The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 34 - Shen Zun yang berbeda



Kemesraan


mereka dipatahkan Cheng Mei “Xue Ling, kau masih menjanjikanku perburuan !” Xue


Ling langsung berbalik menatap Cheng Mei, tersenyum nakal, menggosok-gosokkan


kedua tangannya “ada target ?” Cheng Mei menaik-turunkan alisnya dengan senyum


nakal “Xiao Xue…” Han Ling langsung duduk tegap. “jie, kalian berburu tidak


boleh kekuranganku !” Shui Ling langsung mengikutsertakan dirinya “ah kalian


pergi lagi !” Tian Zun langsung cemberut. Xue Ling mencibir “Ling Siang di


sisimu, jangan berlagak !” “aiyo jie, aku juga ingin ikut dengan kalian !” Ling


Siang Tian Hou protes.


            Xue Ling tertawa terbahak-bahak “hahaha… ini bukan aku


yang mengatakannya hahaha… didiku yang baik, kau jagalah istanamu dengan baik


hahaha…” Han Ling berdehem “hmm… tidur sendiri !” lainnya cekikikan “Siang er,


kau tidak bisa pergi, aku tidak bisa tanpamu !” Huo Ling Tian Zun merengek “ih


bersama denganmu hanya menemani berkas-berkas, aku ingin berpetualang. Bahkan


Yue Shen pun ikut, aku juga mau pergi !” Ling Siang protes


            Tian Zun cemberut “jie…” menghardik Xue Ling. Xue Ling


melambai-lambaikan tangannya “haih kau berteriak pun tidak ada gunanya, memang


pesonaku jauh lebih hebat darimu adik kolotku…” “aaa… jie…” Huo Ling Tian Zun


merengek “mana ada Tian Zun seperti kau ini ? hei apa kau lupa sekarang sedang


dimana ?” Xue Ling mencibir “Siang er, lihat jiejie selalu menindasku !” Xue


Ling tertawa terbahak-bahak “hahaha… didi bodoh, kau ini sedang mau meminta


bantuan dariku, masih saja mengadu domba…”


            Han Ling menggelengkan kepala melihat perdebatan adik


kakak di hadapannya ‘wajah lain dari pada Zun Wang yang sangat jarang diketahui


pihak luar’. “aih ge, menurutku kali ini kau ikut saja. Kau juga perlu


mengetahui hal diluar, jangan hanya memantaunya dari Long Chang Gong-mu itu


saja ! bersenang-senanglah, sepanjang hari hanya memasang wajah datarmu itu,


aku saja malas melihatnya” Shui Ling mengejek. Xue Ling tertawa tak berhenti


“kalian sangat konyol hahaha…” “jie….” Huo Ling protes.


            Han Ling berdehem “Tian Zun, untuk masalah kedepannya,


bukankah anda juga perlu melihat medan ! setelah sekian lama, anda sudah


saatnya kembali berlatih !” Xue Ling memegang tangan Han Ling “Han ge, tidak


perlu terlalu formal. Jika bukan hal resmi, panggil saja sesuai nama mereka. Kami


tidak mempersoalkan status dan peringkat.” Han Ling mengangguk “iya jiefu,


apalagi di luar, anda sebaiknya memanggil kami nama saja !” Shui Ling


mendukung, Han Ling tersenyum. Huo Ling masih merengek pada Ling Siang, Ling


Siang tidak mau melihat suaminya, membuang muka berlawanan arah.


            Akhirnya mereka berenam melakukan perjalanan bersama,


semua memakai pakaian pria “ah pria tampan kecil, anda sangat tampan, bagaimana


gege membawamu bersenang-senang ?” Cheng Mei menggoda Xue Ling yang tubuhnya


paling mungil di antara mereka. Dikarenakan usia tubuhnya masih 5.000 tahun,


jadi yang termungil di antara keempat wanita itu. Xue Ling tersenyum menggoda


“gege, pria tampan ini sangat tahu cara bersenang-senang, apa gege mau


mengetahuinya ?” keduanya tertawa terbahak-bahak.


            Ling Siang berjalan bersama Huo Ling “tidak menyangka,


kalian yang dingin, semenjak kembalinya jiejie bisa begini hangat !” Huo Ling


tersenyum merangkul istrinya yang segera mendapat pukulan di tangannya “aku


saat ini seorang pria !” dengan mata besarnya melotot ke Huo Ling yang cemberut


“ide siapa jadi seperti ini ? pao pei bergantilah ya !” membujuk Ling Siang


untuk berpenampilan wanita “tidak akan, jangan mengganggu kesenanganku !” mengomeli


suaminya “aih kau baru berhubungan dengan jiejie berapa lama, kenapa sudah


mengikuti kenakalannya !” protes Huo Ling.


            Ling Siang melihat Xue Ling yang sedang bercanda ria


dengan Han Ling “Huo ge, seandainya aku lebih dulu mengenal jiejie… aku selalu


uniknya. Kemarahannya dapat menghancurkan 1 klan, terkenal sangat dingin dan


tak tersentuh. Bahkan Yue Shen pun menutup mulut, tidak pernah mengungkit


namanya. Aku mengira Shen Zun adalah wanita yang menyeramkan. Tapi setelah


mengenal jiejie, beliau tampak sangat hangat dan bersahabat.”


            Huo Ling tersenyum “Siang er, ini adalah wajah jiejie


yang hangat. Wajah jiejie dihadapan musuh, kau tidak pernah melihatnya. Hanya


dengan tatapannya memaksa musuh untuk tunduk padanya. Perdebatannya dengan Wei


Jiang Zheng Zhu sebelum perang yang lalu, membuat keduanya bertarung hidup


mati. Rumor itu tidak salah, mereka memang bertarung. Itulah pertama kali Wei


Jiang Zheng Zhu melihat wajah malaikat maut pada jiejie, memaksanya untuk tunduk.”


“emm… bukankah mereka bersahabat ?” Ling Siang masih tidak percaya.


            Huo Ling mengangguk “mereka memang bersahabat dan sangat


banyak kisah di belakang persahabatan mereka. Xue Ling memiliki banyak teman


dan sahabat, tapi Shen Zun bukanlah teman, sahabat, bahkan keluarga siapapun.”


Ling Siang mengangkat alisnya “hmm… bagaimana dengan jiefu ?” Huo Ling melihat


Han Ling “hmm… tidak terkecuali !” Ling Siang membuka mulutnya terkejut “jangan


seperti itu, kau membuatku tidak tahan untuk menciummu !” mengecup singkat


bibir Ling Siang.


            Ling Siang langsung menutup mulutnya dan cemberut “Siang


er, kau tahu bagaimana Bei Hai Ren Yu ?” Huo Ling bertanya, diangguki Ling


Siang. Huo Ling tersenyum “Shen Zun lebih dari itu !” Ling Siang membuka


mulutnya lagi, disaat Huo Ling mendekat, segera menutup mulutnya dengan tangan.


Huo Ling cekikikan, membelai kepala Ling Siang.


            “ge, jangan bermesraan di belakang !” terdengar protes


Shui Ling. Han Ling menggenggam tangan Xue Ling “di dekat sini, ada dewa yang


membuat kue arak, apa mau mencicipinya ?” Xue Ling segera berbinar dan


mengangguk-angguk “ayo…” Han Ling membawa semua ke tempat yang dia maksud,


memasuki kebun tumbuhan merambat dengan buah yang bergelantungan, mirip kebun


anggur “hmm… wangi sekali disini !” “hmm… bahkan udaranya saja memabukkan…”


Shui Ling dan Cheng Mei memuji.


            Xue Ling menghirup aroma yang memabukkan “hmm… Han ge,


wanginya sama dengan arak yang anda minum saat itu” Han Ling tersenyum “Xiao


Xue sangat pintar, langsung bisa menebaknya…” “siapa pemiliknya ? pasti banyak


arak bagus di sini !” guman Xue Ling yang penasaran. Han Ling terus melangkah


“dewa ini sangat suka dengan arak… sudah mencoba semua jenis arak di alam fana…


ini adalah hasil kerjanya sendiri… bisa dikatakan Jiu Shen…” “apa dia pintar


memasak ?” Han Ling menggeleng “dia hanya membuat berbagai macam arak tapi


istrinya mengolahnya menjadi kue arak, agar mudah dibawa pergi” Xue Ling


berbinar.


            Han Ling melihat senyum ceria Xue Ling, merendahkan


wajahnya ke telinga Xue Ling “Fu Ren mabuk, weifu akan tetap melayani !” wajah


Xue Ling langsung memerah “menjauh dariku !” melepaskan genggaman tangannya.


Han Ling cekikikan, menarik Xue Ling ke pelukannya “kau tahu aku tidak bisa


jauh darimu !” Xue Ling memukul dada Han Ling “kau nakal !” Han Ling cekikikan,


mengecup kening Xue Ling “sangat mencintaimu !” Xue Ling tersenyum manis “aku


juga mencintaimu !” Han Ling mengecup singkat bibir Xue Ling.


            “wah wah wah ternyata ada pasangan sesama jenis yang


datang berkunjung !” terdengar suara mengejek. Terlihat seorang dewa yang cukup


tampan, berjalan menghampiri mereka “bocah dingin, terakhir melihatmu, kau


seperti dewa yang akan mati. Sekarang sudah penuh semangat hidup, sepertinya


hidupmu cukup nyaman juga bersama pemuda tampan ini !” menatap Xue Ling dengan


senyuman.