The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 41 - Hua Yuan Gu



            “jie, apa yang mau kau lakukan ?” Huo Ling penasaran


“tentu saja Rou Rou harus menjenguk Gu Zhu” Xue Ling tersenyum usil. Xue Ling


berjalan masuk Hua Yuan Gu, langsung menuju pohon suci. Seperti yang dikatakan


Qin Qin, pohon suci sudah tidak menunjukkan cahaya yang seharusnya, benih-benih


Hua Ling sudah layu, hanya meninggalkan beberapa yang dapat dihitung dengan


jari. Xue Ling tersenyum, mencabut satu persatu helai yang sudah layu,


meninggalkan tunasnya yang masih memiliki cahaya kecil “Rou Rou, apa yang kau


lakukan ?” terkejut seseorang yang baru sampai dan menatap ngeri pada Rou Rou.


            “hi… kasihan mereka tidak dapat bernafas… aku hanya


membantu mereka membuang bagian yang rusak…” Xue Ling menjawab tanpa merasa


bersalah. “Rou Rou, kami sudah berusaha mempertahankan mereka. Bagaimana mereka


bisa bertahan sekarang tanpa kelopak bunganya ?” “aiya mereka harus berjuang


untuk bisa hidup… jika ini saja tidak bisa mereka lalui, mereka tidak akan bisa


bertahan…” Xue Ling acuh tak acuh.


            “Rou Rou, apa yang kau lakukan ?” terdengar suara marah


seorang pria “ah Gu Zhu, anda disini…” Xue Ling menyapa dengan cuek. Gu Zhu


melihat semua bunga yang gundul hanya menyisakan tunas dan sedikit cahaya


“habis… habislah sudah…” Gu Zhu berguman dengan sedih “Rou Rou, kau juga


seorang Hua Ling, kenapa kau menghancurkan Hua Yuan Gu ?” menuduh dengan nada


menyeramkan. Xue Ling berdiri santai “Gu Zhu, aku ini sedang membantu mereka…


apa yang dikatakan menghancurkan ? nah Gu Zhu, anda tahu sendiri apa yang telah


anda lakukan hingga menjadi seperti ini” “Lancang…” Gu Zhu marah, mengerahkan


sihir menyerang Xue Ling.


            Han Ling langsung mematahkan serangan Gu Zhu dan


melindungi Xue Ling dalam pelukannya. “Siapa anda ? ini urusan Hua Yuan Gu,


anda tidak berhak ikut campur !” Gu Zhu marah. Han Ling tersenyum sinis “hanya


seorang Huan Yuan Gu Zhu kecil, berani berulah di hadapan yang mulia !” dengan


dingin berkata santai “baik-baik saja kan ?” dengan lembut membelai Xue Ling


yang tersenyum manis mengangguk padanya.


            “anda ?” Gu Zhu was was “Rou Rou, jangan salahkan Gu Zhu,


beliau sedang tidak sehat memikirkan kelangsungan Hua Yuan Gu !” seorang wanita


memegang Gu Zhu. Xue Ling tersenyum, keluar dari pelukan Han Ling “Sia Hui,


tidak sehat tidak bisa menjadi alasan menyerangku kan ! tapi aku tidak berhati


kecil, tidak akan mempersoalkan serangan sebelumnya. Gu Zhu, Sia Hui, bagaimana


mempertahankan Hua Yuan Gu, yang mulia mengira kita sama-sama mengetahui


caranya kan ! yang anda lakukan ini…” menggantung kata-katanya.


            Gu Zhu terlihat menunduk, sementara Sia Hui terlihat iba


pada Gu Zhu, mengangkat kepala melihat Xue Ling “Rou Rou, terlalu banyak hal


yang terjadi, sangat banyak Hua Ling yang sakit dan mati. Hua Yuan Gu tidak


mempunyai cukup Hua Ling untuk memperbaiki…” “hmm… benarkah ? kalau begitu yang


mulia bertanya, apa penyebab Hua Ling mati ? tidak pernah terjadi kematian


begitu banyak di Hua Ling… sebanyak yang kuketahui, semua Hua Ling dalam


keadaan sehat dan energi prima, pohon suci pun bersinar terang, jadi…” Xue Ling


kembali menggantung katanya.


            “ini semua salahku !” Gu Zhu berguman, Sie Hui membela


“Gu Zhu, anda juga tidak tahu akan seperti ini !” Xue Ling mendengar pengakuan


Gu Zhu, ada senyuman di wajahnya “Gu Zhu, coba katakan, apa kesalahan anda ?” Sie


memperbaiki pohon suci…” “cara ? mungkin saja ada ! tapi sebelumnya yang mulia


ingin mendengar kata-kata Gu Zhu…” Xue Ling memotong kata-kata Sie Hou.


            Mendengar kemungkinan ada cara untuk membalik keadaan, Gu


Zhu mengangkat kepala “Rou Rou, benarkah ada cara ?” Xue Ling melipat tangan di


dada “Gu Zhu, yang mulia hanya mengatakan kemungkinan, ada atau tidak


tergantung kata-kata anda !” Qin Qin menarik tangan Xue Ling “Rou Rou, benarkah


?” Xue Ling tidak menjawab, hanya menepuk tangan Qin Qin.


            Gu Zhu melihat pohon suci yang hampir kehilangan


cahayanya “ini semua salahku… Sa Sa meminta bantuanku untuk menggunakan


kekuatan pohon suci dan Hua Ling, menyelamatkan nyawa anaknya. Awalnya, aku


juga merasa aneh, Sa Sa tampak baik-baik saja, untuk apa memerlukan energi dari


Hua Yuan Gu.” “apa berhasil ?” Shui Ling bertanya, Gu Zhu menggeleng “anak itu


sama sekali tidak memiliki jiwa. Sa Sa ingin memakai benih jiwa Hua Ling untuk


mengisi jiwa anaknya, tapi…” jeda sesaat “setelah mengorbankan banyak benih


jiwa tetap tidak dapat mengisinya. Energi pohon suci dan para Hua Ling sia-sia


di korbankan”


            “Bagaimana dengan Sa Sa saat ini ?” Shui Ling kembali


bertanya “aku juga tidak jelas… hal ini sangat aneh, anak dalam kenadungannya


tetap berkembang walau tanpa jiwa” “apa sampai sekarang anda masih mengorbankan


jiwa Hua Ling ?” Huo Ling bertanya, Gu Zhu menggeleng “tidak ada jiwa yang bisa


dikorbankan lagi !” Xue Ling berbicara santai. Gu Zhu menatap Rou Rou “Rou Rou,


jika ada cara… ini semua salahku, jika bisa menyelamatkan sini, aku bersedia


menerima hukumannya…” “walaupun menentang putri anda sendiri ?” Xue Ling


bertanya sinis.


            Sie Hou tampak tidak senang “Rou Rou, kenapa kau menindas


Gu Zhu ? kalau kau ada cara, katakan saja ! kenapa harus mengorek luka Gu Zhu


?” Xue Ling menatap Sie Hou sinis “cara untuk kalian kembali mengorbankan jiwa Hua


Ling ? anda jelas-jelas tahu yang anda lakukan salah tapi tetap melakukannya.


Sekarang, tujuan anda mengembalikan pohon suci, apakah benar untuk kebaikan Hua


Yuan Gu atau kembali melanjutkan kesalahan ?” Gu Zhu menunduk, Sie Hou “Rou


Rou…” menghardik Xue Ling.


            Xue Ling menatap tajam Sie Hou, membuat Sie Hou bergidik


“percuma anda terus memanggilku… anda mau menutupi kesalahan yang juga telah


anda dukung… demi satu permintaan putri yang tidak jelas itu, anda mengorbankan


begitu banyak Hua Ling. Kenapa ? anda merasa sakit hati akan Gu Zhu ? jadi


bagaimana dengan para Hua Ling ? apa mereka pantas berkorban hanya demi


kesalahan kalian ?” Sie Hou pun menunduk sesaat “Rou Rou, kau tidak pernah


menjadi orang tua !” Sie Hou masih mencoba membela diri.


            Xue Ling mengangguk “Sie Hou, sebagai Gu Zhu, bukan saja


bertanggung jawab pada anak kandung tapi pada semua yang berada di dalam Hua


Yuan Gu. Begitu banyak jiwa dikorbankan untuk 1 jiwa… ah salah, bukan jiwa,


dikorbankan untuk 1 permintaan yang bermasalah. Apa anda masih merasa pantas ?”


“Rou Rou…” Sie Hou kembali menghardik, Xue Ling mulai kesal “bawa semua Hua


Ling yang sudah kalian korbankan ! Shui, Mei, Qin Qin, dan kalian, bawa semua


kemari !” Shui Ling dan Cheng Mei beserta Qin Qin dan lainnya segera bergegas


“kau…” Sie Hou terkejut.