
Han
Ling menyusul Xue Ling yang ditarik Shui Ling berjalan di depan “Xiao Xue…”
dengan cemberut menarik Xue Ling “wah jiefu sudah menyusul, cepat sekali…” Shui
Ling menggoda, Han Ling cemberut “Xiao Xue, kau mengabaikanku !” Xue Ling
cekikikan “Han ge, aku hanya berbeda beberapa langkah darimu, mana bisa
dikatakan mengabaikan !” Han Ling merengek, tangannya terus menggenggam tangan Xue Ling..
Cheng
Mei mengejek “aiyo Han Ling Shen Jun, ini masih terang hari, harap perhatikan
sikap anda !” Han Ling acuh tak acuh pada Cheng Mei, terus merangkul Xue Ling
“aiyo Han ge, ayo cepatlah… bukankah mau ke Dong Hua Gu…” Xue Ling menarik
tangan Han Ling, berjalan terus ke depan. Bibir Han Ling perlahan terangkat, membentuk senyuman.
“hei…
dia sudah tua… bagaimana kalau kita membawa anaknya saja !” ucap seorang pria
terhadap pria lain yang tidak bergerak “kakak, aku ingin berhenti…” “adik, aku
juga sebenarnya tidak mau, tapi kalau kita tidak membawa pulang mangsa baru,
kitalah yang akan menjadi mangsa itu !” “kakak, bagaimana nasib kita, apa harus
terus menjalani seperti ini ?” “jika tidak, apa kau mau mati sia-sia ?”
curhatan beberapa pria.
Xue Ling dan lainnya melihat semua dari atas kedai “Ren
er…” Xue Ling memanggil, Ren er muncul di hadapan mereka. Xue Ling berbisik di
telinga Ren er dan Ren er pun menghilang “Xue Ling, Gu Zhu disini juga memiliki
sedikit hubungan denganmu !” Cheng Mei
membuka suara, sukses mendapat perhatian semua, terutama Han Ling.
“kau
masih ingat pemuda yang dulu selalu membawa bunga aster putih ?” Cheng Mei
memberi gambaran “ah… pemuda puitis yang sangat menyukai bunga aster itu !” Xue
Ling teringat, Cheng Mei mengangguk “dia…” Xue Ling mengangkat tangan dan menghentikan kata-kata
Cheng Mei “Cheng Mei, aku tidak memerlukanmu sebagai Yue Shen disini !”
Cheng
Mei tersenyum menggelengkan kepala “Xue Ling, terkadang aku merasa kau lebih
maha tahu dibandingku yang bisa memiliki penglihatan.” Xue Ling acuh tak acuh
“haih jika seperti kalian yang selalu melihat, hidup jadi tidak menarik lagi.”
Cheng Mei memainkan matanya “ya ya ya sepertimu yang hanya memperhatikan Han
Ling Shen Jun, lainnya hanya angin lalu buatmu !” Xue Ling mengangkat bahunya
tidak peduli sementara Han Ling tersenyum mendengar kata-kata Cheng Mei.
“hmm…
tampaknya kita sudah menjadi target !” Ling Siang memperhatikan beberapa pria
yang mendekati mereka “Cheng, masih ingat saat dulu kita ke alam fana ?” Xue
Ling mengkode Cheng Mei, Cheng Mei menaik turunkan alisnya dengan nakal “apa
yang ingin kau lakukan ?” Han Ling bertanya “Han ge, apa kau tahu bertarung di
alam fana ?” Xue Ling bertanya dan Han Ling mengangguk.
Mereka
berjalan dengan santai di jalan besar “tuan-tuan, tolong ikut dengan kami !” beberapa
orang menghadang jalan Xue Ling dan lainnya “hmm… kenapa kami harus ikut ?”
Ling Siang menjawab asal “ikut bersama kami dengan baik atau kami harus memaksa
kalian !” si pria masih berbicara sopan, sangat nampak kesungkanan dan tidak senang dengan perkataannya sendiri.
Xue
Ling acuh tak acuh “sudahlah, untuk apa berdebat disini ! melihat kalian begitu
sopan, yang mulia akan mengambil langkah ini menemui raja bunga putih kalian…
silahkan !” semua yang menahan mereka termenung ‘semudah ini meminta ke-6 pria
mengikuti mereka’ “tuan-tuan silahkan !” mereka pun tidak menunda waktu, segera mempersila.
