
Lumba-Lumba menyundul-nyundulkan kepalanya ke Xue Ling
“a… apa lagi yang kalian inginkan ?” Xue Ling perlahan terdorong-dorong ke
lautan “Zhu Ren…” “Zhu Ren…” “Zhu Ren…” semua lumba-lumba bersahut-sahutan
“astaga, apa kalian berfikir tampang imut kalian ini bisa memaksa yang mulia ?”
Xue Ling kesal di dorong-dorong para lumba-lumba “aih hentikan…” Xue Ling hanya
mendengar suara lumba-lumba yang terus menyundulnya.
“hahaha… rasakan… hahaha…” Cheng Mei dari tepi pantai
tertawa terbahak-bahak. Han Ling melirik dingin pada Cheng Mei “haih saudara
Han, tidak perlu melihatku seperti itu… sudah sekian lama mereka tidak
melihatnya, kau tidak mungkin mengira mereka akan membiarkannya pergi semudah
itu kan !” Han Ling melirik sinis Cheng Mei “bagaimana mereka akan bermain ?”
Shui Ling menjadi antusias “sabar saja menunggu, tidak akan lama lagi !” Wei
Jiang juga berkomentar dengan wajah nakalnya.
“apa yang terjadi ?” “inikah penyatuan dan pengakuan
kesetiaan itu ?” “apa yang lumba-lumba itu lakukan ?” “bukankah ini hanya
perayaan dua jenis lumba-lumba, apa yang terjadi dengan semua lumba-lumba itu
?” “ini… ini seperti seluruh kaum lumba-lumba memberi kesetiaan mereka ke
pemuda itu !” “siapa sebenarnya pemuda itu ?” “betapa beruntungnya pemuda itu,
bisa mendapat kesetiaan dari seluruh kaum lumba-lumba” gumaman para dewa dewi
tidak berhenti, terus berkembang mengikuti situasi yang ada.
Banyak para dewa dewi yang sudah kedinginan, disebabkan
air yang belum surut, tapi tetap mempertahankan diri melihat segala sesuatu
yang terjadi. Para dewa dewi tidak ingin melewatkan apapun dari perayaan
penyatuan kedua jenis Lumba-Lumba. Terutama hal yang sedang terjadi di hadapan
mereka, tidak pernah terjadi dalam penyatuan manapun sebelumnya. Yang membuat
mereka paling penasaran adalah identitas sang pemuda, yang berhasil mendapat
kesetiaan, tidak saja Lumba-Lumba Ungu bahkan dari semua lumba-lumba di lautan.
“Siapa sebenarnya pemuda itu ?” Xi Hai Shui Jun semakin
penasaran “Fu Wang, ingin mengetahuinya, tanyakan pada mereka saja !” Pangeran
Kedua menunjuk ke kumpulan Han Ling dan lainnya. Xi Hai Shui Jun melihat arah
yang ditunjuk Pangeran Kedua, melangkahkan kakinya menghampiri Han Ling
“Tuan-Tuan…” mendengar suara, kelimanya berbalik sesaat, Han Ling hanya memahami
situasi beberapa detik, kembali melihat Xue Ling.
“Xi Hai Shui Jun…” Xin Lan menjawab dengan datar, sebagai
kode menghormati Xi Hai Shui Jun di hadapan mereka “Tuan Tuan, bisakah yang
mulia mengetahui nama besar Tuan Tuan ?” Xi Hai Shui Jun kembali bertanya
dengan sopan, tidak berani bersikap sombong, karena tidak mengetahui identitas
kelima pemuda di hadapannya. Bisa menerima hormat dari Lumba-Lumba Ungu,
bukanlah dewa asal-asalan.
“Xiao Xue…” Han Ling yang melihat Xue Ling terdorong,
segera melayang ke sisinya “Xiao Xue, kau baik-baik saja ?” merangkul pundak
Xue Ling, memeriksa kondisinya. Xue Ling memberikan senyuman manis, menenangkan
Han Ling “Han Ge, aku baik-baik saja… mereka terlalu nakal…” “Zhu Ren…” “Zhu
Ren…” “Zhu Ren…” para lumba-lumba saling menyahut dengan nada berharap dan
sedih.
Han Ling tersenyum lembut, membelai kepala Xue Ling
“ingin bermain ?” Xue Ling mengangkat alisnya, menatap Han Ling sesaat kemudian
berbalik melihat lumba-lumba yang bersalto-salto ria, setelah mendengar kata-kata
Han Ling “main… main… main…” Xue Ling tertawa terbahak-bahak “hahaha… ingin
main ?” semua lumba-lumba bersalto, mengiyakan pertanyaan Xue Ling.
Xue Ling menunjuk pantai yang masih tergenang “nah
bagaimana dengan itu ?” Zi Zuan memeletkan lidahnya “hampir melupakannya…” akan
mengerahkan sihir, ditahan Xue Ling “jangan terlalu banyak menggunakan
kekuatanmu yang masih lemah itu !” Xue Ling memperingati. Belum sempat Xue Ling
satu sihir “Xiao Xue juga tidak boleh sembarangan mengerahkan sihir…” tersenyum
manis pada Xue Ling yang juga dibalas Xue Ling dengan senyuman manis.
“ayo…” “ayo…” “ayo…” para lumba-lumba berlomba menyundul
Xue Ling dan beberapa langsung mengambil tangan Xue Ling dan Han Ling, menyeret
mereka ke dalam lautan. Zi Zuan langsung berubah kembali menjadi Lumba-Lumba
Ungu, menggandeng tangan Xue Ling “Zhu Ren, ayo…”. “hei… tunggu kami…” Shui
Ling berteriak dari tepi pantai. Beberapa lumba-lumba berbalik, melihat ke arah
teriakan. Segera beberapa lumba-lumba mendekati Shui Ling dan ketiga pemuda
lainnya “Shui Jun, sebaiknya anda menyingkir… waktunya kami bersenang-senang
dahulu…” Wei Jiang berjalan melewati Xi Hai Shui Jun dan menarik tangan Xin Lan
“kita bermain ?” Cheng Mei bertanya, diangguki ketiganya.
Mereka berempat langsung menuju tepi pantai dan masuk ke
lautan menghampiri para lumba-lumba. Para lumba-lumba langsung mendorong dan
menarik tubuh keempatnya, bergabung bersama Xue Ling dan Han Ling. Tidak lama
terdengar suara tawa mereka berenam dan suara lumba-lumba yang terus bernyanyi
dengan ceria.
“i… itu…” Xi Hai Shui Jun tercengang dengan pemandangan
di hadapannya “Fu Wang, ada apa ?” Pangeran Pertama bertanya, juga terkejut
dengan pemandangan di hadapannya. Dimana keenam pemuda yang bermain-main
bersama ribuan lumba-lumba. Xi Hai Shui Jun langsung berlutut “menghormat pada
Shen Zun… Shen Zun berjaya selamanya… Shen Zun berjaya selamanya… Shen Zun
berjaya selamanya… maafkan kelancangan yang mulia…” semua yang awalnya tidak
mengerti dengan tindakan Xi Hai Shui Jun, terkejut dengan kata-katanya,
langsung ikut berlutut dan memberi penghormatan pada pemandangan di hadapan. Sebuah
sihir meluncur kearah dewa dewi, mengeringkan pakaian seluruh dewa dewi “terima
kasih atas berkah Shen Zun…” semua kembali memberi hormat dan berdiri.
“Fu
Wang, dari mana anda tahu beliau adalah Shen Zun ?” Pangeran Pertama bertanya “sekitar
210.000 tahun yang lalu, hal ini pernah terjadi. Bukan penyatuan lumba-lumba,
tapi Shen Zun yang masih kecil saat itu, bermain-main bersama para lumba-lumba
tanpa hambatan dan rintangan. Luo er, lumba-lumba memang adalah hewan
bersahabat, menjadi salah satu penolong di lautan. Tapi lumba-lumba itu tidak
akan secepat itu akrab dengan seseorang hingga tanpa batasan. Shen Zun yang
masih kecil saat itu, bahkan aku ragu beliau mengerti akan semua hal ini, hanya
bermain asal di lautan. Lumba-lumba tanpa keraguan apapun, langsung mendekatkan
diri mereka sendiri ke Shen Zun kecil. Sudah berlalu sekian lama, bahkan Heng
er pun tidak pernah dapat bermain bersama lumba-lumba sewaktu kecil.”
“Fu Wang, yang manakah Shen Zun ?” Sang Putri Arogan
bertanya dengan penasaran pada Xi Hai Shui Jun. Xi Hai Shui Jun hanya
tersenyum, tidak menjawab pertanyaan Sang Putri Arogan “Fu Wang, jangan
mengatakan pemuda yang terpilih itu adalah Shen Zun !” Sang Putri Arogan
tercengang dengan pemahaman yang didapatnya sendiri “ja… jadi… jadi dia benar
seorang wanita ?” Xi Hai Shui Jun tersenyum manis, menganggukkan kepalanya ke
Sang Putri Arogan.
Xi Hai Shui Jun melihat pemandangan di hadapannya, dimana
suara merdu dan tawa tidak berhenti terdengar di telinga mereka semua “dalam
hidup ini, berkesempatan melihat pemandangan seperti ini, hidupku ini sudah
tidak ada penyesalan.” “Fu Wang, jangan berkata seperti itu ! kejadian hari ini
akan membekas di ingatan semua… pantas saja Lumba-Lumba Ungu tidak tertarik
pada siapapun… Lumba-Lumba Ungu memiliki pilihan yang terbaik” Pangeran Pertama
berguman. “Heng er, ada apa dengan wajahmu itu ?” Pangeran Kedua khawatir,
melihat wajah sedih dan mata berkaca-kaca Sang Putri Arogan.