
Shen Wang tersenyum ceria “Shen Zun, anda berhasil lagi
!” Han Ling langsung memapah Xue Ling begitu Xue Ling menghentikan saluran
energinya. Xue Ling tersenyum lemah menatap Shen Wang “belum berhasil, masih
kurang 2 lagi. Pohon Bodhi sementara stabil… setelah yang mulia lebih baik,
akan kembali lagi…” Shen Wang mengangguk “Shen Zun, sementara anda bisa
beristirahat dengan baik. Kestabilan Pohon Bodhi saat ini, akan bertahan lebih
lama…”.
Han Ling memegang Xue Ling “Xiao Xue, dengarkan nasehat
Shen Wang… kita kembali memulihkan dirimu terlebih dahulu…” Xue Ling tersenyum
lembut, mengangguk “terima kasih Han ge…” Han Ling tersenyum “Xiao Xue, di
antara kita tidak perlu kata ‘terima kasih’…” keduanya berpamitan dengan Shen
Wang dan kembali ke Zheng Guang Gong. Han Ling tidak membawa Xue Ling ke Xue
Zuan Shi Gong, untuk menghindari lainnya yang akan melaporkan masalah pada Xue
Ling.
“Han ge, kenapa ke Zheng Guang Gong ?” Xue Ling bertanya
sambil merebahkan kepalanya “agar kau bisa beristirahat dengan baik. Tidak usah
banyak berfikir, beristirahatlah dengan baik” Han Ling menarik Xue Ling ke
pelukannya. Xue Ling tersenyum dan tertidur nyenyak dalam pelukan Han Ling. Han
Ling tersenyum memanjakan, bahagia dapat melakukan sesuatu untuk Xue Ling.
Selama 3 bulan, kegiatan Xue Ling semua dibawah pantauan
Han Ling. Han Ling fokus pada pemulihan Xue Ling, tidak mengijinkannya protes
ataupun membantah. Xue Ling cemberut “Han ge, aku sudah baik-baik saja… kita
pergi bermain, bagaimana ?” merajuk. Han Ling menggeleng “luka luarmu baru saja
pulih, luka dalammu masih parah…” menolak dengan tegas. Xue Ling cemberut
menunduk “Han ge, kita bermain sebentar saja. Aku akan biguang setelah kita
bermain, bagaimana ?” memelas. Han Ling menggeleng “Xiao Xue, setelah kau
pulih, kita masih mempunyai banyak waktu bermain. Melihatmu terluka seperti
ini, hatiku sangat sakit. Xiao Xue, menurutlah… pulihkan dirimu, aku akan
menemanimu kemanapun, bagaimana ?” balik memelas melihat Xue Ling.
Xue Ling cemberut, tidak bisa membujuk Han Ling dan
mendapatkan keinginannya “haih… seperti ini pun tidak bisa. Sudahlah, aku akan
biguang saja…” berjalan pergi, keluar dari Zheng Guang Gong. Han Ling segera
mengejarnya “Xiao Xue mau kemana ?” “Xue Zuan Shi Gong – biguang” terus melangkah
pergi. Xue Ling masuk ke dalam Xue Zuan Shi Gong, langsung menuju tempat
biguang “Han ge, aku akan disini biguang… Han Ge, bisa di Xue Zuan Shi Gong
atau kembali ke Zheng Guang Gong”.
Han Ling memeluk Xue Ling “Xiao Xue, aku akan menunggumu
disini. Jangan marah, aku hanya ingin kau baik-baik saja.” Xue Ling mengangguk “tenang
saja, aku baik-baik saja !” mengecup Han Ling dan memulai masa biguangnya. Han
Ling menghela nafas melihat punggung Xue Ling yang menjauh ‘Xiao Xue, maaf !
setelah kau chuguang, aku akan menemanimu kemanapun, melakukan apapun untukmu…
melihatmu terluka, hatiku tiap saat ketakutan… aku sangat takut hari itu akan
segera tiba… aku hanya ingin menambah waktu kita bersama…’ berkaca-kaca melihat
tempat biguang Xue Ling.
Han Ling bermeditasi di luar tempat biguang Xue Ling,
mengembalikan dan meningkatkan energinya sendiri. Han Ling sudah bertekad akan
selalu bersama dengan Xue Ling, baik dalam hidup maupun mati. Han Ling
memikirkan cara untuk bisa membantu Xue Ling. Cara yang sebelumnya dipakainya,
hanya bisa membantu di saat terakhir. Perjuangan Xue Ling belum berakhir, masih
ada 2 permata yang tersisa.
Bersamaan dengan biguangnya Xue Ling, Han Ling juga
mencari informasi kedua permata lainnya. Han Ling berdiskusi dengan Tian Zun
dan Xian Zun, mengetahui adanya pergerakan dari Lan Hua Gu. Li Ming secara
terbuka, sudah mulai menunjukkan perlawanan. Tian Zun masih membiarkan Li Ming
dan Wei Jiang Zheng Zhu pun saling berhubungan, untuk dapat memecahkan misteri keberadaan
Permata Nila dan Permata Merah.
“Apa ada petunjuk keberadaan Permata Merah ?” Han Ling
penasaran karena tidak ada yang membahas keberadaan Permata Merah. Tian Zun,
Tian Hou, dan Xian Zun saling melihat “jiefu, apa kau belum tahu, Permata Merah
tidak bisa dicari tapi ditumbuhkan !” “apa ?” Penjelasan Shui Ling membuat Han
Ling terkejut “bagaimana menumbuhkannya ? Apa Xiao Xue sedang menumbuhkannya ?”
Semuanya menggeleng “kami pun tidak pasti jiejie sudah
mendapatkannya. Yang menjadi pertanyaan adalah sikap jiejie yang acuh tak acuh
pada Permata Nila dan Permata Merah. Jiejie yang sesantai itu, membuat kami
berfikir beliau sudah mendapatkan keduanya.” Huo Ling berguman “tidak, jika
sudah mendapatkannya, Xiao Xue pasti sudah memasukkannya dalam Pohon Bodhi.
Tidak ada alasan untuk Xiao Xue menyembunyikannya. Yang jelas, salah satu pasti
masih berhubungan dengan masalah Lan Hua Gu ini. Aku masih tidak yakin Xiao Xue
sudah menumbuhkan Permata Merah. Apa ada petunjuk syarat atau cara menumbuhkan
Permata Merah ?” Han Ling berspekulasi.
Shui Ling menggeleng “Cheng Mei dan Wei Jiang Zheng Zhu
tidak memiliki informasi apapun. Rumor yang mengatakan Permata Merah
ditumbuhkan dan bukan didapatkan pun tidak tahu berkembang dari mana. Hanya
keyakinan Wei Jiang Zheng Zhu bahwa rumor itu benar adanya tanpa adanya dasar
untuk membuktikannya.” Menjelaskan semua yang diketahuinya.
Han Ling memikirkan semua kata-kata Huo Ling dan Shui
Ling “sebenarnya bukan tanpa dasar… kelima Permata sudah ada di Pohon Bodhi,
menandakan jiejie yang berhasil mengetahui tempat permata itu bersemayam. Yang jelas
semua permata itu membawa aura murni, tidak akan terpengaruh oleh unsur apapun.
Sedangkan Wei Jiang Zheng Zhu melihat sendiri Permata Jingga yang didapatkan
jiejie dari pusat lava. Masing-masing mempunyai unsur yang bertentangan.
Permata Ungu bisa di dapatkan di Dong Hua Gu juga karena Dong Hua Gu mendukung
tempat persemayaman Permata Ungu. Semua sudah difikirkan, hanya satu-satunya
Permata Merah yang tanpa jejak sama sekali.” Ling Siang menjelaskan
pemahamannya.
Han Ling mengangguk “Shen Wang pernah mengatakan semua
permata bertentangan tapi satu-satunya Permata Merah yang memiliki pertentangan
paling kuat. Xiao Xue bisa mengumpulkan keenamnya, walau terluka, tapi dengan
kemampuannya, Xiao Xue masih bisa kembali. Satu-satunya yang membahayakan nyawanya
adalah Permata Merah. Jika ketujuhnya bergabung, bahkan 5 Xiao Xue pun bukanlah
tandingannya.”
Huo Ling berdehem “ini mengartikan rintangan jiejie
adalah Permata Merah itu. Selama Permata Merah belum ditemukan, jiejie masih
memiliki kesempatan untuk memikirkannya. Selain itu, ini juga kesempatan kita
mencari cara untuk membantu jiejie. Aku tidak mau hanya berpangku tangan kali
ini. Walau tidak sebanding dengan jiejie, tapi aku termasuk yang lahir dari
aura murni. Aku tidak akan membiarkan jiejie berusaha sendiri kali ini” dengan
tekad yang kuat.
Shui Ling mengangguk “aku juga akan berjuang bersama
jiejie. Walau pada akhirnya, yang dikhawatirkan jiejie terjadi. Aku akan ada
disana untuk mengembalikannya ke jalannya, tidak akan membiarkan usaha jiejie
selama ini sia-sia” Han Ling “ ini hal yang sudah pasti. Xiao Xue sedang
biguang saat ini, entah bagaimana pemulihannya saat chuguang. Sebelum Xiao Xue
chuguang, harus sudah mengetahui keberadaan Permata Nila. Jika satu persatu
permata di satukan, harusnya tidak akan membawa dampak terlalu parah pada Xiao
Xue.”