The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 90 - Perubahan yang besar



            “Putri, ini…” sang dayang kembali, memberikan sesuatu


pada Sang Putri Arogan “ayo…” Sang Putri Arogan mengajak sang dayang “apakah


gadis ingusan itu datang ?” Pangeran Kedua bertanya, melihat barang di tangan


Sang Putri Arogan. Sang Putri Arogan mengangguk, menunjuk arah Xue Ling “itu


dia…” Pangeran Kedua melihat ke arah Xue Ling “gadis kecil yang manis… hmm…


sepertinya pernah bertemu…” “er ge, kau mengenalnya ?” Sang Putri Arogan


terkejut dan langsung bertanya.


            Pangeran Kedua nampak berfikir dan menggeleng “mungkin


pernah melihatnya di suatu tempat… hmm sebelumnya Da Ge masih berkata ingin


menikahinya demi mengajarimu hihihi…” menertawakan Sang Putri Arogan “er ge,


kau terus menertawakanku…” Sang Putri Arogan cemberut “hihihi baik-baik, tidak


menertawakanmu lagi… kau mau kesana ? er ge menemanimu…” Pangeran Kedua


menawari yang segera diangguki oleh Sang Putri Arogan.


            Pangeran Kedua, Sang Putri Arogan, dan sang dayang


berjalan menghampiri Xue Ling dan lainnya “Xue, Putri itu sudah kemari !” Cheng


Mei menginfokan pada Xue Ling yang fokus dengan mainannya, bahkan tidak


mengangkat kepala melihat Cheng Mei “hmm…” hanya berdehem singkat. Han Ling


membelai kepala Xue Ling “sangat menyukai mainan ini ?” mendengar pertanyaan


Han Ling, Xue Ling pun mengangkat wajahnya dan menggeleng “hanya merasa benda


ini menarik !”


            “Nona…” tepat saat Sang Putri Arogan tiba di hadapannya.


Mendengar suara Sang Putri Arogan, Xue Ling pun mengalihkan pandangannya “hmm…”


berdehem singkat sebagai jawaban Sang Putri Arogan. Semua menunggu yang akan


dilakukan Sang Putri Arogan selanjutnya, penasaran hal yang akan terjadi. Sang


Putri Arogan tersenyum lembut melihat Xue Ling “memang gadis yang sangat manis


!” memuji Xue Ling, membuat semua tercengang akan perubahan Sang Putri Arogan.


            Xue Ling hanya menatapnya datar. Sang Putri Arogan


memberi Xue Ling sebuah senyuman manis “gadis kecil, maaf sebelumnya atas


kelakuanku di pasar saat itu. Ini berikan untukmu sebagai permintaan maafku…”


memberikan barang yang di tangannya ke hadapan Xue Ling. Xue Ling melihat Sang


Putri Arogan sejenak, mengangkat tangan, mendorong barang itu kembali ke Sang


Putri Arogan “Putri, anda tidak melakukan kesalahan apapun… yang mulia tidak


bisa menerima barang ini… sebelumnya, perbuatan anda memang berlebihan, tapi


yang mulia juga sudah menghukum anda. Masalah diantara kita sudah selesai”


berbicara dengan santai.


            Sang Putri Arogan pun tidak tersinggung akan perkataan


Xue Ling “hmm… usia kecil tapi sudah bijaksana… anda adalah dewi yang


berpotensi…” Xue Ling tersenyum mendengar kata-kata Sang Putri Arogan “Putri,


anda bisa berbicara seperti ini, tampaknya anda sudah menyadari kesalahan anda…


hal ini jauh lebih baik daripada berpura-pura tidak mengakui…” memuji Sang


Putri Arogan.


            Sang Putri Arogan tertawa kecil “anda memang benar.


Sebelumnya, sudah bertindak kurang sopan, maafkan yang mulia…” menunduk dengan


tangan menghormat pada Xue Ling. Xue Ling mengangkat tangan Sang Putri Arogan,


mengedipkan mata perlahan tampak sangat berkharisma “yang mulia menerima


permintaan maaf anda…”


            Mata Shui Ling dan Xheng Mei hampir melompat keluar,


mendengar percakapan Sang Putri Arogan dan Xue Ling “wah Tuan Putri, apa anda


salah makan sesuatu ? hanya dalam beberapa hari sudah berubah begini banyak”


Shui Ling tidak tahan, menyuarakan keterkejutannya. Sang Putri Arogan tidak


tersinggung, malah cekikikan “anda sangat bersemangat… yang mulia seperti ini,


tidak baikkah ?” Shui Ling mengangguk “baik… anda lebih enak dilihat seperti


ini !” memuji dengan acuh tak acuh.


?” akhirnya Pangeran Kedua membuka suara “ah… ini adalah kakak kedua ku, Fan


Yun Ho – Xi Hai Er Wang Zi… aku adalah Fan Yu Heng – Xi Hai Gong Zhu, bagaimana


kami memanggil anda sekalian ?” “ah ini Rou Rou, aku Rou Shui, dia Rou Cheng,


dia Rou Xin, dia Ling Han, dan dia Jiang Wei…” Shui Ling memperkenalkan nama


mereka satu persatu, sempat mendapat lirikan dari kelimanya.


            “ah, apa kalian bersaudara ?” Sang Putri Arogan menatap


ke empat wanita di hadapannya yang mengangguk “ehm… kenapa mereka memiliki


marga berbeda ?” bertanya dengan melihat Han Ling dan Wei Jiang “ah, mereka


bukan saudara ! Ling Han adalah suami Rou Rou dan Jiang Wei adalah suami Ruo


Xin…” kata-kata Shui Ling sukses membuat mata Sang Putri Arogan dan Pangeran


Kedua terbuka lebar “suami ?” bertanya dengan keterkejutan yang jelas. Xue Ling


dan Xin Lan mengangguk dan sudah berada dalam pelukan suami masing-masing.


            Sang Putri Arogan dan Pangeran Kedua jadi canggung “ehm…


maaf sebelumnya, anda terlihat masih sangat muda !” “memang Rou Rou masih


sangat muda, tapi cinta mereka sudah tidak terpisahkan !” Cheng Mei berguman,


menggoda Han Ling yang membalas dengan cengirannya. “kalian memang sangat


menarik !” Pangeran Kedua memuji, diangguki oleh Sang Putri Arogan dengan


senyuman manisnya.


            Sang Putri Arogan mengambil tangan Xue Ling dan


memberikan barang di tangannya “nah sekarang kita sudah saling mengenal… ini


sebagai hadiah perkenalan dariku…” tersenyum manis pada Xue Ling. Xue Ling


melihat barang di atas tangannya “hmm… yang mulia tidak pernah menerima sesuatu


tanpa sebab… tapi baiklah, yang mulia menerima hadiah perkenalan ini… dan ini


sebagai balasan perkenalan…” memberikan bola air pada Sang Putri Arogan. Sang


Putri Arogan tersenyum manis, menerima bola air “baik, yang mulia akan


menyimpannya dengan baik… terima kasih…” Xue Ling mengangguk “silahkan


menikmati perayaan !” Sang Putri Arogan berpamitan dan berlalu dari meja Xue


Ling.


            “wow Xue, kemampuanmu merubah seseorang betul-betul patut


diacungi 10 jempol…” Cheng Mei mengejek. Xue Ling mengangkat alisnya “apa kau


mempunyai 10 jempol ?” balas mengejek Cheng Mei. “hmm… tapi perubahannya


betul-betul mengejutkan !” Shui Ling masih susah mempercayai perubahan Sang


Putri Arogan. “Xiao Xue, kau sudah memenuhi kata-katamu… kita pergi dari sini


?” Han Ling menawarkan, Xue Ling mengangguk.


            Xue Ling berdiri bersama lainnya, bersiap meninggalkan


meja, disaat sebuah tangan mencengkeram tangan Xue Ling “kau…” cengkeraman dan


suara langsung mengambil perhatian mereka berenam. Keenamnya dengan serentak


melihat kearah pihak yang memegang tangan Xue Ling. Terutama Han Ling yang


merangkul Xue Ling, menatap dingin pada yang memegang tangan Xue Ling.


            Pihak yang tiba-tiba datang, memegang tangan Xue Ling,


melihat Xue Ling dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Dari wajahnya yang


penuh keterkejutan, menjadi wajah sedih, berubah menjadi wajah bersuka cita


“ternyata kau…” Xue Ling mengerutkan kening. “hahaha… ternyata benar kau…


hahaha…” terdengar nada bahagia dan tetesan air mata dari pihak yang memegang


Xue Ling. Pihak itu tidak melepas Xue Ling, malah menarik Xue Ling dan


memeluknya erat.


            Han Ling segera bergerak, ingin mengeluarkan Xue Ling


dari pelukan pihak itu “sebentar… sebentar saja !” terdengar suara permohonan yang


lirih. Xue Ling berdiri mematung sejenak, kemudian mendorong dan melepas


pelukan “apa yang anda lakukan ?” terdengar nada dingin Xue Ling. Han Ling


langsung memegang dan memeluk Xue Ling, menatap dingin orang yang masih tertawa


dengan air mata dan tersenyum melihat Xue Ling.