The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 42 - Wangi murni



Mereka


hanya menemukan beberapa Hua Ling yang sudah sangat lemah dan membawanya ke


hadapan Xue Ling “lainnya ?” menatap Cheng Mei yang menggeleng. Shui Ling


memegang tangan Xue Ling “jie…” mata Xue Ling membesar “perlihatkan !” Shui


Ling membuka baju salah satu Hua Ling wanita, terlihat gambar di dadanya.


Tangan Xue Ling terkepal sempurna, menahan amarah “Chang Lan, buka bajunya…”


menunjuk salah satu Hua Ling pria yang lemah dengan wajah pucat.


Han


Ling memeluk Xue Ling, memegang tangannya yang terkepal “Xiao Xue, masih ada


Qin Qin dan lainnya…” Xue Ling menatap Han Ling, matanya masih merah dengan


amarah. Semua baju Hua Ling pria dibuka dan terlihat gambar yang bergerak,


seperti sedang makan di dada semua. Xue Ling melihat semuanya “Gu Zhu,


giliranmu !” menatap tajam Gu Zhu “Rou Rou, jangan tidak sopan !” Sie Hou


menghardik.


Xue


Ling mengibaskan tangannya, Sie Hou terjatuh terkena tamparan “sudah sampai


saat ini, kau masih berani mengangkat suaramu !” Xue Ling berkata dengan penuh


amarah. Sie Hou melihat mata Rou Rou, gemetar ketakutan “Chang Lan, buka


pakaiannya…” “em Rou Rou…” Chang Lan sungkan, tapi melihat mata Rou Rou, tidak


mengatakan apapun lagi, langsung melaksanakan.


Xue


Ling menatap Sie Hou, Qin Qin membuka baju di bagian dada Sie Hou. Xue Ling


nyengir menyeramkan “kalian menyelamatkan diri kalian dan mengorbankan lainnya,


hebat sekali ! masih berani mengangkat suara di depan yang mulia !” mengerahkan


sihir, mengangkat Gu Zhu dan Sie Hou “apa yang kau lakukan ?” Sie Hou dan Gu


Zhu memberontak.


Shui


Ling mengerahkan sihir pada semua Hua Ling yang lemah, asap merah keluar dari


diri semuanya. “Gu Zhu, Sie Hou, saatnya kalian juga merasakan, apa yang telah


kalian lakukan !” “tidak… tidak… aku tidak mau… tidak…” Sie Hou berteriak,


menolak. Shui Ling mengirimkan semua asap merah ke tubuh keduanya. Terdengar


teriakan kesakitan keduanya “ulat-ulat itu akan perlahan memakan jiwa raga


kalian… tenang saja, kalian akan menikmati semua prosesnya !” Shui Ling berkata


sinis.


“Gu


Zhu… Gu Zhu… aku tidak mau mati… Gu Zhu… penawar… mana penawarnya ?” Sie Hou


berteriak, melihat Gu Zhu yang meminum 1 botol entah apa isinya “Gu Zhu, aku


juga mau…” “argh… kenapa bisa seperti ini… argh…” Gu Zhu berteriak kesakitan


memegang tubuhnya. Xue Ling sudah tidak mempedulikan keduanya, menatap semua


Hua Ling yang tertunduk lesu sesaat. Cheng Mei menghampiri “Xue Ling, mereka


tidak tertolong… mereka adalah korban tapi berbeda dengan Re Shui Gu, mereka


tidak berubah.” “kirim mereka ke Lan Hua Gu !” Xue Ling berkata tegas. Huo Ling


mengerahkan sihir ke semua Hua Ling lemah itu beserta Gu Zhu dan Sie Hou. Dalam


sekejab, semuanya lenyap dari hadapan mereka.


            Qin Qin menghampiri, dengan sungkan bertanya “Rou Rou,


bagaimana pohon suci ?” Xue Ling mengangkat kepala melihat Qin Qin “kalian


sudah memeriksa ?” bertanya tanpa mengalihkan pandangan “jie, aku sudah


membersihkan semuanya, hanya… Di belakang lembah, ada jasad-jasad Hua Ling.


Jie…” Shui Ling menjawab. “Han ge, beritahu Lin Yang Shui Jun… ‘Bei Hai Shui


Jun sebaiknya memegang kata-katanya !’” Xue Ling berkata tanpa melihat Han


Ling. Han Ling langsung mengirimkan pesan ke Lin Yang.


