
“Feng Jiu…” di depan gerbang Tai Chen Gong, Lian Song melihat
Bai Feng Jiu. Mendengar kata-kata Lian Song, Dong Hua segera keluar,
menghampiri Bai Feng Jiu yang sedang melamun di Feng Tou Li Zhi “Xiao Bai…”
panggilan Dong Hua tidak menyadarkan Bai Feng Jiu, semua saling melihat “Xiao
Jiu…” Bai Qian berinisiatif memegang Bai Feng Jiu “gugu…” jawab Bai Feng Jiu
datar.
“Xiao Jiu, ada masalah apa ?” Bai Qian bertanya dengan lembut.
Bai Feng Jiu mengangkat kepala melihat Bai Qian “gugu, Xiao Jiu sangat lelah…”
memeluk Bai Qian dengan nada lemah. Bai Qian saling menatap dengan lainnya,
Dong Hua duduk disisi Bai Feng Jiu, membelai punggungnya “Xiao Bai, ada masalah
apa ?” “Xiao Jiu, mau membicarakannya ?” Bai Ce berguman “Niang Qin, apa sakit
?” Gun Gun menghampiri dan memegang pipi Bai Feng Jiu.
Bai Feng Jiu mengangkat kepala, melihat dan membelai kepala Gun
Gun “Gun Gun, Niang Qin tidak sakit hanya sangat lelah…” “Niang Qin, lelah,
tidurlah !” Bai Feng Jiu menggeleng “Gun Gun a, Niang Qin bersalah padamu, membawamu
berada dalam kehidupan yang tidak damai” Gun Gun menggeleng “Niang Qin, walau
tidak damai tapi bisa bersama Niang Qin, Gun Gun sangat bahagia” Bai Feng Jiu
tersenyum lembut “Gun Gun, Niang Qin berjanji padamu, semua yang bersalah pada
kita akan mendapat balasannya. Niang Qin akan memberikan Si Hai Ba Huang yang
damai untuk Gun Gun” Gun Gun tersenyum mengangguk dan memeluk Bai Feng Jiu.
Semua tersenyum lembut melihat kedua ibu dan anak yang saling
menyayangi “Xiao Jiu…” Bai Qian mematahkan pelukan ibu dan anak. Bai Feng Jiu
melihat semua mata yang memandang padanya, terakhir melihat Lian Song dan Yan
Ci Wu “Xiao Yan…” terhenti dan menunduk. Lian Song saling melihat dengan Dong
Hua “Xiao Bai, ada masalah apa, kau bebas mengatakannya, tidak perlu
mempertimbangkan apapun !”
Bai Feng Jiu mengangkat kepala melihat Dong Hua yang tersenyum
lembut padanya, mengeluarkan sebuah botol “Qiu Shui Du anda…” memberikannya
pada Dong Hua, beralih ke Yan Ci Wu “Xiao Yan, maafkan aku…” “Xiao Jiu, apa
maksudmu ? kenapa meminta maaf ?” Yan Ci Wu kebingungan. Bai Feng Jiu melihat
Yan Ci Wu, dengan mata sedih penuh pertimbangan dan menjadi tegas “Xiao Yan,
jika kata-kataku menyinggungmu, selesai semua masalah ini, kau bisa mencariku
bertarung” semua mengerutkan kening.
Bai Feng Jiu menatap Yan Ci Wu “Xiao Yan, jangan mempercayai
kata-kata Su Yang Mo Jun dan…” masih ragu sesaat “dan Ji Heng…” “Ji Heng ? ada
apa dengan Ji Heng ?” Yan Ci Wu bingung “Xiao Yan, walaupun saat ini kau tidak
mempercayaiku, tapi jalankan yang akan kukatakan, kau akan memperoleh
jawabannya !” Yan Ci Wu “Xiao Jiu, sebenarnya apa yang ingin kau katakan ? kau
tahu otakku ini tidak bisa menebak teka tekimu !”
Bai Feng Jiu menghela nafas kasar “Xiao Yan, yang mengejarku di
alam fana adalah suruhan Su Yang dan Ji Heng sendiri. Dan… Meng Shao mati
ditangan Ji Heng !” “apa ?” Yan Ci Wu terkejut “Xiao Bai…” Dong Hua memegang
Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu nyengir dingin pada Dong Hua “yah Di Jun, kekasih
andalah yang mengejar dan ingin mengambil nyawa kami ibu dan anak di alam fana.
Apa sekarang tangan anda gatal ingin menyelesaikan keinginan kekasih anda ?”
hanya ada Qing QIu Bai Feng Jiu, tidak lainnya” Dong Hua berkata tegas.
Yan Ci Wu memegang Bai Feng Jiu “Xiao Jiu, apa maksudmu ?” Bai
Feng Jiu mengembalikan perhatian ke Yan Ci Wu “Xiao Yan, di Miao Yi Yuan, Meng
Shao selamat. Saat akan memberi kabar, bertemu Ji Heng. Ji Heng membunuhnya
demi untuk menutup mulutnya. Dong Hua Di Jun, kau bertanya bagaimana Miao Luo
bisa keluar masuk ke Dunia Mimpi Aranjo kan ! semua itu terjadi dengan bantuan
kekasih anda itu !” “Xiao Bai…” Dong Hua menghardik, kesal dengan tuduhan Bai
Feng Jiu.
Bai Feng Jiu memijat pelipisnya “Xiao Yan, san dian xia, anggap
kalian tidak tahu apapun, pergilah ke Mo Zhu, awasi Su Yang, Ji Heng dan Nie
Chu Ying. San dian xia, ingat yang terjadi pada Chong Lin ?” Lian Song
mengangguk “saat anda menemui bahaya, pergunakan Hao Tian Tha, bisa memberikan
anda waktu untuk kembali” Lian Song mengangguk “Xiao Yan, kau mencari jasad
para prajurit Mo Zu !” Yan Ci Wu mengangguk “selama ini sudah mengikuti Nie Chu
Ying tapi tidak dapat menemukannya”
Bai Feng Jiu menggeleng “karena kau mengikuti orang yang salah !”
Yan Ci Wu mengerutkan keningnya “apa ada pengkhianat yang lain ?” Bai Feng Jiu
menatap Yan Ci Wu “ikuti Ji Heng dan Su Yang. Xiao Yan, ingat, ikuti dari jauh.
Menemukan sesuatu, segera melapor, kau bukanlah tandingannya ! jangan bertindak
gegabah !” memperingati dengan tegas. “Lao Zi…” Yan Ci Wu tidak terima dengan
kata-kata Bai Feng Jiu. Belum menyelesaikan kata, Lian Song sudah menariknya
“Xiao Yan, dengarkan kata-kataku… jangan mengorbankan nyawa sia-sia…” semua
mengerutkan kening, Yan Ci Wu masih tidak terima “Xiao Yan, dengarkan Feng Jiu…
ingin mengetahui kebenarannya, kita harus bertahan sampai akhir” Lian Song
menasehati.
Yan Ci Wu melihat Lian Song, beralih ke Bai Feng Jiu “baik Xiao
Jiu, lao zi akan mendengarkanmu… lao zi akan membuktikan Ji Heng tidak
bersalah…” Bai Feng Jiu tersenyum “akan yang mulia tunggu tantangan anda…” Yan
Ci Wu nyengir “baik, jika kau salah, kita akan bertarung dengan puas…” Bai Feng
Jiu mengangguk-angguk antusias.
“Niang Qin, masih mau bertarung ?” Gun Gun cemberut. Bai Feng
Jiu tersenyum memeluk Gun Gun “Gun Gun, menyimpan emosi bukanlah hal yang baik…
tenang saja, Niang Qin akan baik-baik saja. Gun Gun percaya pada Niang Qin kan
?” Gun Gun mengangguk “Niang Qin begitu hebat, tidak akan kalah !” Bai Feng Jiu
tersenyum manis, membelai kepala Gun Gun “terima kasih atas pujian Pendekar Gun
Gun…” Gun Gun tertawa manis, memeluk erat Bai Feng Jiu.
Dong Hua cemberut, Bai Feng Jiu mengacuhkannya, memegang tangan
Bai Feng Jiu “Xiao Bai, bagaimana kau mengeluarkan Qiu Shui Du ?” Bai Feng Jiu
melirik dingin “kenapa ? mengetahui yang mulia mengeluarkan Qiu Shui Du –
hadiah dari kekasih anda, anda merasa tidak terima kah ? jika anda
menginginkannya, anda bisa memasukkannya kembali…” “Xiao Jiu, jangan tidak
sopan !” Bai Yi memperingati. Bai Feng Jiu melirik Bai Yi, melepaskan genggaman
Dong Hua “aku sudah lelah, tidak ada tenaga untuk memikirkan lainnya… aku
permisi…” ingin melangkah pergi.