
“jie, apa yang mau kau lakukan ?” Huo Ling penasaran
“tentu saja Rou Rou harus menjenguk Gu Zhu” Xue Ling tersenyum usil. Xue Ling
berjalan masuk Hua Yuan Gu, langsung menuju pohon suci. Seperti yang dikatakan
Qin Qin, pohon suci sudah tidak menunjukkan cahaya yang seharusnya, benih-benih
Hua Ling sudah layu, hanya meninggalkan beberapa yang dapat dihitung dengan
jari. Xue Ling tersenyum, mencabut satu persatu helai yang sudah layu,
meninggalkan tunasnya yang masih memiliki cahaya kecil “Rou Rou, apa yang kau
lakukan ?” terkejut seseorang yang baru sampai dan menatap ngeri pada Rou Rou.
“hi… kasihan mereka tidak dapat bernafas… aku hanya
membantu mereka membuang bagian yang rusak…” Xue Ling menjawab tanpa merasa
bersalah. “Rou Rou, kami sudah berusaha mempertahankan mereka. Bagaimana mereka
bisa bertahan sekarang tanpa kelopak bunganya ?” “aiya mereka harus berjuang
untuk bisa hidup… jika ini saja tidak bisa mereka lalui, mereka tidak akan bisa
bertahan…” Xue Ling acuh tak acuh.
“Rou Rou, apa yang kau lakukan ?” terdengar suara marah
seorang pria “ah Gu Zhu, anda disini…” Xue Ling menyapa dengan cuek. Gu Zhu
melihat semua bunga yang gundul hanya menyisakan tunas dan sedikit cahaya
“habis… habislah sudah…” Gu Zhu berguman dengan sedih “Rou Rou, kau juga
seorang Hua Ling, kenapa kau menghancurkan Hua Yuan Gu ?” menuduh dengan nada
menyeramkan. Xue Ling berdiri santai “Gu Zhu, aku ini sedang membantu mereka…
apa yang dikatakan menghancurkan ? nah Gu Zhu, anda tahu sendiri apa yang telah
anda lakukan hingga menjadi seperti ini” “Lancang…” Gu Zhu marah, mengerahkan
sihir menyerang Xue Ling.
Han Ling langsung mematahkan serangan Gu Zhu dan
melindungi Xue Ling dalam pelukannya. “Siapa anda ? ini urusan Hua Yuan Gu,
anda tidak berhak ikut campur !” Gu Zhu marah. Han Ling tersenyum sinis “hanya
seorang Huan Yuan Gu Zhu kecil, berani berulah di hadapan yang mulia !” dengan
dingin berkata santai “baik-baik saja kan ?” dengan lembut membelai Xue Ling
yang tersenyum manis mengangguk padanya.
“anda ?” Gu Zhu was was “Rou Rou, jangan salahkan Gu Zhu,
beliau sedang tidak sehat memikirkan kelangsungan Hua Yuan Gu !” seorang wanita
memegang Gu Zhu. Xue Ling tersenyum, keluar dari pelukan Han Ling “Sia Hui,
tidak sehat tidak bisa menjadi alasan menyerangku kan ! tapi aku tidak berhati
kecil, tidak akan mempersoalkan serangan sebelumnya. Gu Zhu, Sia Hui, bagaimana
mempertahankan Hua Yuan Gu, yang mulia mengira kita sama-sama mengetahui
caranya kan ! yang anda lakukan ini…” menggantung kata-katanya.
Gu Zhu terlihat menunduk, sementara Sia Hui terlihat iba
pada Gu Zhu, mengangkat kepala melihat Xue Ling “Rou Rou, terlalu banyak hal
yang terjadi, sangat banyak Hua Ling yang sakit dan mati. Hua Yuan Gu tidak
mempunyai cukup Hua Ling untuk memperbaiki…” “hmm… benarkah ? kalau begitu yang
mulia bertanya, apa penyebab Hua Ling mati ? tidak pernah terjadi kematian
begitu banyak di Hua Ling… sebanyak yang kuketahui, semua Hua Ling dalam
keadaan sehat dan energi prima, pohon suci pun bersinar terang, jadi…” Xue Ling
kembali menggantung katanya.
