
“Putri, ini…” sang dayang kembali, memberikan sesuatu
pada Sang Putri Arogan “ayo…” Sang Putri Arogan mengajak sang dayang “apakah
gadis ingusan itu datang ?” Pangeran Kedua bertanya, melihat barang di tangan
Sang Putri Arogan. Sang Putri Arogan mengangguk, menunjuk arah Xue Ling “itu
dia…” Pangeran Kedua melihat ke arah Xue Ling “gadis kecil yang manis… hmm…
sepertinya pernah bertemu…” “er ge, kau mengenalnya ?” Sang Putri Arogan
terkejut dan langsung bertanya.
Pangeran Kedua nampak berfikir dan menggeleng “mungkin
pernah melihatnya di suatu tempat… hmm sebelumnya Da Ge masih berkata ingin
menikahinya demi mengajarimu hihihi…” menertawakan Sang Putri Arogan “er ge,
kau terus menertawakanku…” Sang Putri Arogan cemberut “hihihi baik-baik, tidak
menertawakanmu lagi… kau mau kesana ? er ge menemanimu…” Pangeran Kedua
menawari yang segera diangguki oleh Sang Putri Arogan.
Pangeran Kedua, Sang Putri Arogan, dan sang dayang
berjalan menghampiri Xue Ling dan lainnya “Xue, Putri itu sudah kemari !” Cheng
Mei menginfokan pada Xue Ling yang fokus dengan mainannya, bahkan tidak
mengangkat kepala melihat Cheng Mei “hmm…” hanya berdehem singkat. Han Ling
membelai kepala Xue Ling “sangat menyukai mainan ini ?” mendengar pertanyaan
Han Ling, Xue Ling pun mengangkat wajahnya dan menggeleng “hanya merasa benda
ini menarik !”
“Nona…” tepat saat Sang Putri Arogan tiba di hadapannya.
Mendengar suara Sang Putri Arogan, Xue Ling pun mengalihkan pandangannya “hmm…”
berdehem singkat sebagai jawaban Sang Putri Arogan. Semua menunggu yang akan
dilakukan Sang Putri Arogan selanjutnya, penasaran hal yang akan terjadi. Sang
Putri Arogan tersenyum lembut melihat Xue Ling “memang gadis yang sangat manis
!” memuji Xue Ling, membuat semua tercengang akan perubahan Sang Putri Arogan.
Xue Ling hanya menatapnya datar. Sang Putri Arogan
memberi Xue Ling sebuah senyuman manis “gadis kecil, maaf sebelumnya atas
kelakuanku di pasar saat itu. Ini berikan untukmu sebagai permintaan maafku…”
memberikan barang yang di tangannya ke hadapan Xue Ling. Xue Ling melihat Sang
Putri Arogan sejenak, mengangkat tangan, mendorong barang itu kembali ke Sang
Putri Arogan “Putri, anda tidak melakukan kesalahan apapun… yang mulia tidak
bisa menerima barang ini… sebelumnya, perbuatan anda memang berlebihan, tapi
yang mulia juga sudah menghukum anda. Masalah diantara kita sudah selesai”
berbicara dengan santai.
Sang Putri Arogan pun tidak tersinggung akan perkataan
Xue Ling “hmm… usia kecil tapi sudah bijaksana… anda adalah dewi yang
berpotensi…” Xue Ling tersenyum mendengar kata-kata Sang Putri Arogan “Putri,
anda bisa berbicara seperti ini, tampaknya anda sudah menyadari kesalahan anda…
hal ini jauh lebih baik daripada berpura-pura tidak mengakui…” memuji Sang
Putri Arogan.
Sang Putri Arogan tertawa kecil “anda memang benar.
Sebelumnya, sudah bertindak kurang sopan, maafkan yang mulia…” menunduk dengan
tangan menghormat pada Xue Ling. Xue Ling mengangkat tangan Sang Putri Arogan,
mengedipkan mata perlahan tampak sangat berkharisma “yang mulia menerima
permintaan maaf anda…”
Mata Shui Ling dan Xheng Mei hampir melompat keluar,
mendengar percakapan Sang Putri Arogan dan Xue Ling “wah Tuan Putri, apa anda
salah makan sesuatu ? hanya dalam beberapa hari sudah berubah begini banyak”
Shui Ling tidak tahan, menyuarakan keterkejutannya. Sang Putri Arogan tidak
tersinggung, malah cekikikan “anda sangat bersemangat… yang mulia seperti ini,
tidak baikkah ?” Shui Ling mengangguk “baik… anda lebih enak dilihat seperti
ini !” memuji dengan acuh tak acuh.
