
Didalam ruangan bang Anggi hanya diam menunduk bahkan ia sedikit gemetaran .
" Bang kenapa ? " , tanya Naura seraya merhatikan bang Anggi .
" Dek Abang benar-benar minta maaf dek '' , Ujar bang Anggi yang langsung bersujud didepan Naura .
" Abang apa-apaan sii bang ? , jangan kaya gini " , balas Naura kaget dan ia langsung menyentuh bahu bang Anggi dan membantunya untuk berdiri .
Bang Anggi ternyata menangis ia sungguh-sungguh meminta maaf atas kecerobohan nya .
" Duduk dulu bang " , ujar Naura seraya ia berjalan ke arah sofa dan langsung mendudukan badannya disofa , diikuti bang Angga dan bang Anggi yang juga duduk di sofa berhadapan dengan Naura .
" Dek kamu boleh marah sama Abang atau pukul Abang tapi Abang mohon maafin kesalahan Abang dek " , mohon bang Anggi dan ia tak berani menatap Naura .
" Bang Naura panggil Abang kesini bukan mau marah apalagi sampai pukul Abang , Abang berdua tuh sudah seperti kakak kandung buat Naura jadi Naura gak mungkin melakukan hal seperti sama Abang " , Jawab Naura dengan mata berkaca-kaca .
" Jika memang identitas Naura tentang Caffe ini harus terbongkar Naura tidak apa-apa karna pasti cepat ataupun lambat semuanya juga bakal terbongkar dan mungkin malam ini memang waktunya yang tepat , Naura panggil Abang kesini Naura hanya ingin meminta maaf dan makasih , maaf Abang harus berbohong didepan keluarga dan sahabat Naura , dan Naura mau ngucapin banyak-banyak terimakasih atas semua pengorbanan dan kerja keras Abang , Naura benar-benar bersyukur mempunyai Abang seperti kalian berdua , Naura benar-benar seperti mempunyai kakak kandung yang selalu menjadi gardu terdepan untuk melindungi adeknya " Ujar Naura panjang lebar dan akhirnya ia menitikan air mata , tak ada sedikitpun rasa ingin marah pada bang Anggi justru Naura merasa sangat bersalah ketika melihat kerja keras bang Anggi yang harus berbohong didepan keluarga dan para sahabatnya .
Bang Angga dan Bang Anggi pun ikut menitikan air matanya mendengar semua perkataan Naura yang benar-benar sudah menganggap mereka seperti keluarga bahkan seperti kakak kandung bagi Naura .
" Dek " Panggil bang Anggi dan bang Angga berbarengan seraya mengelap lelehan air mata .
Naura tersenyum seraya menatap kedua abangnya .
" Lalu gimana ? , apa keluarga dan para sahabat kamu sudah tahu tentang siapa pemilik Caffe Zana yang sebenarnya ? , tanya Bang Angga pelan .
Naura menggelengkan kepalanya pelan seraya mengelap air matanya .
" Sampai saat ini masih aman bang tapi Naura yakin mereka pasti akan bertanya lebih detail pada Naura " , jawab Naura apa adanya .
" Dek maaf " ,Ujar bang Anggi sungguh-sungguh .
" Abang , Naura sudah bilang ini semua bukan salah Abang , Naura gak mau dengar lagi Abang minta maaf pada Naura " , balas Naura penuh penekanan .
" Dek kalau keluarga atau para sahabat kamu , marah setelah mengetahui kamu berbohong gimana ? " , tanya bang Anggi khawatir .
" Gapapa bang , Naura siap menerima apapun itu karna memang Naura sudah melakukan kesalahan dengan berbohong " , jawab Naura seraya tersenyum .
" Dek kamu hebat , kamu pasti bisa menyelesaikan semuanya " , balas bang Angga memberi semangat .
" Makasih bang " , jawab Naura .
Lalu setelah itu Naura segera pamit bergabung bersama keluarga dan para sahabatnya , takutnya mereka mencari Naura karna terlalu lama ke kamar mandi .
Namun langkah Naura seketika langsung terhenti ketika membuka pintu mendapati Ayah Alex yang tengah berdiri tegak menghadapnya .
" A A Ayah mmm kenapa ayah berdiri disini ? " , tanya Naura gugup dan sudah dipastikan pasti wajah Naura sudah pucat pasi .
" Oh ayah sedang nunggu kamu kak , Ayo kita bergabung dengan yang lain pasti mereka sudah mencari kita " jawab Ayah Alex sekaligus mengajak Naura .
Iya yang mengikuti Naura adalah Ayah Alex , Ayah Alex sudah curiga dari sejak awal dan ketika ia mengikuti Naura ke kamar mandi ternyata Naura bukan benar-benar ingin ke kamar mandi namun ia malah masuk ke sebuah ruangan yang sepertinya tak sembarang orang yang masuk .
" Mmm baik yah " , jawab Naura gugup lalu ia mulai mengikuti langkah Ayah Alex dari belakang .
Nada bicara Ayah Alex terdengar seperti biasa namun lebih berkesan dingin dan serius .
Sesampainya dimeja mereka langsung disambut pertanyaan oleh bunda Shalwa .
" Tadi ditoilet sangat ramaibbanget Bun dan kenapa bisa barengan dengan Naura tadi gak sengaja ketemu pas mau balik ke sini " jawab Ayah Alex berbohong .
Naura hanya diam dan langsung duduk kembali dikursinya .
" Ayo dilanjut lagi makannya " , Ujar Ayah Alex seraya ia mulai memakan makanannya .
Naura melirik sekilas ke tempat duduk Ayah Alex , ia bisa melihat perubahan sikap Ayah Alex , mungkin saat ini Ayah Alex tengah marah atau lebih tepatnya kecewa .
" Ay kenapa ? , ayo dihabiskan makanannya " , tanya
Azka yang melihat Naura hanya mengaduk-adukan makannya .
" Eh iya bee " , jawab Naura lalu ia mulai memasukkan makananya ke dalam mulut .
Walau suasana dicaffe sangat ramai namun Naura merasakan makan malamnya kali ini sangat hening , tak ada candaan atau keharmonisan yang tercipta dimeja makannya bahkan para sahabatnya sudah menghabiskan makanannya namun mereka memilih bermain ponsel masing-masing , dan tak lama Ayah Alex pun sudah menyelesaikan makannya dan ia sama lebih memilih bermain ponsel , biasanya Ayah Alex yang selalu mencairkan suasana namun kali ini sepertinya enggan .
" Ayo kita langsung pulang saja " , Ajak Ayah Alex ketika melihat Naura sudah menghabiskan makannya begitu pun dengan yang lain .
" Hah pulang om ?, benaran kita langsung pulang ni ? " , tanya Ocha sedikit kaget .
" Iya mau ngapain lagi Cha , lagian makan malamnya sudah kan ?'' jawab Ayah Alex sekaligus bertanya .
" Iya sii om " , jawab Ocha sambil cengengesan .
" Udah yu " , ajak Ayah Alex lagi yang langsung berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan Caffe .
Semua hanya bisa mengikuti langkah Ayah Alex .
" Eh ini semua udah dibayar kan ? ", tanya Yumna memastikan .
" Sudah kak , semuanya sudah dibayar kok " , Jawab Naura seraya tersenyum .
Semua langsung menuju ke tempat parkiran , dan ternyata Ayah Alex langsung masuk mobil lebih dulu .
Para sahabat Naura mereka bingung , ingin berpamitan karna mau langsung pulang tapi Ayah Alex sudah masuk mobil lebih dulu .
Mereka saling sikut dan memberi isyarat , akhirnya mereka memutuskan berpamitan pada bunda Shalwa .
" Tante kita langsung pulang saja ya takut keburu malam , makasih atas makan malamnya " , Ujar Alya sopan lalu mencium punggung tangan bunda Shalwa diikuti yang lainnya .
" Iya sama-sama , kalian hati-hati dijalannya ya jangan kebut-kebutan loh " , jawab bunda Shalwa sekaligus mengingatkan .
" Iya tante siap , sekali lagi makasih banyak ya Tan dan salam buat om Alex " , timpal Temmy sopan .
" Iya nanti tante sampaikan sama mas Alex " , jawab Bunda Shalwa seraya mengangguk dan tersenyum .
Tak lupa Para sahabat Naura pun berpamitan dengan Naura , Azka , Aira dan sikembar .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .