa maksudnya ya mas ? " , tanya Ocha bingung , begitu pun dengan yang lain .
" Aduh gimana ini ? , dan kenapa juga bang Galih bisa ngenalin Naura padahal waktu itu Naura pakai penutup wajah " batin Naura bertanya .
" Emm - " , bang Galih ragu-ragu ingin menjawab namun beruntung ia langsung dipanggil oleh bang Anggi .
" Bang Galih.. , tolong antarkan ini ke meja no 33 sebelah sana ya , biar ini gue yang kerjain " pinta bang Anggi , lalu ia mendekat ke arah meja keluarga Naura .
" Maaf mau pesan apa ? " , tanya bang Anggi ramah , dan sepertinya ia belum menyadari kehadiran Naura disana .
" Sebentar ya mas " , jawab Ayah Alex ramah , dan langsung dianggukan oleh bang Anggi .
Bang Anggi tidak terlalu fokus dengan semua orang yang datang ke Caffe ditambah malam ini keadaan Caffe benar-benar sangat ramai sehingga ia harus turun tangan membantu mengantarkan makanan .
" Dek " , panggil bang Anggi ragu-ragu ketika kedua netranya melihat sosok Naura yang duduk bersebelahan dengan Azka .
" Ya Allah dek , kenapa gak bilang-bilang mau datang kesini ? , dan maaf Abang baru lihat kamu , oh ya kenapa kamu duduk disini , biasanya langsung ke ruangan ? , mau makan apa dek , biar Abang bikinin ? " , tanya bang Anggi beruntun .
Naura sudah dari tadi mencoba memberi isyarat dengan matanya kalau ia kesini tak hanya seorang diri , melainkan dengan keluarga dan para sahabatnya , namun sayang ternyata bang Anggi tidak bisa memahami isyaratnya .
" Dek kamu kenapa sii ? " , tanya bang Anggi seraya menirukan yang diisyaratkan oleh Naura .
" Ekhem " , Suara Alex berdehem.
" Astagfirullah hal'adzim " , ujar Bang Anggi yang langsung beristigfar dan menutup mulutnya dengan tangan .
" Eh maaf sepertinya saya salah orang " , Ujar bang Anggi seraya menampilkan barisan giginya yang putih dan rapi .
" Bentar mas , apa boleh saya bertanya ?" , ujar Ayah Alex .
" Emmm boleh boleh silahkan pak " , jawab bang Anggi gugup dan ia terus melihat ke arah Naura , ia benar-benar mengutuk dirinya karna keceroboh yang tidak bisa menjaga kedua bibirnya .
" Kalau saya boleh tahu pemilik Caffe Zana ini siapa ya ? , saya sudah beberapa kali mengajukan kerja sama dan membuat janji ingin bertemu tapi tak ada respon sama sekali " , Tanya Alex penasaran .
" Ekhem " , sebelum menjawab pertanyaan Ayah Alex , terlebih dahulu bang Anggi berdehem untuk menetralkan dirinya dan berharap ia tak salah lagi dalam berucap .
" Oh jadi pemilik Caffe ini seorang perempuan mas ? " , tanya Zaky ikut bertanya .
Dan Bang Anggi hanya mengangguk lemah seraya menundukkan kepalanya .
" Maaf semuanya jadi mau pesan apa ? " , tanya bang Anggi gugup dan ia tak berani menatap Naura .
" Oh iya maaf ya mas jadi lama menunggu " Ujar bunda Shalwa ramah .
" Iya bu tidak apa-apa " jawab bang Anggi dengan senyum yang dipaksakan .
Lalu Ayah Alex diikuti yang lainnya mulai mengutarakan apa yang ingin mereka pesan dan Bang Anggi dengan cepat langsung mencatat semua pesanannya dan ketika sudah selesai ia langsung pamit pergi .
Naura tak banyak bicara , ia tahu pasti kedua orang tua dan para sahabat nya saat ini tengah bingung dan bertanya-tanya , pasalnya sudah dua orang yang bersikap aneh pada Naura dan sudah pasti mereka mengira ada apa-apanya .
" Kak kamu kenal dengan masa-masanya tadi ? " , tanya bunda Shalwa memecahkan keheningan dimeja itu .
" Emmm gimana Bun ? " , tanya balik Naura gugup .
" Ra lu kenapa sii ? , Tante Shalwa tanya lu kenal dengan mas yang manggil lu dengan sebutan dek tadi ? " , tanya Ocha panjang lebar .
" Mmm kenal , karna Naura kan sering makan disini bareng kak Azka , iya kan bee ? " Jawab Naura gugup seraya meminta dukungan dari Azka , dan Azka hanya menganggukan kepalanya .
" Kok malah berbohong lagi sii Ay ? " batin Azka seraya menatap Naura .
Tak lama pesanan mereka datang namun kali ini yang mengantarkannya bukan bang Anggi ataupun bang Galih .
" Selamat menikmati " Ujar pelayan ketika semua makanan sudah dihidangkan dimeja .
" Makasih mas " , jawab bunda Shalwa ramah dan yang lain hanya mengangguk seraya tersenyum .
" Eh mas tunggu sebentar , mas tahu gak siapa pemilik Caffe Zana ini ? " , tanya Temmy yang penasaran dan memang Caffe Zana ini tidak diketahui siapa pemilik sebenarnya .
" Uhukh..Uhukh " , Naura yang sedang meminum jus ia langsung tersedak mendengar pertanyaan Temmy .
" Ay "
" Kak "
" Ra "
panggil Azka , bunda Shalwa , Ayah Alex dan para sahabat Naura berbarengan karna khawatir .
" Minum Ay " , ujar Azka seraya menyodorkan gelas yang berisi air mineral .
" Maaf saya permisi " , Pamit pelayan tadi .
Dan tak lama Naura pun pamit untuk ke kamar mandi , namun Naura bukan benar-benar ingin ke kamar mandi ia bermaksud ingin menemui kedua abangnya dan ia langsung menuju ruangannya ketika dirasa aman , tak lupa Naura pun mengirimkan pesan pada kedua abangnya agar segera ke ruangan .
Tanpa Naura sadari ternyata secara diam-diam ada yang mengikutinya dan mencoba menguping semua pembicaraan Naura dengan kedua abangnya , namun sayang ternyata ruangan Naura kedap suara dan sialnya bang Angga menutup pintunya dengan rapat .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.