The Power Of Love

The Power Of Love
Kehancuran



Sementara itu dikantor , Mirza Bactiar tampak shock karna mengetahui beberapa investornya memutuskan kerja sama secara sepihak dan mendadak .


Mirza terus menelpon anaknya namun sudah beberapa ia melakukan panggilan , satu panggilannya pun tak ada yang dijawab oleh Barra .


" Kemana anak itu ? , disaat situasi genting seperti ini ia malah tidak masuk kantor " , Gumam Mirza geram dengan kelakuan anaknya yang berbuat semaunya .


Sama hal nya dengan Mirza , Ayah nya Mauryn pagi ini dibuat shock ketika mengetahui beberapa investor yang berpengaruh besar diperusahan tiba-tiba memutuskan kerja sama dengan cara sepihak .


Ayahnya Mauryn dibuat kelimpungan dengan nasib perusahaan yang diambang kebangkrutan , tak ada angin dan tak ada hujan tiba-tiba dipagi ini ia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan .


Tak tahu harus mencari bantuan kemana untuk menyelamatkan perusahaannya belum lagi ia mempunyai sejumlah utang kepada rekan bisnisnya demi untuk membaskan Mauryn dari penjara beberapa bulan yang lalu .


*****


Mamihnya Mauryn tampak gelisah menanti kepulangan anak semata wayangnya , sudah larut malam namun ia belum menampakkan batang hidungnya dari kemarin malam bahkan sudah mencoba dihubunginya beberapa kali ponselnya masih saja tidak aktif .


" Pih Mauryn kemana ya ? , dari kemarin dia belum pulang " , tanya Mamih Mauryn yang sedari tadi terus mondar-mandir didepan suaminya .


" Pih " , panggil mamih nya Mauryn kesal karna sang suami yang tak menyahuti perkataan nya sejak tadi .


" Mih jangan tanyakan anak itu sama Papih , Papih lagi pusing , perusahan kita sebentar lagi akan bangkrut , Papih bingung harus mencari bantuan pada siapa ? " , balas Papih nya Mauryn dan langsung pergi begitu saja meninggalkan istrinya .


" Apa bangkrut ? , ngga ini ngga boleh terjadi " , Gumam mamih Mauryn yang mengitu langkah sang suami .


Sementara itu ditempat yang sangat gelap dan terasa sangat dingin , Mauryn mulai mengerjap-ngerjapkan kedua mata , ia mencoba membuka matanya lebar-lebar .


Mauryn ketakutan ketika mengetahui ia berada diruang yang sangat gelap .


" Tolong , tolong " , Teriak Mauryn seraya menahan tangisnya .


Namun beberapa menit setelah nya Mauryn menghentikan teriakannya , ia baru mengingat klau dirinya tadi sedang dijalan mau pulang namun ada beberapa orang yang mengahangi jalannya dan memaksa dirinya untuk ikut .


Mauryn langsung tersulut amarah , ia kesal dan menerka-nerka siapa yang berani melakukan hal ini pada dirinya .


" Wouy kalian keluarkan gue dari sini , jika lu berani hadapi gue sendiri pengecut " , Teriak Mauryn mengeluarkan semua kata-katanya yang tak pantas didengar .


Mauryn terus berteriak walau tak ada satu orang pun yang menyahuti perkataan nya apalagi sampai membebasannya dari ruang yang sangat mencekam itu , sampai akhirnya Mauryn terduduk lemas dan merasakan tenggorokannya yang kering karna sedari tadi terus berteriak .


*


Pagi hari Mauryn dikagetkan dengan seseorang yang menyuruhnya bangun seraya menciptakan air ke wajahnya .


" Siapa lu ? , apa tujuan ku bawa gue kesini ? , kalian mau apa ? " , Teriak Mauryn yang langsung berdirir dan menatap 2 orang yang berada didepannya .


" Lu gak usah banyak omong ! , gue mau tunjukin sesuatu buat lu " , ucapnya dingin lalu memutarkan sebuah video kedua Mauryn yang bertengkar dan bagaimna setres nya kedua orang tua Mauryn ketika mengetahui perusahaan nya diambang kebangkrutan .


" Kalian siapa ? , kenapa kalian tega hancurkan keluarga gue ? " , teriak Mauryn seraya mengusap air matanya kasar .


" Ini belum seberapa dengan apa yang udah lu lakuin pada keluarga gue " , balas orang tersebut dingin .


" Keluarga lu ? " , gumam Mauryn seraya menatap orang yang ada dihadapannya , dan ia merasa tidak pernah mengenal bahkan bertemu orang tersebut .


Orang tersebut adalah bang Angga , bang Angga mendapat perintah langsung dari Naura dan pagi ini rencana ia akan memberi makanan yang lezat untuk Luky dan Lily .


Bang Angga langsung keluar meninggalkan Mauryn yang terus berteriak tak jelas dan ia menyuruh anaknya untuk memberikan Mauryn makan karna sedari kemarin malam Mauryn belum memakan apa-pun .


*


Mamih Mauryn bahkan sampai membuat edaran kertas untuk mencari keberadaan anaknya , sudah semua teman Mauryn ia hubungi namun tak ada satu pun yang mengetahui dimana Mauryn berada .


" Mauryn kamu dimana nak ? " , gumam Mamih Mauryn yang terduduk lemas diatas tempat tidur .


Rasanya ia sangat sangat hancur dengan kejadian yang menimpa dirinya secara bersamaan dan sampai saat ini belum ada titik terang .


*


" Ini semua gara-gara kamu Barra , kerajaan kamu yang tak becus sampai investor kita pada lari dan memuaskan kerja sama , kamu sama sekali tak bisa diandalkan " , Ucap Mirza marah seraya menunjuk anaknya .


Hampir setiap hari Barra terkena amuk ayahnya , ia disalahkan atas semua yang terjadi di perusahaan .


Tak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengembalikan keadaan perusahaan yang sudah bangkit kembali setahun terakhir ini namun lagi-lagi kebangkrutan menghampiri mereka .


Lagi-lagi perusahaan nya harus gulung tikar .


Kabar kebangkrutan perusahaan Mirza dan Papih Mauryn menyebar begitu cepat sampai terdengar langsung oleh keluarga besar Ayah Alex .


Kakek Andi yang tahu itu semua ulah dari anak dan cucunya ia hanya bisa tersenyum .


Sudah sepantasnya yang mempunyai sifat serakah dan sombong akan mengalami kehancuran cepat atau lambat .


Tapi ada yang mengganjal dipikiran Azka , ia mengetahui berita Mauryn yang hilang tanpa jejak bahkan ia belum memerintahkan anak buahnya untuk memberi pelajaran pada Mauryn .


" Apakah Mauryn melarikan diri ? " , pikir Azka tapi rasanya tidak mungkin ia melarikan diri dan tak meninggalkan jejak sedikit pun .


" Oh ya kabarnya Mauryn juga dikabarkan hilang , entah benar atau tidak tapi keluarganya sampai membuat edaran kertas untuk mencari keberadaan Mauryn saat ini " , Ujar Papih Aydan , dan mereka kita tengah berkumpul dirumah Ayah Alex .


" Iya , Azka juga melihat edaran kertas itu pih " , Timpal Azka membenarkan perkataan Ayahnya .


" Apa dia melarikan diri ? " , tanya Ayah Alex bingung .


" Entahlah yah tapi dia dikabarkan hilang tanpa jejak " , jawab Azka seraya berpikir .


Dan Naura yang mendengarkan percakapan Ayah , suami , kakek dan mertuanya ia hanya diam seraya tersenyum puas dalam hati .


Disaat semua orang menerka-nerka keberadaan Mauryn dan pasti mereka geram karena belum memberi pelajaran pada Mauryn justru Naura malah tersenyum puas dan lega karna bisa memberi pelajaran yang setimpal pada Mauryn walau tidak dengan kedua tangannya sendiri karna jika itu terjadi pasti akan mencegahnya atau mungkin Azka juga akan terkejut ketika mengetahu Naura mempunyai peliharaan yang sangat lucu namun sangat ganas .


" Nyawa harus dibalas dengan nyawa lagi " , batin Naura tersenyum lega .


" Ra kamu kenapa nak ? , kok kakek perhatikan dari tadi senyum-senyum sendiri " , Naura dikagetkan dengan suara kakek Andi ia segera mencari alasan dan membuat semua orang tak mencurigainya .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .