The Power Of Love

The Power Of Love
Mauryn Lagi



Naura menjadi salah tingkah , ia baru sadar karna saking senangnya melihat Azka yang berdiri dihadapannya , Naura tak bisa mengontrol dirinya sehingga ia langsung menubruk badan kekar Azka dan memeluk nya .


" Ekhem .. " , dehem Azka sambil tersenyum melihat Naura yang salah tingkah.


" Jadi kita mau langsung pulang ? , apa makan dulu nih ? " , tanya Azka karna Naura hanya diam dengan kedua pipi memerah.


" Ya sudah makan dulu saja , kasihan bang Anggi sudah cape masak " , jawab Naura pelan .


" Oke , tapi Bee mau disuapin ya Ay " , balas Azka manja .


Naura langsung membulatkan matanya , namun karna Azka mengancam tidak mau makan jika tidak disuapin , akhirnya Naura mengalah ia dengan telaten menyuapi Azka dan sesekali memasukan makanan ke dalam mulutnya .


Sekitar lima menit lebih semua makanan yang ada dipiring sudah berpindah tempat ke perut Azka dan Naura .


Seperti biasa selesai menghabiskan makannya , Azka menyodorkan gelas yang berisi jus segar pada Naura agar Naura meminum terlebih dulu , lalu setelah Naura barulah Azka akan meminum nya digelas tepat bekas bibir Naura minum .


" Alhamdulillah " , ujar Azka .


" Ayo bee kita pulang , Aira sama yang lainnya pasti udah nungguin " , Ajak Naura seraya bangkit dari duduknya .


Namun Azka dengan cepat menarik tangan Naura sehingga ia terduduk kembali , dan dengan perlahan Azka langsung mendekatkan wajahnya dengan Naura , lalu menji**t ujung bibir Naura yang menyisakan sedikit makanan .


" Bee " , cicit Naura dengan suara tercekat sekaligus dengan kedua pipi yang sudah memerah.


" Makanannya kalau makan jangan belepotan " , balas Azka santai seraya tersenyum .


Naura hanya menggelengkan kepalanya , seraya menetralkan detak jantungnya yang bekerja berkali-kali lipat .


" Ayo katanya mau pulang ? " , Ajak Azka sambil tersenyum . Dan Naura hanya mengangguk sebagai jawaban .


Sebelum pulang tak lupa Naura membereskan bekas makannya dan berpamitan kepada bang Angga dan bang Anggi .


Naura dan Azka sama-sama melangkahkan kakinya keluar dari Caffe , namun sebelum itu tiba-tiba saja ada yang memanggil nama Azka.


Azka dan Naura secara bersamaan langsung melirik ke asal suara .


" Cwe aneh itu lagi " gumam Naura malas .


Iya yang memanggil nama Azka adalah Mauryn , yang kebetulan sedang makan dicaffe bersama ketiga teman-temannya yang berpakaian tak jauh seperti dia .


" Azka sini " , suara Mauryn kembali memanggil Azka seraya melambaikan tangannya.


" Ga punya malu apa ? , diliatin banyak orang terik-terik manggil cwo eh suami orang " , batin Naura kesal .


Azka meraih tangan Naura dan segera mengajaknya untuk meninggalkan Caffe tapi Naura menolaknya , ia malah memberi isyarat untuk melangkah ke arah Mauryn .


" Ngapain Ay ?'' , tanya Azka sambil mengerutkan dahinya .


" Kasihan bee , orang-orang pada ngeliatin kita dan dia , kalau kita pergi begitu saja kasihan dia " , jawab Naura sedikit berbisik.


" Tapi kamu jangan marah lagi ya , atau cemburu " , peringatan dari Azka seraya menatap Naura .


" Iya nggak orang kita kesana barengan , lagian aku mau tahu , mau ngapain dia manggil-manggil bee sampe teriak-teriak kaya gitu " timpal Naura mantap , Azka mengangguk dan keduanya langsung mendekat ke arah meja Mauryn tak lupa Azka semakin mesra menggandeng tangan Naura .


" Azka kamu suka kesini juga ya , ko gak pernah bilang-bilang sii , aku juga sering kesini bahkan ini tempat favorit aku makanannya enak-enak , tempat nya juga bagus estetik banget , iya gak guys " , Ujar Mauryn heboh ketika Azka dan Naura sudah berdiri didekat mejanya , tak lupa ia pun meminta persetujuan teman-temannya yang langsung dijawab dengan anggukan kepala .


" Oh ya syukur deh kalau gitu , tapi maaf gue banyak urusan , gue harus pergi " , jawab Azka dingin .


" Ayo ay " , Ajak Azka pada Naura dengan nada lembut , berbeda sekali ketika berbicara dengan Mauryn .


Mauryn dan ketiga temannya melongo melihat Azka yang pergi begitu saja , padahal Mauryn niatnya ingin memperkenalkan Azka pada ketiga temannya .


Setelah Azka berhasil keluar dari Caffe , ketiga sahabat Mauryn dengan kompak langsung cekikikan menertawakan Mauryn .


Mauryn tampak kesal menahan amarah , ia tak terima diperlakukan demikan oleh Azka didepan teman-temannya , Mauryn tahu sejak dulu Azka memang selalu bersikap dingin dengan teman cwenya , lalu kenapa ia bisa mempunyai seorang pacar ? bahkan jika dibandingkan dengan dirinya sudah pasti dirinya lebih baik dari segi apapun .


Sedangkan didalam mobil Azka dan Naura terlibat obrolan membicarakan tentang Mauryn .


" Bee ko kamu jahat banget sii sama Mauryn ? , kasihan tahu Bee , pasti dia malu banget dapat perlakuan kaya tadi dari kamu terlebih didepan teman-temannya " ,Ujar Naura seraya menatap Azka .


Ada rasa senang sekaligus tak tega ketika Azka memperlakukan Mauryn kaya tadi .


" Ay asal kamu tahu sejak awal ketemu Mauryn diluar negeri memang bee kurang suka dengan sikap dia " , balas Azka seraya melirik Naura sekilas lalu kembali fokus ke jalanan .


" Kenapa ? , dia cantik ko bahkan jauh lebih cantik dibanding Naura ? " , tanya Naura yang masih setiap menatap Azka .


" Buat apa cantik fisik kalau dia dengan suka rela memamerkan ke semua orang , menurut bee jauh lebih cantik kamu Ay , insha Allah cantik dari segi mana pun " Jawab Azka seraya mengelus pipi Naura lembut.


" Dih ko malah gombal sii bee , Naura kan nanya serius " , balas Naura dengan kedua pipi memerah .


" Iya Bee juga jawab serius sayang , memang benar adanya ko " , ujar Azka mantap seraya meraih tangan Naura lalu dikecupnya dengan lembut .


" Bee fokus nyetir dulu " , cicit Naura seraya menarik perlahan tangannya dari genggaman tangan Azka .


Azka melirik Naura sekilas seraya tersenyum .


Tak lama mobil Azka sampai dirumah Ayah Alex , dan Azka langsung memasukan mobilnya ke garasi .


Setelah memarkirkan mobilnya digarasi , seperti biasa Azka turun terlebih dulu untuk membukan pintu sang istri , lalu keduanya sama-sama melangkah masuk kedalam rumah .


" Assalamu'alaikum " , salam Azka dan Naura bersamaan , namun sepertinya keadaan rumah tampak sepi atau yang lain tengah berada dimeja makan tengah melakukan makan malam .


Naura dan Azka ingin memastikan semua anggota keluarganya dan dugaan nya ternyata benar , mereka tengah menikmati makan malam .


Lalu dengan perlahan Azka dan Naura melangkahkan kakinya menuju arah tangga , namun baru akan menaiki anak tangga yang pertama suara Aira yang cempreng memanggil keduanya dan menghentikan langkah mereka .


" Bunda..... , Ayah...... " , teriak Aira dari arah belakang seraya berlari .


" Aira bukannya lagi makan ya ?'' , tanya Azka yang kini sudah menggendong Aira .


" Sudah Ayah " , jawab Aira .


" Makannya sudah selesai ?'' , tanya Naura sambil mengelus kepala Aira lembut.


" Sudah kak , kami sudah selesai ko , kalian baru pulang ? " , jawab bunda Shalwa sekaligus bertanya .


" Iya bun kami baru pulang maaf ya Bun " , jawab Naura seraya meminta maaf , lalu Naura dan Azka bergantian mencium punggung tangan bunda Shalwa .


" Kenapa minta maaf , lagian kakak pergi kan sama suami sendiri " , jawab bunda Shalwa seraya tersenyum .


" Ya sudah Bun , Naura dan bee pamit ke kamar dulu ya " , pamit Naura sedangkan Azka hanya mengangguk .


" Ya sudah , tapi apa baiknya kalian makan malam dulu " , jawab Bunda Shalwa sekaligus menawarkan makan malam .


" Nanti saja Bun , kita tadi sempat mampir di Caffe " , jawab Naura , dan langsung dianggukan bunda Shalwa .


Naura dan Azka sama-sama menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan Aira yang masih menempel digendongan Azka .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .