
Putri Arogan dengan wajah cemberut melirik sang dayang
“Tuan Putri, jangan bersedih lagi ! di perayaan kali ini, sangat banyak dewa
dewi yang datang… apa anda tidak merasa tertarik ?” sang dayang mencoba
mengalihkan pembicaraan. “terlalu emosi, tidak memperhatikan !” Putri Arogan
berkata dengan lesu “nah Tuan Putri-ku sebaiknya anda lupakan masalah anda,
baik-baiklah memperhatikan… siapa tahu anda akan menemukan jodoh anda…” sang
dayang menggoda, wajah Putri Arogan memerah malu “aku… aku akan memperhatikan.”
Kata-kata malunya, membuat ketiga dayang tersenyum saling melirik.
Di tempat lain, Xue Ling, Shui Ling, dan Cheng Mei sudah
merubah penampilan mereka menjadi pemuda tampan, berjalan beriringan dengan Han
Ling. Han Ling memasang wajah cemberutnya “Xiao Xue, untuk apa melakukan hal
ini ?” “Han ge, lihatlah begitu banyak yang datang…” Xue Ling memberi kode
dengan kipas yang berada di tangannya.
Cheng Mei menggoda “Han Ling Shen Jun, sebaiknya anda
menurut saja. Lebih baik dia berpenampilan seperti ini. Jika statusnya
terekspose, anda akan kehilangan ketenangan anda hahaha…” Shui Ling juga
tertawa “jiefu, apa anda tahu berapa banyak yang mengharapkan kehadiran Shen
Zun ? jika pemuda tampan ini tidak seperti ini, anda akan mendapat lebih banyak
saingan” “lebih banyak ?” Han Ling mengerutkan kening mendengar kata-kata Shui
Ling.
Shui Ling mengangkat alisnya “jiefu, kau tidak mungkin
mencintai jiejie sampai menjadi bodoh kan ! jiejie bisa lolos sampai saat ini,
semua karena rupa penyamarannya ! berapa banyak yang penasaran pada Shen Zun
ini ? tidak saja berparas cantik luar biasa, kemampuan, keahlian, kepintaran,
semua adalah nomor 1 di Si Hai Ba Huang. Yang mereka tidak tahu hanya wanita
tercantik nomor 1 ini menyimpan wajah malaikat maut dibalik wajah tanpa dosanya
hahaha…” menggoda Xue Ling yang acuh tak acuh.
Han Ling masih cemberut, merengek pada Xue Ling “Xiao
Xue…” menggenggam tangannya yang segera di tepis oleh Xue Ling “Han ge,
perhatikan sikapmu !” “Xiao Xue…” Han Ling semakin merengek. Xue Ling tersenyum
menggoda “Han Ling Shen Jun, apa anda penyuka sesama jenis ?” Han Ling kesal di
goda Xue Ling “biar saja, aku tidak peduli, kau harus di sisiku !” Xue Ling,
Shui Ling, dan Cheng Mei cekikikan melihat sikap Han Ling yang kesal karena
penyamaran Xue Ling.
Demi tidak terlambat menghadiri perayaan penyatuan kedua
jenis Lumba-Lumba, Xue Ling pun mengalah, memeluk Han Ling untuk menenangkan
emosinya “Han ge, sebelumnya sudah sempat menjadi perhatian… walau saat itu
tidak banyak yang melihat, jika aku tidak menyamar, tidak akan ada pertunjukan
menarik untuk kita…” Han Ling memeluk erat Xue Ling, mendengar kata-kata Xue
Ling. Han Ling tetap merasa tidak nyaman di dadanya, walau memahami maksud
penyamaran ini dengan berbagai alasannya.
Han Ling mengecup-ngecup kening Xue Ling “baiklah, tapi
kau harus selalu disisiku !” Xue Ling mengangguk dengan senyuman manisnya. Han
Ling menunjuk bibirnya, Xue Ling pun mengecupnya. Han Ling memanfaatkan
kesempatan, mendapatkan sebuah ciuman dalam bersama Xue Ling. Shui Ling dan
Cheng Mei hanya memainkan mata mereka, sudah terbiasa dengan kemesraan Han Ling
dan Xue Ling. Xue Ling melerai ciuman dan pelukan, membenarkan dandanannya.
Dengan tampang pemuda tampan berpakaian biru muda dengan sabuk merah yang
kontras dengan pakaiannya, dan sebuah kipas di tangannya, Xue Ling terlihat
sangat kharismatik “ayo…” mengajak ketiganya yang tersenyum tipis dan melangkah
bersama.
