The Power Of Love

The Power Of Love
TPOL 2 - Bab 3 - Menjaga-mu...



Bab 3 –


    Xue Chun Ling tidak dapat menemukan Han Ling di Xue Zuan Shi


Gong. “Shen Zun, anda sudah kembali…” seorang dayang menghampiri “dimana Shen


Jun ?” Xue Chun Ling bertanya, mengamati sekitar, tidak menemukan keberadaan


Han Ling “Shen Zun, Han Ling Shen Jun kembali ke Zheng Guang Gong. Shen Jun


sangat sedih dengan kepergian anda, hingga sakit beberapa hari. Beliau tidak


mau memperlihatkan kesedihan, jadi kembali ke istananya sendiri” sang dayang


menjelaskan.


    Xue Chun Ling mengerutkan kening “sakit ?” sang dayang mengangguk


“semenjak anda pergi, Shen Jun tidak merawat dirinya dengan baik. Setiap hari


hanya minum arak dan memandang ke pintu gerbang. Selama 3 bulan ini, Shen Jun


tidak pernah keluar selain kembali ke Zheng Guang Gong saat itu !” kembali


menjelaskan.


    “Shen Zun, anda kemana saja ? sangat terlihat Shen Jun putus asa


menunggu anda… beliau sangat mencintai anda…” sang dayang ikut sedih dengan


kesedihan Han Ling Shen Jun. Xue Chun Ling mengangkat alisnya “hmm… aku akan


menemuinya ! berita kepulanganku tidak perlu disebarkan !” sang dayang


mengangguk “aku akan menemani Shen Jun manja itu beberapa hari !” Xue Chun Ling


tersenyum, melangkahkan kakinya keluar Xue Zuan Shi Gong.


    Xue Chun Ling masuk ke Zheng Guang Gong tanpa suara dan menyembunyikan


auranya. Han Ling sedang menunduk dan melamun di paviliun, dengan sebotol arak


di genggamannya. Han Ling tampak kurusan dan sedikit berantakan, menutup mata,


tidak memperhatikan sekitar.


    Xue Chun Ling tersenyum, menghampirinya “Shen Jun, anda sudah mabuk…”


memegang tangan Han Ling “pergi, hanya Xiao Xue yang bisa menyentuhku !”


menghempaskan tangan Xue Chun Ling. Xue Chun Ling tersenyum, merebut botol arak


Han Ling “Shen Jun, arak bisa merusak tubuh ! sebaiknya anda menghentikan


kebiasaan ini ! anda seperti ini, bagaimana saat Shen Zun kembali dan melihat


anda seperti ini !”


    Han Ling memijat pelipisnya “bukan urusanmu ! Xiao Xue sudah


meninggalkanku ! berikan arak itu !” mengulurkan tangannya, tanpa melihat Xue


Chun Ling di hadapannya. Xue Chun Ling menggenggam tangan Han Ling, tersenyum


manis menunggu reaksi Han Ling. Han Ling yang merasakan genggaman tangan mungil


yang akrab, mengangkat kepala, melihat dewi di hadapannya.


    Han Ling melamun, menatap wajah Xue Chun Ling yang tersenyum


lembut melihatnya. Walaupun melamun, genggaman tangan Han Ling semakin kuat


menggenggam Xue Chun Ling. “hmm… Han Ling Shen Jun, masih mau minum arak ?” Xue


Chun Ling bertanya dengan nada manja. Han Ling menggelengkan kepalanya, tidak


menjawab Xue Chun Ling.


    Xue Chun Ling mengangkat tangan, membelai wajah kurus Han Ling


“hmm… Shen Jun, anda banyak mengurus ! kenapa tidak merawat diri ? apa anda


akan bahagia dengan meminum arak begitu banyak ?” Han Ling kembali menggeleng,


tanpa mengalihkan pandangannya dari Xue Chun Ling.


    Wajah Han Ling berubah sangat sedih, dengan mata yang


berkaca-kaca. Han Ling dengan hati-hati dan sangat perlahan, menarik tangan Xue


Chun Ling di genggamannya, menempelkannya di dadanya. Han Ling mengecup tangan


Xue Chun Ling “Xiao Xue, kau kemana ? aku sangat merindukanmu ? apa kau sudah


tidak menginginkanku ? Xiao Xue, aku yang salah, kau jangan pergi, bagaimana ?


aku akan berubah, berubah sesuai keinginanmu, tapi… tapi jangan tinggalkan aku


! Xiao Xue…” menarik dan memeluk Xue Chun Ling.


    Han Ling memeluk erat Xue Chun Ling, sementara Xue Chun Ling


membelai punggung Han Ling, menenangkan pria yang tubuhnya gemetar mengeluarkan


Chun Ling berbicara dengan lembut.


    Han Ling menggeleng “tidak… tidak mau istirahat… kau akan


menghilang lagi… Xiao Xue, jangan meninggalkanku lagi… sudah cukup, aku… aku


tidak sanggup lagi… Xiao Xue, kembalilah… bagaimana ? Xiao Xue…” berkata dengan


suara gemetar.


    Xue Chun Ling tersenyum manis “sudah… aku tidak akan


meninggalkanmu… ayo…” melerai pelukan. Han Ling mengangkat kepala, melihat Xue


Chun Ling “benarkah ? kau tidak akan menghilang ? tidak akan meninggalkanku


lagi ? Xiao Xue…” Xue Chun Ling membantu Han Ling berdiri “aku janji padamu…


saat kau bangun, aku akan berada di sisimu !” meyakinkan Han Ling.


    Han Ling merangkul Xue Chun Ling, untuk menopang tubuhnya yang


lemas dan mabuk “kau sudah mengatakannya ! kau harus menepati kata-katamu !”


Xue Chun Ling tersenyum manis, mengangguk “aku selalu menepati kata-kataku !”


ada senyuman di bibir Han Ling “Xiao Xue-ku paling baik !” melangkah masuk ke


kamar.


    Xue Chun Ling membaringkan Han Ling, melayani dan menyelimutinya


“tidurlah dengan baik ! aku akan membuatkanmu ramuan penghilang mabuk !” Han


Ling langsung memegang tangan Xue Chun Ling, menggeleng “tidak… jangan pergi,


jangan tinggalkan aku… Xiao Xue, aku mohon padamu, jangan tinggalkan aku !”


menggenggam erat tangan Xue Chun Ling.


    Xue Chun Ling tersenyum lembut, menepuk-nepuk tangan Han Ling dan


membelai kepalanya “baik, aku tidak pergi… tidurlah, tidur yang nyenyak !” Han


Ling mengangguk dan menutup mata, menikmati belaian Xue Chun Ling dan tepukan


ringan tangannya.


    Setelah Han Ling tidur, Xue Chun Ling pergi ke dapur dan


membuatkan ramuan penghilang mabuk dan makanan kesukaan Han Ling. Han Ling yang


tidak merasakan keberadaan Xue Chun Ling, kembali bermimpi buruk “Xiao Xue…


Xiao Xue… jangan tinggalkan aku… Xiao Xue, kau sudah mengatakan tidak akan


meninggalkanku… Xiao Xue, apakah sudah tidak menginginkan Han ge ? Xiao Xue…


Xiao Xue… Xiao Xue…” tanpa sadar menangis dalam tidurnya.


    Xue Chun Ling yang mendengar suara teriakan Han Ling, segera


kembali ke kamar. Xue Chun Ling menggelengkan kepala, menggenggam tangan Han


Ling kembali “aku disini… aku disini… aku tidak kemana-mana… tidurlah… jangan


takut…” menenangkan Han Ling yang meringkuk, memeluk erat tangan Xue Chun Ling.


    Pelukan erat Han Ling, membuat Xue Chun Ling susah bergerak “huh…


aku baru kembali, langsung menemuimu… aku juga sudah lelah…” membaringkan


tubuhnya di sisi Han Ling. Xue Chun Ling memposisikan tubuh Han Ling dalam


pelukannya “sudah… seperti ini, kau tidak akan bermimpi buruk lagi kan !”


menepuk-nepuk punggung Han Ling hingga terlelap.


    Han Ling yang merasakan pelukan hangat yang akrab di tubuhnya,


tertidur nyenyak dengan memeluk erat Xue Chun Ling. Disebabkan tidak pernah


tidur nyenyak selama 3 bulan, Han Ling tertidur 3 hari 3 malam. Xue Chun Ling


setia mendampinginya, mendapat informasi yang dilakukan Han Ling Shen Jun


selama 3 bulan ini.


    Han Ling sudah tidak bisa menerima masukan para Zun Wang, yang


memintanya untuk bersabar. Rasa cemas dan rindunya sudah membuatnya hampir


gila, menantikan kepulangan Xue Chun Ling. Dalam keputusasaannya, hanya


ditemani arak keras. Beberapa hari sekali, Huo Ling dan Shui Ling akan datang


memberinya sihir tidur. Han Ling tidak pernah tidur nyenyak walau sudah ada


sihir tidur. Kecemasan dan rasa rindu sudah menerobos semua ketenangannya.