“ini semua salahku !” Gu Zhu berguman, Sie Hui membela
“Gu Zhu, anda juga tidak tahu akan seperti ini !” Xue Ling mendengar pengakuan
Gu Zhu, ada senyuman di wajahnya “Gu Zhu, coba katakan, apa kesalahan anda ?” Sie
memperbaiki pohon suci…” “cara ? mungkin saja ada ! tapi sebelumnya yang mulia
ingin mendengar kata-kata Gu Zhu…” Xue Ling memotong kata-kata Sie Hou.
Mendengar kemungkinan ada cara untuk membalik keadaan, Gu
Zhu mengangkat kepala “Rou Rou, benarkah ada cara ?” Xue Ling melipat tangan di
dada “Gu Zhu, yang mulia hanya mengatakan kemungkinan, ada atau tidak
tergantung kata-kata anda !” Qin Qin menarik tangan Xue Ling “Rou Rou, benarkah
?” Xue Ling tidak menjawab, hanya menepuk tangan Qin Qin.
Gu Zhu melihat pohon suci yang hampir kehilangan
cahayanya “ini semua salahku… Sa Sa meminta bantuanku untuk menggunakan
kekuatan pohon suci dan Hua Ling, menyelamatkan nyawa anaknya. Awalnya, aku
juga merasa aneh, Sa Sa tampak baik-baik saja, untuk apa memerlukan energi dari
Hua Yuan Gu.” “apa berhasil ?” Shui Ling bertanya, Gu Zhu menggeleng “anak itu
sama sekali tidak memiliki jiwa. Sa Sa ingin memakai benih jiwa Hua Ling untuk
mengisi jiwa anaknya, tapi…” jeda sesaat “setelah mengorbankan banyak benih
jiwa tetap tidak dapat mengisinya. Energi pohon suci dan para Hua Ling sia-sia
di korbankan”
“Bagaimana dengan Sa Sa saat ini ?” Shui Ling kembali
bertanya “aku juga tidak jelas… hal ini sangat aneh, anak dalam kenadungannya
tetap berkembang walau tanpa jiwa” “apa sampai sekarang anda masih mengorbankan
jiwa Hua Ling ?” Huo Ling bertanya, Gu Zhu menggeleng “tidak ada jiwa yang bisa
dikorbankan lagi !” Xue Ling berbicara santai. Gu Zhu menatap Rou Rou “Rou Rou,
jika ada cara… ini semua salahku, jika bisa menyelamatkan sini, aku bersedia
menerima hukumannya…” “walaupun menentang putri anda sendiri ?” Xue Ling
bertanya sinis.
Sie Hou tampak tidak senang “Rou Rou, kenapa kau menindas
Gu Zhu ? kalau kau ada cara, katakan saja ! kenapa harus mengorek luka Gu Zhu
?” Xue Ling menatap Sie Hou sinis “cara untuk kalian kembali mengorbankan jiwa Hua
Ling ? anda jelas-jelas tahu yang anda lakukan salah tapi tetap melakukannya.
Sekarang, tujuan anda mengembalikan pohon suci, apakah benar untuk kebaikan Hua
Yuan Gu atau kembali melanjutkan kesalahan ?” Gu Zhu menunduk, Sie Hou “Rou
Rou…” menghardik Xue Ling.
Xue Ling menatap tajam Sie Hou, membuat Sie Hou bergidik
“percuma anda terus memanggilku… anda mau menutupi kesalahan yang juga telah
anda dukung… demi satu permintaan putri yang tidak jelas itu, anda mengorbankan
begitu banyak Hua Ling. Kenapa ? anda merasa sakit hati akan Gu Zhu ? jadi
bagaimana dengan para Hua Ling ? apa mereka pantas berkorban hanya demi
kesalahan kalian ?” Sie Hou pun menunduk sesaat “Rou Rou, kau tidak pernah
menjadi orang tua !” Sie Hou masih mencoba membela diri.
Xue Ling mengangguk “Sie Hou, sebagai Gu Zhu, bukan saja
bertanggung jawab pada anak kandung tapi pada semua yang berada di dalam Hua
Yuan Gu. Begitu banyak jiwa dikorbankan untuk 1 jiwa… ah salah, bukan jiwa,
dikorbankan untuk 1 permintaan yang bermasalah. Apa anda masih merasa pantas ?”
“Rou Rou…” Sie Hou kembali menghardik, Xue Ling mulai kesal “bawa semua Hua
Ling yang sudah kalian korbankan ! Shui, Mei, Qin Qin, dan kalian, bawa semua
kemari !” Shui Ling dan Cheng Mei beserta Qin Qin dan lainnya segera bergegas
“kau…” Sie Hou terkejut.