The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 86 - Shen Zun



            Lumba-Lumba menyundul-nyundulkan kepalanya ke Xue Ling


“a… apa lagi yang kalian inginkan ?” Xue Ling perlahan terdorong-dorong ke


lautan “Zhu Ren…” “Zhu Ren…” “Zhu Ren…” semua lumba-lumba bersahut-sahutan


“astaga, apa kalian berfikir tampang imut kalian ini bisa memaksa yang mulia ?”


Xue Ling kesal di dorong-dorong para lumba-lumba “aih hentikan…” Xue Ling hanya


mendengar suara lumba-lumba yang terus menyundulnya.


            “hahaha… rasakan… hahaha…” Cheng Mei dari tepi pantai


tertawa terbahak-bahak. Han Ling melirik dingin pada Cheng Mei “haih saudara


Han, tidak perlu melihatku seperti itu… sudah sekian lama mereka tidak


melihatnya, kau tidak mungkin mengira mereka akan membiarkannya pergi semudah


itu kan !” Han Ling melirik sinis Cheng Mei “bagaimana mereka akan bermain ?”


Shui Ling menjadi antusias “sabar saja menunggu, tidak akan lama lagi !” Wei


Jiang juga berkomentar dengan wajah nakalnya.


            “apa yang terjadi ?” “inikah penyatuan dan pengakuan


kesetiaan itu ?” “apa yang lumba-lumba itu lakukan ?” “bukankah ini hanya


perayaan dua jenis lumba-lumba, apa yang terjadi dengan semua lumba-lumba itu


?” “ini… ini seperti seluruh kaum lumba-lumba memberi kesetiaan mereka ke


pemuda itu !” “siapa sebenarnya pemuda itu ?” “betapa beruntungnya pemuda itu,


bisa mendapat kesetiaan dari seluruh kaum lumba-lumba” gumaman para dewa dewi


tidak berhenti, terus berkembang mengikuti situasi yang ada.


            Banyak para dewa dewi yang sudah kedinginan, disebabkan


air yang belum surut, tapi tetap mempertahankan diri melihat segala sesuatu


yang terjadi. Para dewa dewi tidak ingin melewatkan apapun dari perayaan


penyatuan kedua jenis Lumba-Lumba. Terutama hal yang sedang terjadi di hadapan


mereka, tidak pernah terjadi dalam penyatuan manapun sebelumnya. Yang membuat


mereka paling penasaran adalah identitas sang pemuda, yang berhasil mendapat


kesetiaan, tidak saja Lumba-Lumba Ungu bahkan dari semua lumba-lumba di lautan.


            “Siapa sebenarnya pemuda itu ?” Xi Hai Shui Jun semakin


penasaran “Fu Wang, ingin mengetahuinya, tanyakan pada mereka saja !” Pangeran


Kedua menunjuk ke kumpulan Han Ling dan lainnya. Xi Hai Shui Jun melihat arah


yang ditunjuk Pangeran Kedua, melangkahkan kakinya menghampiri Han Ling


“Tuan-Tuan…” mendengar suara, kelimanya berbalik sesaat, Han Ling hanya memahami


situasi beberapa detik, kembali melihat Xue Ling.


            “Xi Hai Shui Jun…” Xin Lan menjawab dengan datar, sebagai


kode menghormati Xi Hai Shui Jun di hadapan mereka “Tuan Tuan, bisakah yang


mulia mengetahui nama besar Tuan Tuan ?” Xi Hai Shui Jun kembali bertanya


dengan sopan, tidak berani bersikap sombong, karena tidak mengetahui identitas


kelima pemuda di hadapannya. Bisa menerima hormat dari Lumba-Lumba Ungu,


bukanlah dewa asal-asalan.


            “Xiao Xue…” Han Ling yang melihat Xue Ling terdorong,


segera melayang ke sisinya “Xiao Xue, kau baik-baik saja ?” merangkul pundak


Xue Ling, memeriksa kondisinya. Xue Ling memberikan senyuman manis, menenangkan


Han Ling “Han Ge, aku baik-baik saja… mereka terlalu nakal…” “Zhu Ren…” “Zhu


Ren…” “Zhu Ren…” para lumba-lumba saling menyahut dengan nada berharap dan


sedih.


            Han Ling tersenyum lembut, membelai kepala Xue Ling


“ingin bermain ?” Xue Ling mengangkat alisnya, menatap Han Ling sesaat kemudian


berbalik melihat lumba-lumba yang bersalto-salto ria, setelah mendengar kata-kata


Han Ling “main… main… main…” Xue Ling tertawa terbahak-bahak “hahaha… ingin


main ?” semua lumba-lumba bersalto, mengiyakan pertanyaan Xue Ling.


            Xue Ling menunjuk pantai yang masih tergenang “nah


bagaimana dengan itu ?” Zi Zuan memeletkan lidahnya “hampir melupakannya…” akan


mengerahkan sihir, ditahan Xue Ling “jangan terlalu banyak menggunakan


kekuatanmu yang masih lemah itu !” Xue Ling memperingati. Belum sempat Xue Ling


satu sihir “Xiao Xue juga tidak boleh sembarangan mengerahkan sihir…” tersenyum


manis pada Xue Ling yang juga dibalas Xue Ling dengan senyuman manis.


            “ayo…” “ayo…” “ayo…” para lumba-lumba berlomba menyundul


Xue Ling dan beberapa langsung mengambil tangan Xue Ling dan Han Ling, menyeret


mereka ke dalam lautan. Zi Zuan langsung berubah kembali menjadi Lumba-Lumba


Ungu, menggandeng tangan Xue Ling “Zhu Ren, ayo…”. “hei… tunggu kami…” Shui


Ling berteriak dari tepi pantai. Beberapa lumba-lumba berbalik, melihat ke arah


teriakan. Segera beberapa lumba-lumba mendekati Shui Ling dan ketiga pemuda


lainnya “Shui Jun, sebaiknya anda menyingkir… waktunya kami bersenang-senang


dahulu…” Wei Jiang berjalan melewati Xi Hai Shui Jun dan menarik tangan Xin Lan


“kita bermain ?” Cheng Mei bertanya, diangguki ketiganya.


            Mereka berempat langsung menuju tepi pantai dan masuk ke


lautan menghampiri para lumba-lumba. Para lumba-lumba langsung mendorong dan


menarik tubuh keempatnya, bergabung bersama Xue Ling dan Han Ling. Tidak lama


terdengar suara tawa mereka berenam dan suara lumba-lumba yang terus bernyanyi


dengan ceria.


            “i… itu…” Xi Hai Shui Jun tercengang dengan pemandangan


di hadapannya “Fu Wang, ada apa ?” Pangeran Pertama bertanya, juga terkejut


dengan pemandangan di hadapannya. Dimana keenam pemuda yang bermain-main


bersama ribuan lumba-lumba. Xi Hai Shui Jun langsung berlutut “menghormat pada


Shen Zun… Shen Zun berjaya selamanya… Shen Zun berjaya selamanya… Shen Zun


berjaya selamanya… maafkan kelancangan yang mulia…” semua yang awalnya tidak


mengerti dengan tindakan Xi Hai Shui Jun, terkejut dengan kata-katanya,


langsung ikut berlutut dan memberi penghormatan pada pemandangan di hadapan. Sebuah


sihir meluncur kearah dewa dewi, mengeringkan pakaian seluruh dewa dewi “terima


kasih atas berkah Shen Zun…” semua kembali memberi hormat dan berdiri.


“Fu


Wang, dari mana anda tahu beliau adalah Shen Zun ?” Pangeran Pertama bertanya “sekitar


210.000 tahun yang lalu, hal ini pernah terjadi. Bukan penyatuan lumba-lumba,


tapi Shen Zun yang masih kecil saat itu, bermain-main bersama para lumba-lumba


tanpa hambatan dan rintangan. Luo er, lumba-lumba memang adalah hewan


bersahabat, menjadi salah satu penolong di lautan. Tapi lumba-lumba itu tidak


akan secepat itu akrab dengan seseorang hingga tanpa batasan. Shen Zun yang


masih kecil saat itu, bahkan aku ragu beliau mengerti akan semua hal ini, hanya


bermain asal di lautan. Lumba-lumba tanpa keraguan apapun, langsung mendekatkan


diri mereka sendiri ke Shen Zun kecil. Sudah berlalu sekian lama, bahkan Heng


er pun tidak pernah dapat bermain bersama lumba-lumba sewaktu kecil.”


            “Fu Wang, yang manakah Shen Zun ?” Sang Putri Arogan


bertanya dengan penasaran pada Xi Hai Shui Jun. Xi Hai Shui Jun hanya


tersenyum, tidak menjawab pertanyaan Sang Putri Arogan “Fu Wang, jangan


mengatakan pemuda yang terpilih itu adalah Shen Zun !” Sang Putri Arogan


tercengang dengan pemahaman yang didapatnya sendiri “ja… jadi… jadi dia benar


seorang wanita ?” Xi Hai Shui Jun tersenyum manis, menganggukkan kepalanya ke


Sang Putri Arogan.


            Xi Hai Shui Jun melihat pemandangan di hadapannya, dimana


suara merdu dan tawa tidak berhenti terdengar di telinga mereka semua “dalam


hidup ini, berkesempatan melihat pemandangan seperti ini, hidupku ini sudah


tidak ada penyesalan.” “Fu Wang, jangan berkata seperti itu ! kejadian hari ini


akan membekas di ingatan semua… pantas saja Lumba-Lumba Ungu tidak tertarik


pada siapapun… Lumba-Lumba Ungu memiliki pilihan yang terbaik” Pangeran Pertama


berguman. “Heng er, ada apa dengan wajahmu itu ?” Pangeran Kedua khawatir,


melihat wajah sedih dan mata berkaca-kaca Sang Putri Arogan.