
Tak lupa Azka sudah mengganti lampu kamarnya dengan lampu tidur , Azka perlahan mulai mengungkung tubuh kecil Naura dan ia kembali mengulangi me***um kening Naura , turun ke kedua pipi lalu me***um bi*** ranum Naura , iya awalnya hanya c***an namun semakin lama semakin dalam dan menuntut untuk melakukan hal yang lebih .
Azka menatap wajah Naura yang memerah seraya tangannya menyelipkan anak rambut yang menghalangi sebagai wajah Naura .
" Ay beneran bee boleh melakukannya ? " , tanya Azka memastikan dengan suara seraknya , Azka tidak mau jika melakukan hal itu dalam keadaan Naura yang merasa terpaksa .
Naura hanya mengangguk pelan seraya tersenyum manis .
" Ay melakukan ini ikhlas kan ? , gak ada paksaan sama sekali ? " , tanya Azka lagi seraya menatap dalam kedua netra Naura .
Lagi-lagi Naura hanya mengangguk dan tersenyum .
" Ay - " , Ujar Azka lagi namun perkataannya langsung dipotong oleh Naura .
" Naura ikhlas bee , Naura ikhlas ingin memberikan yang sudah menjadi hak nya bee " , Ujar Naura pelan lalu ia menunduk karna malu .
" Makasih sayang " , jawab Azka tersenyum senang , lalu ia mulai mele****** semua kain yang menempel pada tubuhnya dan juga pada tubuh Naura .
Azka mengajak Naura untuk membaca doa sama-sama , lalu Azka lagi-lagi mengulangi men**** kening Naura , turun ke kedua pipi , dan kali ini ada benda ke*** yang akan menjadi tempat favorit Azka . Azka melakukannya sangat lembut sehingga Naura langsung terbuai oleh perlakuan Azka sampai akhirnya Naura meraskan rasa sakit diarea ba**hnya .
Setelah menumpahkan lahar panas digoa milik Naura , Azka pun segera menyudahi aksinya , Dan ia sematkan satu kecupan sayang dan tanda terimakasih di kening Naura cukup lama .
" Makasih sayang , I Love you ay , sekali lagi makasih buat semuanya sayang " , bisik Azka tepat ditelinga Naura lalu ia membawa Naura kedalam pelukannya .
Walau kamar mereka sudah menggunakan pendingin ruangan namun malam ini kamar tersebut terasa sangat panas bahkan sampai bercucuran keringat disekujur tubuh Azka dan Naura .
Setelah sejenak beristirahat untuk menghirup udara dalam-dalam , Azka mengajak Naura untuk membersihkan diri terutama membersihkan area bawahnya dan juga sudah kebiasaan Azka sebelum istirahat harus berwudhu terlebih dulu .
" Bee bantu ya ? " , Ujar Azka yang sudah memakai kain sarung untuk menutupi setengah bagian tubuhnya .
" Gak usah bee , Naura bisa kok " , tolak Naura lembut dengan rona merah diwajahnya .
Naura menggunakan selimut untuk menutupi semua bagian tubuhnya yang hanya menyisakan kepada saja .
Dengan perlahan Naura mulai menurunkan kedua kakinya , Namun baru satu kaki ia turunkan menginjak ubin Naura langsung meringis merasakan perih .
" Ay kamu baik-baik aja ? " , tanya Azka khawatir .
" Bee mau digendongan " , pinta Naura manja , dan Azka langsung tersenyum lebar , lalu dengan sigap mengendong tubuh Naura membawanya ke dalam kamar mandi .
Azka mendudukkan Naura diatas closet dengan perlahan .
" Makasih bee , sekarang bee keluar dulu ! " , ujar Naura yang tak berani menatap wajah Azka .
'' Kenapa Ay ? , kita kan bisa melakukannya secara bareng ", tanya Azka seraya menatap Naura .
" Iii Bee " , rengek Naura cemberut dengan wajah memerah .
" Iya iya sayang , kalau udah panggil bee ya , nanti bee gendong lagi " , balas Azka seraya mengusap lembut rambut Naura .
Naura hanya menganggukan kepalanya pelan , dan Azka mulai membalikan badan keluar dari kamar mandi , namun alangkah kagetnya ketika Naura melihat punggung Azka yang dipenuhi bekas cakaran .
Naura langsung menutup mulutnya , ia teringat kejadian panas yang sudah terjadi pada dirinya dan Azka , dan bekas cakaran yang ada dipunggung Azka adalah ulah dari Naura sendiri .
" Ya Allah bee , maafkan Naura , pasti itu sangat perih " , batin Naura merasa bersalah .
Dengan perlahan Naura mulai melepaskan selimut yang membungkus dirinya , Naura hanya membersihkan area bawah seraya menahan rasa perih yang menjalar , lalu ia mengambil air wudhu dan menyambar jubah mandi , Naura memutuskan untuk memakai jubah mandi seraya mencoba berjalan dengan perlahan .
Naura membuka pintu kamar mandi dan ternyata Azka dengan setia menunggunya didepan pintu kamar mandi .
" Bee " ,
" Ay " , keduanya bersamaan memanggil .
" Bee gendong lagi ya ay ? " , tawar Azka seraya menatap Naura .
" Ay yakin ? " ,tanya Azka khawatir .
" Yakin bee , Naura bisa ko ", jawab Naura seraya mulai melangkahkan kakinya melewati Azka .
" Ish " , desis Naura yang kembali merasakan perih ketika melangkahkan kakinya .
" Ay " , panggil Azka khawatir .
" Naura gapapa kok bee , Naura bisa " , balas Naura dengan tersenyum manis .
Azka terus merhatikan Naura seraya mengikuti langkah Naura ke arah ranjang , lalu setelah melihat Naura duduk diatas ranjang , Azka langsung inisiatif membawakan baju ganti untuk istrinya .
" Makasih bee '' , ujar Naura ketika Azka menyodorkan baju ganti untuknya .
" Sama-sama sayang , mau bee bantu gak ? " ,jawab Azka sekaligus menawarkan diri .
" Gak usah bee , Bee lebih baik bersih-bersih aja " , tolak Naura sekaligus memberi saran , dan Azka pun tak ingin memaksa Naura , ia langsung pamit untuk ke kamar mandi .
Tak lama Azka sudah kembali dan Naura pun sudah mengenakan baju gantinya , Azka langsung ke ruang ganti dan memakai baju gantinya , lalu ia kembali ke Naura dan keduanya mulai sama-sama tertidur seraya saling berpelukan .
Keesokan harinya Azka atau pun Naura kedua nya sama-sama bangun kesiangan , Naura bangun sekitar pukul 6 dan tak lama disusul oleh Azka .
" Ya Alah bee kayanya kita kesiangan deh " ,Ujar Naura kaget .
" Memangnya ini jam berapa ay ? " , tanya Azka seraya masih mengumpulkan nyawanya .
" Jam 6 bee , iya benar jam 6 coba lihat " , jawab Naura seraya memperlihatkan jam yang ada dilayar ponselnya .
" Astagfirullah hal'adzim " , Azka beristigfar seraya bangun dari berbaringnya .
" Ya udah ayo kita ambil air wudhu dulu , lalu sholat subuh ay " , Ajak Azka seraya turun dari ranjang .
" Bee lupa ya semalam kita habis ngapain ? " tanya Naura malu-malu .
" Oh iya Astagfirullah " , balas Azka manmpilkan barisan giginya yang putih dan rapi .
" Ya udah kita mandi bareng aja ay biar mempersingkat waktu " , saran Azka .
" Tapi bee " , tolak Naura khawartir .
" Bee janji gak akan berbuat apa-apa ay , lagian kita harus segera sholat subuh " , balas Azka yang mengerti kekhawatiran Naura .
Setelah mendapat anggukan kepala dari Naura , Azka kembali menggendong tubuh Naura ke kamar mandi , dan ia benar-benar menempati janji nya untuk tidak berbuat hal yang dikhawatirkan oleh Naura , keduanya sama-sama membersihkan diri bahkan saling membantu membersihkan area yang susah dijangkau .
Sekitar 20 menit keduanya sudah menyelesaikan ritual membersihkan diri setelah aksi panas semalam , lalu mereka segera melaksanakan sholat subuh berjama'ah .
Dan setelah itu Azka membantu mengeringkan rambut Naura , terlihat jelas ada banyak bekas aksinya semalam diarae leher putih Naura .
Azka tersenyum puas sedangkan Naura ia tertunduk malu .
" Ay untuk beberapa hati kita dikamar aja ya " , Ujar Azka karna kasihan dengan Naura .
" Kalau begini caranya Naura hanya jadi penghuni kamar " , batin Naura sendu .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .