The Power Of Love

The Power Of Love
Kesempatan kedua



Ketika mereka tengah berpelukan , tiba-tiba Naura langsung melepaskan pelukannya , ia teringat dengan sipencopet , Naura takut kalau Azka sudah memberinya pelajaran .


" Bee Naura mau ketemu orang yang kamu sekap diruang gelap bawah tanah tadi " pinta Naura seraya menatap Azka .


" Hah siapa ?'' , tanya Azka sambil mengerutkan keningnya .


" Ya sipencopet itu " , Jawab Naura seraya terus menatap Azka .


" Buat apa ? , dia sudah diurus oleh anak buah Bee " jawab Azka apa adanya .


" Lebih baik kita pulang saja ay , tadi bunda sempat nelpon Bee , bertanya keberadaan kita " , Ajak Azka lembut seraya meraih tangan Nuara .


" Tapi Naura tetep ingin ketemu dulu sama orang yang kamu sekap dan Naura minta kamu jangan apa-apain dia " , timpal Naura dingin seraya melepaskan tangannya dari genggaman tangan Azka .


Azka menjadi gusar , ia tak mungkin memberi tahu Naura jika sipencopet itu akan menjadi santapan Harimau kesayangannya .


" Bentar Ay '' balas Azka lalu ia mengambil ponsel disakunya , dan berjalan menjauh dari Naura .


" Jangan sampe orang itu sudah disantap oleh Felix " gumam Azka gusar .


Azka langsung saja menelepon David dan mengisntrusinya untuk memastikan kalau sipencopet belum dijadikan santapan untuk Felix .


Tak lama Azka mematikan sambungan telponnya , bersyukur sipencopet baru akan dibawa ke kandang Felix dan Azka segera memerintahkan untuk dibawa kembali ke ruang gelap bawah tanah .


" Selamat " gumam Azka lega seraya mengusap dadanya .


Lalu ia segera melangkahkan kakinya untuk menemui Naura kembali , dan ternyata Naura sedang berada dikamar mandi yang ada diruangan Azka .


Azka mendudukkan badannya ditempat tidur seraya menunggu Naura , ia bisa bernafas sedikit lega karena sipencopet belum disantap oleh Felix , kalau itu semua sudah terjadi Azka tidak bisa bayangkan bagaimana Naura marah bahkan mungkin Naura bisa membenci dirinya .


Tak lama Naura keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar , sudah dipastikan ia sudah membasuh mukanya . Azka pun tersenyum dan memperbaiki duduknya .


" Tadi pulas banget tidur nya Ay , cape ya ? " Ujar Azka sambil tersenyum .


" Ngga ko " jawab Naura sambil menampilkan barisan giginya , sebenarnya Naura malu bisa-bisa ia tertidur dimarkas Azka .


" Ya udah , ayo kita pulang " Ajak Azka lembut .


" Ko pulang ? , Naura mau ketemu dulu sipencopet tadi " , tanya Naura seraya mengutarakan keinginannya .


" Hmm iya iya " jawab Azka mengalah , padahal Azka berusaha untuk langsung membawa Naura pulang , namun namanya juga Naura jika sudah ada keinginan pasti harus selalu dituruti .


" Kirain udah lupa " gumam Azka pelan .


" Hem kenapa Bee ? " tanya Naura yang mendengar gumaman Azka .


" Eh ngga apa-apa ko " jawab Azka sambil menampilkan barisan giginya .


Azka dan Naura langsung meninggalkan ruangan tersebut , Dan tangan Azka dengan gerak cepat langsung menggandeng tangan Naura , sebelum keduanya sama-sama menuju ruang gelap bawah tanah .


" Ini juga sebagai Sunnah loh Ay " Ujar Azka ketika mendapati tatapan dari Naura .


Naura tak ambil pusing tentang Azka yang ingin menggandeng nya .


Yang terpenting Naura ingin segera memastikan kalau sipencopet dalam keadaan baik-baik saja .


Sesampainya di ruangan dimana sipencopet disekap , Naura langsung menatap Azka dengan tatapan menyelidik .


" Kenapa Ay ? , '' tanya Azka sedikit takut mendapat tatapan aneh dari Naura .


" Dia kenapa ? " , tanya Naura dingin .


Iya ternyata sipencopet tadi masih tak sadarkan diri karna obat bius yang Azka berikan .


" Bee gak tahu ay " jawab Azka berbohong .


" Kak David " Panggil Naura .


Iya David ikut serta mendampingi Azka dan Naura ke ruang gelap bawah tanah .


'' Iya Bu bos " sahut David dari arah belakang .


" Apakah orang ini sudah diberi makan ?'' tanya Naura dingin .


" Kak David kenapa malah diam ? '' , tanya Naura lagi .


" Maaf Bu bos belum " Jawab David ragu-ragu .


" Hmmm beri dia makan ! , dan ingat makannya harus sama seperti apa yang tadi Naura makan " , perintah Naura , ia sedikit kesal dengan Azka dan anak buahnya , mereka tega membiarkan orang yang ia sekap kelaparan .


Walaupun Naura kesal atau marah , namun ia tak pernah membiarkan orang yang ia sekap kelaparan bahkan Naura tak pernah membeda-bedakan nya , Jika dirinya makan enak maka orang itu pun harus makan makanan yang sama .


Naura duduk dikursi yang ada diruangan gelap bawah tanah , ia melipat kedua tangannya di dada seraya menatap Azka kesal .


" Ay kamu ngapain duduk disini ?'' , tanya Azka lembut .


" Kenapa ? , gak boleh ? " , tanya Naura ketus .


" Ngga , bukan gitu maksudnya " balas Azka merasa serba salah .


" Naura gak nyangka Bee , kamu setega ini " ujar Naura seraya menggelengkan kepalanya .


Azka tak bisa berkata apa-apa , bahkan untuk membela dirinya sendiri pun ia tak mampu , jika sudah berhadapan dengan Naura , Azka tak bisa untuk berkutik .


Tak lama David datang dengan membawa makanan dan sebotol air mineral .


" Bangunkan dia ! , dan beri dia makan " , Instruksi Naura dingin .


" Baik Bu boss " , jawab David dan ia langsung melaksanakan instruksi dari istri bosnya .


David langsung membangunkan sipencopet tadi , Namun usaha pertamanya tak berhasil karna David tahu dia masih dipengaruhi obat bius yang Azka berikan .


Tak ingin putus asa David terus mencoba membangunkannya , dan akhirnya sipencopet tadi menunjukan tanda-tanda ia akan bangun .


Ia membuka kedua matanya secara memegang ujung pelipisnya .


" Makanlah dan cepat habiskan ! " Ujar David menaruh makanan dan sebotol air mineral dihadapan sipencopet itu .


Karna perutnya sudah menahan lapar sejak tadi , ia pun langsung memakannya dengan lahap .


Naura ia merhatikan sipencopet tadi dengan masih diposisi nya , sedangkan Azka ia hanya berdiri seraya memasukan kedua tangannya ke saku celana .


Azka sudah sangat geram , gara-gara sipencopet ini ia harus membongkar semua identitasnya didepan Naura , belum lagi ia ketahuan tak pernah memberi makan pada orang yang ia sekap .


Setelah sipencopet menyelesaikan makannya , Naura langsung berdiri dari duduknya .


" Kak David dan kamu juga Bee tolong keluar sebentar , Naura mau berbicara dengan orang ini " , pinta Naura sambil menatap Azka dan David bergantian .


" Hah kamu mau apa sii ay ?'' , tanya Azka bingung dan ia tak rela meninggalkan Naura hanya berdua dengan sipencopet .


" Naura minta Bee dan Kak David keluar " pinta Naura sekali lagi dengan penuh penekanan .


" Ngga , aku gak akan pernah rela tinggalkan kamu disini berdua dengan orang seperti dia " balas Azka sambil menatap Naura lekat dan menunjuk sipencopet .


Naura hanya menggelengkan kepalanya , lalu ia mendekati sipencopet itu .


" Ay kamu mau ngapain ?'' tanya Azka seraya menarik tangan Naura .


" Lepas Bee " , balas Naura dingin seraya menatap Azka dan pergelangan tangannya .


Azka langsung melepaskan tangan Naura , ia takut mendapat tatapan dingin dari sang istri .


Naura kembali mendekat , lalu berjongkok dihadapan sipencopet . Walaupun orang yang ada dihadapannya sudah berbuat salah , namun bagi Naura ia pantas menerima kesempatan kedua , maka dari itu Naura ingin bertanya secara baik-baik .


Naura mengajukan beberapa pertanyaan namun sipencopet hanya bungkam dan menunduk .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗 , sehat2 semua 🤗🙏.