The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 58 - Istirahat



            Shen Wang tersenyum ceria “Shen Zun, anda berhasil lagi


!” Han Ling langsung memapah Xue Ling begitu Xue Ling menghentikan saluran


energinya. Xue Ling tersenyum lemah menatap Shen Wang “belum berhasil, masih


kurang 2 lagi. Pohon Bodhi sementara stabil… setelah yang mulia lebih baik,


akan kembali lagi…” Shen Wang mengangguk “Shen Zun, sementara anda bisa


beristirahat dengan baik. Kestabilan Pohon Bodhi saat ini, akan bertahan lebih


lama…”.


            Han Ling memegang Xue Ling “Xiao Xue, dengarkan nasehat


Shen Wang… kita kembali memulihkan dirimu terlebih dahulu…” Xue Ling tersenyum


lembut, mengangguk “terima kasih Han ge…” Han Ling tersenyum “Xiao Xue, di


antara kita tidak perlu kata ‘terima kasih’…” keduanya berpamitan dengan Shen


Wang dan kembali ke Zheng Guang Gong. Han Ling tidak membawa Xue Ling ke Xue


Zuan Shi Gong, untuk menghindari lainnya yang akan melaporkan masalah pada Xue


Ling.


            “Han ge, kenapa ke Zheng Guang Gong ?” Xue Ling bertanya


sambil merebahkan kepalanya “agar kau bisa beristirahat dengan baik. Tidak usah


banyak berfikir, beristirahatlah dengan baik” Han Ling menarik Xue Ling ke


pelukannya. Xue Ling tersenyum dan tertidur nyenyak dalam pelukan Han Ling. Han


Ling tersenyum memanjakan, bahagia dapat melakukan sesuatu untuk Xue Ling.


            Selama 3 bulan, kegiatan Xue Ling semua dibawah pantauan


Han Ling. Han Ling fokus pada pemulihan Xue Ling, tidak mengijinkannya protes


ataupun membantah. Xue Ling cemberut “Han ge, aku sudah baik-baik saja… kita


pergi bermain, bagaimana ?” merajuk. Han Ling menggeleng “luka luarmu baru saja


pulih, luka dalammu masih parah…” menolak dengan tegas. Xue Ling cemberut


menunduk “Han ge, kita bermain sebentar saja. Aku akan biguang setelah kita


bermain, bagaimana ?” memelas. Han Ling menggeleng “Xiao Xue, setelah kau


pulih, kita masih mempunyai banyak waktu bermain. Melihatmu terluka seperti


ini, hatiku sangat sakit. Xiao Xue, menurutlah… pulihkan dirimu, aku akan


menemanimu kemanapun, bagaimana ?” balik memelas melihat Xue Ling.


            Xue Ling cemberut, tidak bisa membujuk Han Ling dan


mendapatkan keinginannya “haih… seperti ini pun tidak bisa. Sudahlah, aku akan


biguang saja…” berjalan pergi, keluar dari Zheng Guang Gong. Han Ling segera


mengejarnya “Xiao Xue mau kemana ?” “Xue Zuan Shi Gong – biguang” terus melangkah


pergi. Xue Ling masuk ke dalam Xue Zuan Shi Gong, langsung menuju tempat


biguang “Han ge, aku akan disini biguang… Han Ge, bisa di Xue Zuan Shi Gong


atau kembali ke Zheng Guang Gong”.


            Han Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue, aku akan menunggumu


disini. Jangan marah, aku hanya ingin kau baik-baik saja.” Xue Ling mengangguk “tenang


saja, aku baik-baik saja !” mengecup Han Ling dan memulai masa biguangnya. Han


Ling menghela nafas melihat punggung Xue Ling yang menjauh ‘Xiao Xue, maaf !


setelah kau chuguang, aku akan menemanimu kemanapun, melakukan apapun untukmu…


melihatmu terluka, hatiku tiap saat ketakutan… aku sangat takut hari itu akan


segera tiba… aku hanya ingin menambah waktu kita bersama…’ berkaca-kaca melihat


tempat biguang Xue Ling.


            Han Ling bermeditasi di luar tempat biguang Xue Ling,


mengembalikan dan meningkatkan energinya sendiri. Han Ling sudah bertekad akan


selalu bersama dengan Xue Ling, baik dalam hidup maupun mati. Han Ling


memikirkan cara untuk bisa membantu Xue Ling. Cara yang sebelumnya dipakainya,


hanya bisa membantu di saat terakhir. Perjuangan Xue Ling belum berakhir, masih


ada 2 permata yang tersisa.


            Bersamaan dengan biguangnya Xue Ling, Han Ling juga


mencari informasi kedua permata lainnya. Han Ling berdiskusi dengan Tian Zun


dan Xian Zun, mengetahui adanya pergerakan dari Lan Hua Gu. Li Ming secara


terbuka, sudah mulai menunjukkan perlawanan. Tian Zun masih membiarkan Li Ming


dan Wei Jiang Zheng Zhu pun saling berhubungan, untuk dapat memecahkan misteri keberadaan


Permata Nila dan Permata Merah.


            “Apa ada petunjuk keberadaan Permata Merah ?” Han Ling


penasaran karena tidak ada yang membahas keberadaan Permata Merah. Tian Zun,


Tian Hou, dan Xian Zun saling melihat “jiefu, apa kau belum tahu, Permata Merah


tidak bisa dicari tapi ditumbuhkan !” “apa ?” Penjelasan Shui Ling membuat Han


Ling terkejut “bagaimana menumbuhkannya ? Apa Xiao Xue sedang menumbuhkannya ?”


            Semuanya menggeleng “kami pun tidak pasti jiejie sudah


mendapatkannya. Yang menjadi pertanyaan adalah sikap jiejie yang acuh tak acuh


pada Permata Nila dan Permata Merah. Jiejie yang sesantai itu, membuat kami


berfikir beliau sudah mendapatkan keduanya.” Huo Ling berguman “tidak, jika


sudah mendapatkannya, Xiao Xue pasti sudah memasukkannya dalam Pohon Bodhi.


Tidak ada alasan untuk Xiao Xue menyembunyikannya. Yang jelas, salah satu pasti


masih berhubungan dengan masalah Lan Hua Gu ini. Aku masih tidak yakin Xiao Xue


sudah menumbuhkan Permata Merah. Apa ada petunjuk syarat atau cara menumbuhkan


Permata Merah ?” Han Ling berspekulasi.


            Shui Ling menggeleng “Cheng Mei dan Wei Jiang Zheng Zhu


tidak memiliki informasi apapun. Rumor yang mengatakan Permata Merah


ditumbuhkan dan bukan didapatkan pun tidak tahu berkembang dari mana. Hanya


keyakinan Wei Jiang Zheng Zhu bahwa rumor itu benar adanya tanpa adanya dasar


untuk membuktikannya.” Menjelaskan semua yang diketahuinya.


            Han Ling memikirkan semua kata-kata Huo Ling dan Shui


Ling “sebenarnya bukan tanpa dasar… kelima Permata sudah ada di Pohon Bodhi,


menandakan jiejie yang berhasil mengetahui tempat permata itu bersemayam. Yang jelas


semua permata itu membawa aura murni, tidak akan terpengaruh oleh unsur apapun.


Sedangkan Wei Jiang Zheng Zhu melihat sendiri Permata Jingga yang didapatkan


jiejie dari pusat lava. Masing-masing mempunyai unsur yang bertentangan.


Permata Ungu bisa di dapatkan di Dong Hua Gu juga karena Dong Hua Gu mendukung


tempat persemayaman Permata Ungu. Semua sudah difikirkan, hanya satu-satunya


Permata Merah yang tanpa jejak sama sekali.” Ling Siang menjelaskan


pemahamannya.


            Han Ling mengangguk “Shen Wang pernah mengatakan semua


permata bertentangan tapi satu-satunya Permata Merah yang memiliki pertentangan


paling kuat. Xiao Xue bisa mengumpulkan keenamnya, walau terluka, tapi dengan


kemampuannya, Xiao Xue masih bisa kembali. Satu-satunya yang membahayakan nyawanya


adalah Permata Merah. Jika ketujuhnya bergabung, bahkan 5 Xiao Xue pun bukanlah


tandingannya.”


            Huo Ling berdehem “ini mengartikan rintangan jiejie


adalah Permata Merah itu. Selama Permata Merah belum ditemukan, jiejie masih


memiliki kesempatan untuk memikirkannya. Selain itu, ini juga kesempatan kita


mencari cara untuk membantu jiejie. Aku tidak mau hanya berpangku tangan kali


ini. Walau tidak sebanding dengan jiejie, tapi aku termasuk yang lahir dari


aura murni. Aku tidak akan membiarkan jiejie berusaha sendiri kali ini” dengan


tekad yang kuat.


            Shui Ling mengangguk “aku juga akan berjuang bersama


jiejie. Walau pada akhirnya, yang dikhawatirkan jiejie terjadi. Aku akan ada


disana untuk mengembalikannya ke jalannya, tidak akan membiarkan usaha jiejie


selama ini sia-sia” Han Ling “ ini hal yang sudah pasti. Xiao Xue sedang


biguang saat ini, entah bagaimana pemulihannya saat chuguang. Sebelum Xiao Xue


chuguang, harus sudah mengetahui keberadaan Permata Nila. Jika satu persatu


permata di satukan, harusnya tidak akan membawa dampak terlalu parah pada Xiao


Xue.”