The Power Of Love

The Power Of Love
Acting



Tidak berapa lama lagi Michelle bersama mama mertua nya sampai di rumah. Saat Michelle mau masuk ke dalam rumah dia mendengar Ny. Alice meminta sopir nya membawa barang dari bagasi mobil. Michelle melihat sopir itu membawa benda bentuknya persegi panjanga yang dibungkus dengan kertas dan plastik. Michelle nggak bisa melihat isi bungkusan itu karena tertutup sama kertas. Karena dia penasaran akhirnya dia bertanya.


"Mama bawa apaan itu ?"


Ny. Alice yang mendengar pertanyaan itu pun langsung menjawab.


" Oh ini ? Ini foto pernikahan kalian waktu itu. Fotografer nya sudah selesai mencetak nya, jadi mama suruh diantar kerumah dulu"


"Ooh, kenapa mama nggak nyuruh diantar ke sini aja langsung maa? Kan mama jadi cape gini harus ngantar ke sini"


"Nggak papa sayang, kan mama sekalian berkunjung"


Mereka yang masih mengobrol di teras ingin mau masuk ke dalam rumah tiba-tiba melihat mobil Alex masuk ke pekarangan rumah. Kemudian Alex keluar dari mobil dan menghampiri mereka.


"Sore sayang ?" sapa Alex senatural mungkin sambil mencium kening Michelle. Michelle yang tiba-tiba mendapat perlakuan sangat berbeda selama ini merasa kikuk, kaget dihadapan Ny. Alice apalagi menghadapi Alex. Tiba-tiba otak nya blank tidak tahu mau jawab apa.


" Sore maa, mama ternyata udah nyampe juga ?" Sapa Alex sambil mencium pipi mama nya yang melihati mereka berdua.


"Em em eeeem, anak mama sekarang yaaaa !!! Setelah punya istri, mama nya jadi dinomor duakan" kata Ny. Alice pura-pura cemburu melihat tindakan Alex tadi.


Michelle yang mendengar perkataan mama mertua nya itu jadi malu.


"Mama ngomong apa sih, mana ada yang dinomor duakan. Semua sama" kata Alex sambil menarik pelan pinggang Michelle biar lebih dekat dengan Alex. Mata Michelle pun semakin melotot dengan maksud meminta penjelasan sama Alex. Tapi Alex hanya tersenyum saja.


Kenapa aku bila dekat dengan Alex merasa jantung ku selalu berdegup kencang ? Apakah aku sudah mulai suka dengan Alex ? Kata Michelle dalam hati. Kemudian mereka bertiga sama-sama masuk ke dalam rumah. Ny. Alice yang langsung menuju ruang tengah sementara Alex menuju kamar mereka di lantai dua dengan Michelle yang masih di dalam pelukan nya sambil membopong Michelle ke kamar nya yang ada di lantai dua.


Ny. Alice yang melihat Michelle melihat menantu nya itu minta di lepaskan tetapi Alex nggak mau hanya bisa tersenyum.


"Alex, mama nggak bakalan merebut Michelle ko, kamu nggak usah takut melepas dia. Lagian ini kan di dalam rumah. Macam kayak ada aja yang mau menculik istri mi itu" kata Ny. Alice sambil tersenyum.


Alex yang mendengar perkataan mama nya itu berbalik sebentar ke arah mama nya.


"Justru karena itu ma nggak boleh nyia-nyiakan waktu selagi di rumah" balas Alex. Michelle semakin bingung karena Alex mambawa dia menuju kamar Alex. Kemudian dia ingin melepaskan dirinya dari rengkulan lengan Alex di pinggang nya. Setelah sampai di kamar Michelle bertanya.


"Apa yang kamu lakukan ?"


"Maksud mu apa ? "


"Kenapa kamu tiba-tiba menarik aku ke dalam kamu mu ?


" Menurut mu kenapa ? "


Melihat Michelle yang tampak bingung dan tidak tahu maksudnya Alex melanjutkan perkataan nya.


" Apakah kamu bodoh atau gimana haa ? Kamu pikir aku akan membiarkan mama melihat kita masuk ke dalam kamar yang berbeda dan selama ini tidak pernah tidur di kamar yang sama, hhhmmm ?" kata Alex pelan sambil menekankan suara. Michelle hanya diam dan berdiri bagaikan patung. Tiba-tiba dia mendengar suara Alex lagi.


" Sekarang kamu pindahin barang kamu ke sini " kata Alex.


" Kamu dorong meja rias itu, di belakang nya ada pintu ke kamar sebelah"


Michelle pun melakukan apa yang dibilang Alex. Benar saja, setelah dia mendorong meja rias yang dimaksud Alex, dia menemukan sebuah pintu menuju kamar yang selama ini dia tempati. Kemudian Michelle buru-buru memindahkan barang-barang nya ke kamar Alex. Setelah selesai dia turun ke bawah. Dia melihat Alex dan Ny. Alice sedang mengobrol.


Michelle langsung ke dapur untuk memasak makan malam. Untung bahan makanan di kulkas masih ada. Biasanya dia tidak pernah membeli bahan makan banyak-banyak dan menyetok nya di dalam kulkas karena biasa nya cuman dia yang ada di rumah itu sedangkan Alex lebih seringan di apartemen nya.


Saat dia mau menata makanan nya di meja makan, mama mertua nya menghampiri nya yang kemudian disusul Alex. Melihat Michelle yang kerja sendiri Ny. Alice jadi bingung.


"Michelle,,, kenapa kamu yang nyiapin makanan ? Apa kalian tidak punya maid di sini ?"


Michelle yang merasa tiba-tiba ditanya seperti itu bingung mau menjawab nya.


"Oooooh itu maa, hhhmmm aku yang minta Alex nggak usah ma. Aku bisa ngerjain pekerjaan rumah sendiri ko" kata Michelle sambil melihat ragu-ragu ke arah Alex dan Ny. Alice juga melihat ke arah Alex yang hanya diam. Ny. Alice merasa kurang yakin dengan jawaban Michelle, dia merasa apa keluarga Griston tidak mampu untuk menggali para maid.


Alex tidak mau pusing dengan masalah itu. Dia segera membantu Michelle menata makanan. Kemudian Alex sengaja mendudukkan Michelle di kursi di sebelah nya. Ny. Alice tidak henti-henti nya memuji masakan menantu nya itu. Michelle juga merasa senang karena baru kali ini dia bisa makan bersama. Saat mereka menikmati makanan mereka Ny. Alice bertanya;


"Alex,,,,?"


Alex mendengar mama nya memanggil nya, dia berhenti sejenak sambil melihat ke arah Ny. Alice


"Iya, ada apa maa ?


" Kalian kan sudah menikah, sudah 3 bulan lebih. Apa belum ada tanda-tanda gitu ? "


" Kamu yaa masa nggak ngerti maksud mama. Ya punya anak lah. Mama kan sudah tua, udah pengen banget punya cucu. Pengen kayak teman-teman mama yang lain sudah pada punya cucu"


Michelle yang mendengarnya pun kaget hampir keselek dengan makanannya dan dia terbatuk-batuk. Alex yang melihatnya pun panik dan langsung menyodorkan air minum ke Michelle. Ny. Alice pun buru-buru menghampiri Michelle kemudian menepuk-nepuk dengan pelan punggung menantu nya itu.


"Kamu kenapa sayang sampai keselek gitu ?" tanya Ny. Alice.


"Nggak kenapa-napa maa, mungkin tadi Michelle buru-buru makan nya"


Setelah Michelle cukup tenang, mereka kembali melanjutkan makan mereka. Kemudian Alex bertanya sama mama nya untuk mengalihkan pembicara mereka tadi.


"Jadi mama datang ke sini ngapain ma ?" tanya Alex


"Mama datang ngantar foto wedding kalian"


"Ooooh, kirain ada urusan apa gitu"


"Nggak, tapi mama sebelum nya sudah berebcana mau berkunjung ke sini. Berhubung papa kamu juga lagi ngurusin perusahaan yang di luar negeri, jadi mama ke sini aja"


"Kenapa mama nggak ikut nemenin papa aja ?"


"Emang kenapa ? Kamu nggak suka mama datang ke sini?"


"Bukan gitu maksud Alex ma. Biasa nya kan mama selalu ikut ke mana papa pergi"


"Aaah, mama sekarang sudah nggak kuat lagi sudah gampang capek"


Saat mereka sudah selesai makan dan Michelle sedang membersihkan piring yang mereka pakai, tiba-tiba Alex datang membantu nya. Michelle terkejut dan merasa kurang nyaman.


"Alex, kamu ngapain di sini ?"


"Emang kenapa ? Nggak boleh ?" kata Alex sambil mendekat ke arah westafel di mana Michelle sedang berdiri.


"Bukan begitu, kamu nemenin mama aja sana" balas Michelle sambil melihat ke arah belakang Alex. Takutnya mama mertua nya itu datang menghampiri mereka karena nggak betah ditinggal sendirian.


"Mama sudah pergi ke kamar mau istirahat, kata nya mama juga mau nginap. Sini aku bantuin"


"Ya udah kalau kamu maksa, lagian juga yang sedang kita lakukan ini kan hanya Actiiing" kata Michelle sambil melanjutkan pekerjaan nya itu.


"Kamu ngomong apa sih ?" tanya Alex. Tapi ntah kenapa hati Alex tidak terima Michelle mengatakan seperti itu. Walaupun dia sadar bahwa yang dikatakan Michelle itu ada benar nya juga.


"Nggak tahu. Tapi emang kenyataan nya begitu ko" balas Michelle sambil pergi duluan meninggalkan Alex setelah mereka selesai membersihkan piring tadi. Michelle pergi menuju kamar Alex karena untuk sementara dia akan tidur di kamar itu. Dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya. Sementara Alex pergi keruang kerjanya yang ada di sebelah kamarnya lagi untuk mengecek laporan dari perusahaan nya.


Michelle yang sudah selesai mandi, pelan-pelan membuka pintu kamar mandi. Dia celingak-celinguk melihat sekeliling kamar. Dia takut kalau sudah Alex ada di dalam kamar itu. Untung nya dia tidak ada melihat tanda-tanda Alex ada di situ. Kemudian dia buru-buru mengeringkan rambutnya.


Setelah selesai, dia bersiap-siap untuk tidur. Tapi karena ini kamar Alex dia bingung. "Apa aku harus tidur disini, tapi kalau aku balik ke kamar ku di sebelah mama nanti curiga dong. Aduuuuh gimana ini" kata Michelle di dalam hati nya sambil mondar-mandir.


"Aaah aku punya ide, aku tidur di sini aja" pikir Michelle sambil berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu. Dia pun tidur di sana. Karena dia tidak mau membuat Alex marah kalau dia sembarang tidur di kasur. Masuk ke dalam kamar ini aja Alex dulu melarang nya, apalagi tidur di kasur tanpa seijin Alex. Bisa-bisa dia besok kena ceramah dari Alex. Jadi, mending dia menjauh dari masalah yang membuat Alex semakin benci sama dia.


Sementara Alex yang sudah merasa ngantuk kembali menuju kamarnya. Dia sekilas melihat lampu kamar mama nya sudah mati tinggal lampu tidur saja yang menyala menandakan mama sudah tidur. Saat di dalam kamar Alex mendapati kasur nya kosong. Dia bingung Michelle tidur dimana.


"Tadi sudah aku bilang selama mama di rumah ini dia tidur di kamar ini. Susah amat sih dibilangin" gerutu Alex. Saat dia mau berbalik melangkahkan kaki nya berniat untuk mengecek Michelle di kamar nya yang selama ini Michelle tempati, tiba-tiba pandangan Alex tertuju ke sofa yang di kamar nya itu. Dia melihat Michelle sudah tidur nyenyak. "Apakah badan nya tidak sakit bila tidur di sini" pikir Alex.


Kemudian Alex mendekat dan memandangi wajah Michelle yang tidur dengan tenang. Tanpa sadar Alex mendekatkan tangan nya sambil mengeluh pelan pipi mulus Michelle. Cantik pikir Alex. Lama kelamaan wajah Alex semakin mendekat hingga hanya tersisa beberapa senti lagi jarak diantara mereka. Suara napas tenang Michelle seolah-olah membelai wajah Alex.


Tiba-tiba dalam keadaan tidur Michelle menggerakkan tangannya dan mendarat di pundak Alex yang seakan-akan dia merangkulnya. Dengan sentuhan Michelle tersebut Alex tersadar. Jika sedikit lagi Alex bergerak pasti Alex akan mencium Michelle. Alex langsung mendiri mengakibat kan tang Michelle jatuh begitu saja.


Alex memijit menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Ini tidak boleh terjadi, aku sudah membuat kesepakatan dengan nya" pikir Alex.


Alex buru-buru pergi mandi meninggalkan Michelle begitu saja. Tapi saat dia kembali dari kamar mandi dia mendekati Michelle lagi. Dia nggak tega juga membiarkan Michelle tidur di sofa. Bagaimana kalau tiba-tiba mama nya datang dan melihat pemandangan seperti ini. Apa nanti di bilang Ny. Alice.


Akhirnya Alex memindahkan Michelle tidur di kasur milik nya. Saat dia mau menurunkan Michelle, dia teringat dengan ucapan Michelle waktu di dapur tadi. "Apa yang kita lakukan ini adalah Acting" kata Alex dalam hati sambil tersenyum ntah apa maksudnya. Kemudian dia menyusul tidur di sebelah Michelle.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Jangan lupa meninggalkan jejak ya para reader's


Thank you 😘😘😘