            Xue Ling menatap Qin Qin intens, membuat Qin Qin merasa


Qin Qin “ini balas jasaku… bagaimanapun sebelumnya aku terjatuh dan menjelma


disini !” Han Ling memegang Xue Ling “Xiao Xue, apa yang mau kau lakukan ?” Xue


Ling berbalik melihat pohon suci “menghidupkan kembali pohon ini !”


“bagaimana…” Han Ling mengerutkan kening. Cheng Mei memotong “Shen Jun, jangan


menahannya ! hanya Xue Ling yang bisa melakukannya, dia memiliki wanginya


sendiri !” Xue Ling tersenyum, menepuk-nepuk tangan Han Ling, menenangkannya.


            Xue Ling mendekati pohon suci dan mulai melakukan gerakan


seperti menari dengan tubuh yang perlahan bercahaya. “em… wangi apa ini ?


sangat lembut dan menenangkan…” “wangi sekali… aku seperti melihat Hua Yuan


yang terindah…” satu persatu Hua Ling berguman “Huo ge, wangi apa ini ?” Ling


Siang bertanya. Han Ling terpesona dengan tarian Xue Ling, menikmati


pertunjukannya.


            Cheng Mei menjelaskan “ini adalah wangi dari dalam tubuh


Xue Ling. Wanginya dapat membersihkan semua hawa jahat dan memberikan energi


murni pada tumbuhan. Wangi inilah yang menyuburkan bunga teratai pertama


kalinya” “kenapa tidak pernah membauinya sebelumnya ?” Ling Siang kembali


bertanya, Cheng Mei tersenyum “wanginya sangat netral jadi kalau hanya asal


berdiri di sisinya, tidak akan menyadarinya. Walaupun Xue Ling menutupinya,


wangi asli dari tubuhnya ini tetap tersebar, hanya jarang yang menyadari karena


sangat tipis” “Shen Jun, apa kau mengetahui wangi ini ?” Ling Siang bertanya


pada Han Ling. Han Ling mengangguk ‘wangi yang selalu menjadi canduku ini,


bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya !’ tersenyum memanjakan melihat Xue


Ling.


            Pohon suci perlahan bersinar, semakin lama semakin


terang, nektarnya menetes dan menyirami benih-benih Hua Ling. “wah kembali !


Pohon suci hidup kembali…” Qin Qin bersorak. Hingga akhir gerakan Xue Ling,


wanginya menyebar di seluruh Hua Yuan Gu “Xiao Xue, bagaimana ?” Han Ling


segera menghampiri, mengelap keringat Xue Ling. Xue Ling tersenyum, menggeleng


“lindungi pohon suci !” Han Ling mengangguk dan memasang jiejue di sekitar


pohon suci.


            “wah jie, pantas semua mengatakan tarian jiejie dan Cheng


Mei jie nomor 1… indah sekali dan sangat wangi…” Ling Siang berbinar dan memuji,


Cheng Mei tertawa “mana bisa aku dibandingkan dengannya ! bagaimana kerasnya


aku berlatih, tidak dapat dibandingkan dengannya yang mengalir sendiri, gerakan


yang keluar dari jiwa !” Shui Ling pun berbinar “jie, jika ada yang melihatmu,


dijamin mereka akan terpesona tanpa berkedip padamu. Sangat indah…” “tidak


boleh, selanjutnya Xiao Xue hanya boleh menari di hadapanku !” Han Ling memotong


kata-kata Shui Ling dengan wajah cemberut.


            Huo Ling cekikikan “Shen Jun, tidak menyangka anda


ternyata begitu posesif dan cemburuan !” Han Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue


adalah milikku sendiri, tidak akan kuijinkan siapapun memiliki maksud lain


padanya !” acuh tak acuh pada Huo Ling yang tertawa “wah Shen Jun, kau sedang


mengejekku kah !” Han Ling hanya melirik, tidak meladeni Huo Ling.


            Xue Ling menghampiri Qin Qin “Qin Qin, taruh benih-benih


Hua Ling kalian di sana… jiejue ini akan melindungi pohon suci dan benih di


dalamnya. Jika kalian merasa terancam akan sesuatu atau Gu Zhu kemari lagi,


kalian bisa ikut masuk dalam jiejue. Segala hawa jahat, tidak akan dapat masuk


ke dalam” menjelaskan dengan santai. Qin Qin mengangguk, bersama


teman-temannya, memasukkan benih-benih Hua Ling yang sudah mereka jaga selama


ini.