
Sebelum adzan maghrib semua orang sudah berpamitan meninggalkan rumah Ayah Alex , mereka langsung pulang ke rumah masing-masing .
Dan Ayah Alex dan yang lain mereka langsung masuk ke kamar masing-masing bersiap untuk sholat berjama'ah begitu pun dengan bumil dan pakmil .
" Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar " , Ujar Azka seraya merebahkan dirinya terlebih dulu diranjang .
" Alhamdulillah " , Timpal Naura yang juga ikut duduk disamping suami .
Azka tersenyum , lalu ia mengelus perut buncit Naura .
" Sehat-sehat ya nak , rasanya kami semua sudah ga sabar bertemu kalian " , Ucap Azka seraya mendaratkan kecupan beberapa kali diperut buncit Naura .
" Sabar dulu dong bee tunggu 5 bulan lagi ya " , Timpal Naura seraya tersenyum .
" Iya sayang " , Jawab Azka dan ia bangkit dari berbaringnya .
" Ya udah kita bersih-bersih yu , bentar lagi sudah mau adzan " , ajak Azka dan langsung dianggukan Naura .
Keduanya membersihkan diri secara bersama untuk mempersingkat waktu dan pasti itu hanya akal bulusnya Azka .
Melihat Naura yang semakin cabby dengan perut buncitnya , Azka semakin gemas dan tak tahan untuk menyentuh istrinya .
*****
Sementara itu ditempat lain tepatnya dirumah Yumna , ia menjadi pribadi yang lebih banyak diam semenjak menghadiri acara tasyakuran 4 bulan kehamilan sahabat nya , Yumna tak banyak bicara atau pun banyak tingkah seperti biasanya .
" Non dipanggil ibu untuk makan malam " , panggil salah satu art dirumah Yumna .
" Baik bi , sebentar lagi Yumna turun " , jawabnya seraya terus memikirkan hal yang sudah menggangu pikirannya .
" Hufhh... " , Yumna menghembuskan nafasnya secara kasar , lalu ia mulai turun untuk makan malam bersama kedua orang tua nya .
Dimeja makan Yumna malah asik melamun dan terus mengaduk-adukan makanannya sampai kedua orang tua Yumna saling lirik dan memberi kode menanyakan keadaan anaknya .
" Yumna " , panggil sang mamah , namun Yumna tak mendengarnya karena keasikan melamun .
" Yumna " , panggil nya lagi seraya menyentuh tangan Yumna .
" Eh mamah , iya mah " , kaget Yumna dan langsung melirik sang mamah .
" Kamu kenapa nak ? , kok dimeja makan malah melamun ? ", tanya mamahnya Yumna beruntun .
" Gapapa kok mah " , jawab Yumna seraya menampilkan barisan giginya .
" Kamu sakit ? '' , tanya nya lagi seraya menyentuh kening Yumna dengan punggung tangannya , siapa tahu Yumna tengah demam .
" Ngga kok mah Yumna sehat-sehat aja " , jawab Yumna jujur .
" Ya udah kalau gitu makanannya dimakan dong jangan diaduk-aduk terus ! " , Ujar sang papah .
" Baik pah " , jawab Yumna tersenyum lalu ia mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya .
Kedua orang tua Yumna hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh anaknya .
Setelah selesai makan Yumna kembali pamit ke kamarnya , namun sebelumnya ia sudah membantu membereskan meja makan .
Dikamar Yumna kembali melamun lebih tepatnya merenung mimikirkan apakah ia pantas mendapat laki-laki yang sejak tadi mengusik pikiran dan selalu membuat ia jantungan ketika didekatnya .
" Sepertinya ia laki-laki yang baik dan tidak pecililan " , Gumam Yumna seraya membayangkan wajah Hans .
" Lalu apakah mungkin seorang yang kaya gue pantas mendapatkan dia atau apakah pantas gue bersanding dengan dia ? " , gumam Yumna bermonolog .
Iya sedari tadi Yumna memikirkan dirinya yang usil , pecicilan , crewet , tampang juga cuman pas-pasan , lalu ia memikirkan Hans yang hampir terbilang sempurna , ganteng , cool , baik , sopan , ramah yang pasti tidak pecicilan , apakah mungkin Yumna pantas ? .
