The Power Of Love

The Power Of Love
Permulaan



Dengan serasi Aditya dan Alya bergandeng tangan berjalan memasuki acara resepsi .


Keduanya tersenyum menatap semua yang hadir yang sudah menunggu kehadiran keduanya.


Acara resepsi Alya dan Aditya tak kalah mewah dari acara para sahabatnya , bukan ingin memperlihatkan kekayaannya tapi karena mereka mampu dan karna menikah adalah hari bahagia sekali seumur hidup , tak ada salahnya jika ingin membuat sesuatu yang berbeda .


Acara berlangsung disalah satu hotel bintang 5 , acara berjalan cukup ramai karena dimeriahkan oleh penyanyi papan atas kesukaan Aditya .


Seperti diacara-acara sebelumnya Dimas dan kawan-kawan ikut menyumbangkan suara emasnya membawakan beberapa lagu untuk mengiri kebahagiaan kedua sahabatnya .


Sekitar pukul 11 malam acara resepsi baru selesai , Aditya mengajak Alya untuk segera ke kamar yang sudah disiapkan karena sedari tadi ia sudah melihat Alya yang sepertinya sangat kelelahan melayani banyak tamu .


Dengan malu-malu Alya mengangguk dan mengikuti Aditya ke kamar .


Sesampai dikamar Alya menyuruh Aditya untuk membersihkan diri terlebih dulu karena ia harus melepas semua jarum dan peniti yang ada dihijabnya .


" Al perlu dibantu gak ? " , tanya Aditya ketika keluar kamar mandi melihat istrinya yang masih sibuk mengurusi hijabnya .


" Mmm gak usah kak , ini sedikit lagi kok " , jawab Alya gugup seraya melihat Aditya dari pantulan cermin .


Alya tersenyum melihat Aditya yang sudah berganti pakaian dan terlihat sangat segar karena sudah mandi dan Alya juga mengakui ketampanan suaminya .


" Kenapa ? " , tanya Aditya tersenyum , ia menyadari jika Alya tengah merhatikannya walau dari pantulan cermin .


" Eh ngga , auws " , Alya kaget dan meringis karna jari tangannya tertusuk jarum yang masih menempel dihijabnya .


Aditya langsung menghampiri Alya dan mengambil jari Alya yang terkena jarum , ia bisa melihat jari telunjuk Alya yang mengeluarkan sedikit darah .


Dengan cepat Aditya langsung menghisap jari Alya pelan , dan itu langsung membuat Alya kaget sekaligus tertunduk malu .


" Lain kali hati-hati Al " , ucap Aditya lembut .


" Iya maaf " , jawab Alya seraya menarik tangannya pelan .


" Ya udah kalau gitu aku bantu ya lepasin semua jarum dan penitinya ? " , tawar Aditya dan dengan ragu-ragu akhirnya Alya mengangguk .


Dengan tersenyum Aditya perlahan mulai melepaskan satu persatu jarum dan peniti yang menempel dihijab istrinya sambil sesekali melihat Alya yang tertunduk malu , sampai akhirnya tinggal satu peniti yang menempel dihijab bawah dagu Alya .


" Udah kak , yang ini biar Alya saja " , ujar Alya yang langsung memegang peniti yang ada dihijab dibawah dagunya .


" Kenapa ? " , tanya Aditya seraya tersenyum .


" Ga usah malu , aku ini sekarang suami kamu Al " , ucap Aditya yang mengerti arti diamnya sang istri .


" Mmm ngga bukan gitu maksudnya kak " , balas Alya gugup .


" Ya udah kalau gitu biar aku yang buka ya " , timpal Aditya , dan mau tak mau Alya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya .


Adtya melepaskan penitinya dan juga melepas pelan hijab yang sedari tapi menempel dikepala istrinya .


Alya hanya bisa menunduk malu karna ia benar-benar malu membuka hijab didepan Aditya yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu .


Aditya langsung tertegun tak bisa berkata apa-apa , setelah melihat rambut Alya yang tergerai panjang , hitam dan berkilau .


" Cantik " , gumam Aditya yang melihat kecantikan istrinya yang selalu berhijab .


Alya dengan malu-malu ia pamit untuk ke kamar mandi yang dianggukan oleh Aditya dan ia pun pamit untuk keluar menemui teman-teman nya yang masih mengobrol ditempat acara .


Baru saja Aditya bergabung dengan teman-teman tapi ia langsung diusir oleh Dimas dan kawan-kawan dan disuruh kembali masuk ke dalam kamar .


