The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 81 - Menghadiri Perayaan Xi Hai



            Putri Arogan dengan wajah cemberut melirik sang dayang


“Tuan Putri, jangan bersedih lagi ! di perayaan kali ini, sangat banyak dewa


dewi yang datang… apa anda tidak merasa tertarik ?” sang dayang mencoba


mengalihkan pembicaraan. “terlalu emosi, tidak memperhatikan !” Putri Arogan


berkata dengan lesu “nah Tuan Putri-ku sebaiknya anda lupakan masalah anda,


baik-baiklah memperhatikan… siapa tahu anda akan menemukan jodoh anda…” sang


dayang menggoda, wajah Putri Arogan memerah malu “aku… aku akan memperhatikan.”


Kata-kata malunya, membuat ketiga dayang tersenyum saling melirik.


            Di tempat lain, Xue Ling, Shui Ling, dan Cheng Mei sudah


merubah penampilan mereka menjadi pemuda tampan, berjalan beriringan dengan Han


Ling. Han Ling memasang wajah cemberutnya “Xiao Xue, untuk apa melakukan hal


ini ?” “Han ge, lihatlah begitu banyak yang datang…” Xue Ling memberi kode


dengan kipas yang berada di tangannya.


            Cheng Mei menggoda “Han Ling Shen Jun, sebaiknya anda


menurut saja. Lebih baik dia berpenampilan seperti ini. Jika statusnya


terekspose, anda akan kehilangan ketenangan anda hahaha…” Shui Ling juga


tertawa “jiefu, apa anda tahu berapa banyak yang mengharapkan kehadiran Shen


Zun ? jika pemuda tampan ini tidak seperti ini, anda akan mendapat lebih banyak


saingan” “lebih banyak ?” Han Ling mengerutkan kening mendengar kata-kata Shui


Ling.


            Shui Ling mengangkat alisnya “jiefu, kau tidak mungkin


mencintai jiejie sampai menjadi bodoh kan ! jiejie bisa lolos sampai saat ini,


semua karena rupa penyamarannya ! berapa banyak yang penasaran pada Shen Zun


ini ? tidak saja berparas cantik luar biasa, kemampuan, keahlian, kepintaran,


semua adalah nomor 1 di Si Hai Ba Huang. Yang mereka tidak tahu hanya wanita


tercantik nomor 1 ini menyimpan wajah malaikat maut dibalik wajah tanpa dosanya


hahaha…” menggoda Xue Ling yang acuh tak acuh.


            Han Ling masih cemberut, merengek pada Xue Ling “Xiao


Xue…” menggenggam tangannya yang segera di tepis oleh Xue Ling “Han ge,


perhatikan sikapmu !” “Xiao Xue…” Han Ling semakin merengek. Xue Ling tersenyum


menggoda “Han Ling Shen Jun, apa anda penyuka sesama jenis ?” Han Ling kesal di


goda Xue Ling “biar saja, aku tidak peduli, kau harus di sisiku !” Xue Ling,


Shui Ling, dan Cheng Mei cekikikan melihat sikap Han Ling yang kesal karena


penyamaran Xue Ling.


            Demi tidak terlambat menghadiri perayaan penyatuan kedua


jenis Lumba-Lumba, Xue Ling pun mengalah, memeluk Han Ling untuk menenangkan


emosinya “Han ge, sebelumnya sudah sempat menjadi perhatian… walau saat itu


tidak banyak yang melihat, jika aku tidak menyamar, tidak akan ada pertunjukan


menarik untuk kita…” Han Ling memeluk erat Xue Ling, mendengar kata-kata Xue


Ling. Han Ling tetap merasa tidak nyaman di dadanya, walau memahami maksud


penyamaran ini dengan berbagai alasannya.


            Han Ling mengecup-ngecup kening Xue Ling “baiklah, tapi


kau harus selalu disisiku !” Xue Ling mengangguk dengan senyuman manisnya. Han


Ling menunjuk bibirnya, Xue Ling pun mengecupnya. Han Ling memanfaatkan


kesempatan, mendapatkan sebuah ciuman dalam bersama Xue Ling. Shui Ling dan


Cheng Mei hanya memainkan mata mereka, sudah terbiasa dengan kemesraan Han Ling


dan Xue Ling. Xue Ling melerai ciuman dan pelukan, membenarkan dandanannya.


Dengan tampang pemuda tampan berpakaian biru muda dengan sabuk merah yang


kontras dengan pakaiannya, dan sebuah kipas di tangannya, Xue Ling terlihat


sangat kharismatik “ayo…” mengajak ketiganya yang tersenyum tipis dan melangkah


bersama.


Keempat


pemuda muncul di Xi Hai Gong, hanya bersantai dan tidak berbaur dengan lainnya.


Keempatnya lebih sering berkumpul bersama, melihat-lihat dekorasi Xi Hai Gong


dewa dewi itu ? kaulah incaran pada perayaan ini hihihi… Han bagaimana ?” Cheng


Mei menggoda. Han Ling melirik sinis Cheng Mei, semakin menempelkan dirinya


pada Xue Ling.


Sementara


Xue Ling hanya acuh tak acuh “Xue, Xi Hai Shui Jun ini lumayan bijaksana…”


Cheng Mei berguman sambil menyantap buah-buahan yang di sediakan dan mengamati


sekitar “hmm… aku juga pernah mendengar kebijaksanaan Xi Hai Shui Jun dan Da


Wang Zi. Xi Hai Er Wang Zi agak emosian tapi juga termasuk dewa yang baik.


Hanya saja…” Han Ling tersenyum sinis “cih mereka baik, tapi kekurangannya cuma


terlalu memanjakan putri tidak tahu aturannya itu…” Shui Ling berkata sinis.


Xue


Ling memainkan wajahnya “sebenarnya putri itu dulu adalah gadis yang manis dan


bijaksana… hanya setelah kematian Xi Hai Wang Hou, karena kesedihan dan putri


satu-satunya jadi terlalu dimanja… kesalahan yang dibuatnya tidak pernah


mendapat teguran ataupun hukuman… selalu Shui Jun dan kedua Wang Zi yang tampil


membereskan keonaran yang dibuatnya… hal inilah yang membuatnya semena-mena…


jika tidak ada sifat dasarnya itu, kedua Lumba-Lumba itu juga tidak akan


menerimanya !” Cheng Mei menjelaskan dengan santai.


Xue


Ling tidak menjawab, hanya memainkan wajahnya dan menghirup menghembuskan udara


yang banyak “Xiao Xue, tidak perlu difikirkan !” Han Ling memberikan buah yang


sudah bersih pada Xue Ling. Xue Ling tersenyum manis, menyambut buah dari Han


Ling, mengamati sekitar, hingga matanya melihat sepasang dewa dewi. Wajahnya


berubah jengkel “cih, mereka juga datang !” semua mengalihkan pandangan,


melihat arah yang dilihat Xue Ling “hihihi Xue, kau yang tidak mengunjungi


mereka pertama kali hahaha…” Cheng Mei mengejek.


Dari


arah yang mereka lihat, nampak dua pemuda tampan yang berjalan perlahan


menghampiri mereka. Salah satu langsung mendudukkan tubuhnya di meja mereka “Da


Ge, anda juga sangat tidak setia kawan kan !” dengan nada mencibir melihat Xue


Ling “Da Ge, Han Ge, Cheng Ge, Shui Ge…” pemuda lainnya memberi hormat yang


mendapat anggukan ketiganya selain Xue Ling “untuk apa anda kemari ?” Xue Ling


mencibir.


Pemuda


yang sebelumnya mencibir Xue Ling acuh tak acuh “anda tidak menemui yang mulia,


jadi yang mulia lah yang menemui anda… lagipula perayaan ini bisa dihadiri


siapa saja… anda saja bisa hadir, tentu saja yang mulia pun bisa !” acuh tak


acuh dengan nada mengejek Xue Ling. Xue Ling hanya berdecak “ck…” Cheng Mei


ketawa “hahaha… kalian ini setiap kali bertemu, apa harus seperti ini ?” Xue


Ling menatap malas Wei Jiang dan Cheng Mei. Sementara Wei Jiang memberi senyum


cerianya pada Xue Ling.


“Da


Ge, bagaimana kalau kita taruhan ?” Wei Jiang mendekatkan wajahnya ke arah Xue


Ling. Xue Ling langsung terduduk dengan baik, dengan wajah berbinar “taruhan


apa ?” “haih Jiang Ge, kau jangan berulah !” Xin Lan yang disisinya menepuk


tangan Wei Jiang “aih Xin Di, begini saja sangat membosankan…” Xue Ling


melambai-lambaikan tangannya malas.


“Xiao


Xue, acara sebentar lagi di mulai…” Han Ling memperingati “lagipula, bukankah


Xiao Xue tidak mau jati diri terekspose !” Xue Ling memainkan bibirnya “Han ge,


memang seperti itu ! tapi jangan lupa, Putri Arogan itu masih ingin membalas


dendam dan yang mulia sudah memberi pernyataan…” acuh tak acuh pada Han Ling


yang mengerutkan keningnya.