?” akhirnya Pangeran Kedua membuka suara “ah… ini adalah kakak kedua ku, Fan
Yun Ho – Xi Hai Er Wang Zi… aku adalah Fan Yu Heng – Xi Hai Gong Zhu, bagaimana
kami memanggil anda sekalian ?” “ah ini Rou Rou, aku Rou Shui, dia Rou Cheng,
dia Rou Xin, dia Ling Han, dan dia Jiang Wei…” Shui Ling memperkenalkan nama
mereka satu persatu, sempat mendapat lirikan dari kelimanya.
“ah, apa kalian bersaudara ?” Sang Putri Arogan menatap
ke empat wanita di hadapannya yang mengangguk “ehm… kenapa mereka memiliki
marga berbeda ?” bertanya dengan melihat Han Ling dan Wei Jiang “ah, mereka
bukan saudara ! Ling Han adalah suami Rou Rou dan Jiang Wei adalah suami Ruo
Xin…” kata-kata Shui Ling sukses membuat mata Sang Putri Arogan dan Pangeran
Kedua terbuka lebar “suami ?” bertanya dengan keterkejutan yang jelas. Xue Ling
dan Xin Lan mengangguk dan sudah berada dalam pelukan suami masing-masing.
Sang Putri Arogan dan Pangeran Kedua jadi canggung “ehm…
maaf sebelumnya, anda terlihat masih sangat muda !” “memang Rou Rou masih
sangat muda, tapi cinta mereka sudah tidak terpisahkan !” Cheng Mei berguman,
menggoda Han Ling yang membalas dengan cengirannya. “kalian memang sangat
menarik !” Pangeran Kedua memuji, diangguki oleh Sang Putri Arogan dengan
senyuman manisnya.
Sang Putri Arogan mengambil tangan Xue Ling dan
memberikan barang di tangannya “nah sekarang kita sudah saling mengenal… ini
sebagai hadiah perkenalan dariku…” tersenyum manis pada Xue Ling. Xue Ling
melihat barang di atas tangannya “hmm… yang mulia tidak pernah menerima sesuatu
tanpa sebab… tapi baiklah, yang mulia menerima hadiah perkenalan ini… dan ini
sebagai balasan perkenalan…” memberikan bola air pada Sang Putri Arogan. Sang
Putri Arogan tersenyum manis, menerima bola air “baik, yang mulia akan
menyimpannya dengan baik… terima kasih…” Xue Ling mengangguk “silahkan
menikmati perayaan !” Sang Putri Arogan berpamitan dan berlalu dari meja Xue
Ling.
“wow Xue, kemampuanmu merubah seseorang betul-betul patut
diacungi 10 jempol…” Cheng Mei mengejek. Xue Ling mengangkat alisnya “apa kau
mempunyai 10 jempol ?” balas mengejek Cheng Mei. “hmm… tapi perubahannya
betul-betul mengejutkan !” Shui Ling masih susah mempercayai perubahan Sang
Putri Arogan. “Xiao Xue, kau sudah memenuhi kata-katamu… kita pergi dari sini
?” Han Ling menawarkan, Xue Ling mengangguk.
Xue Ling berdiri bersama lainnya, bersiap meninggalkan
meja, disaat sebuah tangan mencengkeram tangan Xue Ling “kau…” cengkeraman dan
suara langsung mengambil perhatian mereka berenam. Keenamnya dengan serentak
melihat kearah pihak yang memegang tangan Xue Ling. Terutama Han Ling yang
merangkul Xue Ling, menatap dingin pada yang memegang tangan Xue Ling.
Pihak yang tiba-tiba datang, memegang tangan Xue Ling,
melihat Xue Ling dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Dari wajahnya yang
penuh keterkejutan, menjadi wajah sedih, berubah menjadi wajah bersuka cita
“ternyata kau…” Xue Ling mengerutkan kening. “hahaha… ternyata benar kau…
hahaha…” terdengar nada bahagia dan tetesan air mata dari pihak yang memegang
Xue Ling. Pihak itu tidak melepas Xue Ling, malah menarik Xue Ling dan
memeluknya erat.
Han Ling segera bergerak, ingin mengeluarkan Xue Ling
dari pelukan pihak itu “sebentar… sebentar saja !” terdengar suara permohonan yang
lirih. Xue Ling berdiri mematung sejenak, kemudian mendorong dan melepas
pelukan “apa yang anda lakukan ?” terdengar nada dingin Xue Ling. Han Ling
langsung memegang dan memeluk Xue Ling, menatap dingin orang yang masih tertawa
dengan air mata dan tersenyum melihat Xue Ling.