The Power Of Love

The Power Of Love
I - 9



“ckckckckck…


Si Hai Ba Huang diserahkan pada kalian dewa dewi seperti ini, sungguh sangat


disayangkan !” Bai Feng Jiu mencibir, memukul mundur Sou Wan dan menyegelnya


bersama Mo Yuan berdua dalam jiejue. Bai Feng Jiu menghentikan pertarungan


dengan anggun, mendekati dan menghilangkan jiejue Gun Gun “Niang Qin… Niang


Qin…” Gun Gun langsung berlari dan memeluk Bai Feng Jiu.


Bai


Feng Jiu tersenyum lembut “Gun Gun takut ?” menggendong Gun Gun. Gun Gun


menggeleng “tidak takut… aku tahu Niang Qin-ku sangat hebat. Niang Qin,


bagaimana lukamu ?” Bai Feng Jiu “Niang Qin memiliki pelindung diri, tidak


terluka berat… hanya punggung sepertinya berdarah lagi… melainkan Gun Gun a…


selanjutnya, jika Niang Qin sedang bertarung, tidak boleh dengan alasan apapun melakukan


hal seperti tadi, mengerti !” Gun Gun menunjuk Sou Wan “semua karena wanita itu


duluan menyerang Niang Qin…” Bai Feng Jiu mengangguk “memang wanita itu


memiliki otak yang rusak… tapi Niang Qin kan tidak akan kalah dengan otak


rusak”.


Kedua


ibu dan anak cekikikan, asik sendiri tanpa menghiraukan semua yang melongo


melihat mereka. Bai Feng Jiu “ayo, kita mandi dan makan… bertarung begitu lama,


Niang Qin sudah lapar. Gun Gun ingin makan kue apa ?” Gun Gun berfikir “kue


kacang hijau…” Bai Feng Jiu mengangguk “baik, Niang Qin akan membuatkanmu kue


kacang hijau…” berbalik dan ingin berjalan pergi.


Saat


berbalik, Gun Gun melihat semua yang di dalam jiejue “Niang Qin, mereka ?”


menunjuk ke semua yang masih terkurung. Bai Feng Jiu kembali berbalik “ah


hampir melupakannya…” menghampiri jiejue Mo Yuan – Sou Wan “Shi Zhu, bukankah


ingin melawan yang mulia ? sebelum melawan, sebaiknya hancurkan saja dahulu


jiejue ini. Yang mulia akan selalu menunggu tantangan anda !” beralih ke jiejue


lainnya “yang mulia sudah memenuhi janji Gun Gun dan anda kalah. Sesuai


perkataan awal, tidak ada permintaan lagi ! jiejue ini akan menghilang sendiri


setelah 2 jam.” berbalik pergi dengan menggendong Gun Gun.


“Niang


Qin…” Gun Gun merengek. Bai Feng Jiu “bocah nakal, apa lagi yang kau inginkan


?” Gun Gun merajuk “Niang Qin, Di Jun kasihan sekali… lihatlah dia sudah


terluka parah, masih terkena racun, masih menguatkan diri kesini mendekati


Niang Qin.” Bai Feng Jiu menurunkan Gun Gun, menghela nafas, berlutut,


menyamakan tingginya dengan Gun Gun “Gun Gun, masalah Niang Qin masih belum


perlu kau fikirkan. Gun Gun sudah mengetahui Di Jun adalah Fu Qin – kan ?” Gun


Gun mengangguk,


Bai


Feng Jiu tersenyum, memegang tangan Gun Gun “Gun Gun, jika ingin mengakui dan


bersama Fu Qin, Niang Qin tidak akan melarangnya.” Gun Gun cemberut “tapi Niang


Qin ?” Bai Feng Jiu membelai kepala Gun Gun “Gun Gun, apapun yang terjadi,


tidak akan merubah kenyataan Dong Hua Di Jun adalah ayah Gun Gun. Pergilah,


jika ingin membantu Di Jun…” Gun Gun berbinar “Niang Qin sudah memaafkan Fu Qin


?”


Bai


Feng Jiu tersenyum “Gun Gun, semua adalah masa lalu, biarkan menjadi masa lalu


saja. Ini adalah pilihan Niang Qin, tidak akan berpengaruh pada Gun Gun.


Demikian juga pilihan Gun Gun, tidak akan berpengaruh pada Niang Qin. Apa Gun


Gun mengerti maksud Niang Qin ?” Gun Gun memeluk Bai Feng Jiu “tidak mau, aku


tidak perlu Fu Qin jika harus kehilangan Niang Qin” Bai Feng Jiu menggeleng


“anak bodoh, Niang Qin selamanya adalah Niang Qin Gun Gun, tidak akan berubah.


Gun Gun tidak akan kehilangan Niang Qin, mengerti !” Gun Gun mengangguk “baik,


pergilah…” Bai Feng Jiu berbalik pergi sendiri meninggalkan gunung Tang Ting,


mengibaskan tangan, menghilangkan semua jiejue.


Gun Gun


‘Xiao Bai… maaf… sebegitu bencikah kau padaku ? Xiao Bai’ menatap ke arah


perginya Bai Feng Jiu. “Dong Hua, siapa sebenarnya wanita itu ? kenapa dia


melukaimu ? dan siapa anak ini ?” Mo Yuan pun terpana melihat Gun Gun “anak ini


?” Zhe Yan menjelaskan “Sou Wan, ini Bai Gun Gun, anak Dong Hua dan Xiao Jiu.


Wanita yang tadi kau lawan itu adalah Qing Qiu Nu Jun – Bai Feng Jiu – Dong Hua


Di Hou” “apaaaaa ?” Sou Wan terkejut sampai berteriak.


Sou Wan


melihat Dong Hua “Di… Di Hou ?” Dong Hua tidak peduli pada Sou Wan, menatap Gun


Gun “Gun Gun, apa Niang Qin mau memberikan Fu Qin kesempatan ?” Gun Gun


menunduk “Fu Qin, jangan mengganggu Niang Qin saat ini ! dengan kondisi saat


ini, Niang Qin tidak akan mendengarkan apapun.” Dong Hua pun menunduk sedih.


Zhe Yan


menasehati “Dong Hua, Xiao Jiu sudah kembali, kau memiliki banyak kesempatan.


Yang penting saat ini, pulihkan lukamu… Qiu Shui Du mu ini !” memeriksa Dong


Hua. Dong Hua menatap dirinya sendiri, menghela nafas “Dong Hua, kita kembali


ke Tai Chen gong !” Lian Song menyarankan. “Di Jun… Di Jun…” Mi Gu berlarian


datang memanggil.


Bai Ce


“Mi Gu, ada masalah apa ? kenapa kau berlari seperti itu ?” Mi Gu mengatur


nafasnya “huh… huh… huh… Di Jun… Chong… Chong Lin Xian Guan datang mengabarkan


ada retakan di Fan Yin Gu, meminta anda segera kesana. Nu Jun sudah pergi


terlebih dahulu bersama Chong Lin Xian Guan.” Dong Hua terkejut “apa ? Xiao Bai


kemana ?” Mi Gu “oh Nu Jun berpesan, sementara Gun Gun xiao dian xia bisa


mengikuti anda ke Tai Chen gong.”


Dong


Hua melihat Gun Gun, langsung menghilang bersama, diikuti yang lain. Semua


muncul di mulut lembah Fan Yin Gu “Chong Lin, mana Xiao Bai ?” Dong Hua


langsung bertanya. Lian Song menarik Dong Hua, menunjuk ke satu arah. Terlihat


Bai Feng Jiu sedang merapalkan sihir, perlahan menutup Fan Yin Gu dengan


segelnya. Semua hanya bisa tercengang, melihat hal yang di lakukan Bai Feng


Jiu.


Sou Wan


masih kebingungan “Dong Hua, wanita itu sangat hebat ! bagaimana kau


menemukannya ?” Dong Hua menggeleng “Xiao Bai yang menemukanku !” Lian Song


“sangat penasaran, sampai tahap apa kekuatan Feng Jiu saat ini ! Feng Jiu ini


sangat berbeda !” Zhe Yan “sekuat-kuatnya Xiao Jiu, usianya belum 32.000 tahun.


Mengeluarkan energi sebesar ini dari tadi, tubuhnya tidak akan kuat


menahannya.”


Selesai


menyegel Fan Yin Gu, Bai Feng Jiu turun dan sempoyongan, terjatuh dengan satu


lutut dan muntah darah “Xiao Bai…” Dong Hua segera memapah “Niang Qin,


bagaimana denganmu ?” Gun Gun pun memapah sisi lainnya. Bai Feng Jiu menggeleng


“Gun Gun, Niang Qin baik-baik saja” berusaha berdiri. Dong Hua membantunya “Di


Jun, Fan Yin Gu sementara akan aman. Yang mulia undur diri !” ingin melepas


Dong Hua. Gerakan Dong Hua lebih cepat, segera menangkap tangannya “tidak, kau


tidak boleh kemanapun lagi ! ikut denganku !” Bai Feng Jiu yang sangat lelah


“aku…” sekali lagi muntah darah dan jatuh tidak sadarkan diri “Niang Qin…”.


“darahnya…” Lian Song berguman, semua hanya melihat sekilas.


Dong


Hua segera menggendong Bai Feng Jiu “Zhe Yan, merepotkanmu ke Tai Chen gong !


Chong Lin, bawa Gun Gun !” bersama meninggalkan Fan Yin Gu. Sou Wan dan Mo Yuan


pun mengikuti mereka, bukan hanya karena mengkhawatirkan tapi juga penasaran


dengan Bai Feng Jiu.