The Power Of Love

The Power Of Love
Rumah Kita



Sementara Naura tengah menangis didalam kamar , Azka ia masih duduk di sofa merenungkan semua yang sudah terjadi , ia menyesal karena sudah bersikap kasar pada istrinya , bahkan luka lebam dibahu Naura sepertinya cukup parah , ia benar-benar menyesal telah melukai istrinya .


" Azka kenapa kamu lakukan ini semua ? , kenapa kamu melukai istri mu sendiri ? " , tanya batin Azka mengutuk dirinya sendiri karna tidak bisa mengontrol emosi .


Setelah menenangkan dirinya cukup lama , Azka mulai beranjak dan menaiki anak tangga untuk berbicara baik-baik pada Naura .


" Tok Tok Tok Ay " , Azka mengetuk pintu kamar seraya memanggil Naura , namun ternyata Naura tidak menyahutinya bahkan pintu nya pun terkunci .


Azka yakin Naura masih marah dengan dirinya bahkan biasanya Naura tak pernah mengunci pintunya jika Azka masih berada diluar kamar .


Azka segera mencari kunci cadangannya , dan setelah berhasil ketemu ia langsung membuka pintu kamar .


" Ay , sayang " , panggil Azka lembut seraya membuka pintu kamar.


Namun ternyata Naura tidak menjawab bahkan keadaan kamar sangatlah gelap , Azka mencari tombol untuk menyalakan lampu agar ia bisa melihat dengan jelas keadaan Naura .


Ceklek


Betapa sakitnya hati Azka ketika melihat Naura yang tengah tertidur di sofa dengan wajah sembab .


Sekita kedua mata Azka langsung berkaca-kaca , ia merasa gagal menjadi seorang suami , ia sudah menggoreskan luka di hati istrinya .


Perlahan Azka berjalan mendekat ke arah sofa tanpa memalingkan pandangannya sedikit pun .


Azka berjongkong didepan Naura , tangannya dengan reflek menyentuh ujung mata Naura yang masih menyisakan air mata .


" Bee " , Naura kaget dan langsung bangun ketika merasakan sentuhan Azka .


Tak banyak bicara Azka langsung memeluk tubuh Naura , ia berkali-kali meminta maaf seraya meneteskan air mata .


Iya Azka termasuk orang yang cengeng ketika sudah bersangkutan dengan orang tersayangnya .


" Ay maaf buat semua perlakuan bee hari ini , maaf bee gak bisa nahan amarah bee , maaf bee gak bisa menjaga perkataan bee bahkan bee sampai berteriak dan membentak kamu berkali-kali " , ujar Azka seraya melepaskan pelukannya .


" Bee , ini semua bukan salah bee , semua ini pantas Naura dapatkan karna Naura yang salah , Naura yang harusnya minta maaf sama bee " , jawab Naura yang juga menitikan air mata .


" Ngga sayang jika bee bisa menahan amarah bee pasti semuanya gak bakalan seperti ini , pasti kamu gak akan kaya gini " , timpal Azka seraya meraih kedua tangan Naura .


" Sudah bee , Naura gapapa kok bee , Naura ikhlas menerima ini semua dan Naura bener-bener minta maaf bee , maaf atas kesalahan yang sangat fatal yang sudah Naura perbuat , Naura menyesal bee " , balas Naura seraya mencium tangan Azka dengan berderai air mata .


Azka langsung mencium pucuk kepala Naura beberapa kali .


" Bee memaafkan semua kesalahan kamu ay sebelum kamu meminta maaf , maaf juga atas semua kesalahan bee sama kamu" , Ujar Azka dan dianggukan Naura , lalu keduanya kembali berpelukan .


Setelah beberapa menit berpelukan , Azka melepaskan pelukannya ia dengan lembut mengelap sisa air mata di pipi Naura lalu Azka meraih dagu Naura dan menyematkan satu kecupan hangat dibibir ranum Naura .


" Sudah ya jangan nangis lagi " , pinta Azka seraya tersenyum .


" Bee juga jangan nangis lagi , kok seorang ketua geng cengeng " , timpal Naura seraya melemparkan candaan pada Azka .


" Biarin , ini semua gara-gara istri sholehah nya bee yang udah buat bee nangis kaya gini " , jawab Azka seraya mengelap kasar sisa air matanya .


" Maaf sayang " , balas Naura seraya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azka .


" Cup , iya tidak apa-apa sayang tapi jangan diulangi lagi ya ! " , jawab Azka seraya mengecup kepala Naura .


Kedua nya langsung membersihkan diri dengan cara bergantian , jika Naura sedang tidak ada tamu mungkin Azka menggunakan kesempatan kali ini untuk menghabiskan waktu berdua bercocok tanam .


Setelah membersihkan diri , dan Azka menunaikan kewajibannya , mereka berdua langsung naik ke atas tempat tidur dan menuju alam mimpi yang indah .


Walau Naura sedang ada tamu tapi Azka tetap memperlakukan Naura romantis dan penuh kasih sayang .


" Mmm wangi sekali " , gumam Naura dengan suara serak bangun tidur .


Iya Naura bangun kesiangan , namun tidak dengan Azka dan ia sengaja membiarkan Naura tertidur karna Naura sedang tidak sholat .


" Bee jam berapa ini ? , Naura kesiangan ya ? , maaf ya bee " , Tanya Naura panik seraya langsung bangun dari atas tempat tidur .


" Sayang hey kamu pelan-pelan , kalau kamu tergesa-gesa kaya gitu nanti bisa jatuh ay ", ujar Azka yang mencoba menghentikan langkah Naura .


" Ay mau kemana ? , lagian Aya lagi gak sholat kan ? , Ay gak usah tergesa-gesa kaya tadi ya itu bahaya ! " , tanya Azka seraya memperingati Naura dengan lembut .


" Iya bee maaf " , jawab Naura dan dianggukan Azka .


Laku Naura diajak untuk duduk dipinggir ranjang , dan Azka ia langsung memberinya segelas air mineral .


" Makasih bee " , Ucap Naura tersenyum seraya meraih gelas yang berisi air mineral , lalu diteguknya secara perlahan .


" Sekarang ay bersih-bersih dulu ! , udah itu baru kita sarapan kebetulan bee sudah pesan makanan dari luar " , Ujar Azka seraya meraih gelas kosong yang ada ditangan Naura .


" Baik bee " , jawab Naura dengan senyum mengembang .


Pagi ini terasa lebih indah karna Azka bisa kembali melihat senyum manis istrinya , walau masih merasa bersalah tapi Azka janji akan menebus semuanya dan tidak ingin mengulangi nya lagi .


Karna menunggu itu sangat membosankan jadi Azka langsung berinisiatif untuk menghias balkon dengan seadanya .


Azka menghias meja balkon dengan pernak-pernik seadanya dan ia memetik beberapa tangkai bunga yang sedang bermekaran dihalaman rumahnya untuk mempercantik suasana balkon .


Hampir setengah jam lebih Naura menghabiskan waktunya dikamar mandi dan berbarengan dengan itu karya Azka yang menghias balkon kamar pun sudah jadi .


Walau berkesan sangat mendadak dan singkat tapi balkon kamar kini sudah berubah menjadi indah dan sangat cantik untuk dipandang .


Azka mengajak Naura ke balkon kamar , dan seketika kedua bibir Naura tersenyum manis ketika melihat balkon kamar yang sudah rias .


" Bee kamu yang ngerjain ini semua ? " , tanya Naura dengan senyum mengembang , dan Azka langsung mengangguk cepat sebagai jawaban .


" Bagus gak ? " , tanya Azka dengan menampilkan barisan giginya .


" Bagus bee , Naura suka " , jawab Naura apa adanya .


Azka mengajak Naura untuk duduk dan segera menikmati makanan yang sudah ia pesan sebelum dingin .


" Bee ngomong-ngomong rumah ini milik siapa ? " , tanya Naura sebelum mencoba makanannya .


Azka tersenyum dan ia kembali menyimpan makanan yang ingin ia makan .


" Ini rumah kita Ay , bee sudah mempersiapkan rumah ini untuk keluarga kecil kita " , jawab Azka seraya meraih tangan Naura .


" Bee " , lirih Naura dengan kedua mata berkaca-kaca .


" Ayo makan dulu nanti keburu dingin " , Ajak Azka lembut tak lupa menyempatkan mengecup punggung tangan Naura .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏 .


Maaf autor buat para readers selalu menunggu 🙏🙏 , seminggu kemarin Author hrus pulkam karna nenek meninggal , jadi baru bisa up sekarang 😢 , semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan dipanjangkan umurnya , Aamiin 🙏.