
Ketika mereka tengah berpelukan , tiba-tiba Naura langsung melepaskan pelukannya , ia teringat dengan sipencopet , Naura takut kalau Azka sudah memberinya pelajaran .
" Bee Naura mau ketemu orang yang kamu sekap diruang gelap bawah tanah tadi " pinta Naura seraya menatap Azka .
" Hah siapa ?'' , tanya Azka sambil mengerutkan keningnya .
" Ya sipencopet itu " , Jawab Naura seraya terus menatap Azka .
" Buat apa ? , dia sudah diurus oleh anak buah Bee " jawab Azka apa adanya .
" Lebih baik kita pulang saja ay , tadi bunda sempat nelpon Bee , bertanya keberadaan kita " , Ajak Azka lembut seraya meraih tangan Nuara .
" Tapi Naura tetep ingin ketemu dulu sama orang yang kamu sekap dan Naura minta kamu jangan apa-apain dia " , timpal Naura dingin seraya melepaskan tangannya dari genggaman tangan Azka .
Azka menjadi gusar , ia tak mungkin memberi tahu Naura jika sipencopet itu akan menjadi santapan Harimau kesayangannya .
" Bentar Ay '' balas Azka lalu ia mengambil ponsel disakunya , dan berjalan menjauh dari Naura .
" Jangan sampe orang itu sudah disantap oleh Felix " gumam Azka gusar .
Azka langsung saja menelepon David dan mengisntrusinya untuk memastikan kalau sipencopet belum dijadikan santapan untuk Felix .
Tak lama Azka mematikan sambungan telponnya , bersyukur sipencopet baru akan dibawa ke kandang Felix dan Azka segera memerintahkan untuk dibawa kembali ke ruang gelap bawah tanah .
" Selamat " gumam Azka lega seraya mengusap dadanya .
Lalu ia segera melangkahkan kakinya untuk menemui Naura kembali , dan ternyata Naura sedang berada dikamar mandi yang ada diruangan Azka .
Azka mendudukkan badannya ditempat tidur seraya menunggu Naura , ia bisa bernafas sedikit lega karena sipencopet belum disantap oleh Felix , kalau itu semua sudah terjadi Azka tidak bisa bayangkan bagaimana Naura marah bahkan mungkin Naura bisa membenci dirinya .
Tak lama Naura keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar , sudah dipastikan ia sudah membasuh mukanya . Azka pun tersenyum dan memperbaiki duduknya .
" Tadi pulas banget tidur nya Ay , cape ya ? " Ujar Azka sambil tersenyum .
" Ngga ko " jawab Naura sambil menampilkan barisan giginya , sebenarnya Naura malu bisa-bisa ia tertidur dimarkas Azka .
" Ya udah , ayo kita pulang " Ajak Azka lembut .
" Ko pulang ? , Naura mau ketemu dulu sipencopet tadi " , tanya Naura seraya mengutarakan keinginannya .
" Hmm iya iya " jawab Azka mengalah , padahal Azka berusaha untuk langsung membawa Naura pulang , namun namanya juga Naura jika sudah ada keinginan pasti harus selalu dituruti .
" Kirain udah lupa " gumam Azka pelan .
" Hem kenapa Bee ? " tanya Naura yang mendengar gumaman Azka .
" Eh ngga apa-apa ko " jawab Azka sambil menampilkan barisan giginya .
Azka dan Naura langsung meninggalkan ruangan tersebut , Dan tangan Azka dengan gerak cepat langsung menggandeng tangan Naura , sebelum keduanya sama-sama menuju ruang gelap bawah tanah .
" Ini juga sebagai Sunnah loh Ay " Ujar Azka ketika mendapati tatapan dari Naura .
Naura tak ambil pusing tentang Azka yang ingin menggandeng nya .
Yang terpenting Naura ingin segera memastikan kalau sipencopet dalam keadaan baik-baik saja .
Sesampainya di ruangan dimana sipencopet disekap , Naura langsung menatap Azka dengan tatapan menyelidik .
" Kenapa Ay ? , '' tanya Azka sedikit takut mendapat tatapan aneh dari Naura .
" Dia kenapa ? " , tanya Naura dingin .
Iya ternyata sipencopet tadi masih tak sadarkan diri karna obat bius yang Azka berikan .
" Bee gak tahu ay " jawab Azka berbohong .
" Kak David " Panggil Naura .
Iya David ikut serta mendampingi Azka dan Naura ke ruang gelap bawah tanah .
'' Iya Bu bos " sahut David dari arah belakang .
" Apakah orang ini sudah diberi makan ?'' tanya Naura dingin .
" Kak David kenapa malah diam ? '' , tanya Naura lagi .
" Maaf Bu bos belum " Jawab David ragu-ragu .
" Hmmm beri dia makan ! , dan ingat makannya harus sama seperti apa yang tadi Naura makan " , perintah Naura , ia sedikit kesal dengan Azka dan anak buahnya , mereka tega membiarkan orang yang ia sekap kelaparan .
Walaupun Naura kesal atau marah , namun ia tak pernah membiarkan orang yang ia sekap kelaparan bahkan Naura tak pernah membeda-bedakan nya , Jika dirinya makan enak maka orang itu pun harus makan makanan yang sama .
Naura duduk dikursi yang ada diruangan gelap bawah tanah , ia melipat kedua tangannya di dada seraya menatap Azka kesal .
" Ay kamu ngapain duduk disini ?'' , tanya Azka lembut .
" Kenapa ? , gak boleh ? " , tanya Naura ketus .
" Ngga , bukan gitu maksudnya " balas Azka merasa serba salah .
" Naura gak nyangka Bee , kamu setega ini " ujar Naura seraya menggelengkan kepalanya .
Azka tak bisa berkata apa-apa , bahkan untuk membela dirinya sendiri pun ia tak mampu , jika sudah berhadapan dengan Naura , Azka tak bisa untuk berkutik .
Tak lama David datang dengan membawa makanan dan sebotol air mineral .
" Bangunkan dia ! , dan beri dia makan " , Instruksi Naura dingin .
" Baik Bu boss " , jawab David dan ia langsung melaksanakan instruksi dari istri bosnya .
David langsung membangunkan sipencopet tadi , Namun usaha pertamanya tak berhasil karna David tahu dia masih dipengaruhi obat bius yang Azka berikan .
Tak ingin putus asa David terus mencoba membangunkannya , dan akhirnya sipencopet tadi menunjukan tanda-tanda ia akan bangun .
Ia membuka kedua matanya secara memegang ujung pelipisnya .
" Makanlah dan cepat habiskan ! " Ujar David menaruh makanan dan sebotol air mineral dihadapan sipencopet itu .
Karna perutnya sudah menahan lapar sejak tadi , ia pun langsung memakannya dengan lahap .
Naura ia merhatikan sipencopet tadi dengan masih diposisi nya , sedangkan Azka ia hanya berdiri seraya memasukan kedua tangannya ke saku celana .
Azka sudah sangat geram , gara-gara sipencopet ini ia harus membongkar semua identitasnya didepan Naura , belum lagi ia ketahuan tak pernah memberi makan pada orang yang ia sekap .
Setelah sipencopet menyelesaikan makannya , Naura langsung berdiri dari duduknya .
" Kak David dan kamu juga Bee tolong keluar sebentar , Naura mau berbicara dengan orang ini " , pinta Naura sambil menatap Azka dan David bergantian .
" Hah kamu mau apa sii ay ?'' , tanya Azka bingung dan ia tak rela meninggalkan Naura hanya berdua dengan sipencopet .
" Naura minta Bee dan Kak David keluar " pinta Naura sekali lagi dengan penuh penekanan .
" Ngga , aku gak akan pernah rela tinggalkan kamu disini berdua dengan orang seperti dia " balas Azka sambil menatap Naura lekat dan menunjuk sipencopet .
Naura hanya menggelengkan kepalanya , lalu ia mendekati sipencopet itu .
" Ay kamu mau ngapain ?'' tanya Azka seraya menarik tangan Naura .
" Lepas Bee " , balas Naura dingin seraya menatap Azka dan pergelangan tangannya .
Azka langsung melepaskan tangan Naura , ia takut mendapat tatapan dingin dari sang istri .
Naura kembali mendekat , lalu berjongkok dihadapan sipencopet . Walaupun orang yang ada dihadapannya sudah berbuat salah , namun bagi Naura ia pantas menerima kesempatan kedua , maka dari itu Naura ingin bertanya secara baik-baik .
Naura mengajukan beberapa pertanyaan namun sipencopet hanya bungkam dan menunduk .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗 , sehat2 semua 🤗🙏.