The Power Of Love

The Power Of Love
Selamat Jalan Opa



Kedatangan jenazah opah Abi langsung disambut oleh semua orang yang sudah menunggu dikediaman Ayah Alex .


Tangis kesedihan atas kepergian opa Abi dirasakan semua orang , bukan hanya keluarga atau pun sanak saudara , semua orang yang mengenal opa Abi begitu merasa sedih karena opa Abi terkenal dengan orang yang baik terhadap siapapun .


Mamah Sandra ia terus menangis seraya membaca ayat suci Al-Qur'an disamping jenazah suaminya ditemani oleh Naura . Mamah Sandra tak mau beranjak sedikitpun dari samping sang suami .


Tak pernah menyangka kalau sang suami akan meninggalkannya lebih dulu , jika bisa memilih lebih baik dirinya yang pergi lebih dulu dari pada harus merasa kehilangan atas kepergian suaminya .


Banyak orang yang berdatangan silih berganti ingin bertakziah , dan membacakan doa serta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk almarhum .


Begitu pun dengan Dimas , Aditya , Dery dan sahabat Naura lainnya mereka tengah memulai membacakan Q-S Yasin dengan duduk di dekat jenazah , Dimas menitikan air matanya , banyak kenangan dirinya bersama almarhum bahkan Dimas bisa seperti sekarang ini atas jasa opa Abi dan opa Abi tak segan menganggap Dimas bagian dari keluarganya dan tak pernah membeda-bedakan nya .


Dimas mengelap air matanya dan mencoba menahan tangisnya untuk bisa menyelesaikan membaca Q-S Yasin .


akhirnya Dimas bisa menyelesaikan membacakan Q-S Yasin dengan rasa sesak didadanya , Dimas menunduk dan berdoa dengan air mata yang susah lagi untuk ditahan agar tidak jatuh .


Dimas bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah ketika bertemu opa Abi karna Ayahnya pergi disaat Dimas masih kecil . Banyak nasehat yang opa Abi berikan dan ia selalu membantu Dimas dikala ia kesusahan , teringat jelas ketika ia kesusahan ingin menikahi Zeela , opa Abi yang membantu Dimas untuk meluluhkan hati keluarga Zella dan beliau pun memberi pekerjaan untuk Zella dirumah sakit besar milik keluarga nya .


Oma Sandra yang melihat Dimas menangis seraya menunduk , ia perlahan mengelus bahu Dimas , Oma Sandra bisa merasakan kesedihan Dimas karna ia adalah bagian dari keluarganya .


Dimas membuka perlahan kedua matanya yang sembab , lalu Dimas mencium tangan mamah Sandra dan menangis di pelukannya .


" Dimas maafin semua kesalahan almarhum ya , tolong terus kirim doa untuk beliau " , Isak tangis mamah Sandra .


" Gak ada yang perlu dimaafkan Oma karna selama hidup almarhum belum pernah membuat kesalahan pada Dimas , yang ada Dimas yang selalu merepotkan beliau , dan maaf Dimas belum sempat membalas semua kebaikannya " , Tangis Dimas .


" Ngga nak , almarhum sudah menganggap kamu bagian dari keluarga kita , dan beliau sering bilang sama Oma kalau beliau bangga dengan semua yang ada pada diri kamu " , balas mamah Oma Sandra seraya melepaskan pelukannya .


" Makasih banyak Oma , dan Oma harus kuat ya , Oma harus sehat , anak Dimas ingin mengenal Oma nya yang sudah berjasa dalam hidup ayahnya " , balas Dimas seraya kembali mencium punggung tangan mamah Sandra .


Mamah Sandra hanya mengangguk dan mengusap lembut kepala Dimas .


Alex dan Rey mengatur untuk proses pemakaman Ayah Abi , sedangkan Shalwa dan Amanda mereka mencoba tegar untuk melayani semua tamu yang berdatang ingin bertakziah , karna mamah Sandra tak memungkinkan untuk melakukan nya .


Karena hari semakin sore jenazah mulai dimandikan , iya walau sudah dimandikan dirumah sakit tapi pihak keluarga ingin dimandikan kembali , Alex , Rey , Azka , Dimas dan kakek Andi ikut pak ustad untuk membantu memandikan jenazah .


Setelah selesai dimandikan , jenazah langsung digendong oleh Alex dan Dimas untuk kembali dibawa kerumah dan mulai dikafani , sebelum jenazah ditutup semua oleh kain kafan pak ustad memberi waktu sebentar untuk semua keluarga inti melihat wajah almarhum yang terakhir kalinya .


Semua anggota keluarga menitikan air mata , Alex memeluk sang mamah dan berjaga-jaga takut sang mamah tak sadarkan diri , dan ternyata dugaannya benar , ketika kain kafan mulai menutupi wajah almarhum , mamah Sandra langsung lemas dan tak sadarkan diri .


Mamah Sandra langsung dibawa ke salah satu kamar yang ada dirumah Alex ditemani oleh Naura dan para sahabatnya .


Sedangkan jenazah mulai dibawa ke masjid terdekat untuk disholatkan karna takut kemalaman , Banyak orang-orang yang ikut mensholatkan jenazah , dan setelah disolatkan jenazah langsung dibawa ke tempat peristirahatan terakhir .


Jenazah opa Abi sudah diturunkan keliang lahat , lalu seterusnya dilanjutkan dengan semua proses menguburkan jenazah secara islam .


Para kerabat dan semua yang mengantarkan jenazah mulai meninggalkan pemakaman , Kini hanya tinggal keluarga yang mengelilingi tanah pusaran opa Abi .


Mamah Sandra ia mengusap lembut batu nisan yang tertuliskan nama suaminya , ia menatap batu nisan tersebut dengan tatapan kosong namun terus mengeluarkan air mata .


" Mah ayo kita pulang ! , papah sudah beristirahat dengan tenang disana " , Ajak Alex seraya mengelus bahu Oma Sandra lembut .


Oma Sandra tidak menjawab namun detik berikutnya ia kembali tak sadarkan diri dan Alex dibantu Rey langsung membawa mamah Sandra ke dalam mobil , diikuti para istri dan juga kakek Andi .


Kini Naura yang masih setia berjongkok dipusatkan opa Abi , ditemani para sahabatnya .


" Opa sulit sekali Naura menerima kenyataan ini , kenapa opa meninggalkan Naura dengan tiba-tiba ? , kenapa opa ? " , batin Naura dengan berlinang air mata .


" Opa makasih atas semua kasih sayang yang opa berikan pada Naura , maaf Naura belum bisa membalasnya dan maaf Naura belum bisa mengabulkan permintaan opa yang ingin melihat cicit dari rahim Naura " batin Naura lagi seraya mengelus batu nisan .


" Opa selamat jalan , nama opah akan selalu ada dihati Naura , opa orang baik pasti Allah SWT memberikan tempat yang indah untuk opa " , batin Naura lagi dengan terisak mencium batu nisan yang bertulisan nama opa Abi .


Karena hari mulai gelap , Azka dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke rumah Ayah Alex , Azka merangkul Naura dan mengajaknya untuk pulang.


" Selamat jalan opa " , gumam Naura seraya mengelap air matanya dan mulai berdiri .


" Naura pulang dulu opa , Assalamu'alaikum " , pamit Naura seraya kembali meneteskan air mata .


Naura sesekali melihat ke belakang untuk melihat tanah pusaran opa Abi sampai akhirnya ia masuk mobil dan mulai meninggalkan tempat pemakaman .


Sesampai dirumah Ayah Alex , semua langsung bersiap untuk mengikuti acara pengajian , acara diadakan rumah Ayah Alex sekitar ba'da isya .


Shalwa dan Manda mereka setia menemani mamah Sandra yang hanya melamun dengan air mata yang terus jatuh sedari tadi ia siuman .


" Mah , mamah jangan kaya gini ? , papah udah pergi , dan mamah jangan membuat Manda semakin sakit mah , Manda ga mau sampai harus kehilangan mamah , Manda ga sanggup mah " , Manda memeluk mamah Sandra dengan menangis pilu .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .