The Power Of Love

The Power Of Love
Ketenangan tersendiri



Setelah sekian lama memperhatikan penampilannya didepan cermin , dengan perlahan Yumna mulai turun untuk sarapan dengan keluarganya ditambah sudah beberapa kali art memanggil dirinya .


" Assalamu'alaikum selamat pagi pah , mah " , sapa Yumna setelah sampai dimeja makan .


" Wa'alaikum salam selamat pagi sa-yang " , jawab kedua orang tua Yumna dan mereka kompak dibuat kaget melihat penampilan anaknya .


" Ayo duduk nak " , Ajak mamahnya Yumna yang langsung tersenyum hangat .


" Iya mah , maaf membuat kalian menunggu lama ", jawab Yumna dan mulai menarik kursi .


" Ngga , papah juga baru duduk disini kok , dan papah baru sadar ternyata anak papah begitu cantik " , timpal papah nya Yumna seraya memberi pujian .


" Papah bisa aja , makasih banyak pah " , balas Yumna tersenyum manis .


" Iya benar apa yang dikatakan papah kamu nak , kamu sangat cantik dan semakin cantik jika berhijab , mamah sangat bangga sekaligus terharu melihat kamu yang sudah memutuskan untuk berhijab " , Ucap mamah Yumna yang berkaca-kaca.


" Mamah " , balas Yumna lalu ia memeluk sang mamah .


" Ya udah ayo kita sarapan " , Ajak Yumna setelah melepaskan pelukannya , lalu ia mengambilkan nasi untuk kedua orang tuanya , lalu terakhir untuk dirinya sendiri .


Iya sejak hari ini Yumna memutuskan untuk berhijab , dan ia pun merubah sedikit sifatnya yang menurutnya kurang baik .


Setelah selesai sarapan , Yumna membantu membersihkan meja makan terlebih dulu lalu setelah itu ia langsung pamit berangkat ke kampus .


Seperti biasa Yumna menggunakan mobil mewahnya untuk sampai di kampus .


Tak lama ia sudah sampai di kampus , dan langsung memarkirkan mobilnya .


Yumna tidak melihat keberadaan para sahabatnya yang biasa menunggu diarea parkiran dan setelah dicek ponselnya ternyata mereka menunggu dikantin .


Dengan memakai baju setelan rok berwarna biru tua yang dipadukan dengan kerudung segiempat yang menutup dada , Yumna mulai melangkahkan kakinya ke arah kantin .


Sepanjang perjalanannya ke arah kantin banyak mata yang merhatikan Yumna , ada yang kebingungan , ada yang mengejeknya kampungan dan ada juga yang terang-terangan memuji kecantikan nya .


Bingung karna mungkin kebanyakan dari mereka tidak mengenali Yumna yang berhijab .


Dan Yumna tidak menanggapi semua pendapat orang tentang dirinya , beruntung ia mempunyai sifat yang bodo amat , jadi dengan langkah pasti ia terus berjalan untuk menemui para sahabatnya .


" Assalamu'alaikum selamat pagi guys " , Salam Yumna ketika sudah sampai dimeja yang berisikan para sahabatnya .


" Wa'alaikum salam " , Jawab Temmy dan yang lainnya kompak namun ketika mereka melirik ke asal suara , semuanya langsung melongo .


" Hai kalian semua kenapa ? " , Tanya Yumna melambaikan tangannya .


Yumna yakin para sahabatnya kaget dengan penampilan dirinya .


" Lu Yumna kan ? , dari suaranya lu kaya Yumna " , Tanya Ocha yang langsung berdiri dan mengguncangkan kedua bahu Yumna seraya melihat dengan detail setiap inci wajah Yumna .


" Cha iya ini gue Yumna , kalian semua kenapa ? " , jawab Yumna sekaligus bertanya .


" Alhamdulillah " , gumam Alya dan Azka barengan .


Sedangkan Temmy , Zaky dan Ocha mereka masih tidak percaya melihat Yumna yang sudah berhijab .


" Yum lu gak sakit kan ? " , tanya Temmy yang terus merhatikan Yumna .


" Ya ngga lah kalau gue sakit ga mungkin ada disini " , jawab Yumna sekena nya .


" Iya juga ya " , balas Temmy sendiri .


" Udah Ocha duduk ! , kenapa ngliatin gue mulu ? " , perintah Yumna seraya mendudukkan badannya dikursi samping Ocha .


" Ada yang aneh ya sama gue ? , salah ya kalau gue mencoba ingin berubah lebih baik ? " , Tanya Yumna seraya melirik para sahabatnya .


" Ngga kok Yum , justru kita ikut seneng dan tadi kita hanya kaget aja " , jawab Alya dan dianggukan yang lainnya .


" Yum lu tahu gak , lu menjadi terlihat lebih adem dan cantik banget " , Puji Alya tersenyum .


" Ahhh lu Al bisa aja " , balas Yumna seraya ikut tersenyum .


" Tapi kalau lu berhijab gue jadi ngerasa kaya non muslim soalnya gua sendiri yang gak pake hijab " Ucap Ocha cemberut .


" Lu ada-ada sih Cha " , Balas Yumna seraya merangkul Ocha , sedangkan yang lain malah terkekeh .


Setelah dibuat kaget oleh kedatangan Yumna yang memutuskan untuk berhijab , Temmy , Zaky dan Ocha kembali melanjutkan sarapannya sedangkan Alya dan Azka mereka mendengarkan cerita Yumna yang sudah mantap memutuskan untuk berhijab .


" Masya Allah mudah-mudahan bisa Istiqomah ya kak yum " , Ucap Azka dan diaamiinkan oleh yang lainnya .


" Gue bangga sama lu Yum dan gak nyangka lu bisa memutuskan secepat itu " , timpal Alya yang terharu mendengar cerita Yumna .


" Gue juga masih gak percaya bisa seperti ini Al , tapi yang jelas gue bersyukur banget dan ternyata Allah begitu sayang sama gue " , jawab Yumna penuh syukur .


" Iya Yum gak semua orang bisa seberuntung lu " , Balas Alya dan dianggukan yang lain .


Ocha menjadi pendiam , ia hanya mendengarkan seksama obrolan sahabat nya sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya .


" Yum ? " , panggil Ocha tiba-tiba .


" Kenapa cha ? " , tanya Yumna seraya melirik .


" Apa yang lu rasain ketika sudah memutuskan untuk dihijab ? " , tanya Ocha yang sedari tadi penasaran ingin bertanya .


" Entah kenapa susah untuk dijelaskan Cha tapi inti nya seperti mempunyai ketenangan tersendiri aja , dan walau banyak orang yang melihat gue bingung , aneh atau ngatain gue kampungan , gue gak peduli karna yang gue rasain ketika gue pakai hijab hati gue tenang dan gue juga seneng apalagi ngeliat senyum kedua orang tua gue " , jawab Yumna panjang lebar .


" Gue iri sama lu Yum , gue belum bisa kaya lu yang langsung memantapkan diri untuk berhijab " , Balas Ocha sedih .


" Gue juga masih tahap belajar cha , gue yakin suatu saat lu juga pasti bisa dan kita bakal belajar sama-sama " , Timpal Yumna merangkul Ocha .


" Masya Allah pagi ini ademmmmm bangettttttt " , ujar Zaky dengan lebay.


" Iya bener rasanya bener-bener adem kaya dipuncak " , balas Temmy dan akhirnya mereka semua terkekeh .


Keputusan Yumna untuk berhijab mendapat dukungan dari para sahabatnya dan juga kedua orang tuanya ,Yumna sangat bersyukur ia dikelilingi orang-orang yang baik .


Setelah selesai sarapan Ocha , Yumna dan yang lain memutuskan untuk masuk ke kelas masing-masing dan semenjak Naura libur , Alya menjadi seorang diri karena jurusan yang ia ambil hanya sama dengan .


Seraya menunggu dosen datang , Alya bertukar pesan dengan Naura , ka memberi tahu kebahagian tentang Yumna yang sudah memutuskan untuk berhijab .


Naura jelas menyambutnya dengan sangat senang dan antusias , bahkan ia ingin segera bertemu dan berkumpul dengan para sahabatnya .


*****


" Hari pertama Alhamdulillah rasanya happy dan mudah-mudahan jika hari itu tiba gue bisa mengatasi dan melalui nya dengan baik " , Gumam Yumna ketika sudah duduk didalam mobilnya .


Iya kini kelasnya sudah selesai , Yumna dan para sahabatnya memutuskan untuk langsung pulang karena mempunyai acara masing-masing .


Oh ya dan Yumna juga tahu jika kita ingin berubah lebih baik pasti akan ada ujian dan ia berharap jika saat itu tiba , ia bisa mengatasi dan melaluinya dengan baik .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .