
Kali ini Aira benar-benar susah sekali untuk dibujuk , Naura dan Azka pun sudah kehabisan akal menghadapi sikap Aira yang terus-terusan menangis dan ingin ikut , ditambah meraka tak tega karena suara Aira sudah mau habis karna terlalu lama menangis .
Anak panti yang lainnya pun ikut membujuk Aira , namun hasilnya tetap sama Aira terus menangis seraya memeluk Naura erat .
Karna tak ada pilihan lain , akhirnya Azka pun memutuskan untuk membawa Aira pulang ke kediaman Ayah Alex .
Azka perlahan mengajak Aira bicara dan memberitahunya untuk berhenti menangis karna Aira akan ikut pulang bersama Azka dan Naura .
Dan ternyata Aira langsung menghentikan tangisnya .
Bu Susi dan pak Saswi berkali-kali meminta maaf , mereka merasa tidak enak karna tidak bisa membujuk Aira .
" Tidak apa-apa bu , pak , mungkin karena kita jarang kesini jadi Aira tidak mau ditinggal " , jawab Azka yang dianggukan Naura .
Naura , Azka dan Aira langsung berpamitan karna hari semakin sore dan sepertinya mau turun hujan .
Suasana didalam mobil kali ini hanya tercipta kesunyian , Aira yang ceria dan banyak berbicara kini ia hanya diam seraya memeluk Naura dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Naura .
Azka dan Naura beberapa kali saling melirik seraya memberi kode ke arah Aira yang masih terdengar suara sesegukan nya , kedua nya sengaja membiarkan Aira terlebih dahulu sampai ia merasa lebih tenang .
Setelah tidak terdengar lagi suara sesegukan Aira , Naura pun dengan perlahan mengajak Aira berbicara .
" Aira sayang , coba sini lihat bunda " , pinta Naura lembut .
Dengan perlahan Aira melepaskan pelukannya , dan ia langsung melihat pada Naura .
Kedua mata Aira terlihat sangat sembab , bahkan masih ada sisa cairan bening diujung matanya . dengan lembut Naura mengelap sisa aira mata Aira , lalu menghadiahi satu kecupan sayang di kening Aira .
" Ya Allah kasihan sekali Aira " , batin Naura tak tega.
" Maaf ya bunda sama Ayah sudah buat Aira menangis ? " , Ujar Naura merasa bersalah . lalu ia kembali memeluk Aira dan mengusap punggungnya lembut .
Aira hanya menjawabnya dengan anggukan .
Azka tersenyum seraya melirik sekilas kearah Naura dan Aira .
" Aira sayang banget ya sama bunda ?'' , tanya Azka yang tengah fokus mengemudi .
Lagi-lagi Aira hanya menjawabnya dengan anggukan kepala .
" Unchhh " Naura langsung kembali memeluk Aira yang berada dipangkuannya .
" Aira gak boleh nangis lagi kaya tadi ya , karna Aira sudah ikut sama Ayah dan Bunda " Ujar Azka mengingatkan dan satu tangannya dengan lembut mengelus kepala Aira .
Aira hanya mengangguk seraya melirik Azka .
Tak lama mobil Azka sudah sampai dikediaman Ayah Alex dan berbarengan dengan itu hujan turun membasahi bumi .
Azka dengan cepat turun dari mobil , lalu ia memutar untuk membukakan pintu untuk Naura dan Aira . Azka menggendong Aira dan ketiganya sama-sama masuk ke dalam rumah . Beruntung mereka tak terkena air hujan karna teras depan Ayah Alex sudah memakai tenda membrane .
" Assalamu'alaikum " Salam Naura dan Azka berbarengan .
" Wa'alaikum salam " , jawab semua yang ada dirumah .
" Eh siapa itu ?'' tanya Alex tersenyum seraya menunjuk Aira .
Sebenarnya Alex , Shalwa dan sikembar mereka pernah bertemu dengan Aira karna mereka pernah mengunjungi panti .
Aira langsung memeluk Azka dan menyembunyikan wajah malunya diceruk leher Azka .
" Itu Aira kan kak ?'' , tanya Shalwa memastikan seraya mendekat kearah Aira .
" Iya Bun " Jawab Naura seraya mengangguk .
Bi Tuti dan keluarga Dara yang kebetulan masih ada di rumah Alex , mereka merasa bingung dengan sosok Aira , pasalnya mereka belum bertemu sama sekali .
" Kak , Aira ini siapa ? " , tanya Dara memberanikan diri .
Naura bingung mesti menjawab apa , namun berbarengan dengan itu suara adzan Maghrib berkumandang .
Semua langsung membubarkan diri dan masuk ke kamarnya masing-masing untuk bersiap menunaikan sholat berjama'ah Maghrib .
Begitu pun dengan Azka , Naura dan Aira .
" Bee lebih baik Bee duluan saja yang ke kamar mandi , Naura nanti mandinya barengan saja dengan Aira dikamar lain " Ujar Naura ketika Azka sudah menurunkan Aira diatas tempat tidur .
Azka langsung mengaguk , lalu segera berlalu masuk ke kamar mandi , namun sebelum itu ia menyempatkan mengecup pipi cabby Aira .
" Aira tunggu sebentar ya " Ujar Naura seraya menyalakan tv yang ada dikamar nya l.
" Iya bunda " Jawab Aira seraya mengangguk .
Naura langsung pergi ke ruang ganti mengambil pakaian untuk Azka dan juga diri nya .
" Ayo Aira sekarang ikut bunda yu " , Ajak Naura seraya menyimpan pakaian Azka diatas tempat tidur .
Naura dan Aira pergi ke kamar lain untuk membersihkan diri , karna jika menunggu Azka pasti mereka akan terlambat untuk sholat berjama'ah .
*****
Kini semua sudah duduk dimeja makan untuk menikmati makan malam , Aira sepertinya ia sudah lebih baik dan ia sudah bisa bermain dengan sikembar dan Fawwaz .
Oh ya untuk sementara Aira meminjam baju Zani , dan kebetulan Manda masih menyimpan baju Zani yang sudah kecil dan ternyata ukurannya pas di badan Aira .
Seperti biasa setelah melakukan makan malam , semua langsung menuju ruang keluarga untuk mengobrol santai seraya menonton siaran tv.
" Jadi gimana teh ? " , tanya Dara ketika semuanya sudah duduk diruang keluarga .
" Apanya Dara ?'' , tanya balik Shalwa seraya mengerutkan dahinya bingung .
" Ini loh teh tentang Aira " , jawab Dara sambil menampilkan barisan giginya yang bersih .
" Ohh " , balas Shalwa ber-oh ria .
Lalu Shalwa melirik Naura dan Alex bergantian .
Naura hanya mengangguk memberi kode pada bundanya , karna sudah terlanjur , jadi Naura membiarkan semua keluarga besarnya mengetahui tentang Panti Asuhan Pelita termasuk tentang Aira .
Setelah melihat Naura memberi kode anggukan , Alex pun langsung ikut mengangguk memberi kode pada Shalwa kalau ia boleh menjelaskan tentang Aira pada Dara dan yang lainnya .
Shalwa dengan perlahan menceritakan tentang Aira dan dari mana ia berasal , serta tentang Naura yang sudah berhasil merintis mendirikan sebuah panti Asuhan .
Setelah mendengarkan cerita dari Shalwa .
Dara dan bi Tuti serta Farhan mereka merasa kagum dan bangga pada Naura ternyata Naura mempunyai jiwa peduli yang sangat tinggi .
Dan ada rasa kasihan dan prihatin pada Aira ketika mendengar kisah Aira yang malang .
" Masya Allah teteh bangga sama kamu Ra , gak nyangka banget kamu bisa mendirikan panti Asuhan untuk anak-anak yang kurang beruntung seperti Aira " , Kagum Dara dengan mata yang berkaca-kaca .
" Alhamdulillah teh , dan itu semua karna doa dari semua " , jawab Naura sambil tersenyum .
" Kak kenapa Aira gak tinggal disini saja selamanya ? " , tanya Shalwa seraya melirik Alex untuk meminta persetujuan .
" Iya kak , ditambah Aira selalu ingin dekat kakak terus , kasihan dia " Timpal Alex setuju dengan ide sang istri .
" Maksudnya Aira kami adofsi gitu yah ?'' Tanya Azka yang ikut menimpali .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .