The Power Of Love

The Power Of Love
Ga Ada yang Hamil



Baru saja ingin melepas rasa rindu , tiba-tiba suara ketukan pintu berhasil menghentikan aktivitas Azka dan Naura .


Azka dengan cepat langsung membukakan pintu setelah Naura sudah kembali mengenakan hijabnya , dan ternyata yang mengetuk pintu adalah kedua orang tuannya dan juga mertuanya .


" Bagaimana sekarang keadaan Naura kak ? " , tanya Papih Aydan .


" Suhu tubuhnya masih sedikit hangat pih " , jawab Azka jujur , lalu mempersilahkan semuanya untuk masuk .


" Kak apa masih mual ? '', tanya Bunda Shalwa lembut .


" Sedikit Bun " , jawab Naura apa adanya .


" Kok buburnya belum dimakan sayang ? " , timpal mamih Kamila yang melihat mangkuk bubur masih utuh diatas nakas .


" Naura belum lapar mih ? " , jawab Naura seraya tersenyum tipis .


" Kakak harus tetap makan jangan biarkan perut kakak kosong , atau mau mamih suapin " , balas mamih Kamila seraya menawarkan diri .


" Tidak usah mih , nanti Naura makan sendiri aja " , tolak Naura lembut .


Setelah melihat kondisi Naura sedikit membaik , Papih Aydan , mamih Kamila , bunda Shalwa dan Ayah Alex pamit keluar kamar namun sebelum itu mereka menyuruh Azka untuk membujuk Naura agar mau diperiksa oleh dokter keluarganya .


Setelah cukup lama membujuk dan merayu Naura agar mau diperiksa oleh dokter , akhirnya Naura pasrah ia mau diperiksa oleh dokter .


Tak lama dokter keluarga Ayah Alex datang dan langsung mengecek kondisi Naura .


" Bagaimana dok ? , apa perkiraan kami benar bahwa Naura tengah hamil ? " , tanya Ayah Alex to the point ketika melihat sang dokter sudah selesai memeriksa Naura .


" Dari hasil pemeriksaannya belum ada tanda-tanda nona Naura hamil pak , ia hanya kurang istirahat dan asam lambung nya naik " , Jawab sang dokter ramah .


Dan perkataan sang dokter berhasil membuat raut wajah kecewa diwajah Ayah Alex , bunda Shalwa , Papih Aydan dan mamih Kamila , namun dengan cepat mereka langsung menetralkan kembali mimik muka yang seperti biasanya .


" Apa dokter yakin ?, boleh diperiksa sekali lagi ?" , tanya mamih Kamila yang sudah berharap Naura hamil .


Azka dan Nauara sedari awal mereka bingung , karna Ayah Alex mendatangkan dokter kandungan ditambah Naura juga harus melakukan tes urine .


" Mamih , Ayah semuanya yang dikatakan dokter memang benar , ga ada yang hamil , Naura gak hamil bahkan saat ini Naura sedang datang bulan dan Naura memang hanya kurang istirahat karna terlalu memikirkan bee yang gak ngasih kabar sama sekali sama Naura " , Tutur Naura menjelaskan seraya menundukan wajahnya Karan malu .


" Jadi kamu mual muntah bukan karena hamil kak ? " , tanya bunda Shalwa seraya menatap Naura , dan Naura langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat .


Dari awal Azka hanya diberi tahu jika Naura sedang sakit , Ayah Alex atau Papih Aydan tidak memberitahu tentang kecurigaan mereka dan ternyata kecurigaan mereka salah , semua sudah terjawab bahwa Naura tidak hamil .


" Maaf nak kami kira kamu tengah hamil " , Ujar Ayah Alex meminta maaf .


" Ga perlu meminta maaf yah , justru Naura yang seharusnya meminta maaf , maaf Naura belum- " , balas Naura sendu namun perkataannya langsung dipotong oleh ayah Alex .


" Jangan terlalu memikirkan hal itu nak , kami semua bisa memakluminya maaf kami hanya terlalu bersemangat , kakak jangan terlalu dipikirkan ya " , timpal Ayah Alex lembut dan dianggukan yang lainnya .


" Ya sudah kalian lanjut istirahat , kami permisi , Mari dok " , Ujar Ayah Alex seraya mengajak sang dokter dan mengantarkannya sampai ke pintu depan .


Tinggal Azka dan Naura yang berada dikamar , namun Naura masih terlihat murung dan merasa bersalah dengan kedua orangtua dan mertuanya .


" Ay " , panggil Azka lembut seraya merangkul tubuh Naura .


" Hay kenapa jadi sedih kaya gini ? " , tanya Azka lagi .


" Bee tadi lihat kan wajah kedua orang tua kita ? , kayanya mereka kecewa banget pas tau Naura tidak hamil " , ujar Naura seraya menatap wajah Azka .


" Tapi Naura udah membuat mereka kecewa bee , mereka begitu semangat ingin Naura hamil padahal Naura berniat ingin menundanya " , ujar Naura lagi sendu .


" Sebaiknya kita bicarakan lain waktu lagi ya Ay , sekarang kamu istrahat pasti ay semalam gak bisa tidur kan ? " , Ajak Azka lembut seraya membantu membuka hijab ala rumahan Naura .


Azka berbaring disamping Naura seraya mengelus lembut rambut panjang sang istri , Azka sebenarnya tidak terlalu buru-buru ingin mempunyai keturunan tapi ia pun tak ada niatan ingin menunda , Azka hanya ingin berserah semua pada sang Maha Pemberi Kehidupan , jika memang mereka dititipkan kepercayaan lebih cepat maka akan disyukuri dan jika harus menunggu maka akan disyukuri juga .


Azka terus membelai lembut rambut sang istri walau Naura sudah mulai tertidur , Azka begitu merasa bersalah dengan Naura dan hal ini yang Azka khawatirkan jika ia menjalani perjalanan bisnis dan harus meninggalkan Naura .


" Cup " , Azka mendaratkan satu kecupan sayang yang cukup lama dikening Naura , sebelum akhirnya ia ikut memejamkan kedua matanya .


*****


Keesokan harinya Naura sudah jauh lebih segar dan ia pun sudah tidak mual atau muntah lagi , karna sekarang hari weekend , jadi Naura dan Azka memutuskan untuk menghabiskan waktu dirumah bareng Aira dan sikembar .


Kini mereka berlima tengah duduk diruang keluarga seraya menonton siaran kartun favorit Aira dan sikembar .


Oh ya bunda Shalwa dan Ayah Alex mereka tengah berkunjung ke rumah Opa Abi .


" Bunda " , panggil Aira seraya melihat Naura .


" Iya kenapa sayang ? '' , jawab Naura yang langsung mendekat ke arah Aira .


" Bunda , kata abba kemarin Aira bentar lagi punya dedek bayi ya ? , kapan bunda ? , kok lama ? " , tanya Aira beruntun seraya menatap Naura .


Naura hanya mampu menelan salivanya , ia bingung kalau Aira sudah menanyakan soal dedek bayi , dan Aira terbilang anak yang cerdas , ia sudah sekali untuk dilabui.


" Aira , ayo sini sama Ayah nak , Aira mau eskrim gak ? " , Ajak Azka sekaligus menawari .


" Bentar Ayah , Aira lagi ngomong sama bunda " , tolak Aira seraya mengangkat telapak tangannya ke arah Azka .


Azka hanya mampu menggelengkan kepalanya , ia harus mencari cara lain untuk mengalihkan Aira .


" Abang Azzam , Abang Azim kita beli eskrim yang banyak yu " , Ajak Azka lagi pada sikembar dan langsung disambut semangat dan kegirangan oleh sikembar .


" Ayoo kak kita beli eskrim nya sekarang " , balas Azzam seraya menarik tangan Azka .


" Let's go , kita beli ber-3 aja ya " , timpal Azka yang langsung berdiri dari duduknya seraya melirik Aira yang terus merhatikan interaksinya dengan sikembar .


" Aaa Aira mau eskrim , Aira mau ikut " , teriak Aira yang langsung berlari ke arah Azka .


Azka tersenyum pada Naura , lalu ia pamit untuk membawa anak-anak ke minimarket depan .


" Ay istirahat ya , bee tinggal dulu bentar " , pamit Azka seraya mengelus lembut kepala Naura dan langsung dianggukan oleh Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote , dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .


Maaf semuanya author baru up lagi , seminggu kemarin Author jagain mamah di RS dan Alhamdulillah sekarang mamah udah kembali sehat 🥰 , untuk semuanya tetap jaga kesehatan ya semoga Allah SWT selalu melindungi kita dan selalu diberikan kesehatan , Aamiin 🙏.