
Naura dibuat kaget dan melongo dengan sikap Azka , ia hanya menatap Azka sekilas lalu menunduk karna takut dengan tatapan yang dilayangkan Azka , kedua matanya langsung berkaca-kaca namun Naura menahannya agar cairan bening nya tidak jatuh .
Melihat Naura yang langsung terdiam dan menunduk , Azka langsung tersadar .
" Astagfirullah hal'adzim " Ucap Azka beristigfar .
Lalu dengan perlahan Azka mendekat ke arah Naura , ia duduk tepat disamping Naura .
" Ay maaf " lirih Azka pelan , ia benar-benar menyesal karena tidak bisa menahan amarahnya .
" Maaf , Bee tidak bermaksud seperti tadi , Bee hanya tidak suka melihat kamu telponan sambil ketawa-ketawa dengan laki-laki lain " Tutur Azka lembut .
" Tapi itu Abang Naura sendiri Bee , bukan orang lain " Balas Naura seraya menghapus cairan bening yang sudah lolos jatuh membasahi pipinya .
" Ay jangan nangis , Bee benar-benar minta maaf , bee menyesal " ujar Azka panik yang langsung meraih kedua tangan Naura .
" Bee kenapa sii ? , Kenapa Bee tega memperlakukan Naura seperti ini ?'' tanya Naura dengan suara tercekat karna menahan tangisnya .
Azka menggelengkan kepalanya dengan cepat ,
" Ngga ay , gak ada niatan sedikit pun Bee akan berbuat seperti ini , Bee sudah menahan amarah Bee sedari tadi di markas dan di Caffe , namun Bee benar-benar tidak bisa melihat kamu ketawa-ketawa sambil telponan dengan laki-laki lain Ay , Bee tidak suka " jawab Azka panjang lebar seraya menggenggam kedua tangan Naura lembut .
" Bee , perlu Bee tahu Naura hanya ingin Bee menyadari kesalahan Bee sendiri , Naura tidak suka Bee berbuat tega membiarkan orang yang Bee sekap kelaparan , Naura gak suka Bee seperti itu " Balas Naura mengutarakan kekesalannya .
" Tapi dia orang jahat ay " timpal Azka mengingatkan .
" Naura tahu Bee , tapi apakah Bee tahu alasan orang itu , kenapa ia berbuat jahat ? " tanya Naura dengan manatap Azka .
Azka langsung terdiam , ia tidak bisa menjawab apa-apa .
" Ga tau kan ? ", tanya Naura yang melihat Azka hanya diam saja .
" Mungkin saja orang itu berbuat jahat karna keadaan yang memaksanya . Alangkah baiknya Bee memberi orang itu kesempatan untuk memperbaiki diri , Bukan menyiksa atau membuatnya kelaparan . Lalu apa bedanya Bee dengan orang-orang tadi pagi yang sudah mengeroyoki bang Galih , yang maunya main hakim sendiri ? " Ujar Naura panjang lebar .
Azka langsung merenung mendengar semua penuturan istrinya , benar apa yang dikatakan Naura , dan ia mengakui kesalahannya selama ini , yang selalu gegabah dalam mengambil keputusan .
Hening , kini tinggal keheningan diantara keduanya , Azka merenung mengakui semua kesalahannya , dan Naura ia hanya menundukkan kepala .
Naura pun merasa bersalah karena terlalu berlebihan sehingga mengundang kemarahan Azka .
" Ay ,.. Makasih " Panggil Azka lembut seraya tersenyum , dan kini kedua mata nya berkaca-kaca .
" Untuk apa Bee ?'' tanya Naura , seraya menatap kedua mata Azka .
" Makasih , sudah mau mengingatkan Bee , maaf atas semua perlakuan Bee yang sudah nyakitin perasaan kamu , Bee benar-benar minta maaf " ujar Azka panjang lebar seraya menangkup kedua tangannya di dada .
" Bee gak perlu bertimakasih dan meminta maaf , Bee gak salah ko , yang salah itu Naura , karna Naura yang sudah keterlaluan sehingga mengundang kemarahan Bee " jawab Naura yang langsung meraih kedua tangan Azka .
Azka tersenyum manis dan keduanya langsung berpelukan .
" Ay jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan Bee ya " Pinta Azka seraya mempererat pelukannya .
" Bee juga harus mengingatkan Naura , jika Naura berbuat salah " Balas Naura , seraya melepaskan pelukannya .
Lalu keduanya saling tatap dan tersenyum . Azka mengakui dan memuji kecantikan istrinya .
Ia merhatikan setiap bahagia wajah cantik Naura , dan ketika kedua matanya melihat ke arag bibir ranum milik Naura , tangan Azka langsung terangkat memegang dagu Naura , Lalu detik berikutnya ia meng*c*p bibir ranum itu , iya awalnya hanya ingin meng*c*p tapi entah dapat keberanian dari mana , Azka malah berbuat lebih dan berkesempatan mengabsen setiap rongga mulut Naura .
Azka langsung menghentikan Aksinya , ketika merasakan kepalan tangan Naura yang memukul dada bidang pelan .
" Bee , Naura gak bisa nafas " Ujar Naura dengan suara tersengal-sengal , dengan kedua pipi memerah .
" Maaf sayang " balas Azka terkekeh seraya mengusap bibir ranum Naura dengan ibu jari nya .
Sekali lagi Naura memukul dada bidang Azka dengan tangannya , dan ia langsung menunduk dengan kedua pipi yang sudah berubah warna menjadi merah padam .
" Ay jangan kapok ya nanti juga terbiasa ko " Bisik Azka lembut .
" Bee " Naura mendongak menatap Azka dengan menahan rasa malu .
Azka tertawa puas melihat Naura yang salting karna menahan rasa malu .
Naura pun segera pergi meninggalkan Azka ke ruang ganti , untuk mengganti pakaiannya dengan setelan baju tidur .
Namun baru saja akan membuka lemari , ia langsung dikagetkan dengan keadaan baju Azka yang berantakan .
" Bee " , teriak Naura .
Dan Azka dengan tergesa langsung menghampirinya takut terjadi sesuatu dengan Naura .
" Kenapa Ay ?'' tanya Azka tanpa merasa berdosa .
" Ini apa Bee ? , kenapa berantakan ? " , tanya Naura seraya menunjuk keadaan lemari nya .
" Maaf Ay " balas Azka seraya menampilkan barisan gigi putih nya yang bersih dan rapi .
" Hufhhhhh .... " , Naura menghembuskan nafasnya secara kasar , lalu ia mulai merapikan kembali semua baju suaminya yang berantakan .
" Ay perlu bantuan gak ? , " tawar Azka sambil cengengesan .
" Gak usah , makasih bee " , Jawab Naura malas .
" Ya sudah , Bee lanjut nonton tv ya " timpal Azka sekaligus pamit .
Naura memunguti satu-persatu baju Azka yang jatuh , lalu ia kembali melipat dan menyimpan nya dengan sangat rapi didalam lemari .
" Apa susahnya sii mengambil baju ? , kenapa harus berantakan seperti ini ? " , gerutu Naura sedikit kesal seraya ia memperagakan mengambil satu baju dari lemari .
" Apa mungkin semua laki-laki seperti ini ? , tak bisa mengambil baju dengan rapi ? '' , ujar nya lagi seraya menggelengkan kepalanya .
Naura sudah membereskan dan merapikan semua baju Azka yang berantakan , ia pun sudah memasukkannya kembali kedalam lemari , lalu ia segera mengambil baju tidurnya dan pergi ke kamar mandi .
Selang beberapa menit , Naura sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju setelan tidur berbahan sutra .
Ia langsung naik ke atas tempat tidur dan menyandarkan badannya dikepala ranjang .
" Maaf " Ujar Azka seraya menyandarkan kepala dibahu Naura .
" Untuk apa Bee ? '' , tanya Naura seraya melihat kearah bahunya dimana Azka pun tengah menatap nya .
" Tentang baju yang berantakan tadi " Jawab Azka sambil menampilkan barisan gigi yang putih dan rapinya .
Naura tersenyum dan mengangguk .
" Kita baikan " Ujar Azka seraya memperbaiki duduknya , dan kini ia sudah berhadapan dengan Naura .
" Baikan " Balas Naura yang menyodorkan jari kelingkingnya .
" Baikan " timpal Azka lagi yang menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Naura .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , Like , komen , Vote , dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗 🙏.