Memang sosok Hans sudah mengganggu pikirannya sekaligus membuat jantungnya bekerja dengan cepat dan Yumna merasa tertarik dengan laki-laki yang menjadi asisten Azka itu atau bisa dibilang ia jatuh cinta walau baru bertemu pertama kali , namun selain itu Yumna juga merasa tidak percaya diri bisa berjodoh dengan Hans bahkan membayangkan dirinya bersanding dengan Hans saja Yumna merasa tidak pantas .
" Ya ampun Yum , lu kenapa sih ? , kenapa lu jadi kaya gini ? " , kesal Yumna memukul-mukul bantal .
Yumna berbaring seraya menatap langit-langit kamar , lalu tiba-tiba ia teringat dengan sebuah buku yang pernah ia baca . ' Satu langkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup auratnya maka satu langkah pula Ayahnya mendekat ke dalam api nereka ' .
" Ya Allah berapa banyak dosa yang sudah ku perbuat selama ini bahkan Yumna belum bisa menutup aurat itu artinya Yumna sengaja memberi dosa pada papah " , Batin Yumna dan tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja .
Entah memikirkan dirinya yang tidak pantas dengan Hans , tiba-tiba Yumna langsung teringat dirinya yang masih banyak kekurangan bahkan ia masih belum bisa menutup auratnya .
" Ya Allah apakah ini saat nya untuk Yumna bisa berubah lebih baik ? " , Batin Yumna seraya mengelap air matanya .
" Tapi Yumna ingin berubah bukan semata-mata karena jodoh , Yumna ingin memperbaiki diri dan Yumna ga mau terus-terusan memberi jalan untuk papah masuk ke dalam api neraka " ,Gumam Yumna yang kembali terisak .
" Ya Allah ampuni semua dosa ku dan dosa kedua orangtua ku " , Gumam Yumna disela isak nya .
Pikiran tentang Hans tiba-tiba langsung hilang begitu saja dan Yumna sekarang memikirkan dan menyesalai semua dosa yang sudah ia perbuat terutama kewajiban nya menutup aurat .
Yumna terus terisak sampai kedua matanya bengkak dan juga merasa dadanya yang sesak .
Dengan langkah pasti Yumna berjalan ke kamar mandi mengambil air wudhu dan ia berniat ingin sholat Sunnah 2 rakaat .
Yumna berjanji dengan dirinya sendiri mulai hari ini akan mencoba berubah sedikit demi sedikit terutama untuk menutup auratnya .
Setelah melaksanakan sholat dan berdua dengan Isak tangis , Yumna segera keluar kamar ia ingin meminta maaf kepada kedua orang tuanya .
" Pah , Mah " , panggil Yumna pelan dan ternyata kedua orang tuanya masih asik menonton siaran tv .
" Yumna " , Gumam Mamahnya Yumna dan ia langsung berdiri karna kaget melihat Yumna yang masih memakai mukena dengan wajah sembabnya .
" Kamu kenapa sayang ? " , tanya Mamah Yumna .
" Mah Yumna ingin meminta maaf pada mamah dan papah , Maaf karena Yumna selama ini banyak berbuat salah sama papah dan mamah " , Yumna langsung mencium tangan mamahnya .
Mamahnya Yumna yang kaget dan bingung ia langsung melirik sang suami yang juga sama menunjukan mimk muka yang kaget juga bingung .
" Sayang ada apa ? , Ayo sini duduk " , Tanya papahnya Yumna dan merangkul Yumna untuk duduk .
" Ngga pah , Yumna baru sadar kalau selama ini Yumna banyak salah sama mamah dan Papah , Yumna ingin meminta maaf " , Balas Yumna dengan Isak tangisnya .
Mamahnya Yumna langsung membawa Yumna ke dalam pelukan .
" Mamah sudah memaafkan semua kesalahan kamu sebelum kamu meminta maaf nak " , Ucap mamahnya Yumna yang juga mulai menitikkan air mata .
" Papah juga sayang " , timpal papahnya Yumna seraya mengelus kepala Yumna .
" Makasih mah , pah " , Jawab Yumna lalu mencium punggung kedua orang tuanya bergantian .
Dan langsung dianggukan oleh kedua orang tuanya .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .
Assalamu'alaikum ....,
Selamat tahun baru para readers setia The Power Of Love , mudah-mudahan ditahun 2023 kita semua menjadi pribadi yang semakin baik , yang pasti baik dalam beribadah kepada Allah SWT , rezeqinya semakin lancar , selalu dilimpahkan kesehatan , kebahagiaan dan selalu dilindungi oleh Allah SWT , Aamiin Aamiin 🙏🙏🙏 .