
Keesokan harinya masih dalam suasana menyambut baby triplets Naura sengaja mengajak semua keluarga dan para sahabatnya untuk makan diCaffe Zana .
Dan dalam rangka rasa syukur mereka , Naura dan Azka sengaja menggratiskan semua pengunjung yang datang ke Caffe Zana selama 3 hari kebelakang , membebaskan mereka makan sepuasnya tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun .
Azka , Naura , dan baby triplets mereka langsung masuk ke ruangan khusus , lalu membaringkan baby triplets di ranjang yang ada di ruangannya , sedangkan yang lain langsung duduk dimeja yang sudah disediakan untuk keluarga besar Naura .
" Tok , Tok Assalamu'alaikum " , salam bang Angga dan bang Anggi seraya mengetuk pintu ruangan Naura .
" Wa'alaikum salam masuk bang ! " , teriak Naura dari arah dalam dan membuat baby triplets kaget dan langsung menangis , beruntung Azka dan Naura bisa dengan cepat menenangkannya dan kembali membuat baby Triplets tertidur .
" Masya Allah dek baby triplets pada imut-imut ya " , Ucap bang Anggi seraya ingin mengelus pipi baby Adifa .
" Stop tangannya bersih gak lu bang , nanti pipi baby triplets bisa iritasi " , cegah Azka dengan cepat .
" Ya Allah dek suami lu , gini-gini kita juga tahu kali , kita udah cuci tangan bersih bahkan berkali-kali " , adu bang Anggi pada Naura .
" Ya siapa tahu kan habis dari dapur megang ini itu terus lupa cuci tangan " , timpal Azka .
" Biasa nggi , yang baru menjadinAyah terkadang sedikit lebay " , balas bang Angga mencoba membela sang adik .
" Ya gapapa lebih baik Azka , udah jadi Ayah lah bang Angga dan bang Anggi kapan jadi Ayah " , timpal Azka tak mau kalah .
" Yahhhh kita dikatain bang , tapi semua itu benar ya bang jangankan menjadi ayah punya calon juga kagak " , ucap bang Anggi sedih dan dianggukan bang Angga yang juga menampilkan mimik muka yang sedih .
Naura hanya terkekeh melihat pertengkaran kecil antara suami dan kedua abangnya .
" Ya Allah kasian banget kedua Abang Naura ini ", ujar Naura seraya mengelus bahu bang Angga dan bang Anggi bergantian .
Dan mampu langsung membuat Azka langsung membulatkan kedua matanya .
" Ay jangan pegang-pegang mereka bukan muhrim " , ucap Azka seraya menatap Naura .
Disaat Naura , Azka dan bang Anggi serta bang Angga tengah mengobrol santai lebih tepatnya bercanda tiba-tiba terdengar keributan dari arah luar .
" Ada apa itu ? " , tanya Naura kaget .
" Kamu tunggu disini dek ! , Abang lihat keluar dulu " , Ujar bang Angga yang langsung keluar diikuti oleh bang Anggi dan juga Azka .
Keadaan diluar sangat kacau banyak beberapa pengunjung yang berlari ketakutan . Dimas , Aditya dan para sahabat Azka tengah berkelahi dengan beberapa orang yang memakai baju serba hitam .
" Ada apa sebenarnya kenapa mereka berkelahi ? " , tanya bang Angga pada salah satu pelayan .
" Mereka para pengunjung yang tidak mau bersabar menunggu makanan pak dan malah marah-marah kepada pelayan bahkan sampai mengeluarkan senjata tajam " , Tutur salah satu pelayan menjelaskan .
Azka dengan cepat langsung membawa keluarga dan para sahabatnya istrinya untuk masuk ke ruangan Naura , lalu ia membantu Dimas dan yang lain melawan orang-orang berbaju hitam .
Sekitar 10 menit Azka , bang Anggi dan bang Angga sudah bisa mengalahkan orang-orang yang berbaju hitam .
Dan disaat itu ia langsung menatap tajam kepada para anak buahnya yang baru datang .
" Kalian dari mana ? ", tanya Azka dingin .
" Maaf bos kami membagi-bagi tugas dan tidak tahu jika dilantai satu ada keributan " , jawab salah satu anak buah Azka seraya menunduk .
" Iya kak mereka kami tugaskan untuk diatas dan juga ada yang membantu dibelakang dan membantu mengamankan area parkiran " , timpal bang Angga ikut membenarkan perkataan anak buah Azka .
" Hufhhh ... " , Azka menghembuskan nafasnya kasar .
" Ya sudah amankan mereka ! , bawa ke markas belakang ! " , instruksi Azka kepada para anak buahnya .
Iya Azka juga menugaskan para anak buahnya untuk membantu dicaffe Zana , karena pasti akan sangat ramai pengunjung yang berdatangan dan ternyata dugaannya memanglah benar , Banyak sekali pengunjung yang datang bahkan sampai ada yang tak sabar menunggu pesanan mereka dan minat keributan .
Para anak buah Azka langsung membawa segerombolan orang berbaju hitam ke markas dibawah tanah dibelakang Caffe diikuti oleh bang Angga .
Tak lama keadaan Caffe sudah kembali seperti semula dan tak lama dari situ pengunjung Caffe pun mulai kembali berdatangan .
" Ka mau kemana ? , duduk dulu disini ! " , tanya Papih Aydan sekaligus mengajak Azka untuk duduk didekatnya .
" Mereka tadi siapa ? " , tanya Papih Aydan menatap Azka .
" Maksudnya pih ? " , tanya balik Azka yang kurang paham .
" Orang-orang yang kamu marahi dan yang dimaksud markas apa ? " , jawab Papih Aydan sekaligus bertanya .
Azka menggaruk kepalanya yang tidak gatal , karena terbawa suasana ia sampai melupakan kehadiran keluarga dan para sahabatnya yang melihat langsung Azka memarahi para anak buahnya .
" Ka kamu terlibat kedalam sebuah geng ? , atau kamu memang ketua dari mereka ? " , tanya Papih Aydan lagi .
" Hufh..." , Azka menghembuskan nafasnya secara perlahan .
" Seperti yang papih lihat , tapi Azka dan para anak buah Azka hanya memberantas kejahatan dan juga membantu yang kesusahan " , jawab Azka perlahan .
" Apa Naura juga terkibat ? " , tanya Kakek Andi ikut menimpali .
Azka hanya mengangguk dengan cepat .
" Jadi Naura salah satu anak buah kamu juga ? " , tanya Ayah Alex yang juga ikut menimpali .
" Tidak yah , Naura juga adalah leader dari sebuah kelompok yang memberantas kejahan dan juga membantu yang kesusahan bahkan banyak dari pekerja diCaffe Zana ini adalah orang yang telah Naura bantu " , jawab Azka panjang lebar .
Dimas langsung bertepuk tangan , merasa jagung dengan sikap Naura dan Azka , diikuti dengan yang lain yang juga bertepuk tangan .
" Teruskan perjuangan kalian ! , Kakek sangat bangga pada mu nak " , Ucap Kakek Andi menepuk bahu Azka pelan .
" Kalian tidak marah ? ", tanya Azka sedikit kaget .
" Kami ga akan marah nak , tapi kami bangga dan salut dengan apa yang kalian kerjakan " , Timpal Ayah Alex dan memberi pelukan kepada menantunya diikuti oleh Papih Aydan yang juga melakukan hal yang sama .
" Permisi , silahkan menikmati berbagai hidangan yang sudah ada , kami sudah mengganti nya , maaf atas kekacauan yang sempat terjadi " , Ujar bang Angga ramah seraya menaruh beberapa minuman dan makanan dimeja keluarga besar Naura dibantu oleh bang Anggi .
" Oh ya dan ini bang Angga dan bang Anggi , mereka orang kepercayaan Naura sekaligus orang yang mengelola Caffe Zana " , Ujar Azka seraya merangkul bang Angga dan Bang Anggi .
Bang Anggi dan bang Angga hanya menunduk sebagai rasa hormat .
" Makasih sudah mau membantu anak saya " , Ucap Ayah Alex seraya berdiri .
_
_
_
Oh ya disini ada yang sadar gak kalau setiap eps Rasya jarang pernah terlibat ? ,😁😁.
Rasya maafkan author ya selalu ngelupain kamu 🙈🙈 .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🙏🙏.