The Power Of Love

The Power Of Love
Baikan



Naura dibuat kaget dan melongo dengan sikap Azka , ia hanya menatap Azka sekilas lalu menunduk karna takut dengan tatapan yang dilayangkan Azka , kedua matanya langsung berkaca-kaca namun Naura menahannya agar cairan bening nya tidak jatuh .


Melihat Naura yang langsung terdiam dan menunduk , Azka langsung tersadar .


" Astagfirullah hal'adzim " Ucap Azka beristigfar .


Lalu dengan perlahan Azka mendekat ke arah Naura , ia duduk tepat disamping Naura .


" Ay maaf " lirih Azka pelan , ia benar-benar menyesal karena tidak bisa menahan amarahnya .


" Maaf , Bee tidak bermaksud seperti tadi , Bee hanya tidak suka melihat kamu telponan sambil ketawa-ketawa dengan laki-laki lain " Tutur Azka lembut .


" Tapi itu Abang Naura sendiri Bee , bukan orang lain " Balas Naura seraya menghapus cairan bening yang sudah lolos jatuh membasahi pipinya .


" Ay jangan nangis , Bee benar-benar minta maaf , bee menyesal " ujar Azka panik yang langsung meraih kedua tangan Naura .


" Bee kenapa sii ? , Kenapa Bee tega memperlakukan Naura seperti ini ?'' tanya Naura dengan suara tercekat karna menahan tangisnya .


Azka menggelengkan kepalanya dengan cepat ,


" Ngga ay , gak ada niatan sedikit pun Bee akan berbuat seperti ini , Bee sudah menahan amarah Bee sedari tadi di markas dan di Caffe , namun Bee benar-benar tidak bisa melihat kamu ketawa-ketawa sambil telponan dengan laki-laki lain Ay , Bee tidak suka " jawab Azka panjang lebar seraya menggenggam kedua tangan Naura lembut .


" Bee , perlu Bee tahu Naura hanya ingin Bee menyadari kesalahan Bee sendiri , Naura tidak suka Bee berbuat tega membiarkan orang yang Bee sekap kelaparan , Naura gak suka Bee seperti itu " Balas Naura mengutarakan kekesalannya .


" Tapi dia orang jahat ay " timpal Azka mengingatkan .


" Naura tahu Bee , tapi apakah Bee tahu alasan orang itu , kenapa ia berbuat jahat ? " tanya Naura dengan manatap Azka .


Azka langsung terdiam , ia tidak bisa menjawab apa-apa .


" Ga tau kan ? ", tanya Naura yang melihat Azka hanya diam saja .


" Mungkin saja orang itu berbuat jahat karna keadaan yang memaksanya . Alangkah baiknya Bee memberi orang itu kesempatan untuk memperbaiki diri , Bukan menyiksa atau membuatnya kelaparan . Lalu apa bedanya Bee dengan orang-orang tadi pagi yang sudah mengeroyoki bang Galih , yang maunya main hakim sendiri ? " Ujar Naura panjang lebar .


Azka langsung merenung mendengar semua penuturan istrinya , benar apa yang dikatakan Naura , dan ia mengakui kesalahannya selama ini , yang selalu gegabah dalam mengambil keputusan .


Hening , kini tinggal keheningan diantara keduanya , Azka merenung mengakui semua kesalahannya , dan Naura ia hanya menundukkan kepala .


Naura pun merasa bersalah karena terlalu berlebihan sehingga mengundang kemarahan Azka .


" Ay ,.. Makasih " Panggil Azka lembut seraya tersenyum , dan kini kedua mata nya berkaca-kaca .


" Untuk apa Bee ?'' tanya Naura , seraya menatap kedua mata Azka .


" Makasih , sudah mau mengingatkan Bee , maaf atas semua perlakuan Bee yang sudah nyakitin perasaan kamu , Bee benar-benar minta maaf " ujar Azka panjang lebar seraya menangkup kedua tangannya di dada .


" Bee gak perlu bertimakasih dan meminta maaf , Bee gak salah ko , yang salah itu Naura , karna Naura yang sudah keterlaluan sehingga mengundang kemarahan Bee " jawab Naura yang langsung meraih kedua tangan Azka .


Azka tersenyum manis dan keduanya langsung berpelukan .


" Ay jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan Bee ya " Pinta Azka seraya mempererat pelukannya .


" Bee juga harus mengingatkan Naura , jika Naura berbuat salah " Balas Naura , seraya melepaskan pelukannya .


Lalu keduanya saling tatap dan tersenyum . Azka mengakui dan memuji kecantikan istrinya .


Ia merhatikan setiap bahagia wajah cantik Naura , dan ketika kedua matanya melihat ke arag bibir ranum milik Naura , tangan Azka langsung terangkat memegang dagu Naura , Lalu detik berikutnya ia meng*c*p bibir ranum itu , iya awalnya hanya ingin meng*c*p tapi entah dapat keberanian dari mana , Azka malah berbuat lebih dan berkesempatan mengabsen setiap rongga mulut Naura .


Azka langsung menghentikan Aksinya , ketika merasakan kepalan tangan Naura yang memukul dada bidang pelan .


" Bee , Naura gak bisa nafas " Ujar Naura dengan suara tersengal-sengal , dengan kedua pipi memerah .


" Maaf sayang " balas Azka terkekeh seraya mengusap bibir ranum Naura dengan ibu jari nya .


Sekali lagi Naura memukul dada bidang Azka dengan tangannya , dan ia langsung menunduk dengan kedua pipi yang sudah berubah warna menjadi merah padam .


" Ay jangan kapok ya nanti juga terbiasa ko " Bisik Azka lembut .


" Bee " Naura mendongak menatap Azka dengan menahan rasa malu .


Azka tertawa puas melihat Naura yang salting karna menahan rasa malu .


Naura pun segera pergi meninggalkan Azka ke ruang ganti , untuk mengganti pakaiannya dengan setelan baju tidur .


Namun baru saja akan membuka lemari , ia langsung dikagetkan dengan keadaan baju Azka yang berantakan .


" Bee " , teriak Naura .


Dan Azka dengan tergesa langsung menghampirinya takut terjadi sesuatu dengan Naura .


" Kenapa Ay ?'' tanya Azka tanpa merasa berdosa .


" Ini apa Bee ? , kenapa berantakan ? " , tanya Naura seraya menunjuk keadaan lemari nya .


" Maaf Ay " balas Azka seraya menampilkan barisan gigi putih nya yang bersih dan rapi .


" Hufhhhhh .... " , Naura menghembuskan nafasnya secara kasar , lalu ia mulai merapikan kembali semua baju suaminya yang berantakan .


" Ay perlu bantuan gak ? , " tawar Azka sambil cengengesan .


" Gak usah , makasih bee " , Jawab Naura malas .


" Ya sudah , Bee lanjut nonton tv ya " timpal Azka sekaligus pamit .


Naura memunguti satu-persatu baju Azka yang jatuh , lalu ia kembali melipat dan menyimpan nya dengan sangat rapi didalam lemari .


" Apa susahnya sii mengambil baju ? , kenapa harus berantakan seperti ini ? " , gerutu Naura sedikit kesal seraya ia memperagakan mengambil satu baju dari lemari .


" Apa mungkin semua laki-laki seperti ini ? , tak bisa mengambil baju dengan rapi ? '' , ujar nya lagi seraya menggelengkan kepalanya .


Naura sudah membereskan dan merapikan semua baju Azka yang berantakan , ia pun sudah memasukkannya kembali kedalam lemari , lalu ia segera mengambil baju tidurnya dan pergi ke kamar mandi .


Selang beberapa menit , Naura sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju setelan tidur berbahan sutra .


Ia langsung naik ke atas tempat tidur dan menyandarkan badannya dikepala ranjang .


" Maaf " Ujar Azka seraya menyandarkan kepala dibahu Naura .


" Untuk apa Bee ? '' , tanya Naura seraya melihat kearah bahunya dimana Azka pun tengah menatap nya .


" Tentang baju yang berantakan tadi " Jawab Azka sambil menampilkan barisan gigi yang putih dan rapinya .


Naura tersenyum dan mengangguk .


" Kita baikan " Ujar Azka seraya memperbaiki duduknya , dan kini ia sudah berhadapan dengan Naura .


" Baikan " Balas Naura yang menyodorkan jari kelingkingnya .


" Baikan " timpal Azka lagi yang menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , Like , komen , Vote , dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗 🙏.