
Tak berapa lama dokter yang memeriksa Aira keluar , dan Naura serta keluarga yang lainnya langsung memberondong dengan berbagai pertanyaan .
" Tenang ya semuanya , Aira hanya saja mengalami syok dan keadaan tubuhnya pun sangat lemah jadi sepertinya harus membutuhkan perawatan satu atau dua hari disini untuk memulihakan kembali kondisi tubuhnya " , Tutur dokter ramah , dan langsung dianggukan oleh semuanya .
" Tapi kami bisa menemuinya sekarang kan dok ? " , tanya Naura sopan .
" Boleh , tapi tunggu sampai dipindahkan ke ruang rawat ya , suster lagi mengurusinya dulu " , jawab sang dokter dengan senyum di bibirnya .
" Baik dok , makasih banyak " , balas Naura , dan dianggukan yang lain , lalu sang dokter pun langsung pamit undur diri .
*****
Kini semua sudah berada diruang rawat Aira , dan Aira Alhamdulillah sudah siuman .
Ia terlihat begitu lemas seperti tak ada tenanga , Aira yang biasanya ceria dan cerewet kini ia hanya berbaring lemas dikasur rumah sakit , sesekali terdengar ia mengadu ketakutan dan tak ingin jauh dari Naura .
" Bunda .... , Aira takut " , lirih Aira pelan seraya tangan satu nya memegang tangan Naura .
Ini sudah kesekian kalinya Aira mengadu ketakutan , pasti Aira sangat syok atas perlakuan Mauryn belum lagi ia harus menyaksikan baku hantam antara Azka , Naura dengan beberapa orang suruhan Mauryn .
" Aira jangan takut ya nak , Aira sudah aman sekarang , Aira sudah bersama kami , disini ada Ayah , bunda , Umma , Abba , kakek , semuanya ada buat jagain Aira " , Ujar Ayah Alex seraya mengelus kepala Aira lembut .
Semua merasa prihatin melihat kondisi Aira dan semua tak bisa untuk menahan air matanya agar tidak jatuh , apalagi bunda Shalwa , mamih Kamila dan Oma Sandra mereka sudah beberapa kali mengelap air mata yang terus membasahi kedua pipinya .
" Aira maafin Umma ya , umma udah ceroboh jagain kamu , maaf ya nak " , ujar bunda Shalwa disela tangisnya seraya mengecup kepala Aira .
" Umma " , lirih Aira pelan .
" Umma jangan nangis " , ucap Aira seraya menggelengkan kepalanya pelan .
Alhamdulillah Aira sudah bisa diajak komunikasi , sedari tadi sudah beberapa orang yang mengajak Aira mengobrol namun tak ada respon sama sekali dari Aira .
" Bunda " , Panggil Aira seraya melihat Naura .
" Aira haus " , ujar Aira , sedari tadi Aira hanya meminta minum mungkin ia kehausan , namun jika ditawari makan Aira selalu menolak tidak mau .
Naura langsung membantu Aira untuk minum .
Naura benar-benar sangat tidak puas memasukan Mauryn kedalam penjara tanpa belum menyentuh Mauryn sama sekali , ingin rasanya Naura menghabisi Mauryn terlebih dulu , atas apa yang sudah dia lakukan pada Aira sampai membuat Aira syok seperti ini , belum lagi sepertinya Mauryn tidak memberi Aira minum dan makan .
Memang sangat disayangkan harus melibatkan polisi , kalau tidak sudah dipastikan Mauryn habis ditangan Naura dan berakhir menjadi santapan Luky dan Lily .
Semua orang terus membujuk Aira agar mau makan , dan akhirnya Aira menganggukan kepalanya pelan , ia mau makan asal disuapin bunda Naura .
Naura dengan telaten menyuapi Aira , dan semua orang mulai duduk di sofa yang ada diruang Aira , membiarkan Aira makan terlebih dulu dengan disuapin Naura .
" Ka apakah pelakunya sudah ditangkap polisi ? " , tanya Papih Aydan .
" Sudah pah , polisi langsung membawa mereka untuk ditindaklanjuti " , jawab Azka jujur .
" Memangnya pelakunya siapa ka ? , apa dia punya masalah dengan keluaraga kita ? " , tanya Mamih Kamila yang merasa sangat geram .
" Azka merasa kita tidak punya masalah , tapi mamih kenal ko dengan pelakunya " , jawab Azka apa adanya .
" Hah siapa kak ? " , tanya mamih Kamila penasaran .
" Mauryn ? " , lirih mamih Kamila , sedangkan yang lainnya ia hanya saling lirik karna merasa asing dengan nama Mauryn .
" Mauryn siapa ka ? " , tanya mamih Kamila lagi .
" Mauryn temen Azka waktu diluar negeri mah , masa mamih lupa " , balas Azka seraya menatap mamih Kamila .
" Oh yang suka ngejar-ngejar kamu itu " , timpal mamih Kamila , dan Azka hanya mengangkat kedua bahunya malas .
" Ko bisa dia tahu tentang Aira , kalian pernah ketemu ? " , tanya Mamih Kamila merasa aneh .
" Iya , waktu itu Azka pergi ke pasar malam dengan Naura , Aira dan sikembar lalu tanpa sengaja ketemu Mauryn " , cerita Azka singkat .
Dan mamih Kamila langsung mengangguk mengerti .
" Tapi sekarang Aira sudah aman kan ka ? " tanya Opa Abi memastikan .
" Insha Allah aman opah " , jawab Azka sambil mengangguk .
Cukup lama mengobrol dirumah rawat Aira dan setelah melihat Aira sudah membaik dan kini sedang istirahat , satu persatu keluarga mulai pamit undur diri karna Papih Aydan dan Ayah Alex mereka harus segera pergi ke kantor begitupun dengan Bunda Shalwa dan mamih Kamila mereka harus mengantarkan sikembar dan Kiya ke sekolah , Lalu disusul oleh Kakek Andi , opa Abi dan Oma Snadra yang pamit karna ada suatu urusan .
Kini tinggal Azka , Naura dan Aira yang ada diruangan itu , karna masih sedikit kesal dengan Naura , Azka menyibukkan diri dengan bermain ponselnya tak lupa ia mengirimkan pesan kepada Temmy kalau ia berhalangan masuk kelas hari ini .
Sedangkan Naura ia sudah sedikit lebih tenang karna Aira yang sudah mau makan , Naura terus mengusap pelan kepala Aira yang sudah tertidur dengan nafas teratur .
Melihat Aira yang tertidur pulas , Naura pun menjadi ngantuk ditambah ia tidak tidur semalaman , Naura menaruh kepalanya didekat Aira , dan ia mulai memejamkan kedua matanya , tak lama Naura tertidur dengan duduk dikursi seraya memegang tangan Aira .
Merasa tak ada pergerakan dari Naura , Azka mulai mendongak melihat ke arah Naura , dan ia tersenyum melihat pemandangan yang sangat indah , ternyata bidadari dan malaikat kecilnya tengah tertidur dengan berpegangan tangan , mereka terlihat sangat cantik walau keadaan sedang tidur .
Namun Azka segera berdiri dari duduknya , ia merasa tak tega dengan Naura yang tertidur sambil duduk , yang ada nanti badan Naura pada sakit.
Azka berjalan perlahan ke dekat tempat tidur , dan ia memastikan kalau Naura sudah benar-benar tertidur.
pertama Azka melepaskan dengan perlahan pegangan tangan antara Naura dan Aira , lalu ia segera mengendong tubuh Naura ke sofa bed dan membaringkannya , namun sebelum Azka membaringkan tubuh Naura ternyata Naura sudah membuka kedua matanya .
" Bee " , lirih Naura dengan suara serak khas bangun tidur .
" Bunda.... " , berbarengan dengan itu Aira pun terbangun mencari Naura seraya menangis .
Naura segera turun dari gendongan Azka , dan berlalu berjalan ke arah Aira .
" Suut...bunda disini Aira " , ujar Naura yang langsung memeluk Aira dan mencoba menenangkannya .
Azka menggaruk kepalanya yang tidak gatal , lalu ia ikut membantu menenangkan Aira .
Setelah Aira lebih ditenang dipelukan Naura , Azka pamit untuk ke kantin membeli makan dan minuman untuk mereka berdua karna kebetulan keduanya melewatkan acara sarapan .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🙏.