Keempat
pemuda muncul di Xi Hai Gong, hanya bersantai dan tidak berbaur dengan lainnya.
Keempatnya lebih sering berkumpul bersama, melihat-lihat dekorasi Xi Hai Gong
dewa dewi itu ? kaulah incaran pada perayaan ini hihihi… Han bagaimana ?” Cheng
Mei menggoda. Han Ling melirik sinis Cheng Mei, semakin menempelkan dirinya
pada Xue Ling.
Sementara
Xue Ling hanya acuh tak acuh “Xue, Xi Hai Shui Jun ini lumayan bijaksana…”
Cheng Mei berguman sambil menyantap buah-buahan yang di sediakan dan mengamati
sekitar “hmm… aku juga pernah mendengar kebijaksanaan Xi Hai Shui Jun dan Da
Wang Zi. Xi Hai Er Wang Zi agak emosian tapi juga termasuk dewa yang baik.
Hanya saja…” Han Ling tersenyum sinis “cih mereka baik, tapi kekurangannya cuma
terlalu memanjakan putri tidak tahu aturannya itu…” Shui Ling berkata sinis.
Xue
Ling memainkan wajahnya “sebenarnya putri itu dulu adalah gadis yang manis dan
bijaksana… hanya setelah kematian Xi Hai Wang Hou, karena kesedihan dan putri
satu-satunya jadi terlalu dimanja… kesalahan yang dibuatnya tidak pernah
mendapat teguran ataupun hukuman… selalu Shui Jun dan kedua Wang Zi yang tampil
membereskan keonaran yang dibuatnya… hal inilah yang membuatnya semena-mena…
jika tidak ada sifat dasarnya itu, kedua Lumba-Lumba itu juga tidak akan
menerimanya !” Cheng Mei menjelaskan dengan santai.
Xue
Ling tidak menjawab, hanya memainkan wajahnya dan menghirup menghembuskan udara
yang banyak “Xiao Xue, tidak perlu difikirkan !” Han Ling memberikan buah yang
sudah bersih pada Xue Ling. Xue Ling tersenyum manis, menyambut buah dari Han
Ling, mengamati sekitar, hingga matanya melihat sepasang dewa dewi. Wajahnya
berubah jengkel “cih, mereka juga datang !” semua mengalihkan pandangan,
melihat arah yang dilihat Xue Ling “hihihi Xue, kau yang tidak mengunjungi
mereka pertama kali hahaha…” Cheng Mei mengejek.
Dari
arah yang mereka lihat, nampak dua pemuda tampan yang berjalan perlahan
menghampiri mereka. Salah satu langsung mendudukkan tubuhnya di meja mereka “Da
Ge, anda juga sangat tidak setia kawan kan !” dengan nada mencibir melihat Xue
Ling “Da Ge, Han Ge, Cheng Ge, Shui Ge…” pemuda lainnya memberi hormat yang
mendapat anggukan ketiganya selain Xue Ling “untuk apa anda kemari ?” Xue Ling
mencibir.
Pemuda
yang sebelumnya mencibir Xue Ling acuh tak acuh “anda tidak menemui yang mulia,
jadi yang mulia lah yang menemui anda… lagipula perayaan ini bisa dihadiri
siapa saja… anda saja bisa hadir, tentu saja yang mulia pun bisa !” acuh tak
acuh dengan nada mengejek Xue Ling. Xue Ling hanya berdecak “ck…” Cheng Mei
ketawa “hahaha… kalian ini setiap kali bertemu, apa harus seperti ini ?” Xue
Ling menatap malas Wei Jiang dan Cheng Mei. Sementara Wei Jiang memberi senyum
cerianya pada Xue Ling.
“Da
Ge, bagaimana kalau kita taruhan ?” Wei Jiang mendekatkan wajahnya ke arah Xue
Ling. Xue Ling langsung terduduk dengan baik, dengan wajah berbinar “taruhan
apa ?” “haih Jiang Ge, kau jangan berulah !” Xin Lan yang disisinya menepuk
tangan Wei Jiang “aih Xin Di, begini saja sangat membosankan…” Xue Ling
melambai-lambaikan tangannya malas.
“Xiao
Xue, acara sebentar lagi di mulai…” Han Ling memperingati “lagipula, bukankah
Xiao Xue tidak mau jati diri terekspose !” Xue Ling memainkan bibirnya “Han ge,
memang seperti itu ! tapi jangan lupa, Putri Arogan itu masih ingin membalas
dendam dan yang mulia sudah memberi pernyataan…” acuh tak acuh pada Han Ling
yang mengerutkan keningnya.