
Mereka
hanya menemukan beberapa Hua Ling yang sudah sangat lemah dan membawanya ke
hadapan Xue Ling “lainnya ?” menatap Cheng Mei yang menggeleng. Shui Ling
memegang tangan Xue Ling “jie…” mata Xue Ling membesar “perlihatkan !” Shui
Ling membuka baju salah satu Hua Ling wanita, terlihat gambar di dadanya.
Tangan Xue Ling terkepal sempurna, menahan amarah “Chang Lan, buka bajunya…”
menunjuk salah satu Hua Ling pria yang lemah dengan wajah pucat.
Han
Ling memeluk Xue Ling, memegang tangannya yang terkepal “Xiao Xue, masih ada
Qin Qin dan lainnya…” Xue Ling menatap Han Ling, matanya masih merah dengan
amarah. Semua baju Hua Ling pria dibuka dan terlihat gambar yang bergerak,
seperti sedang makan di dada semua. Xue Ling melihat semuanya “Gu Zhu,
giliranmu !” menatap tajam Gu Zhu “Rou Rou, jangan tidak sopan !” Sie Hou
menghardik.
Xue
Ling mengibaskan tangannya, Sie Hou terjatuh terkena tamparan “sudah sampai
saat ini, kau masih berani mengangkat suaramu !” Xue Ling berkata dengan penuh
amarah. Sie Hou melihat mata Rou Rou, gemetar ketakutan “Chang Lan, buka
pakaiannya…” “em Rou Rou…” Chang Lan sungkan, tapi melihat mata Rou Rou, tidak
mengatakan apapun lagi, langsung melaksanakan.
Xue
Ling menatap Sie Hou, Qin Qin membuka baju di bagian dada Sie Hou. Xue Ling
nyengir menyeramkan “kalian menyelamatkan diri kalian dan mengorbankan lainnya,
hebat sekali ! masih berani mengangkat suara di depan yang mulia !” mengerahkan
sihir, mengangkat Gu Zhu dan Sie Hou “apa yang kau lakukan ?” Sie Hou dan Gu
Zhu memberontak.
Shui
Ling mengerahkan sihir pada semua Hua Ling yang lemah, asap merah keluar dari
diri semuanya. “Gu Zhu, Sie Hou, saatnya kalian juga merasakan, apa yang telah
kalian lakukan !” “tidak… tidak… aku tidak mau… tidak…” Sie Hou berteriak,
menolak. Shui Ling mengirimkan semua asap merah ke tubuh keduanya. Terdengar
teriakan kesakitan keduanya “ulat-ulat itu akan perlahan memakan jiwa raga
kalian… tenang saja, kalian akan menikmati semua prosesnya !” Shui Ling berkata
sinis.
“Gu
Zhu… Gu Zhu… aku tidak mau mati… Gu Zhu… penawar… mana penawarnya ?” Sie Hou
berteriak, melihat Gu Zhu yang meminum 1 botol entah apa isinya “Gu Zhu, aku
juga mau…” “argh… kenapa bisa seperti ini… argh…” Gu Zhu berteriak kesakitan
memegang tubuhnya. Xue Ling sudah tidak mempedulikan keduanya, menatap semua
Hua Ling yang tertunduk lesu sesaat. Cheng Mei menghampiri “Xue Ling, mereka
tidak tertolong… mereka adalah korban tapi berbeda dengan Re Shui Gu, mereka
tidak berubah.” “kirim mereka ke Lan Hua Gu !” Xue Ling berkata tegas. Huo Ling
mengerahkan sihir ke semua Hua Ling lemah itu beserta Gu Zhu dan Sie Hou. Dalam
sekejab, semuanya lenyap dari hadapan mereka.
Qin Qin menghampiri, dengan sungkan bertanya “Rou Rou,
bagaimana pohon suci ?” Xue Ling mengangkat kepala melihat Qin Qin “kalian
sudah memeriksa ?” bertanya tanpa mengalihkan pandangan “jie, aku sudah
membersihkan semuanya, hanya… Di belakang lembah, ada jasad-jasad Hua Ling.
Jie…” Shui Ling menjawab. “Han ge, beritahu Lin Yang Shui Jun… ‘Bei Hai Shui
Jun sebaiknya memegang kata-katanya !’” Xue Ling berkata tanpa melihat Han
Ling. Han Ling langsung mengirimkan pesan ke Lin Yang.
Xue Ling menatap Qin Qin intens, membuat Qin Qin merasa
Qin Qin “ini balas jasaku… bagaimanapun sebelumnya aku terjatuh dan menjelma
disini !” Han Ling memegang Xue Ling “Xiao Xue, apa yang mau kau lakukan ?” Xue
Ling berbalik melihat pohon suci “menghidupkan kembali pohon ini !”
“bagaimana…” Han Ling mengerutkan kening. Cheng Mei memotong “Shen Jun, jangan
menahannya ! hanya Xue Ling yang bisa melakukannya, dia memiliki wanginya
sendiri !” Xue Ling tersenyum, menepuk-nepuk tangan Han Ling, menenangkannya.
Xue Ling mendekati pohon suci dan mulai melakukan gerakan
seperti menari dengan tubuh yang perlahan bercahaya. “em… wangi apa ini ?
sangat lembut dan menenangkan…” “wangi sekali… aku seperti melihat Hua Yuan
yang terindah…” satu persatu Hua Ling berguman “Huo ge, wangi apa ini ?” Ling
Siang bertanya. Han Ling terpesona dengan tarian Xue Ling, menikmati
pertunjukannya.
Cheng Mei menjelaskan “ini adalah wangi dari dalam tubuh
Xue Ling. Wanginya dapat membersihkan semua hawa jahat dan memberikan energi
murni pada tumbuhan. Wangi inilah yang menyuburkan bunga teratai pertama
kalinya” “kenapa tidak pernah membauinya sebelumnya ?” Ling Siang kembali
bertanya, Cheng Mei tersenyum “wanginya sangat netral jadi kalau hanya asal
berdiri di sisinya, tidak akan menyadarinya. Walaupun Xue Ling menutupinya,
wangi asli dari tubuhnya ini tetap tersebar, hanya jarang yang menyadari karena
sangat tipis” “Shen Jun, apa kau mengetahui wangi ini ?” Ling Siang bertanya
pada Han Ling. Han Ling mengangguk ‘wangi yang selalu menjadi canduku ini,
bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya !’ tersenyum memanjakan melihat Xue
Ling.
Pohon suci perlahan bersinar, semakin lama semakin
terang, nektarnya menetes dan menyirami benih-benih Hua Ling. “wah kembali !
Pohon suci hidup kembali…” Qin Qin bersorak. Hingga akhir gerakan Xue Ling,
wanginya menyebar di seluruh Hua Yuan Gu “Xiao Xue, bagaimana ?” Han Ling
segera menghampiri, mengelap keringat Xue Ling. Xue Ling tersenyum, menggeleng
“lindungi pohon suci !” Han Ling mengangguk dan memasang jiejue di sekitar
pohon suci.
“wah jie, pantas semua mengatakan tarian jiejie dan Cheng
Mei jie nomor 1… indah sekali dan sangat wangi…” Ling Siang berbinar dan memuji,
Cheng Mei tertawa “mana bisa aku dibandingkan dengannya ! bagaimana kerasnya
aku berlatih, tidak dapat dibandingkan dengannya yang mengalir sendiri, gerakan
yang keluar dari jiwa !” Shui Ling pun berbinar “jie, jika ada yang melihatmu,
dijamin mereka akan terpesona tanpa berkedip padamu. Sangat indah…” “tidak
boleh, selanjutnya Xiao Xue hanya boleh menari di hadapanku !” Han Ling memotong
kata-kata Shui Ling dengan wajah cemberut.
Huo Ling cekikikan “Shen Jun, tidak menyangka anda
ternyata begitu posesif dan cemburuan !” Han Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue
adalah milikku sendiri, tidak akan kuijinkan siapapun memiliki maksud lain
padanya !” acuh tak acuh pada Huo Ling yang tertawa “wah Shen Jun, kau sedang
mengejekku kah !” Han Ling hanya melirik, tidak meladeni Huo Ling.
Xue Ling menghampiri Qin Qin “Qin Qin, taruh benih-benih
Hua Ling kalian di sana… jiejue ini akan melindungi pohon suci dan benih di
dalamnya. Jika kalian merasa terancam akan sesuatu atau Gu Zhu kemari lagi,
kalian bisa ikut masuk dalam jiejue. Segala hawa jahat, tidak akan dapat masuk
ke dalam” menjelaskan dengan santai. Qin Qin mengangguk, bersama
teman-temannya, memasukkan benih-benih Hua Ling yang sudah mereka jaga selama
ini.