Han
Ling merangkul Xue Ling “kenapa tidak bermain dengan mereka ?” Xue Ling
cekikikan “lihat mereka begitu kurus, tidak enak bermain !” Cheng Mei mencibir
“bukankah kau hanya menginginkan lapangan yang lebih besar !” Xue Ling
Han
Ling menggelengkan kepala melihat keusilan wanita kecilnya, berbisik di telinga
Xue Ling “bisa bermain tapi harus selalu di sisiku… tidak boleh melirik
siapapun…” wajah Xue Ling tersenyum usil “hmm… sepertinya disini tercium bau
asam…” senyum Han Ling semakin merekah “benar, aku cemburu… dimatamu, hanya
boleh melihatku…” tawa Xue Ling menemani langkah mereka.
Para
penahan membawa mereka ke istana, terlihat seorang pemuda gagah di atas
singgasana. Xue Ling dan lainnya acuh tak acuh di hadapan pemuda itu “beri
hormat pada Da Wang !” ucap salah seorang penahan. Xue Ling tersenyum “hmm…
selama ini belum terlahir seseorang yang pantas mendapat hormat dari yang mulia…”
“hmm… pemuda yang sangat berani… yang mulia dengar, kalian dengan rela datang
kemari…” pemuda di atas singgasana berkata dingin.
“hmm…
mereka meminta kami datang dengan sopan… kenapa kami harus menolak !” Shui Ling
berkata acuh tak acuh. Sang pemuda melihat ke arah para penahan yang mengangguk
dengan gemetar padanya “hmm… menarik… menarik… apa kalian tahu mereka membawa
kalian kemari untuk hal apa ?” “yang mulia tidak perlu tahu keinginan mereka,
tapi kalian harus tahu keinginan yang mulia…” Xue Ling berbicara santai sambil
melangkah melihat-lihat istana.
“ooo…
apakah keinginan anda ?” sang pemuda bertanya “bukankah disini ada inti bunga
yang dapat menolak segala bau busuk ! yang mulia menginginkannya !” Xue Ling
berkata acuh tak acuh. Sang pemuda mengerutkan kening, tersenyum dingin “anda
menginginkan pusaka kami ? hahaha… menarik… menarik…”
Xue
Ling kembali ke sisi Han Ling “hmm… lumayan… kalian tahu memanfaatkan pusaka
untuk menutupi bau busuk itu !” sang pemuda kembali mengerutkan kening “hmm…
kelihatannya kalian tidak sepenuhnya tunduk padanya ! begini saja, serahkan inti
bunga itu dan yang mulia akan membebaskan kalian, bagaimana ?” Xue Ling menatap
sang pemuda dengan senyum nakal.
Sang
pemuda tersenyum miring “pemuda kecil, apa kau sedang bermimpi ! disini adalah
Dong Hua Gu Gong, bukan tempat bermain untukmu ! lagipula, kalian disini memang
berhubungan dengan inti bunga… kalian akan dijadikan penopang untuk inti
bunga…” “aaa… ternyata seperti itu !” Ling Siang mematahkan kata-kata sang
pemuda.
Cheng
Mei dari tadi menahan tawa “haih Da Wang a Da Wang, berapa lamapun, anda tidak
akan pernah berubah… haih nainai, sudahlah… lapangan yang kau inginkan sudah
terbang menghilang kan !” Xue Ling melirik “masih belum tentu ! haih yang mulia
masih mau melihat sendiri pusaka itu !” sang pemuda mengerutkan kening,
berusaha memahami percakapan kedua pria kecil di hadapannya.
“apa
dia bersih ?” Han Ling akhirnya membuka suara. Xue Ling mengangguk “dia masih
bersih !” Huo Ling “aa… pantas saja mereka berbicara seperti itu !” “Zhu Ren…”
tiba-tiba muncul seorang bocah kecil di hadapan mereka. Xue Ling tersenyum
“sudah selesai ?” Ren er mengangguk.
“Apa
yang kalian lakukan ?” sang pemuda berkata dingin, waspada pada keenam pemuda
dan bocah kecil di hadapannya. Xue Ling melirik, kemudian tersenyum usil “anda
ingin kami melakukan apa ?” sang pemuda tercengang “apa yang mulia mengenalmu
?” terlontar dari mulut sang pemuda. Xue Ling cemberut melihat Cheng Mei dan
Shui Ling yang cekikikan, sementara sang pemuda semakin mengerutkan kening.