Aditya perlahan membuka pintu kamar dan sepertinya Alya masih dikamar mandi terdengar dari suara gemericik air .


Aditya duduk diatas tempat tidur seraya menyandarkan kepalanya diheadboard , ia menghembuskan nafasnya secara perlahan , hari yang panjang dan bahagia akhirnya terlewatkan dan sekarang ia sudah menyandang status seorang suami dan wanita yang ia cintai sejak dulu .


" Ceklek " , pintu kamar mandi terbuka dan Aditya secara reflek langsung melihat ke arah pintu kamar mandi yang memperlihatkan Alya yang hanya memakai handuk .


Aditya menelan salivanya melihat bagian atas dada Alya yang terekspos ditambah Alya mengikat rambutnya ke atas dan memperlihatkan leher jenjang nya yang putih mulus .


Seketika jiwa kelakian Aditya langsung muncul .


" Al " ,


" Aaaaa ",


Alya dengan cepat ingin masuk kembali ke kamar mandi namun sial lantai yang ia injak licin sehingga ia hampir saja terjatuh namun dengan cepat Aditya langsung bangun dan menarik tangannya .


Brukk...


Alya terjatuh diatas tubuh suaminya , keduanya saling tatap dengan jarak yang sangat dekat bahkan kedua bibir mereka hampir saja menempel .


" Kak , maaf " , Alya segera bangun dari atas tubuh suaminya dengan kedua pipi memerah .


" Baru permulaan " batin Aditya dengan degup jantung yang sangat kencang.


" Harusnya aku yang minta maaf , niat ingin menolong tapi malah jatuh " , balas Aditya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


Keduanya salah tingkah dan mengutuk kebodohannya masing-masing .


Alya lantas ia langsung pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya karna ia tadi meninggalkan baju gantinya dan mengiria jika Aditya masih diluar .


*


Tak berapa lama Alya sudah kembali dengan menundukkan kepalanya .


Aditya yang melihat kedatangan istrinya ia langsung mematung dan kesusahan menelan salivanya .


" Al kamu -", ucap Aditya namun ia tak bisa meneruskan perkataannya .


" Alya hanya ingin menjadi istri sholihah dan memberikan apa yang sudah menjadi hak suami " , Jawab Alya gugup .


Jiwa kelakian Aditya kini kembali muncul melihat Alya yang sangat cantik memperlihatkan semua bagian tubuhnya karena memakai lingerie tipis .


Aditya membimbing Alya untuk naik ke atas tempat tidur , ia mengangkat dagu Alya lalu meraba bibir tipisnya dengan ibu jari .


Dengan lembut Aditya mencoba mengecup ***** tipis itu , dan Alya ia langsung memejamkan kedua matanya seraya meremas kain sprei .


" Apa boleh ? " , tanya Aditya memastikan .


Alya mengangguk dengan masih memejamkan kedua matanya .


Aditya membacakan doa dan mulai mengungkap tubuh kecil istrinya .


Diawali dengan mencium lembut kening sang istri , perlahan turun ke bibir tipisnya dan memulai penyatuan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan .


Alya mengeluarkan keristal bening dikedua matanya merasakan sakit di bagian bawahnya .


Melihat istrinya yang mengeluarkan air mata , Aditya segera menuntaskan tugasnya dan sampai ia berhasil menyemburkan lahar panas dirahim istrinya .


" Maaf " , Ucap Aditya mengelap air mata sang istri dan membawanyakan ke dalam pelukan .


Alya tidak menjawab namun ia membalas pelukan Aditya .


" Al makasih untuk semuanya " , ucap Aditya seraya beberapa kali mencium kepala Alya .


" Kamu tahu ? , hari ini aku benar-benar bersyukur dan bahagia banget " , Ucap Aditya lagi


Alya hanya mendengarkan tanpa ingin memotong perkataan suami nya .


" Aku bener-bener bahagia bisa menikah dengan kamu dan aku benar-benar bersyukur mendapatkan wanita shalihah seperti kamu " , Aditya mengutarakan isi hatinya .


Alya sedikit mengendurkan pelukannya dan memberanikan diri menatap wajah Aditya .


" Makasih banyak kak atas semua perjuangan dan pengorbanan ka Adit selama ini , Alya juga bahagia dan bersyukur punya suami seperti kak Adit " , balas Alya dengan tersenyum .


Aditya tersenyum , lalu ia kembali mengeratkan pelukannya sampai keduanya tertidur dibawah selimut yang sama tanpa sehelai benang pun .


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen , vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .